cover
Contact Name
Gatot Suparmanto
Contact Email
info.lppm@ukh.ac.id
Phone
+62271-857724
Journal Mail Official
jurnal@ukh.ac.id
Editorial Address
masgat@yahoo.co.id
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
ISSN : 20875002     EISSN : 2549371x     DOI : https://doi.org/10.34035/jk.v13i2
Core Subject : Health,
jurnal ini masih berfokus pada ilmu kesehatan kedokteran,keperawatan,biologi,kebidanan dan bidang kesehatan lainnya
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 1, Januari 2018" : 18 Documents clear
PENGARUH POLA HIDUP TERHADAP PERUBAHAN DENYUT NADI PADA PASIEN HEART FAILURE S Saelan; Sahuri Teguh
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.232 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.263

Abstract

Gagal jantung merupakan salah satu penyakit utama di bidang kardiologi. Kondisi ini dipengaruhi oleh gaya dan pola hidup yang tidak baik sehingga dapat beresiko terkena penyakit jantung. Keadaan ini sangat penting bahwa pasien perlu memanagemen pola hidup yang baik khususnya pasien yang menjalani pengobatan dan perawatan penyakit jantung. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pola hidup pasien gagal jantung terhadap perubahan denyut nadi pasien gagal jantung di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten ”. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen, desain penelitian adalah pre dan post tes kontrol grup. Populasi penelitian ini adalah semua pasien gagal jantung yang datang ke Poliklinik Jantung di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro. Sampel dalam penelitian ini adalah responden dengan riwayat penyakit gagal jantung kongestif yang sedang menjalani rawat jalan denagan cara consecutive sampling. Sebelum analisis stataistik peneliti melakukan uji normalitas dengan uji Shapiro-Wilk, dan selanjutnya dilakukan uji Paired samples t-tes, Wilcoxon test dan Mann Whitney Test. Hasil analisa bahwa terdapat perbedaan perubahan denyut nadi sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok eksperimen sig. 0,000 (<0,05) serta tidak terdapat perbedaan denyut nadi sebelum dan sesudah pada kelompok kontrol sig.0,888 (>0,05). Kesimpulan pola hidup memiliki pengaruh signifikan terhadap perubahan denyut jantung pada pasien Gagal Jantung di Poliklinik Jantung RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten bulan Juni - Agustus 2015. Heart failure becomes major problem in part of cardiologi because of increaching number of patients in happening of the hospitalization as wen as death and disability. in this condition it is importan that the patient of heart disease. The objective to know the effect of life pattern of heart failure patients on heart rate change of heart failure patients at Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten The methods of research quasi eksperimental research design. Is a pre and post test control group. The research of population were all patient heart failure who came to the clinic. At the heart Hospital Dr. Soeradji Tirtonegoro. The humfiel in this reasearch was responclun with the history of congestive heart failure. Who is undegoing out patient consecutive sampling or sampling consecutive. Before statistic analysis the research do the test for normality with The Shapiro Wilk Test, and Mann Whitney Test. The result of research or the result of analysis that there are different in pulse changes before and after treatment in the experiment group sig. 0.00 (<0.05) and there is not different before and after the pulse control group sig. 0.000 (>0.05) in the control group is underfined. Conclusion: the implementation of life pattern has a significant influence on hourth rate and body weight for the patients with heart fait fune clinic to herat hospital dr. Soeradji Tirtonegoro Kalten June up to August 2015.
PEMBERIAN PEMBELAJARAN VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN KEBERSIHAN DIRI SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA RT 01, RW1, SRUNI, BOYOLALI Nurul Devi Ardiani; Yunia Renny Andhikatias
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.964 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.264

Abstract

Pengetahuan kebersihan diri saat menstruasi yang baik menjadikan perilaku remaja lebih baik. Hal ini dapat menghindarkan remaja dari berbagai penyakit reproduksi yang mungkin muncul. Tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang kebersihan diri saat menstruasi di RT 01 RW1, Sruni, Boyolali. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi Eksperimental dengan Pre and post test without control yang menggunakan 22 sampel penelitian untuk menilai pengetahuan kebersihan diri saat menstruasi sebelum dan sesudah pemberian pembelajaran video. Pengambilan data dilakukan dua kali pada saat sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan. Data sebelum dan sesudah perlakuan dianalisa menggunakan Uji Paired T-Test. Hasil yang diperoleh terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata pengetahuan sebelum dilakukan pembelajaran video 4,27 dan rata-rata pengetahuan setelah dilakukan pembelajaran video7,13. Hasil uji statistik sebelum dan sesudah dilakukan pembelajaran video pada remaja dengan menggunakan Paired T-Test diperolah hasil 0,00 yang berarti nilai p < 0,05 sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh pembelajaran video terhadap pengetahuan perawatan kebersihan diri saat menstruasi pada remaja RT01, RW1, Sruni, Boyolali. Good self-hygiene knowledge during menstruation makes teenagers better in their behavior. It’s can prevent teenagers from various reproductive diseases that may arise. The present study aimed to improve adolescent knowledge about personal hygiene during menstruation. This was a quantitative study using a Quasi Experimental design and involved 22 respondents of teenagers of RT 01, RW1, Sruni, Boyolali to know their knowledge of personal hygiene during menstruation before and after giving of video learning. The data were collected twice before the treatment and after treatment. The data were analyzed using Paired T-Test. The results of analysis found there are significant differences in average knowledge before video learning 4.27 and average knowledge after learning video learning 7,13. The results of statistical test before and after video learning found a sig score of 0,00, and showed a p value of < 0.05. It was concluded that video learning variables has a significant influence on hygiene care knowledge during menstruation at adolescent RT 01, RW1, Sruni , Boyolali.
PERBEDAAN AKTIVITAS FISIK DAN KONSUMSI CAMILAN PADA REMAJA OBESITAS DI KABUPATEN BANTUL Mellia Silvy Irdianty; Fakhrudin Nasrul Sani
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.551 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.265

Abstract

Obesitas pada remaja memiliki implikasi penting terhadap kesehatan dan kesejahteraan individu dan masyarakat. Hal ini berdampak negatif dalam meningkatkan kerentanan terhadap sejumlah penyakit, gangguan kesehatan kronis, gangguan psikologis, peningkatan biaya perawatan setiap tahun hingga kematian dini. Sebesar 2,8 juta orang meninggal tiap tahun, akibat obesitas. Meningkatnya prevalensi obesitas pada remaja diduga berkaitan dengan perubahan gaya hidup meliputi menurunnya aktifitas fisik dan meningkatnya konsumsi camilan. Penelitian ini untuk mengetahui adanya perbedaan aktivitas fisik dan konsumsi camilan pada remaja obesitas di daerah pedesaan dan perkotaan di Kabupaten Bantul. Metode penelitian case control, dengan populasi remaja SMA baik negeri maupun swasta. Kasus adalah remaja yang didiagnosa obesitas pada tahap skrining, sedangkan kontrol adalah remaja tidak obesitas. Analisis data meliputi univariabel yang menyajikan distribusi frekuensi, bivariabel dengan uji chi-square, dan uji-t. Remaja dengan aktivitas fisik ringan memiliki peluang 4 kali lebih besar mengalami obesitas dibandingkan remaja dengan aktivitas fisik sedang (OR 4,26 (CI 95%:1,61-12,06). Hubungan antara jenis camilan dan obesitas juga memiliki hubungan yang bermakna secara statistik dan praktis, yaitu obesitas banyak di temukan sebanyak 2 kali lebih besar pada remaja dengan konsumsi camilan goreng dibandingkan dengan remaja yang mengkonsumsi camilan non goreng. Terdapat perbedaan rerata berat dan asupan camilan pada remaja obesitas dan non obesitas.Aktifitas fisik ringan, frekuensi camilan tinggi, jenis camilan gorengan, berat camilan dan asupan camilan tinggi berpeluang lebih besar meningkatkan obesitas remaja. Adolescents obesity has important implications for the health and well-being of individuals and society. It has negative impact in increasing susceptibility of diseases, chronic health problems, psychological disorders, and maintenance costs up to early death each year. 2.8 million people die each year due to obesity. The increasing of prevalence of obesity in adolescents allegedly associated with lifestyle changes include the decline in physical activity and increase consumption of snacks. To determine the difference of physical activity and snack consumption in adolescent obesity in urban and rural areas in the district of Bantul. This study used a case control study design, with a population of high school teenagers both public and private. Cases are obese adolescents who were diagnosed at screening, while the control is not obese adolescents. Data analysis included univariable consist of frequency distribution, bivariable consist of chi-square and t-test and also logistic regression test for mulitivariabel analysis. Adolescents who do light physical activities are more likely have obesity 4 times than those who do physical activity in normal. Kind of snack and obesity have correlation in statistic and practical, which is many research prove that obesity found 2 times than adolescents who consume fried foods. There are differences of mean in snack weight and snack intake in obese adolescents. The low physical activity, high snack frequency, type of fried foods, snack weight, and snack intake are most likely to increase the incidence of obesity
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE DEMONSTRASI TERHADAP PRAKTIK PERTOLONGAN PERTAMA LUKA BAKAR PADA IBU RUMAH TANGGA DI GAREN RT.01/RW.04 PANDEAN NGEMPLAK BOYOLALI Siwi Indra Sari; Wahyuningsih Safitri; Ratih Dwilestari Puji Utami
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.7 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.266

Abstract

Luka bakar adalah kerusakan atau kehilangan jaringan yang disebabkan kontak dengan sumber panas seperti api, air panas, bahan kimia, listrik dan radiasi. Hasil studi pendahuluan di desa Garen RT.01/ RW.04 Pandean Ngemplak Boyolali diperoleh data bahwa peristiwa kejadian luka bakar ibu rumah tangga di daerah tersebut sering terjadi 5-10 kali dalam satu bulan. Luka bakar yang sering terjadi di lingkungan rumah seperti terkena minyak goreng, air panas, setrika listrik, dan knalpot. Tujuan dari penelitian mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi terhadap praktik pertolongan pertama luka bakar pada ibu rumah tangga di Garen RT.01/RW.04 Pandean Ngemplak Boyolali. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode quasy experiment pretest and posttest with control group design. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Sampel berjumlah 40 responden ibu rumah tangga yang terbagi menjadi 20 responden kelompok perlakuan dan 20 responden kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan uji wilcoxon untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan antara dua sampel dependen yang berpasangan dan uji Mann withney test untuk menguji beda mean peringkat dari 2 kelompok independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan praktik pada kelompok perlakuan yang sebelumnya 7 responden (35%) dalam kategori cukup, 13 responden (65%) dalam kategori tidak memadai dan setelah diberikan pendidikan kesehatan menjadi 20 responden (100%) masuk kategori memadai dengan p value=0,000. Hasil analisis dengan Mann withney test , hasil p value = 0,000<0,05. Kesimpulan terdapat pengaruh yang signifikan pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dengan pemberian pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi dan ceramah leaflet. Burn wound is the damage or loss of tissue due the contact with heat sources such as fire, hot water, chemicals, electricity, and radiation. The result of the preliminary research shows that in Garen, RT.01/ RW.04 Pandean Ngemplak Boyolali shows that the burn wound incidence at household could happen 5-10 times a month. Burn wounds which are frequently present in the household are those due to hot cooking oil, hot water, heat of electric iron, and heat of motor vehicle exhaust. The objective this research is to investigate the effect of the health education with demonstration method on the practice of the first aid for burn wound of the housewives in Garen RT.01/RW.04 Pandean, Ngemplak, Boyolali. This research used the quantitative quasi experimental research method with posttest with control group design. Purposive sampling technique was used to determine its samples. The samples consisted of 40 housewives. They were divided into two groups, 20 as the treatment group and 20 as the control group. This test used the Wilcoxon’s Test to investigate whether or not there was a difference between the two paired-dependent samples and the Mann Withney’s Test to examine the rank mean difference of the two independent groups. The result of the research shows that there was an increase in the first aid practice of the treatment group. Prior to the treatment, 7 respondents (35%) had an adequate category of the first aid practice, and 13 respondents (65%) had an inadequate category of the first aid practice. All of the respondents, 20 (100%), had an adequate category of the first aid practice as indicated by the result of the Mann withney’s Test where the p-value was 0.000 which was less than 0.05. Thus, there was a significant effect of health education with demonstration method and leaflet lecturing on the treatment and control groups.
PERANCANGAN BUKU PENGENALAN PEDOMAN GIZI SEIMBANG UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR KELAS 1 UMUR 6-8 TAHUN BERBASIS AUGMENTED REALITY Yohanes Pembabtis Amang Subangkit; Jasson Prestiliano
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.953 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.267

Abstract

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014, hasil penelitian Riset Kesehatan Dasar 2010 (Riskesdas) Konsumsi pangan masyarakat Indonesia masih belum sesuai dengan pesan gizi seimbang. Permasalahan ini tidak lepas dari kurangnya pemahaman informasi tentang pentingnya gizi seimbang dan hidup sehat. Untuk memberikan informasi, dibutuhkan media yang berbasis masyarakat. Media buku dengan teknologi augmented reality dipilih sebagai sarana untuk memberikan informasi yang lebih menarik minat target audience untuk lebih memahami pentingnya gizi seimbang dan sadar gizi. Objek penelitian ini adalah media penyampaian Pedoman Gizi Seimbang menggunakan buku berbasis augmented reality. Penelitian ini sudah diujikan kepada Dinas Kesehatan Salatiga beserta petugas gizi dan ahli gizi, Dosen gizi Universitas Kristen Satya Wacana dan 2 responden orang tua dengan anak. Hasil yang didapat dalam penelitian ini adalah perancangan media buku berbasis augmented reality dapat memberikan pemahaman informasi yang menarik serta mudah dipahami tentang pentingnya Pedoman Gizi Seimbang dan sadar gizi. According to the regulations of Indonesia’s Departement of Health No 41 Year 2014, the Basic Health Research in 2010 (Riskesdas) resulting in Indonesia’s citizen consumption of food has not meet the appropriate balanced nutrition amount. This problem is not separated from the lack of information about the importance of balanced nutrition amounts and healthy living. To deliver information, a community based media is needed. Book with augmented reality media is choosed as the media to deliver appealing information for target audience, to understands more about the importance of balanced nutrition amounts and nutrition consciousness. The object of this research is presentation media about the Guide of Balanced Nutrition using augmented reality based book. This research has been tested on Salatiga’s Health Agency with health officers and health expert, Lecturer of Nutrition in Satya Wacana Christian University and 2 parents respondents with their children. The obtained results from this research is the designing of augmented reality based book is able to deliver appealing information and understanding, and easy to understand about balanced nutrition guidance and nutrition consciousness
PENGARUH KONSUMSI SUSU JAGUNG DAN SENAM LANSIA TERHADAP TEKANAN DARAH DAN KADAR KOLESTEROL PADA LANSIA Kartika Dian Listyaningsih; Hutari Puji Astuti; Ika Budi Wijayanti
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.704 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.268

Abstract

Jagung merupakan bahan makanan yang mempunyai kandungan gizi terdiri dari karbohidrat dan lemak. Karbohidrat jagung terdiri dari pati, gula, serat kasar dan pentosan. Pati jagung terdiri dari amilosa dan amilopektin, sedangkan gulanya berupa sukrosa. Lemak jagung sebagian besar terdapat pada bagian lembaganya. Jumlah kandungan protein dan lemak jagung ini bervariasi tergantung dari umur dan varietasnya. Kandungan lemak dan protein jagung muda lebih rendah dibandingkan dengan jagung tua. Di Thailand, jagung manis banyak diolah menjadi corn milk (susu jagung) karena susu jagung menyegarkan dan menyehatkan tubuh karena tidak mengandung kolesterol. Kolesterol merupakan salah satu manifestasi dari masalah gizi lebih. Kadar kolesterol tinggi merupakan salah satu problema yang sangat serius karena merupakan salah satu factor yang paling utama untuk terjadinya penyakit jantung pada seseorng ,masalah lainnya ialah pada seseorang yang bertekanan darah tinggi dan perokok. Macam-macam masalah kesehatan tersebut yang sering menimpa lansia. Bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa latihan dan olah raga pada usia lanjut dapat mencegah atau melambatkan kehilangan fungsional. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh konsumsi susu jagung dan senam lansia terhadap tekanan darah dan kadar kolesterol pada lansia. Penelitian ini menggunakan metode quasy experiment (eksperimen semu) dengan rancangan one group pretest-postest design. Dilakukan Posyandu Lansia RW 06 Kelurahan Gonilan Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo. Waktu penelitian dilakukan mulai bulan Juli sampai dengan Agustus 2017. Subyek penelitian yaitu Lansia berjumlah 34 orang. Hasil yang didapatkan dari 34 sampel adalah bahwa p-value uji wilcoxon tersebut lebih kecil α (0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perubahan pengaruh pemberian susu jagung dan pelaksanaan senam lansia sebelum (pre test) dan setelah (post test). Corn is the foodstuffs which have nutrient content consists of carbohydrates and fats. Corn starch is composed of carbohydrates, sugar, coarse fibers and pentosan. Corn starch consists of amylopectin and amylose ,while the sugar in the form of sucrose. Fat corn mostly contained on the part of the institution. The amount of protein and fat in corn varies depending on the age and varietasnya. Fat and proteincontent of young corn is lower compared to the old corn. In Thailand, many sweet corn processed into corn (the corn milk) milk because milk corn refreshing and invigorating the body because it contains no cholesterol. Cholesterol is one manifestation of a more nutritional problems high cholesterol levels is one of the very serious problems because it is one of the most important factors for the onset of heart disease in seseorng, other problems is someone that high blood pressure and smokers (Anwar Bahri, 2003). All kinds of health problems that often afflicts the elderly. The existing evidence suggests that exercise and sports on the elderly can prevent or delay the loss of functional.The purpose of the study is to know the influence of maize and milk consumption gymnastics elderly against blood pressure and cholesterol levels in the elderly. This research method using quasy experiment (experiment of the artificial) with one group pretest-postest design. Do Elderly Posyandu RW 06 Kelurahan Gonilan Kartasura Subdistrict Sukoharjo Regency. Time research was done starting in July up to August 2017. The subject of research, namely the elderly amounted to 34 people.The results obtained from 34 sample is that the p-value smaller the wilcoxon test α(0.05) so that it can be concluded that there is a change of the influence the granting of maize and milk the implementation elderly gymnastics before (pre test) and after (post test).
EFEKTIVITAS METODE BOM TERHADAP PRODUKSI ASI Tresia Umarianti; Kartika Dian Listyaningsih; Rahajeng Putriningrum
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.117 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.269

Abstract

Permasalahan mayoritas yang dialami ibu adalah tidak keluarnya ASI pada hari pertama sampai hari ketiga post partum. Akibatnya, bayi baru lahir yang seharusnya mendapatkan ASI dini akan tertunda dan sebagai alternatifnya diberikan susu formulaKelancaran proses laktasi atau produksi dan pengeluaran ASI dipengaruhi oleh perawatan payudara, frekuensi penyusuan, kejiwaan ibu, kesehatan ibu, dan kontrasepsi, begitu juga untuk produksi ASI sangat dipengaruhi fisik, psikospiritual, lingkungan dan sosial. Usaha untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin dapat dilakukan dengan perawatan atau pemijatan payudara, pijat oksitosin, membersihkan puting, menyusui dini dan teratur serta teknik marmet atau teknik memerah dan memijat. Metode “BOM” (Breastcare, Oxytocin Massage, and Marmet Technique) yaitu stimulasi untuk membantu produksi dan pengeluaran ASI melalui breastcare (pemijatan payudara), oxytocin massage (pijatan atau rangsangan pada tulang belakang) dan marmet technique (kombinasi antara memerah ASI dan memijat payudara). Ibu nifas di PKD Shifa secara studi pendahuluan dari 5 (lima) ibu nifas, belum mengetahui bagaimana cara agar produksi ASI banyak dengan menggunakan “BOM” melalui wawancara terstruktur. Tujuan penelitian adalah mengkaji efektivitas metode BOM (Breastcare, Oxytocin, and Marmet Teachnique) terhadap produksi ASI. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen. Dilaksanakan di PKD Syifa Cemani dengan jumlah sampel 30 orang dan menggunakan analisa Mann Whitney U Test. Hasil yang didapatkan dari 30 sampel adalah nilai p value sebesar 0,000< 0,05 sehingga dapat disimpulkan ada perbedaan bermakna antara dua kelompok, dimana metode BOM (Breastcare, Oxytocin, and Marmet Teachnique) sangat efektif terhadap Produksi ASI. The problem of the majority experienced by postpartum mother is not the release of milk on the first day until the third day postpartum. As a result, newborns who should be breastfeeding early will be delayed and alternatively given formula milk. Efforts to stimulate the hormone prolactin and oxytocin can be done with breast care or massage, oxytocin massage, nipple cleaning, early and regular breastfeeding and marble techniques or techniques of flushing and massaging. The method of ”BOM” (Breastcare, Oxytocin Massage, and Marmet Technique) is stimulation to assist breast milk production and expenditure through breastcare, oxytocin massage (massage or stimulation of the spine) and marmet technique (combination of milking and breast massage). PKD Syifa based on preliminary study through interviews of 5 postpartum women found overall postpartum in postpartum days one until seven have less milk production based on the frequency of breastfeeding babies. The objective of the study was to assess the effectiveness of BOM (Breastcare, Oxytocin, and Marmet Teachnique) methods against breastmilk production. This study uses quasi-experimental method. Performed at PKD Shifa from July to September 2017 with a sample size of 30 people and using Mann Whitney U Test analysis. The results obtained from 30 samples are p value of 0.000 <0,05 so it can be concluded that there are significant differences between the two groups, where the method of BOM (Breastcare, Oxytocin, and Marmet Teachnique) is very effective against breastmilk Production.
KEBIASAAN MAKAN, AKTIVITAS FISIK DAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) MAHASISWA S-1 UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA Aisyah Nurkhopipah; Ari Natalia Probandari; Sapja Anantanyu
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 9 No. 1, Januari 2018
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.783 KB) | DOI: 10.34035/jk.v9i1.342

Abstract

Bagian penting dari mahasiswa adalah mereka mengalami masa transisi kuat dengan perubahan lingkungan yang ditandai dengan pola makan yang tidak sehat dan kurang aktivitas fisik yang menempatkan mahasiswa pada risiko yang lebih besar dari kenaikan berat badan. Kelebihan berat badan dan obesitas terjadi pada mahasiswa, menurut Centers for Disease Control (CDC), prevalensi obesitas pada mahasiswa laki-laki adalah 29,5% dan pada mahasiswa perempuan sebesar 32,6%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan kebiasaan makan dan aktivitas fisik dengan Indeks Massa Tubuh mahasiswa S-1 UNS. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Subjek penelitian ini adalah seluruh mahasiswa program studi S-1 UNS pada tahun 2016 yaitu sejumlah 24.826 orang. Data dianalisis dengan chi square dan regresi logistic multinomial. Hasil uji korelasi chi square, menunjukkan bahwa kebiasaan makan tidak berhubungan secara signifikan dengan IMT Normal-Kurus ataupun IMT Normal-Gemuk (p = 0,193 & p = 0,446), sedangkan aktivitas fisik mempunyai hubungan yang signifikan dengan IMT Normal-Gemuk (p = 0,029),tetapi tidak berhubungan dengan IMT normal-kurus (p=0,655). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan makan dengan IMT normalkurus ataupun IMT normal-gemuk. Tidak ada hubungan antara aktifitas fisik dengan IMT normal-kurus namun terdapat hubungan yang signifikan antara variable aktivitas fisik dengan IMT normal-gemuk. The important part of the students is that they experience a strong transition period with environmental changes characterized by an unhealthy diet and lack of physical activity that puts students at greater risk of weight gain. Overweight and obesity occurs in college students, according to the Centers for Disease Control (CDC), the prevalence of obesity in male students is 29.5% and in female students 32.6%. The purpose of this study was to analyze the relationship between eating habits and physical activity with the body mass index of S-1 UNS students. Type of observational analytic research with Cross Sectional approach. The subjects of this study are all S-1 students of UNS program in 2016 that is 24,826 people. Data were analyzed by chi square and multinomial logistic regression. The result of chi square correlation test showed that Eating Habits did not correlate significantly with Normal BMI - Thin or Normal BMI - Overweight (p = 0,193 & p = 0,446), whereas Physical Activity had significant relation with Normal BMI – Overweight (p = 0,029 ), But not related to normal BMI-thin (p = 0.655). Conclusion of the research is there was no significant association between eating habits with normal BMI-thin or normal-fat BMI. There was no relationship between physical activity and normal BMI-but there was a significant relationship between physical activity variables and normal-fat BMI.

Page 2 of 2 | Total Record : 18