cover
Contact Name
Ahmad Anas Arifin
Contact Email
anas.arifin@itats.ac.id
Phone
+6283110775666
Journal Mail Official
senastitan@itats.ac.id
Editorial Address
Jl. Arief Rahman Hakim 100, Sukolilo
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan
ISSN : -     EISSN : 27755630     DOI : -
Core Subject : Engineering,
- Industrial and Sustainable Technology Innovations - Ergonomics, Human Factors, HSE, and Work Design - Logistics System and Supply Chain - Operational Research, Modeling, and Simulation - Materials Engineering, Advanced Materials, Nano Materials - Energy Conversion, New and Renewable Energy - Mechanics, Mechatronics and Robotics - Manufacturing and Design - Waste treatment - Chemical Process Technology
Articles 71 Documents
Search results for , issue "Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022" : 71 Documents clear
Perhitungan Biaya Proses Manufaktur Mesin Pengupas Kulit Ari Kelapa Kombinasi Mesin Pemarut Penggerak Motor Bensin 5,5HP Samsul Arifin; Hery Irawan
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.656 KB)

Abstract

Pengupasan kulit ari kelapa pada umumnya masih dikerjakan secara manual dan menghasilkan pengupasan kulit ari kelapa masih banyak belum terkupas. Sehingga perlu pengembangan teknologi yang praktis dan efektif supaya menghasilkan buah yang bersih dan dapat memudahkan proses pengupasan kulit ari kelapa untuk meningkatkan nilai jualnya. Maka, dengan menginovasi alat yang sudah ada yaitu mesin pengupas kulit ari kelapa. Tahapan yang digunakan untuk pembuatan mesin pengupas kulit ari kelapa terdiri dari kombinasi pemarut ini yaitu melalui; studi literatur, studi lapangan, pengumpulan data, perancangan proses permesinan, proses waktu produksi, proses manufaktur, proses perakitan, perhitungan proses manufaktur, analisa hasil perhitungan, dan kesimpulan. Dalam pembuatan mesin ini diperlukan proses bubut (turning), proses pemotongan (cutting), proses perakitan, dan pengelasan. Hasil dari analisa perhitungan proses manufaktur ini menunjukan waktu yang diperlukan dalam pembuatan mesin yaitu 346,08 menit dengan total biaya produksi Rp.4.450.981 dan biaya ongkos produk beli jadi sebesar Rp.7.394.200  dari hasil perhitngan biaya yang didapat HPP (Harga Pokok Produksi) sebesar Rp. 12.095.181.
PENGAPLIKASIAN METODE MRP DAN SAFETY STOCK UNTUK MENENTUKAN MATERIAL YANG DIBUTUHKAN PADA PT. PELAYARAN NASIONAL EKALYA PURNAMASARI PADA CABANG KALIMANTAN Yogi Indra Kusuma; Sentono Fristian Yulis Tianto; Ni Komang Sukmawardani; Ni Luh Putu Hariastuti
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.928 KB)

Abstract

Persediaan merupakan salah satu komponen penting dalam sebuah perusahaan. Persediaan adalah bahan atau barang yang disimpan yang nantinya akan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu, salah satunya adalah digunakan untuk proses produksi. Persediaan dapat berupa bahan mentah, barang setengah jadi maupun suku cadang. Persediaan akan sangat dibutuhkan karena dalam proses pengadaan suatu bahan dibutuhkan selang waktu tertentu. Dalam sistem persediaan ada beberapa masalah yang biasa dihadapi antara lain adalah penentuan jumlah bahan/material yang seharusnya dipesan. Pada PT. Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari belum adanya cara untuk dapat mengotrol adanya stok sprepart sehingga masih terdapat kerancuan dalam pemesanan PT Nasional Ekalya Purnamasari pada cabang Kalimantan. Pemakaian metode MRP dan Safety Stock diharapkan dapat membuat jadwal pemesanan, menemukan biaya yang paling ekonomis, serta tidak adanya keterlambatan  pemesanan stock. Penelitian ini adalah bersifat deskiptif dengan pendekatan kuantitatif dengan hasil penelitian sebuah jadwal perbaikan yaitu 38 hari sekali, serta perhitungan pemesanan barang dan biaya pesan perbulannya dengan metode safety stock. Pada hasil perhitungan tidak terlihatnya bahwa ada stok yang habis atau terlambat datang pada saat proses perawatan kapal.
Pemanfaatan Limbah Brine Pabrik Garam Beryodium untuk Pembuatan Pupuk Anorganik Multinutrien Laili Laili; Mariza Nurfanny
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.887 KB)

Abstract

Limbah brine adalah larutan garam dengan konsentrasi tinggi. Kandungan dalam limbah brine dapat dimanfaatkan menjadi pupuk anorganik multinutrien. Pada penelitian ini limbah brine dengan konsentrasi 26, 27 dan 28ºBe di tambahkan asam fosfat (H3PO4) dan amonium hidroksida (NH4OH) sebagai ligan pengendap serta natrium hidroksida (NaOH) sebagai pengatur pH. Pembuatan pupuk dilakukan didalam reaktor dengan mencampurkan limbah brine dengan NH4OH sebanyak 181 ml serta H3PO4 berdasarkan rasio molar brine terhadap fosfat dengan variasi antara lain 1:0,5; 1:0,75; 1:1; 1:1,25; 1:1,5 selama 60 menit pada temperatur reaksi 30 dan 60ºC. Setelah itu ditetesi NaOH tetes demi tetes hingga mencapai pH 9. Endapan yang terbentuk disaring dan dicuci kemudian dioven pada temperatur 105°C selama 120 menit. Hasil terbaik diperoleh dari limbah brine dengan konsentrasi 28ºBe menggunakan rasio molar brine terhadap fosfat 1:1,5 dengan temperatur reaksi 30ºC. Berat pupuk yang dihasilkan 348,8 gram dengan komposisi antara lain 52,2% P2O5; 6,5% N2 dan 22,9% Mg.  
UPAYA PENGENDALIAN KUALITAS DENGAN PENERAPAN METODE SIX SIGMA DAN KAIZEN (Studi kasus : PT.XYZ) Azizun Wibi Susetyo; Hari Supriyanto
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.114 KB)

Abstract

PT XYZ bergerak di bidang pembuatan plastic tube atau kemasan pasta gigi yang merupakan kemasan untuk sebuah produk yang berbentuk jeli atau pasta. Pelaksanaan proses produksi di PT. XYZ, kerap ditemukan kecacatan produk yang terjadi selama proses produksi diantaranya Body Berlubang, printing kotor, body scratch, Top seal leleh, penutup ulir yang tidak rapat, terdapat kebocoran pada lipatan tube pada saat proses produksi. Masalah ini terjadi karena kelalaian operator dalam penyetingan mesin, kurangnya perawatan mesin, Kurangnya kedisiplinan pekerja dalam mengikuti SOP perusahaan, terdapat jamur pada bahan baku yang telah dikirim oleh supplier, tempat kerja yang bising, dan tempat penyimpanan produk berusuhu lembap. Dengan menggunakan metode metode six sigma dan Kaizen peneliti mendapatkan hasil bahwa perhitungan DPMO dan juga nilai sigma di bulan Januari 2021 – Maret 2021, didapatkan bahwa nilai DPMO sebesar 80.485 dengan rata-rata sebesar 6.699 dan nilai rata-rata sigma sebesar 3,97. Jenis kecacatan yang paling berpengaruh adalah body scratch usulan perbaikan dan pengendalian kualitas menggunakan peralatan implementasi Kaizen, diperlukan adanya pengawasan dan pengarahan terhadap kinerja seluruh karyawan, melakukan perawatan mesin secara berkala, Melakukan perawatan bahan baku, Memberikan alat pelindung diri (apd) kepada seluruh karyawan.
Mitigasi Kegagalan Operation & Maintenance dengan Pendekatan Overall Measure of Maintenance Performance (OMMP) dan Multi-attribute Failure Mode Analysis (MAFMA) (Studi Kasus: Sewage Treatment Plant – PT. XYZ) Dadan Rachmat Hendra Sugiharto; Minto Basuki
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.959 KB)

Abstract

Air limbah domestik memberikan kontribusi yang besar bagi pencemaran sistem perairan. Untuk mengendalikan dampak yang ditimbulkan oleh buangan air limbah domestik, pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia no. P.68/Menlhk-Setjen/2016 yang memberikan batasan baku mutu bagi buangan air limbah domestik ke badan air. Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan ketaatan terhadap peraturan pemerintah, PT XYZ, suatu industri rokok di Pasuruan membangun Sewage Treatment Plant (STP) untuk mengolah air limbah domestik yang dihasilkan di dalam lingkungan pabriknya, yang mempekerjakan 2500 orang karyawan. Untuk memenuhi baku mutu air limbah keluaran (effluent) dari STP ini memerlukan strategi operasi dan pemeliharaan yang tepat agar dapat menghindari terjadinya kegagalan. Melalui pendekatan metode pengukuran kinerja pemeliharaan Overall Measure of Maintenance Performance (OMMP) dan analisa potensi kegagalan Multi-attribute Failure Mode Analysis (MAFMA), faktor utama penyebab kegagalan potensial pada operasi dan pemeliharaan STP PT XYZ berhasil diidentifikasi, yaitu masalah tingginya kadar amoniak pada effluent, luberan air limbah di sump pit, dan equipment breakdown. Berdasarkan hasil analisa ini dilakukan perbaikan terhadap sistem operasi dan pemeliharaan STP sehingga indeks kinerja pemeliharaan mencapai nilai yang optimal dan potensi kegagalan dapat diminimalkan
Penerapan Peramalan Penjualan Menggunakan Aplikasi POM QM pada produk Gula di PT. Pabrik Gula Candi Baru Sidoarjo Moch. Kalam Mollah; Ahmad Dwi Saputra
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.053 KB)

Abstract

The rapidly changing business world and increasing competition from entrepreneurs require companies to be able to analyze the business environment and anticipate various opportunities that will arise in the future. Forecasting activities or future forecasts is one of the company's activities as the basis for making strategic business continuity decisions. PT. Candi Baru Sugar Factory is a subsidiary of PT. Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) which produces SHS 1 type of sugar from sugar cane, the sugarcane milling capacity currently reaches 2,775 TCD. Inaccurate sales forecasting will lead to an increase in production costs, thereby reducing the efficiency of all investments. These problems can be used to predict the possibility of a decrease or increase in sales for a period of time in the future by obtaining accurate information, so that companies can prepare strategies that must be taken in certain circumstances. This requires the company to make reasonable planning for all production parameters, so that the company's profit expectations will always increase. In this study forecasting sales demand at PT. Candi Sugar Factory uses the Three Moving Average, Weighted Moving Average and Single Exponential Smoothing methods. The results of forecasting sugar sales in 2022 using the single Exponential Smoothing with = 0.35 is 19,894 tons.
Penentuan Rute Pengiriman Barang Dan Pengalokasian Armada Dengan Menggunakan Metode Saving Matrix roberto jordan wealepu; suhartini suhartini; wahyu dwi santoso; muchamad nursalim abidin
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.177 KB)

Abstract

PT. ABCD adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang permesinan pertanian, perkebunan dan kelautan. PT. ABCD merupakan sistem company dari PT. XYZ, yang sudah berpengalaman sebagai distributor penjualan mesin tersebut labih dari 70 tahun, dan ABCD sebagai sistem company kini bergerak dalam 3 bidang dimana ketiganya berperan sebagai penyedia hasil produksi mesin untuk distribusi hasil produksi oleh PT XYZ, ketiga bidang tersebut yaitu: pembuatan mesin, perkapalan,dan mesin diesel. Sasaran distribusi PT. ABCD Indonesia adalah dapat melakukan waktu pengiriman produk secara tepat, biaya yang efisien, dan pelayanan yang baik. Namun dalam kenyataannnya ada beberapa keterbatasan atau permasalahan dari perusahaan,yang pertama adalah biaya yang keluar pada saat melakukan pengiriman tidak efisen, kedua proses distribusi dalam satu kali pengiriman produk hanya dilakukan pada satu customer, sehingga kurang adanya perencanaan pengiriman dan pendistribusian barang yang tepat. Untuk mengantisipasi permasalahan ini, maka diperlukan sebuah metode yang dapat memberikan biaya pendistribusian produk yang minimal dengan menggunakan metode Saving Matrix. Dari hasil perhitungan saving matrix, semula dari 10 rute berubah menjadi 3 rute saja. Perbandingan dari rute awal sebesar 6764 km menjadi 2327 km, dengan total kapasitas tiap rute yang lebih optimal. Hasil tersebut diperoleh dari perhitungan nearest insert dan nearest neighbor.
ANALISIS PERBANDINGAN PENJADWALAN PROYEK DENGAN CRITICAL PATH METHODE (CPM) DAN CRITICAL CHAIN PROJECT MANAGEMENT (CCPM) PADA REPARASI KAPAL BG. KFT 8005 Arjun Muhamad Suyuti; Minto Basuki
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.486 KB)

Abstract

Perencanaan dan penjadwalan dalam manajemen proyek merupakan tahap yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan sebuah proyek. Perencanaan dan penjadwalan dengan metode lama seperti Critical Path Methode (CPM) dinilai kurang efektif sehingga pada penilitian ini dilakukan untuk menerapkan metode Critical Chain Project Management (CCPM) dalam pelaksanaan proyek reparasi Kapal BG. KFT 8005. Metode ini ditempuh dengan cara mengurangi durasi dengan CPM, menghilangkan multitasking serta memberi buffer di waktu persimpangan menuju rantai kritis dan di waktu akhir proyek. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan waktu dan biaya tenaga kerja langsung pada metode CCPM tersebut dengan metode CCPM. Pada metode CPM menghasilkan durasi pengerjaan proyek selama 76 hari dengan biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp. 86.670.000,-. Pada metode CCPM menghasilkan durasi pengerjaan proyek selama 61 hari dengan biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp. 69,078,000,-. Apabila buffer time digunakan sepenuhnya maka durasi pengerjaan proyek menjadi 68 hari dengan biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp. 79,089,166.67,-. Dengan adanya metode CCPM terjadi selisih waktu pengerjaan lebih cepat 15 hari atau 19,74% dengan biaya tenaga kerja langsung lebih rendah Rp. 17,592,000,- atau 20,3% (tanpa buffer time) dan selisih waktu pengerjaan lebih cepat 8 hari atau 10,53% dengan biaya tenaga kerja langsung lebih rendah Rp. 7,580,833.33,- atau 8,75% (dengan buffer time).
Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan Metode Risk Priority Number di PT. Pabrik Gula Candi Baru Sidoarjo Gatot Basuki Hari Mukti; Jeremia Tri Wardhana
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.031 KB)

Abstract

Sistem Manajemen K3 (SMK3) adalah bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan, penerapan pengkajian dan pemeliharaan kebijakan K3. PG. Candi Baru sebagai salah satu pabrik gula yang memiliki kapasitas produksi yang cukup tinggi yaitu 3.000 Ton Cane per Day (TCD) dan jumlah pekerja lebih dari 500 orang wajib menerapkan SMK3. Karena potensi bahaya yang cukup tinggi dan bisa menyebabkan para pekerja mengalami kecelekaan dan perusahaan mengalami kerugian. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dan menerapkan SMK3 di lingkungan PG. Candi Baru. Obyek penelitian yang dipilih untuk melakukan analisis potensi bahaya adalah di Unit Produksi. Di dalam Unit Produksi terdapat lima stasiun yaitu Stasiun Gilingan, Stasiun Pemurnian, Stasiun Penguapan, Stasiun Masakan dan Stasiun Puteran. Identifikasi potensi bahaya dilakukan dengan menggunakan metode Risk Priority Number (RPN) tertinggi sebesar 36, di kebocoran evaporator RPN tertinggi sebesar 27, di juice heater. Identifikasi juga dilakukan dengan melakukan penentuan tingkat risiko dari extreme risk hingga low risk. Dari identifikasi bahaya yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa, PG. Candi Baru harus memberikan perbaikan pada mesin dan peralatan, memberikan rambu pada lokasi berbahaya dan menyediakan APD agar pekerja bekerja dengan aman. Selanjutnya yang dilakukan adalah membuat Dokumen Manual SMK3 yang berisi Standar Opersional Prosedur (SOP) yang mengatur proses kerja yang aman bagi para pekerja di PG. Candi Baru.
Analisa Pengaruh Metode Fairing Terhadap Sifat Mekanis Di Area Pengelasan Pada Lambung Kapal Rizki Dwi rachmadi Rizki; Erifive Pranatal; Pramudya Imawan
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.777 KB)

Abstract

Pada pembangunan kapal banyak proses yang dilalui sehinga tidak luput dari kesalahan. Salah satunya yakni timbulnya deformasi pada lambung kapal. Deformasi adalah perubahan bentuk material yang disebabkan oleh tekanan dan tarikan yang diterima oleh material plat yang terkena panas dari proses pengelasan. Untuk mengurangi atau menghilangkan deformasi maka dapat dilakukan proses heat treatment yang biasa disebut fairing. Faring yaitu proses memanaskan material sebanyak 1 – 4 kali dengan suhu 120°C-580°C  dialiri air ataupun angin yang bertujuan untuk meluruskan plat ataupun Joint plate yang deformasi dan menyesuaikan bentuk yang diinginkan. Ada beberapa metode fairing yaitu metode line heating ( pemanasan garis ) dan metode spot heating ( pemanasan terpusat ). Metode line heating 4 kali yang mempengaruhi kekuatan pengelasan yaitu dengan kuat uji tarik sebesar 460.26 Mpa. Material dengan tingkat kekerasan tertinggi adalah material yang menggunakan metode Line Heating sebanyak 4 kali dengan tingkat kekerasan rata-rata adalah 225,39 HVN pada area HAZ (Heat Affected Zone). Jika dilihat dari struktur mikro material tidak jauh berbeda. Fasa yang terbentuk adalah Fearlit dan ferrit. Pada area HAZ (Heat Affected Zone) struktur mikro akan terlihat berbeda karena mengalami perubahan butiran struktur yang disebabkan oleh pengaruh panas saat proses fairing. Pada daerah HAZ akan mengalami proses rekristalisasi dan pertumbuhan butir.