cover
Contact Name
Ahmad Anas Arifin
Contact Email
anas.arifin@itats.ac.id
Phone
+6283110775666
Journal Mail Official
senastitan@itats.ac.id
Editorial Address
Jl. Arief Rahman Hakim 100, Sukolilo
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan
ISSN : -     EISSN : 27755630     DOI : -
Core Subject : Engineering,
- Industrial and Sustainable Technology Innovations - Ergonomics, Human Factors, HSE, and Work Design - Logistics System and Supply Chain - Operational Research, Modeling, and Simulation - Materials Engineering, Advanced Materials, Nano Materials - Energy Conversion, New and Renewable Energy - Mechanics, Mechatronics and Robotics - Manufacturing and Design - Waste treatment - Chemical Process Technology
Articles 75 Documents
Search results for , issue "Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023" : 75 Documents clear
Analisis Pengaruh Variasi Besar Arus dan Kecepatan Pengelasan Terhadap Pengujian Tekuk/Bending dan Struktur Makro pada Material Aluminium 6061 dengan Proses Pengelasan TIG (GTAW) Arnold Kuch Yeremia Jalmaf; Suheni Suheni
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelasan (welding) adalah suatu cara menyambung benda padat dengan jalan mencairkannya melalui pemanasan. Aluminium seri Al-6061 termasuk dalam material yang memiliki ketahanan korosi, kekuatan serta mampu las yang cukup. Untuk pengelasan aluminium, pengelasan TIG sangat baik digunakan karena gas tungsten akan mengusir oksigen yang akan menimbulkan oksida logam yang hasilnya sangat keras. Pengaturan besarnya kuat arus sebelum proses pengelasan dilakukan tentu saja akan mempengaruhi jumlah masukan panas, penetrasi las dan tegangan busur. Tujuan daripada penelitian ini adalah untuk mengetahui besar arus dan kecepatan pengelasan terhadap struktur makro dan kekuatan bending pada las TIG untuk material Aluminium 6061. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa eksperimen. Pada penelitian ini perlakuan yang diberikan oleh peneliti adalah pengelasan dengan variasi kuat arus dan kecepatan pengelasan. Pengelasan dilakukan dengan metode Las TIG (Tungsten Inert Gas) pada material Aluminium 6061 dengan bahan pengisi/filler 4043 dengan kampuh V tunggal 600. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Hasil kekuatan bending tertinggi terdapat pada Arus 90 A dengan kecepatan pengelasan 1,5 mm/sec, yang memiliki nilai sebesar 62,50 Kg/mm2, sedangkan kekuatan bending terendah pada arus pengelasan 100 A dengan kecepatan pengelasan 2,5 mm/sec dengan nilai sebesar 40,417 Kg/mm2. Berdasarkan pengamatan foto makro menggunakan Software Image-J, lebar HAZ yang paling rendah terdapat pada spesimen arus 80 A dengan kecepatan pengelasan 1,5 mm/sec dengan nilai sebesar 0,63 mm. sedangkan lebar HAZ yang paling tinggi terdapat pada spesimen arus 100 A dengan kecepatan pengelasan 2,5 mm/sec dengan nilai sebesar 0,85 mm. 
Cover, Preface, Daftar Isi Senastitan 3 Senastitan 3
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Integrasi Metode Activity Based Costing, Marketing Mix, Dan Five Forces Porter Untuk Meminimasi Biaya Produksi Dan Peningkatan Penjualan Tya Nur Ramadhani; Yoniv Erdhianto
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung ulang Harga Pokok Produksi (HPP) Gudeg Simbok menggunakan metode Activity Based Costing untuk meminimasi biaya produksi dan menganalisis lingkungan industri kuliner Gudeg Simbok berdasarkan strategi pemasaran Marketing Mix 7P dan strategi bersaing Porter’s Five Forces Model untuk peningkatan penjualan. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Metode penelitian ini adalah metode studi kasus dengan pengumpulan data melalui wawancara tiga narasumber, yaitu satu orang pemilik dan dua orang karyawan dari Gudeg Simbok. Uji keabsahan data ketiga narasumber menggunakan metode triangulasi sumber. Dalam sistem tradisional, biaya overhead pabrik setiap produk hanya dikaitkan dengan satu penggerak biaya (Cost Driver) dan dalam Activity Based Costing (ABC) biaya overhead pabrik untuk setiap produk dibebankan ke banyak penggerak biaya (Cost Driver) sehingga hasil perhitungan HPP menggunakan metode Activity Based Costing pada Gudeg Simbok memberikan hasil HPP yang lebih kecil daripada sistem tradisional untuk Nasi Gudeg Komplit sebesar Rp. 17.438, untuk Nasi Gudeg Ayam sebesar Rp. 15.543, untuk Nasi Gudeg Telur sebesar Rp. 13.616, untuk Besek Gudeg Komplit sebesar Rp. 33.933, untuk Besek Gudeg Ayam sebesar Rp27.758,35 dan untuk Besek Gudeg Telur sebesar Rp. 26.557. Perbedaan biaya produksi antara sistem tradisional dan Activity Based Costing disebabkan oleh pengenaan biaya overhead pabrik pada setiap produk. Karena Gudeg Simbok termasuk usaha kuliner dibidang jasa, maka strategi pemasaran yang diterapkan Gudeg Simbok adalah marketing mix 7P yang terdiri dari Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical evidence. Analisa Marketing Mix 7P memberikan hasil berupa Produk yang ditawarkan pada Gudeg Simbok menggunakan masakan baceman. Harga yang ditetapkan oleh Gudeg Simbok relatif terjangkau dan dapat bersaing. Lokasi Gudeg Simbok yang digunakan didalam perumahan dan sudah tersedia di google maps sehingga mudah dijangkau oleh pelanggan, khususnya daerah Krian. Kurang aktifnya Promosi yang dilakukan Gudeg Simbok di media sosial instagram dan belum terdaftar di shopeefood. Orang yang turut berperan dalam usaha Gudeg Simbok seperti Ibu Nurhayati selaku pemilik usaha, kak Dinda selaku karyawan dapur serta kak topan selaku karyawan kurir. Waktu operasional Gudeg Simbok dilakukan mulai pukul 06.00 pagi hingga 22.00 malam. Sarana fisik yang diterapkan di Gudeg Simbok hanya melayani take away saja belum bisa makan ditempat, sehingga belum tersedia dengan baik. Analisa Kuat lemah nya masing-masing indikator Porter’s Five Forces Model dinilai berdasarkan perbandingan tabel yang berisi indikator pengukuran seberapa kuat atau lemah nya perusahaan. Kemudian, hasil dari analisa tabel pengukuran Porter’s Five Forces Model akan dijadikan patokan untuk mengevaluasi kemampuan Gudeg Simbok dalam menghadapi persaingan di dunia industri kuliner. ada tiga indikator Porter yang termasuk lemah yaitu ancaman pendatang baru, persaingan antar industri yang sama dan kekuatan tawar-menawar pembeli serta ada dua indikator Porter yang termasuk kuat yaitu ancaman produk substitusi dan kekuatan tawar-menawar pemasok. Tiga indikator porter yang lemah seperti ancaman pendatang baru, persaingan antar industri yang sama dan kekuatan tawar-menawar pembeli ini menjadi peluang bagi Gudeg Simbok. Sedangkan indikator porter seperti ancaman produk substitusi dan kekuatan tawar-menawar pemasok dua kekuatan Porter ini yang menjadi sebuah ancaman yang perlu diwaspadai bagi perusahaan Gudeg Simbok. Maka bisa dikatakan bahwa keuntungan usaha Gudeg Simbok tetap berada dalam posisi yang cukup aman.
Penilaian Risiko K3 pada Operasional Container Crane di Terminal Nilam Surabaya Menggunakan Metode Job Safety Analysis dan Bow Tie Analysis Ivan Naufal Iskandar; Minto Basuki
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Container Crane adalah suatu alat yang digunakan untuk pekerjaan bongkar muat dari kapal ke pelabuhan maupun sebaliknya, container merupakan salah satu tempat untuk mengirim atau menyimpan barang yang akan di kirim melalui transportasi laut yang memiliki resiko sangat tinggi karena setiap pekerjaannya dapat menimbulkan potensi bahaya apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, tidak terlepas bagaimana kondisi wadah apakah kondisi layak tidak untuk digunakan sehingga terdapat risiko kecelakaan pada saat kegiatan bongkar muat serta untuk meminimalkan risiko, kegiatan bongkar muat harus meningkatkan kesehatan manajemen dan keselamatan kerja (K3) yang baik dan benar. Penelitian ini menggunakan metode Job Safety Analysis dan Bow Tie Analysis yang dilakukan dengan kunjungan di sertai wawancara narasumber.Penilaian risiko yang telah dilakukan terdapat 4 risiko kemungkian yang terjadi (1) Jatuhnya kontainer (2) Kapal menabrak CC (3) Terjadi kerusakan teknis pada CC (4) Kondisi cuaca ekstrim dengan 1 potensi bahaya tingkat rendah, 1 potensi bahaya sedang, 1 potensi bahaya tingkat tinggi, dan 1 potensi bahaya tingkat sangat tinggi. Jatuhnya kontainer dan Kapal menabrak CC menjadi risiko tertinggi dengan peringkat risiko 600 dan 200. Mitigasi risiko yang dilakukan terhadap dua risiko tersebut yaitu menilai keadaan setiap alat pada CC serta melakukan perawatan secara rutin dan untuk kapal menabrak CC memberikan pelatihan K3 untuk seluruh pekerja lapangan. 1 potensi bahaya sedang, 1 potensi bahaya tingkat tinggi, dan 1 potensi bahaya tingkat sangat tinggi.Jatuhnya kontainer dan Kapal menabrak CC menjadi risiko tertinggi dengan peringkat risiko 600 dan 200. Mitigasi risiko yang dilakukan terhadap dua risiko tersebut yaitu menilai keadaan setiap alat pada CC serta melakukan perawatan secara rutin dan untuk kapal menabrak CC memberikan pelatihan K3 untuk seluruh pekerja lapangan. 1 potensi bahaya sedang, 1 potensi bahaya tingkat tinggi, dan 1 potensi bahaya tingkat sangat tinggi. Jatuhnya kontainer dan Kapal menabrak CC menjadi risiko tertinggi dengan peringkat risiko 600 dan 200. Mitigasi risiko yang dilakukan terhadap dua risiko tersebut yaitu menilai keadaan setiap alat pada CC serta melakukan perawatan secara rutin dan untuk kapal menabrak CC memberikan pelatihan K3 untuk seluruh pekerja lapangan.
Readiness Level Index PT. KTG in Industry 4th Era using INDI 4.0 Rizal Ardianto; Lukmandono Lukmandono
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia industri saat ini sedang berada di revolusi industri ke empat, yaitu integrasi manusia dengan mesin, mesin dengan internet, internet dengan manusa, saling berhubungan. Hal ini meningkatkan arus informasi yang deras diantara ketiganya. Namun sayangnya di Indonesia baru 20% perusahaan yang mulai atau di level “sedang mengimplementasikan” Industry 4. Salah satu hal yang menyebabkan 80% perusahaan belum menerapkan adalah kurangnya informasi. Karena itu Pemerintah melalui Kementrian Perindustrian mencanangkan sebuah sebuah program yang diberi nama Indonesia Making Great Again. Program ini mendorong pelaku industri di Indonesia untuk bertransformasi ke Industry 4, sehingga bisa bersaing secara global dengan perusahaan negara lain. Penelitian ini mencoba untuk membantu pemerintah untuk mensosialisasikan INDI 4.0 dan membantu perusahaan mengetahui serta aware mengenai persaingan global. Pemilihan PT.KTG sebagai objek penelitian tidak lepas dari posisi mereka sebagai Pabrik Manufaktur yang sangat berpotensi untuk ekspor. Terbuka peluang menggunakan teknologi tinggi, menyerap tenaga kerja dan meningkatkan investasi. Penilaian PT.KTG menggunakan INDI 4.0, menempatkan mereka di level “SEDANG” menerapkan. Cukup baik dari penilaian awal, namun untuk bisa bersaing dan mencapai level “MATANG” perlu banyak perbaikan dan peningkatan. Kata kunci : industry 4.0, kesiapan perusahaan, level kesiapan, persaingan global, revolusi industri.
Pengaruh Variasi Arus Las SMAW terhadap Kekuatan Tarik Baja ASTM A36 Moh. Diky Setiawan; Ibrahim Aji; Agus Setiyo Umartono
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses pengelasan pemilihan besar atau kecilnya arus cukup berpengaruh terhadap hasil pengelasan yang dihasilkan. Tidak semua logam mempunyai sifat mampu las yang baik, Bahan yang mempunyai sifat mampu las yang baik diantaranya adalah baja paduan rendah seperti ASTM A36,  Baja ini dapat dilas dengan las busur elektroda terbungkus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi arus 100 A, 120 A, dan 130 A terhadap kekuatan tarik material baja ASTM A36 agar mendapatkan hasil pengelasan yang optimal. Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa nilai heat input mengalami kenaikan seiring dengan besarnya arus pengelasan yang digunakan, karena busur listrik yang dihasilkan selama proses pengelasan dipengaruhi oleh besaran tegangan busur las, arus busur las, dan kecepatan las. Dimana nilai kekuatan tarik rata-rata tertinggi ada pada pengelasan dengan arus 100 amper sebesar 471,46 Mpa sedangkan nilai kekuatan tarik rata-rata terendah ada pada pengelasan dengan arus 130 amper sebesar 421,30 Mpa dan semua spesimen uji patah diarea base metal. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa pengelasan SMAW pada material ASTM A36 sebaiknya menggunakan arus 100 amper karena akan didapatkan hasil kekuatan tarik yang optimal sebesar 471,46 Mpa.
Analisis Pengaruh Kualitas Dan Layanan Terhadap Pelanggan Dengan Menggunakan Metode Structural Equation Model (SEM) Sakina Zakaria; Indah Setyaning Ari; Farhan Eka Pramana; Muhammad Aqshal Bintang Ilman; Muhammad Arsy Arrizal
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kualitas dan layanan terhadap pelanggan dengan menggunakan SEM (Structural Equation Model). SEM berfungsi untuk menganalisis hubungan antar variabel laten. Variabel laten dalam penelitian ini meliputi: kualitas produk, harga, promosi, jaminan produk, kepercayaan pelanggan, kualitas pelayanan dan loyalitas customer. Responden pada penelitian ini berjumlah 267 dan telah memenuhi jumlah minimal. Saat dilakukan running menggunakan software IBM SPSS AMOS 22 memiliki nilai p value sebesar 0,00 dan nilai dari cmin/df yaitu sebesar 2,232. Maka dari itu hal ini dapat dikatakan bahwa model SEM ini tidak memenuhi standart ketentuan. Lalu dilakukan modifikasi dengan menggunakan model SEM dan didapatkan beberapa   variabel model awal sebelum di lakukan modifikasi menggabungkan beberapa covarian dengan nilai yang besar. Hasil penelitian menunjukan bahwa model telah fit dengan nilai p-value sebesar 0,076 melebihi batas minimal nilai teoritis sebesar 0,05 dan nilai dari cmin/df yaitu sebesar 1,165. Hal ini menunjukan pengaruh kualitas layanan terhadap pelanggan perlu adanya perbaikan dan peningkatan supaya dapat mencapai pada standar kualitas layanan yang ingin dicapai.
Analisis Pengaruh Posisi Pengelasan Dan Besar Arus Terhadap Kekuatan Tarik Dan Struktur Makro Pada Proses Las Gmaw Dengan Material Baja A-36 Ari Dieto Krisanggoro; Suheni Suheni
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uji Tarik adalah salah satu pengujian yang digunakan untuk mengetahui sifat mekanik logam maupun non logam. Uji tarik merupakan suatu metode yang digunakan untuk menguji kekuatan suatu bahan/material dengan cara memberikan beban gaya yang berlawanan arah. Pengujian tarik (tensile test) juga sering disebut sebagai tension test, merupakan salah satu dari pengujian mekanik yang paling mendasar/fundamental, sangat sederhana, tidak mahal dan telah distandarisasi di seluruh dunia, pengujian spesimen menggunakan ASME IX 2017 untuk uji tarik setelah dilas menggunakan GMAW. Dapat mengetahui tegangan, regangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sambungan kekuatan las dilihat dari kekuatan tarik masing-masing specimen. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen perbandingan, yaitu suatu cara untuk membandingkan antara tiga indikator speciment yang berbeda besar arus dan posisi pengelasan, untuk mengetahui kekuatan tarik masing-masing speciment Hasil dari pengujian tarik menunjukkan rata-rata semua sambungan mengalami patah getas. Hasil menunjukkan rata-rata nilai kuat tarik sambungan las dengan variabel 80 Ampere di peroleh rata-rata 28757,47 MPa, variabel 90 Ampere di peroleh rata-rata 39759,24 MPa, dan Variabel 100 Ampere di peroleh nilai rata-rata sebesar 53228,58 Mpa.
Analisis Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Masyarakat dengan Metode Service quality dan Metode Importance perfomance analysis Pada Kantor Kelurahan Berbek Kabupaten Sidoarjo Anum Umar Fanany; Suhartini Suhartini; Gatot Basuki H.M
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan is an administrative area under a sub-district composed of several community units (RW) and is led by the village head. To provide the best service for the community, the Kelurahan Office needs to know the extent of the quality of service that has been carried out so that it can seek improvements that follow the demands and assessments of the community. This study discusses the measurement of community satisfaction in service quality at the Kelurahan Office using the Service quality (SERVQUAL) and Importance Performance Analysis (IPA) methods to measure the level of satisfaction and service quality provided. This study aims to determine the level of community satisfaction with the services of the sub-district office, which will later become the basis for improving the service quality. Based on the results of the study indicate that the quality of service at the Berbek Sub-District Office, Sidoarjo Regency needs to re-evaluate the performance of the services provided to meet the community's expectations.
Integrasi Metode Service Quality, Importance Performance Analysis, Dan Quality Function Deployment Untuk Meningkatkan Kualitas Layanan Pada Pt. Telkom Indonesia Dinda Nabila Lubnah; Yoniv Erdhianto
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan internet yang semakin berkembang dari tahun ke tahun menciptakan berbagai peluang bagi penyedia jasa internet. Terlebih bagi PT. Telekomunikasi Indonesia dengan salah satu produk unggulannya yaitu Indihome, kepuasan pelanggan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup suatu perusahaan terlebih bagi perusahaan jasa seperti PT Telkekomunikasi Indonesia. Sehingga rumusan masalah yang ditetapkan adalah bagaimana tingkat kepuasan pelanggan terhadap indihome, apa saja atribut layanan yang perlu diprioritaskan untuk segera ditingkatkan sesuai dengan harapan dan keinginan pelanggan Indihome dan Apa saja perbaikan yang harus segera dilakukan oleh Indihome SO Manyar untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tingkat kepuasan pelanggan, atribut yang perlu di prioritaskan untuk diperbaiki serta perbaikan yang harus segera dilakukan oleh Indihome. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif dengan populasi dari penelitian ini adalah pelanggan indihome di wilayah Manyar, Surabaya dengan sampel 113 pelanggan yang pernah dan masih menggunakan Indihome. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah service quality, importance performance analysis, dan quality function deployment. Hasil yang diperoleh adalah kinera perusahaan mencapai harapan pelanggan, dan terdapat 5 atribut yang diprioritaskan untuk diperbaiki serta 2 respon teknis yang diprioritaskan.