cover
Contact Name
Ahmad Anas Arifin
Contact Email
anas.arifin@itats.ac.id
Phone
+6283110775666
Journal Mail Official
senastitan@itats.ac.id
Editorial Address
Jl. Arief Rahman Hakim 100, Sukolilo
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan
ISSN : -     EISSN : 27755630     DOI : -
Core Subject : Engineering,
- Industrial and Sustainable Technology Innovations - Ergonomics, Human Factors, HSE, and Work Design - Logistics System and Supply Chain - Operational Research, Modeling, and Simulation - Materials Engineering, Advanced Materials, Nano Materials - Energy Conversion, New and Renewable Energy - Mechanics, Mechatronics and Robotics - Manufacturing and Design - Waste treatment - Chemical Process Technology
Articles 70 Documents
Search results for , issue "Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021" : 70 Documents clear
Studi Eksperimental Pengaruh Radius Lintasan dan Massa Bola Terhadap Respon Getaran Model Bangunan Berperedam Bola Naim Irfani; Ardi Noerpamoengkas; Ilham Bagus Dwi Cahyono
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.543 KB)

Abstract

Teknologi jaman sekarang banyak menggunakan sistem peredam dinamik pada getaran, getaran bisa disebut juga sebagai gaya osilasi, namun gaya osilasi yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada sistem. Getaran dapat direduksi dengan menambahkan DVA. Banyak peneliti yang mengembangkan sistem peredam dinamik guna mendorong teknologi yang ada saat ini. Dalam penelitian yang berupa sistem getaran satu derajat kebebasan. Bangunan di modelkan secara satu tingkat dan dilakukan gaya eksitasi awal untuk mengetahui respon karakteristik getaran. Penelitian berupa studi eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh radius lintasan dan massa bola dan frekuensi natural dari massa utama berupa bangunan satu tingkat pada kondisi dynamic vibration absorber dan mengetahui respon dinamis pada bola menggelinding jika diberikan massa tambahan yaitu dengan variasi radius lintasan 10 cm, 15 cm, 20 cm yang terpasang pada bangunan 1 tingkat dan massa bola kelereng 20 gram, kayu 9 gram dan karet 11 gram yang diletakkan dalam masing – masing radius lintasan tersebut, digerakkan menggunakan sistem pneumatic dengan alat accelerometer untuk mengetahui amplitude respon tunak. Dengan hasil penelitian yang menunjukkan radius lintasan 10 cm mendapatkan respon peralihan maksimal 0.96 G dan amplitudo respon tunak 0.87 G, untuk radius lintasan 15 cm mendapatkan respon peralihan maksimal 0.60 G dan amplitudo respon tunak 0.83, dan radius lintasan 20 cm mendapatkan respon peralihan maksimal 0.24 G dan amplitudo respon tunak 0.80 G, sedangkan untuk massa bola 9 gram (kayu) mendapatkan respon peralihan maksimal 0.67 G dan amplitudo respon tunak 0.87 G, untuk massa bola 11 gram (karet) mendapatakan respon peralihan maksimal 0.60 G dan amplitudo respon tunak 0.83 G dan massa bola 20 gram (kelereng) mendapatkan respon peralihan maksimal 0.53 G dan amplitudo respon tunak 0.67 G. Dari studi eksperimen ini penulis mengetahui bahwa massa bola yang semakin besar dan radius lintasan bola semakin besar menyebabkan respon peralihan maksimal dan amplitude respon tunak semakin kecil.
Desain Perbaikan Kualitas dengan Pendekatan Taguchi sebagai Upaya Penurunan Produk Cacat Sigit Pratama; Indung Sudarso
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.856 KB)

Abstract

Pembangunan diberbagai sektor industri yang pesat menunjukkan tingkat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang. Persaingan ketat berdampak terhadap perusahaan dan untuk melakukan pengendalian kualitas dan peningkatan kualitas produk. Peningkatan kualitas produk merupakan hal yang esensial bagi industri manufaktur atau jasa supaya dapat bertahan didalam dunia bisnis yang kompetitif. PT. PT. Prima Alloy Steel Universal merupakan perusahaan industri manufaktur yang memproduksi velg mobil jenis passenger dan light truck berorientasi ekspor. Salah satu tahapan proses produksi yaitu proses finishing, pengecatan pada produk velg teridentifikasi terjadi cacat produk yang berpengaruh cukup besar dan disebabkan oleh berbagai macam faktor sehingga berdampak kerugian pada perusahaan. Hasil dari penelitian ini, menunjukan bahwa cacat produksi terjadi berbagai macam jenis cacat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa ditemukanya faktor kontrol yang berpengaruh signifikan. Faktor tersebut adalah kecepatan konveyor, suhu oven, dan viskositas cat. Dari hasil penelitian menunjukkan berdasarkan taguchi dapat menghasilkan produk yang optimal dengan tingkat cacat produk paling rendah. Maka, untuk proses black full colour disarankan perbaikan parameter setting level yang dilakukan oleh set-up man dengan kondisi high-level terhadap faktor kecepatan konveyor (A) 3000 mm/menit, faktor suhu oven (B) dioptimalkan pada setting lowlevel 100-120°C dan viskositas cat (C) setting pada low-level yaitu 15 detik.Kata kunci: metode taguchi, analisis varian, signal to noise ratios dan loss function.
Analisis Produktivitas Menggunakan Metode Objective Matrix (OMAX) dan Fault Tree Analysis (FTA) di PT. Elang Jagad Hakiki Bagus Sajiwo; Ni Luh Putu Hariastuti
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.283 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa tingkat rasio dan indikator produktivitas tertinggi divisi tungku kompor, mengetahui dan menganalisa faktor dominan yang mempengaruhi tingkat produktivitas serta menentukan usulan perbaikan dengan metode OMAX dan FTA. Tahapan penelitian terdiri dari tahap identifikasi masalah, tahap pengumpulan data, tahap pengolahan data, tahap analisa dan pembahasan, serta tahap kesimpulan. Hasil penelitiannya adalah 1) Nilai rasio tertinggi pada bulan Desember 2019 dengan kriteria jumlah bahan baku, produk baik, pemakaian jam kerja, jumlah tenaga kerja, jam kerja mesin, energi listrik sebesar 1,735 (kg/unit), 1,015%, 200,651 (unit/jam), 204,02 (unit/orang), 3627,802 (unit/jam) dan 10,095 (unit/kWh). Indikator produktivitas tertinggi terjadi pada bulan Desember 2019 sebesar 830,82% dan produktivitas terendah pada bulan April 2020 sebesar 57,201. 2) Faktor dominan yang mempengaruhi produktivitas adalah kriteria bahan baku sebesar 34,21%. 3) Usulan perbaikan yang harus dilakukan oleh PT. Elang Jagad seperti memplester lantai bahan baku, membuat rak bahan baku dan membuat ruangan atau gudang bahan baku.
Mitigasi Risiko Keterlambatan Material dan Komponen Impor menggunakan House of Risk (HOR) Pada Proyek Pembangunan Tug Boat 2x1200 HP Oka Hildawan Mahendra; Minto Basuki
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.655 KB)

Abstract

Tug Boat 2x1200 HP merupakan kapal pesanan dari salah satu perusahaan BUMN di Indonesia. Tug Boat 2x1200 HP ini salah satunya di produksi pada galangan kapal PT. XYZ yang berlokasi di Gresik. Pada proses pembangunannya terdapat beberapa risiko yang akan terjadi, salah satunya adalah risiko keterlambatan material dan komponen terutama pada material dan komponen impor. Tujuan penelitian ini, membuat tindakan pencegahan menggunakan metode House of Risk(HOR) terhadap risiko yang terjadi pada keterlambatan material dan komponen impor pembangunan Tug Boat 2x1200 HP di PT. XYZ. Metode House of Risk(HOR) dibagi menjadi 2 fase : 1) mengidentifikasi risiko yang akan menjadi prioritas Risk Agent. 2) menyusun tindakan pencegahan berdasarkan tingkat prioritas Risk Agent. Hasil dari penelitian ini, dari HOR Fase I didapatkan sebanyak 22 Risk Agent dan 10 yang menjadi prioritas Risk Agent. Dari HOR Fase II didapatkan sebanyak 14 tindakan pencegahan dari 10 yang menjadi prioritas Risk Agent.
Efektifitas Konsentrasi Pelarut Etanol pada Proses Ekstraksi Moringa Olifera Menggunakan Metode Microwave Assisted Extraction (MAE) Hega Rahman Hakim; Nur Anisa Rosalina; Yustia Wulandari Mirzayanti
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.774 KB)

Abstract

Tumbuhan kelor merupakan tumbuhan yang memiliki banyak khasiat, namun pemanfaatan tumbuhan kelor di indonesia kurang maksimal, maka perlu dilakukan penelitian untuk menjadikan tanaman kelor menjadi produk bernilai jual tinggi. Beberapa cara dapat dilakukan untuk pengolahan tanaman kelor, salah satunya adalah menjadikan minyak atsiri. Minyak atsiri menjadi salah satu cara pemanfaatan terbaik untuk mengolah daun kelor menjadi produk bernilai jual tinggi. Daun kelor dijadikan minyak atsiri dengan cara ektraksi menggunakan metode Microwave Assisted Extraction (MAE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi pelarut etanol pada ekstraksi minyak atsiri dari daun kelor menggunakan metode Microwave Assisted Extraction terhadap yield yang dihasilkan. Variabel yang digunakan antara lain: konsentrasi pelarut (60, 70, dan 80%), massa bahan baku (25 dan 50 gram), waktu ekstraksi 10 menit dengan volume pelarut 500 mL dan daya 380 watt. Kemudian dilakukan pengujian terhadap minyak atsiri yaitu pengujian yield minyak atsiri, analisa berat jenis (densitas).
Analisis Proses Manufaktur Mesin Penggiling Padi Portable Berpenggerak Motor Listrik DC 0.5 HP Energi Surya Aloysius Doni Bramantyo; Miftahul Ulum; Ahmad Anas Arifin; Hery Irawan
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.504 KB)

Abstract

Proses penggilingan padi merupakan titik pusat dari agroindustri padi. Pada umumnya, proses penggilingan padi masih menggunakan mesin mobil penggiling yang bertenaga motor diesel. Dimana dampak negatif dari mobil penggiling yaitu asap yang dikeluarkan oleh mesin dapat mengganggu pernafasan serta dapat mencemari lingkungan. Oleh sebab itu, dibutuhkan mesin penggiling padi portable yang bertenaga energi surya untuk mengurangi dampak-dampak negatif yang terima masyarakat serta beras yang dihasilkan sesuai standarisasi mutu. Namun tidak hanya itu, agar dapat diterima oleh masyarakat luas, mesin penggiling padi ini harus dianalisa dari segi proses manufaktur dan biaya pembuatan yang dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa proses manufaktur yang dibutuhkan untuk membuat satu unit mesin penggiling padi portable beserta penentuan harga pokok produksinya. Pada penelitian ini, mesin penggiling dirancang menggunakan 2 buah rol yang terpasang pada poros dan ditransmisikan oleh roda gigi yang berputar. Salah satu rol berputar searah jarum jam dan satu rol lagi berputar berlawanan arah jarum jam. Dimana sumber energi mesin penggiling ini menggunakan baterai / accu yang disuplai dari solar cell. Metode yang digunakan adalah analisa proses manufaktur dari beberapa komponen penyusun mesin tersebut dan perhitungan harga pokok produksi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa harga pokok produksi untuk pembuatan mesin penggiling ini sebesar Rp 12.447.841 dengan membutuhkan waktu pengerjaan selama 31,2 jam.
Implementasi Metode Single Minute Exchange of Dies (SMED) dan Maynard Operation Sequence Technique (MOST) untuk Perbaikan Waktu Proses Produksi (Studi Kasus Departemen Produksi-Wrapping di PT. X Surabaya) Andi Dwi Wahyu Wibowo; Lukmandono Lukmandono
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.301 KB)

Abstract

PT X Surabaya adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur yang memproduksi obat nyamuk berskala internasional dan salah satunya ke negara Thailand. Hambatan pada saat changeover yaitu lamanya waktu setup mesin shrink dan tahapan-tahapan yang dilakukan pada saat setup tidak pasti. SMED (Single Minute Exchange of Dies) adalah salah satu metode improvement dari Lean Manufacturing yang digunakan untuk mempercepat waktu yang dibutuhkan untuk melakukan setup pergantian dari memproduksi satu jenis produk ke model produk lainnya. Dari usulan perbaikan menggunakan metode SMED diperoleh waktu setup mesin shrink selama 3410 detik yaitu adanya pengurangan waktu setup sebanyak 2627 detik atau sebesar 43,5%. Metode MOST (Maynard Operation Sequence Tecnique) merupakan teknik predetermined time system untuk pengukuran waktu yang disusun berdasarkan urutan sub-sub aktivitas atau gerakan. Usulan perbaikan yaitu membuat area persediaan yang lebih dekat dengan area lini 2 yang dapat memangkas waktu 780 TMU, menghilangkan aktivitas meletakkan material ¾ jadi yang dapat memangkas waktu sebesar 1920 TMU, menghilangkan aktivitas meletakkan paket shrink yang dapat memangkas waktu sebesar 960 TMU.
Pra Perancangan Pabrik Diamonium Fosfat dengan Proses Tennessee Valley Authority (TVA) Erlinda Ningsih; Kartika Udyani; Agustin Maharani Maharani Z Putri; Dwi Setiawan
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.417 KB)

Abstract

Perancangan pabrik diammonium fosfat dengan bahan baku asam fosfat dan ammonia dengan proses Tennessee Valley Authority (TVA) berkapasitas 25.000 ton/ tahun, waktu operasi 330 hari/ tahun dan 24 jam/hari. Tujuan perancangan pabrik diammonium adalah mengurangi tingkat pertumbuhan impor yaitu sebesar 16 % dan pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Pabrik diammonium ini akan didirikan di daerah Gresik, Jawa Timur. Pemilihan lokasi pendirian pabrik yaitu di Gresik karena mendekati ketersediaannya bahan baku sama fosfat dan lokasi dekat dengan Pelabuhan yang dapat memudahkan proses distribusi produk. Proses pembuatan diammonium fosfat ada tiga yaitu multi stage process, proses TVA (Tennessee Valley Authority) dan proses kristalisasi vakum. Pada perancangan pabrik diammonium fosfat ini dipilih proses TVA (Tennessee Valley Authority). Pabrik ini dilakukan analisa ekonomi dengan sumber dana investasi berasal dari 60% biaya investasi dan 40% modal pinjaman dengan bunga sebesar 9.95% per tahun. Berdsarkan Analisa ekonomi diperoleh besaran IRR 38.4%, BEP 32.7%, dan POT 3 tahun, sehingga dapat disimpulkan perancangan pabrik ini layak didirikan.
Karakteristik Distribusi Aliran Compact Parallel Flow Heat Exchanger Tipe-Z dengan Variasi Modifikasi Inlet header Siti Duratun Nasiqiati Rosady
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.93 KB)

Abstract

Lube oil cooler merupakan salah satu jenis Compact parallel flow heat exchanger tipe Z yang berfungsi untuk mendinginkan temperatur lube oil. Masih tingginya temperatur lube oil sebelum masuk turbin gas merupakan kegagalan Lube oil cooler dalam menurunkan temperatur lube oil. Hal ini disebabkan karena distribusi laju aliran pada Compact parallel flow heat exchanger tipe Z sering tidak seragam. Sehingga diperlukan improvement untuk meningkatkan effectiveness pendinginan lube oil pada Lube oil cooler. Pada penelitian ini dilakukan simulasi secara 3 dimensi dengan model turbulensi berupa k-? RNG menggunakan solver pressure based solution. Tahap awal dilakukan pengambilan data geometri Lube oil cooler pada spesifikasi desain sebagai dasar pembuatan domain, serta data dari hasil penelitian sebelumnya sebagai acuan kondisi batas dalam proses simulasi. Dari data yang didapat kemudian dilakukan simulasi Lube oil cooler pada Original model dan modifikasi inlet header yaitu trapezoidal blocker dan inlet jet dengan variasi Reynolds Number sebesar 3088, 5146, dan 7616. Berdasarkan simulasi yang telah dilakukan, dengan melakukan modifikasi inlet header berupa trapezoidal blocker pada Reynolds Number 3088 diperoleh parameter non-uniformity paling rendah sebesar 0.004695. Semakin besar Reynolds Number maka Non-uniformity flow rate dan Pressure Drop juga meningkat dan temperatur keluar semakin menurun.
Pengolahan Limbah Cair Tekstil dengan Menggunakan Koagulan FeCl3 Lutviana Nur Ayni; Erlinda Ningsih
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.224 KB)

Abstract

Keberadaan industri tekstil di Indonesia tidak hanya dengan kategori industri skala besar dan menengah, tapi juga dalam skala kecil dan bahkan ada yang dalam skala rumah tangga (home industry), seperti pewarnaan dan pencelupan jeans. Limbah cair industri tekstil sebelum dibuang ke lingkungan ini harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu agar dapat memenuhi baku mutu air limbah untuk industri tekstil. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh waktu pengadukan terhadap koagulan feri klorida, untuk mendapatkan dosis feri klorida terbaik sebagai koagulan, dan untuk mengetahui biaya bahan feri klorida, kaustik soda, dan polimer anion dalam memproses limbah/m3. Metode yang digunakan adalah metode koagulasi-flokulasi dengan penambahan koagulan feri klorida dan flokulan polimer anion dengan alat uji jartest. Variabel penambahan koagulan feri klorida terhadap volume limbah cair tekstil yaitu 366, 488, 610, 732, 854 ppm dengan lama pengadukan 3 dan 5 menit dan penambahan kaustik soda 48% sebagai penetral pH, kemudian dilakukan pengadukan lambat 100 rpm selama 2 menit dengan penambahan polimer anion, setelah itu dibiarkan mengendap selama 5 menit. Selanjutnya diambil filtrat dan di analisa nilai pH, TSS, warna, dan COD. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini diambil pada pengadukan cepat 150 rpm selama 3 menit dan pengadukan lambat 100 rpm selama 2 menit yaitu nilai pH 7,69, TSS 6 mg/l, warna 106 Pt-Co, COD 392 mg/l. Total biaya bahan untuk keseluruhan treatment yaitu sebesar Rp. 688.500.000,-.