cover
Contact Name
Gatot Suparmanto
Contact Email
info.lppm@ukh.ac.id
Phone
+62271-857724
Journal Mail Official
jurnal@ukh.ac.id
Editorial Address
masgat@yahoo.co.id
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
ISSN : 20875002     EISSN : 2549371x     DOI : https://doi.org/10.34035/jk.v13i2
Core Subject : Health,
jurnal ini masih berfokus pada ilmu kesehatan kedokteran,keperawatan,biologi,kebidanan dan bidang kesehatan lainnya
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2, Juli 2017" : 16 Documents clear
HUBUNGAN PERAN IBU DENGAN KONSEP DIRI ANAK USIA 3-5 TAHUN Christiani Bumi Pangesti; Wahyu Dwi Agussafutri
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 8 No. 2, Juli 2017
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.701 KB) | DOI: 10.34035/jk.v8i2.236

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan peran ibu dengan konsep diri anak usia 3-5 tahun. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional Penelitian dilakukan di KB/TK Sinar Kasih Nusukan Surakarta. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai anak 3-5 tahun di KB/TK Sinar Kasih Kelurahan Nusukan Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta dengan jumlah 30 anak sehingga keseluruhannya digunakan sebagai sampel penelitian dengan teknik penelitian populasi. Alat pengumpul data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Analisis data menggunakan Kendall Tau. Pengolahan data menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran ibu berhubungan positif dengan konsep diri anak di KB/TK Sinar Kasih Nusukan Surakarta; hal ini terbukti dari nilai korelasi sebesar 0,644 dengan signifikansi 0,000< 0,05. Hasil korelasi bernilai positif hal ini berarti bahwa semakin baik peran ibu maka konsep diri anak juga semakin baik. The purpose of this study was to know the relationship of mother role with self-concept of children aged 3-5 years. The type of this research is descriptive correlation with cross sectional approach. The research was done in KB / TK Sinar Kasih Nusukan Surakarta. The population of this study is all mothers who have children 3-5 year in KB/TK Sinar Kasih Kelurahan Nusukan District Banjarsari Surakarta City with the number of 30 children so that the whole is used as research sample with population research technique. The data collection tool useD questionnaires and documentation. Data analysis USED Kendall Tau. Data processing using SPSS program. The results showed that the role of mothers positively related to the self-concept of children in KB/TK Sinar Kasih Nusukan Surakarta this is evident from the correlation value of 0.644 with a significance of 0.000 <0.05. Positive correlation results this means that the better the role of mother then the self-concept of children is also getting better.
PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN RENDAH LEMAK TERHADAP MORFOLOGI SEL DAN EKSPRESI RESEPTOR-1 NEUROTENSIN (NTSR-1) PADA MUKOSA USUS TIKUS WISTAR JANTAN Gatot Suparmanto; Wahyu Dwi Agussafutri
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 8 No. 2, Juli 2017
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.724 KB) | DOI: 10.34035/jk.v8i2.237

Abstract

Neurotensin merupakan protein yang memiliki fungsi ganda dan bekerja di otak dan usus sehingga sering disebut sebagai neuropeptida yang berperan sebagai neurtrasmitter saat di otak di otak dan disebut hormon saat berada di gastrointestinal dan bertujuan mengatur gerakan lambung,duodenum dan usus, serta sekresi asam lambung, penyerapan klorida dan air di usus besar, keberadaan neurotensin paling banyak terdapat di jejunoileum yaitu 85% dan neurotensin reseptor-1(NTSR-1) adalah reseptor terbanyak di jejunoileum. Makanan rendah lemak adalah makanan yang memiliki kadar lemak di bawah 25% dan memiliki pengaruh terhadap motilitas usus dan juga otak. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian makanan rendah lemak terhadap morfologi sel dan ekspresi reseptor-1 neurotensin (NTSR-1) di mukosa usus. Tikus wistar jantan berusia 3 bulan berjumlah 20 ekor di bagi kedalam 2 kelompok, Kelompok 1 diberikan makanan rendah lemak AIN 93 M kelompok 2 diberikan pakan tinggi lemak AIN-93G, perlakuan dilakukan selama 30 hari, kemudian dilakukan pemeriksaan Imunnohistokimia (IHC) dan pembacaannya menggunakan software IHC reader yang menghitung berdasarkan penyerapan warna pada slide,dan dilakukan pemeriksaan Hemotoxilin Eosin untuk mengetahui morfologi sel di usus Penelitian ini menunjukkan hasil rerata yaitu: kelompok 1 dengan pakan standar yaitu AIN 93M menunjukkan hasil rerata 51,08± 18,13 dengan rentang nilai 6,03-96,14. kelompok 2 dengan pakan AIN 93G didapatkan hasil 107,74± 18,67 dengan rentang nilai 61,34-154,13. Hasil pengamatan IHC pada pewarnaan HE menunjukkan tidak ada perubahan morfologi pada sel usus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pemberian makanan tinggi lemak (AIN 93 G) dapat memicu sekresi neurotensin lebih tinggi. Makanan rendah lemak (AIN 93 M) tidak memicu sekresi neurotensin dan tidak merubah morfologi sel usus. Neurotensin is a protein that has a dual function and work in the brain and the gut so often referred to as neuropeptides that act as neurtrasmitter current in the brain in the brain and is called hormone while in the gastrointestinal and respiratory stomach, duodenum and colon, as well as acid secretion Stomach, chloride and air absorption in the colon, found most neurotensin in jejunoileum ie 85% and neurotensin receptor-1 (NTSR-1) receptors in jejunoileum. Low-fat foods are foods that have a fat content below 25% and have an effect on the motility of the intestine and also the brain.This study aimed to determine the effect of food on the fat and cell morphology and expression of neurotensin receptor-1 (NTSR-1) in the intestinal mucosa. Rats Wistar male aged 3 months to 20 fish inside into two groups, Group 1 was given a low fat diet AIN 93 M group 2 is given high feed fat AIN-93g, this treatment is carried out for 30 days, then examined Imunnohistokimia (IHC) and the reading using IHC reader software that calculates based on the color absorption on the slide, and Hemotoxilin Eosin examination to determine the morphology of cells in the intestin. This study showed that the average results: group 1 with a standard feed that is AIN 93m shows the results mean 51.08 ± 18.13 with a range of values from 6.03 to 96.14. Group 2 with AIN 93G feed result of 107,74 ± 18,67 with value range 61,34-154,13. And the result of IHC observation on HE staining shows no morphological changes in intestinal cells. The results of this study showed that using a high-fat diet (AIN 93 G) could pass the secretion of higher neurotensin. Low-fat foods (AIN 93 M) do not escape neurotensin secretion and can not alter the morphology of intestinal cells.
PERAN ORANGTUA DALAM MEMPERSIAPKAN REMAJA PUTRI MENGHADAPI MENARCHE DI KELURAHAN KADIREJO KECAMATAN KARANGANOM KABUPATEN KLATEN Alfyana Nadya Rachmawati; Ariska Rizki Oktaviani
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 8 No. 2, Juli 2017
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.581 KB) | DOI: 10.34035/jk.v8i2.238

Abstract

Remaja putri membutuhkan persiapan fisik atau mental dalam menghadapi menarche. Mereka membutuhkan informasi yang benar dan lengkap dari kedua orang tua tentang haid sangat banyak, sehingga mereka bisa mempersiapkan diri dalam menghadapi menarche dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam mempersiapkan remaja putri dalam menghadapi menarche di Desa Kadirejo Kecamatan Karanganom Kabupaten Klaten. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologis. Populasi dalam penelitian ini adalah 90 orang tua yang memiliki remaja putri berusia 9-12 tahun yang belum pernah menstruasi di Desa Kadirejo Kecamatan Karanganom Kabupaten Klaten. Sampel purposive digunakan untuk mengambil sampel. Ada 5 sampel dalam penelitian ini. Data dikumpulkan dengan metode wawancara mendalam. Menstruasi adalah hasil darah dari vagina wanita yang selalu dialami mereka setiap bulan. Hal itu adalah perubahan normal yang terjadi pada remaja putri yang sedang menghadapi masa dewasa. Gejala menstruasi adalah kaku, nyeri payudara, keputihan, pusing, jerawat, dan juga perubahan mood. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche adalah usia, kesiapan mental, informasi, dan lingkungan. Hal yang harus dijelaskan kepada remaja putri berkaitan dengan menstruasi adalah tentang menstruasi, bagaimana melakukan kebersihan diri, terjadi perubahan, dan pola yang perlu dijaga setelah mengalami menstruasi. Peran orang tua dalam mempersiapkan remaja putri dalam menghadapi menarche adalah sebagai pendidik, teman, panutan, pengendali, dan pendukung mereka. Peran orang tua dalam mempersiapkan remaja putri dalam menghadapi menarche cukup baik. Orang tua telah memberikan informasi yang cukup tentang menstruasi kepada remaja putri mereka. Female teenagers need either physical or mental preparation in facing menarche. They need the right and complete information from both parents about menstruation very much, so they can prepare themselves in facing menarche well. The purpose of this research was to describe parents’ roles in preparing female teenagers in facing menarche in Kadirejo Village Karanganom Sub-District Klaten. This research was a qualitative research using phenomenological approach. The population in this research were 90 parents having female teenagers of age 9-12 years old who had not had menstruation in Kadirejo Village Karanganom Sub-District Klaten. A purposive sampling was used to take the samples. There were 5 samples in this research. The data were collected by in-depth interview method. Menstruation was the outcome of blood from women’s vagina which was always experienced by them every month. It was a normal change which happened to female teenagers who were facing the adulthood. Menstruation symptoms were stiff body, breast pain, leucorrhoea, dizzy, pimples, and also mood changing. The factors affecting the female teenagers’ readiness in facing menarche were age, mental readiness, information, and environment. Things should be explained to female teenagers related to menstruation are about menstruation, how to do personal hygiene, changes happen, and patterns needed to be kept after getting menstruation. Parents’ roles in preparing female teenagers in facing menarche were as educator, friend, role model, controller, and supporter to them. Parents’ roles in preparing female teenagers in facing menarche were good enough. Parents had given enough information about menstruation to their female teenagers.
HUBUNGAN BAYI LAHIR PREMATUR DENGAN INFEKSI NEONATORUM DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA Nur Rakhmawati; Christiani Bumi Pangesti
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 8 No. 2, Juli 2017
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.481 KB) | DOI: 10.34035/jk.v8i2.239

Abstract

Bayi baru lahir dengan infeksi neonatorum merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting pada bayi di Indonesia, baik bayi baru lahir dengan infeksi neonatorum merupakan penyebab langsung kematian bayi di Indonesia meliputi: Asfiksia (44-46%), infeksi (24-25 %), prematur (15-20%), infeksi neonatorum (2-7%), dan cacat bawaan (1-3 %). Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan bayi berat lahir rendah, prematur dan kejadian ikterus dengan infeksi neonatorum. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional (potong-lintang). Sampel dipilih secara random sampling. Penelitian ini dilaksanakan bulan Maret 2016. Teknik pengumpulan data menggunakan data rekam medik. Data dianalisis menggunakan Analisis korelasi bivariat, dikatakan signifikan apabila nilai p<0,05. Hasil penelitian ada hubungan yang signifikan prematur dengan infeksi neonatorum dengan p < 5% (p=0.000, χ: 31,438 ).Kesimpulan terdapat hubungan bayi lahir prematur dengan infeksi neonatorum. Newborns with neonatal infections are an important public health problem infants in Indonesia, both newborns with neonatal infections are the direct cause of infant mortality in Indonesia include: Asphyxia (44-46%), infection (24-25% ), Premature (15-20%), neonatal infection (2-7%), and congenital defects (1-3%). The objectives were to analyze the relationship between low birth weight, premature and jaundice with neonatal infection. This type of research is an observational analytic study with a cross-sectional (cross-sectional) approach. Samples were chosen by random sampling. Data collection techniques use medical record data. Data were analyzed using bivariate correlation analysis, it is said significant if the value of p <0,05. There was a significant association of preterm with neonatal infection with p <5% (p = 0.000, χ: 31,438). Conclusion there is a premature infant relationship with neonatal infection.
PENGARUH TERAPI MUSIK ALAM TERHADAP FREKUENSI DENYUT JANTUNG PADA PASIEN SELAMA OPERASI DENGAN ANESTESI SPINAL DI RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI Fakhrudin Nasrul Sani; Nurul Devi Ardiani
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 8 No. 2, Juli 2017
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.715 KB) | DOI: 10.34035/jk.v8i2.240

Abstract

Penatalaksanaan pembedahan dan komplikasi anestesi selama operasi dapat berupa pemberian farmakologi dan terapi komplementer. Terapi komplementer salah satunya adalah terapi musik alam, dengan terapi musik alam akan berdampak pula terhadap frekuensi denyut jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh musik alam terhadap frekuensi denyut jantung pada pasien selama operasi dengan anestesi spinal di RSUD Pandan Arang Boyolali. Penelitian menggunakan pendekatan quasy eksperiment dengan rancangan one group pre and post test design. Sampel sebanyak 48 pasien, dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi berupa Bed Side Monitor. Alat analisis yang digunakan dengan Paired Simple t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden mayoritas usia di atas 36 tahun (41,7%), berjenis kelamin laki-laki (58,3%), berpendidikan SMA (39,6%) dan bekerja sebagai buruh yaitu sebanyak (39,6%), 2) Hasil pengukuran Frekuensi denyut jantung sebelum dilakukan pemberian terapi musik alam didapatkan data rata-rata sebesar 89,04 x/ menit.; 3) Hasil pengukuran frekuensi denyut jantung sesudah dilakukan pemberian terapi musik alam didapatkan data rata-rata sebesar 74,71 x/menit; dan 4) Ada pengaruh signifikan musik alam terhadap frekuensi denyut jantung pada pasien selama operasi dengan anestesi spinal di RSUD Pandan Arang Boyolali (p-value = 0,000 < 0,05). Kesimpulan dari penelitian adalah ada pengaruh signifikan musik alam terhadap frekuensi denyut jantung pada pasien selama operasi dengan anestesi spinal di RSUD Pandan Arang Boyolali. Penelitian ini disarankan dapat menjadi bahan pertimbangan sebagai dasar pembuatan Standar Operasional Prosedur pemberian terapi musik alam dalam membantu menstabilkan denyut jantung pasien selama operasi dengan anestesi spinal. The Management of surgery and anesthetic complications during operation can include the administration of pharmacological and complementary therapies. One of the latter is natural music. The natural music may have impacts on heart pulse frequency. The objective of this research is to investigate the effect of natural music therapy on the heart pulse frequency of patients during operation with spinal anesthesia at Pandan Arang Local General Hospital of Boyolali. This research used the quasi experimental method with the one group pre and post test design. Its samples consisted of 48 patients. Purposive sampling technique was used to determine the samples. The data of the research were collected through Bed Side Monitor observation sheet. They were analyzed by using the Paired Simple t-test. The results of the research are as follows: 1) In majority, 41.7% of the patients were aged above 36 years old, 58.3% of the patients were male, 39.6% of of the patients held the latest education of Senior Secondary School, and 39.6% of the patients were laborers. 2) The result of the heart pulse frequency measurement prior to the administration of the natural music therapy shows that the average frequency was 89.04 times/ minute. 3) Following the natural music therapy, the average frequency was 74.71 times /minute. 4) There was a significant effect of the natural music therapy administration on the heart pulse frequency of patients during operation with spinal anesthesia at Pandan Arang Local General Hospital of Boyolali as indicated by the p-value = 0.000 which was less than 0.05. Thus, the results of this research could be considered as a reference for the preparation of standard operating procedure of natural music administration to help stabilize the heart pulse of patients during operation with spinal anesthesia.
PENINGKATAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA DALAM MERAWAT ANAK LEUKEMIA MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN MULTIMEDIA Happy Indri Hapsari; Isnaini Rahmawati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 8 No. 2, Juli 2017
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.212 KB) | DOI: 10.34035/jk.v8i2.241

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan melalui multimedia. Desain penelitian adalah quasi-experimental pre test and post test nonequivalent control group design dengan pengumpulan data secara non probability sampling dengan metode consecutive sampling. Sampel penelitian adalah orang tua yang mempunyai anak leukemia yang sedang kemoterapi di RS Kanker Dharmais Jakarta. Tingkat pengetahuan orang tua terdapat perbedaan yang signifikan. Pendidikan kesehatan sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan, sehingga dapat merubah perilaku orang tua. The objective of this research is to identify the difference of knowledge before and after the health education was given through multimedia. Quasi-experimental pre test and post test nonequivalent control group design was used as the research design, in which data were collected by using non- probability sampling and consecutive sampling method. The sample of this research is parents who has children suffering leukemia and is undergoing chemotherapy at Dharmais Cancer Hospital Jakarta. There is a significant difference between level of knowledge. It is recommended that health education be given continually in ordered to succeed in changing parents’ abilities.

Page 2 of 2 | Total Record : 16