cover
Contact Name
Ahmad Anas Arifin
Contact Email
anas.arifin@itats.ac.id
Phone
+6283110775666
Journal Mail Official
senastitan@itats.ac.id
Editorial Address
Jl. Arief Rahman Hakim 100, Sukolilo
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan
ISSN : -     EISSN : 27755630     DOI : -
Core Subject : Engineering,
- Industrial and Sustainable Technology Innovations - Ergonomics, Human Factors, HSE, and Work Design - Logistics System and Supply Chain - Operational Research, Modeling, and Simulation - Materials Engineering, Advanced Materials, Nano Materials - Energy Conversion, New and Renewable Energy - Mechanics, Mechatronics and Robotics - Manufacturing and Design - Waste treatment - Chemical Process Technology
Articles 66 Documents
Search results for , issue "Prosiding SENASTITAN Vol. 05 2025" : 66 Documents clear
Kajian Teknis Mine Dewatering Pump Booster PT. Madhani Talatah Nusantara, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur Sari, Avellyn Shinthya; Heryawan, Muhammad Aditya; Cahyono, Yudho Dwi Galih
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 05 2025
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Operasi Tambang batubara pada PT. Madhani Talatah Nusantara Job Site PT. Berau Coal dalam proses penambangannya menerapkan sistem tambang terbuka. Pada tambang terbuka jika tidak ada sistem penyaliran tambang akan menyebabkan genangan air yang membanjiri area pit dan disposal. Pada lokasi penelitian pernah terjadinya banjir di area pit dan disposal, Dimana kondisi pompa yang ada di Sump G pit C2 memiliki performa yang sangatlah rendah dengan Physical Availability (PA) dibawah 80%. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui debit air limpasan yang akan masuk ke Sump G pit C2 serta jumlah pompa yang digunakan untuk pemompaan ke outpit. Metode penelitian dengan melakukan metode kuantitatif dan melakukan pengamatan secara langsung di lokasi penelitian yang meliputi : data topografi, data kondisi lapangan dan data curah hujan. Kondisi di lapangan jumlah pompa yang digunakan yaitu 2 pompa MF420 di sump G yang tidak dapat mengatasi banjir di area pit dan disposal. Berdasarkan data curah hujan harian pada lokasi penelitian di tahun 2014-2023 diperoleh curah hujan rencana sebesar 232,05 mm/hari dengan menggunakan distribusi Gumbel untuk periode ulang 15 tahun. Potensi debit air limpasan yang masuk area Pit C2 sump G yaitu 527.964,5 m3/hari dengan luas 252.60 Ha. kebutuhan pompa di sump G perlu menggunakan 3 pompa (2 pompa saat ini yang digunakan dan 1 pompa penambahan dengan pompa booster) untuk lokasi pompa booster untuk mendapatkan total head yang sesuai berada pada elevasi -10.
Pengaruh Sudut Deadrise Buritan Terhadap Tahanan Planning Hull V Shaped Pada Passenger Boat 29 Meter Aziz, Bayu Raditya; Pranatal, Erifive
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 05 2025
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Passenger boat atau kapal penumpang adalah jenis kapal yang dirancang untuk mengangkut penumpang dari satu tempat ke tempat lainnya, terutama pada wilayah perairan yang digunakan untuk mengangkut penumpang, baik dengan tujuan sebagai transportasi wisata maupun kegiatan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh variasi deadrise buritan pada kapal penumpang (Passanger Boat) 29 meter dengan lambung planning hull berbentuk V yang memiliki tahanan terendah dengan efisiensi operasional terbaik.  Variasi deadrise 10º, 15º, 20º, dan 25º dianalisis menggunakan perangkat lunak Maxsurf Resistance, yang memungkinkan simulasi hambatan kapal. Dengan mempertahankan displacement konstan, bentuk lebar kapal diubah untuk setiap variasi sudut. Hasil analisis dari simulasi variasi sudut deadrise 10º, 15º, 20º, dan 25º , menunjukkan bahwa sudut deadrise 15º menjadi sudut yang memiliki tahanan paling rendah dan dapat memberikan efisiensi operasional kapal Passenger Boat 29 meter, yang dihasilkan dari analisis dan visualisasi kontur tahanan kapal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dan acuan dalam perancangan desain kapal penumpang dengan efisiensi operasional terbaik.Kata kunci: passenger boat, sudut deadrise, tahanan kapal, planning hull, Maxsurf Resistance.
ANALISIS PENGARUH POTENSI AIR LAUT TERHADAP AIR TANAH KECAMATAN KENJERAN, KOTA SURABAYA Sari, Avellyn Shinthya; Atiyatussa’adah, Eva
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 05 2025
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seawater intrusion is the process of seawater entering the aquifer due to the presence of empty pore spaces, which then causes the mixing of seawater with groundwater. The problems in this study are as follows: how is the decrease in groundwater quality and changes in groundwater patterns. The method used is to perform a hydrochemical. Based on the results of the study, the groundwater level is known to range from 5 meters to 6 meters. This position will affect the effectiveness of preventing seawater intrusion towards the land/aquifer. If the interface position is fully closed to a flat/impermeable layer under the iron sand deposits, namely the gravel layer and the siltsone layer, then preventing seawater intrusion will be effective. However, if the interface hangs with a depth that is closer to the seawater surface/local land surface, then seawater infiltration will be wider. This results in the opening of the interface with a width of between 100 (aquifer layer).
Cover, Preface, dan Daftar Isi V, SENASTITAN
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 05 2025
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis Biaya Pengolahan Batu Andesit pada Unit Crusher di PT. Bumi Kejayan Sari, Era Nitika; Fanani, Yazid; Putri, Fairus Atika Redanto
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 05 2025
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan bahan galian merupakan proses pemisahan mineral berharga dari mineral pengotor. Salah satu aspek biaya yang perlu dipertimbangkan dalam kegiatan ini adalah biaya pengolahan, yaitu pengeluaran yang timbul sebelum produk siap digunakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis biaya pengolahan dari penjualan produk serta mengevaluasi sensitivitas terhadap perubahan parameter biaya operasional.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan mempertimbangkan data lapangan berupa feed tambang dan hambatan kerja dalam analisis biaya. Pengolahan batu andesit memerlukan peralatan utama dan penunjang. Peralatan utama meliputi jaw crusher dengan kapasitas 47,25–128,25 ton/jam, sedangkan peralatan penunjang meliputi hopper, vibrating feeder, vibrating screen, dan belt conveyor.Total biaya operasional pengolahan batu andesit adalah Rp96.068.600,00, mencakup biaya listrik, grease, gaji pegawai, serta perawatan dan perbaikan. Dengan produksi 12.088,29 ton per bulan, PT. Bumi Kejayan memperoleh pendapatan Rp108.794.610,00 dan nilai penjualan Rp12.726.010,00. Biaya pengolahan mempengaruhi sensitivitas pemodelan harga jual dan produksi, terutama jika parameter biaya produksi meningkat lebih dari 13%. Faktor paling sensitif terhadap perubahan biaya operasional adalah listrik, gaji pegawai, perawatan, dan grease.
Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Gudang dengan Metode Systematic Layout Planning dan BLOCPLAN untuk Meminimasi Jarak Bongkar dan Muat Material pada Gudang PT. Sukses Indah Metalindo Surabaya Pratama, Bayu Rizky; Yuliawati, Evi; Nugroho, Hendro
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 05 2025
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini fokus pada optimasi tata letak gudang di PT. Sukses Indah Metalindo menggunakan metode Systematic Layout Planning (SLP) dan BLOCPLAN . Tujuan utamanya adalah meminimalkan jarak penanganan material sehingga meningkatkan efisiensi operasional. Penelitian dilakukan dengan menganalisis tata letak awal gudang dan merekomendasikan alternatif tata letak menggunakan Activity Relationship Chart (ARC), Activity Relationship Diagram (ARD), dan perangkat lunak BLOCPLAN . Jarak bujursangkar dan Euclidean dihitung untuk tata letak awal dan yang diusulkan. Dari sepuluh usulan tata letak yang dihasilkan oleh metode BLOCPLAN , tata letak yang paling efisien mampu mengurangi total jarak penanganan material menjadi 102,5 meter ( bujursangkar ) dan 83,7 meter ( Euclidean ), yang berarti terdapat pengurangan masing-masing sebesar 25,7% dan 30,7% dibandingkan tata letak awal. Hasil ini menunjukkan efektivitas metode BLOCPLAN dalam meningkatkan efisiensi gudang dengan mengurangi jarak penanganan material.
Analisis Kekuatan Frame pada Pengembangan Crane Pemindah Pasien Disabilitas Poesoko, Ayu Setyaning Sayekti; Setyono, Bambang; Supriyanto, Indrawan Pratama Putra
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 05 2025
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan alat bantu pemindahan pasien disabilitas menjadi kebutuhan penting dalam dunia medis guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pasien. Penelitian ini menganalisis kekuatan rangka (frame) pada desain crane pemindah pasien menggunakan metode simulasi elemen hingga. Tiga variasi desain profil penampang rangka dianalisis berdasarkan tegangan Von Mises, deformasi, dan faktor keamanan. Hasil analisis menunjukkan bahwa desain profil penampang 1 memiliki tegangan Von Mises sebesar 22,531 MPa, deformasi 0,64775 mm, dan faktor keamanan 11,096. Desain profil penampang 2 memiliki tegangan Von Mises sebesar 24,729 MPa, deformasi 0,33062 mm, dan faktor keamanan 10,11. Sementara itu, desain profil penampang 3 menunjukkan tegangan Von Mises sebesar 74,639 MPa, deformasi 1,521 mm, dan faktor keamanan 3,3495. Berdasarkan hasil simulasi, desain profil penampang 2 menjadi pilihan terbaik karena memiliki keseimbangan optimal antara kekuatan dan deformasi yang minimal, dengan faktor keamanan yang masih dalam batas aman.
Analisis Potensi Bahaya Pembuatan Rambu K3 dengan Job Safety Analysis Anto, Abimanyu Alifi; Hariastuti, Ni Luh Putu
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 05 2025
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan aspek dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman. Rambu K3 berfungsi sebagai panduan visual yang memberikan informasi, peringatan, dan arahan kepada pekerja mengenai potensi bahaya di lingkungan kerja serta langkah-langkah pencegahan yang harus diambil. Dengan menggunakan metode JSA untuk mengidentifikasi potensi bahaya dalam setiap tahapan kerja, selain itu manajemen risiko juga diterapkan untuk mengevaluasi dan mengendalikan bahaya di tempat kerja. Proses pembuatan rambu-rambu keselamatan dan kesehatan kerja di PT. X melibatkan berbagai potensi bahaya di setiap tahapan, mulai dari pemotongan, pengelasan, penghalusan, hingga finishing. Risiko pada tahap pemotongan meliputi tangan terkena roda gerinda, percikan api, benturan material, sengatan listrik, kebisingan, dan paparan asap pemotongan. Pada tahap pengelasan, bahaya mencakup terhirupnya asap, sengatan listrik, kontak dengan logam panas, serta percikan api las. Tahap penghalusan melibatkan risiko tergores material, kontak dengan putaran gerinda, percikan api, dan paparan debu. Sementara itu, tahap finishing menghadirkan risiko paparan bahan kimia cat, kebisingan, dan benturan material. Hasil analisis risiko menunjukkan 6 kategori risiko rendah, 3 risiko moderate, 10 risiko tinggi, dan 1 risiko ekstrem. Untuk mengurangi potensi bahaya, tindakan pengendalian seperti pelatihan penggunaan APD, penyediaan sarung tangan, safety shoes, masker respirator, pemberian poster SOP dilokasi kerja, penggantian kabel rusak, dan pemasangan penutup safety pada alat gerinda diterapkan untuk menjaga keselamatan kerja di seluruh tahapan proses.
Estimasi Sumberdaya Nikel Laterit dengan metode Ordinary Kriging dan Inverse Distance Weight ( IDW ) Di PT. X , Kecamatan Langgikima , Kabupaten Konoware Utara , Sulawesi Tenggara Maturangga, Herodia Tribrata Ananda; Jusfarida, Jusfarida -; Yuwanto, Sapto Heru
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 05 2025
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT.X merupakan perusahaan pertambangan nikel yang terletak di kecamatan Langgikima , Kabupaten Konawe Utara , Sulawesi Tenggara dimana perusahaan ini telah melakukan kegiatan operasi produksi sebagai upaya mendapatkan nikel dengan kadar cut off grade yang telah ditentukan serta telah melakukan exploasi lanjutan dan diketahui terdapat pada zonasi ( ku) yang memiliki kandungan diantaranya adalah batuan peridotit , harzburgit, dunit , gabro , dan serpentinit serta untuk mendapatkan volume , density , dan endapan kadar nikel . Kegiatan eksplorasi dilakukan dengan melakukan pengeboran dengan 108 titik lubang bor .Penelitian ini bertujuan untuk menentukan  domain Limonite , Saprolite , Badrock dengan pendekatan geostatistik dan diolah menggunakan software estimasi perhitungan sumberdaya dan cadangan menggunakan Metode Inverse Distance Weight dan Ordinary Kriging seta melalui perhitungan Variogram dan pemodelan menggunakan Blok Model . Selanjutnya guna mengetahui volume dari endapan Limonite dan Saprolite peneliti menggunakana Metode Inverse Distance Weight dan Ordinary Kriging guna mengetahui volume dan membandingkan hasil dari ke dua metode tersebut .Dalam upaya menentukan Volume  pada Zona Limonite menggunakan Metode Inverse Distance Weight dan Ordinary Kriging memiliki volume yang sama yaitu 1.014.800 m3 namun memiliki perbedaan tonase antara kedua Metode tersebut dimana Metode Inverse Distance Weight memiliki tonase 1.471.460 m3 dan Metode Ordinary Kriging 1.189.204 m3 ,  pada Zona Saprolite menggunakan Metode Inverse Distance Weight dan Ordinary Kriging juga memiliki volume yang sama yaitu 713.175 m3 namun tonase dari volume’nya juga berbeda dimana Metode Inverse Distance Weight memiliki tonase 1.034.104 m3 dan Metode Ordinary Kriging memiliki tonase 1.069.763 m3 dalam khasus ini mengapa tonase berbeda yaitu dikarenakan adanya faktor Anisotop dimana faktor Anisotop ini diperhitungkan di Metode Ordinary Kriging namun tidak diperhitungkan di Metode Inverse Distance Weight faktor Anisotop sendiri mempengaruhi densiti batuan/massa jenis batuan dari berbagai aspek seperti Jenis dan Jumlah Mineral serta presentasinya , porositas batuan , fluida pengisi rongga , tingkat kekompakan , distribusi ukuran , ukuran dan bentuk partikel , kadae air permukaan , dan  keberadaan komponen rongga maupun komponen padatan.Untuk volume cadangan pada Zona Limonite Menggunakan Metode Inverse Distance Weight diketahui sebesar 775.575 m3 sedangkan Metode Ordinary Kriging diketahui sebesar 869.000 m3 , dan pada Zona Saprolite Metode Inverse Distance Weight memiliki volume 495.000 m3 dan Metode Ordinary Kriging memiliki volume 575.525 m3 dan mengapa volume pada cadangan berbeda sedangkan divolume sumberdaya berbeda yaitu terdapat pada perbedaan pandangan pada kedua metode dalam penentuan kadar nikel itu sendiri seperti contoh terdapat sebuah singkapan dengan kadar nikel dibawah 1 namun memiliki kekompakan yang cukup pada metode Ordinary Kriging dapat dilihat sebagai kadar nikel 1 yang mengakibatkan telah memenuhi nilai dari Cut Off Grade itu sendiri.Kata Kunci : Perhitungan Estimasi Sumberdaya Dan Cadangan Nikel Laterite , Metode Inverse Distance Weight , Metode Ordinary Kriging 
PENGARUH JENIS FILTER FULL CIRCLE DAN HALF CIRCLE DARI CATALYTIC CONVERTER TERHADAP EMISI GAS BUANG DAN PERFORMA ENGINE syamsuri, syamsuri
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 05 2025
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin banyaknya kendaraan pada saat ini menimbulkan juga semakin banyak polusi hasil sisa pembakaran kendaraan, semakin banyaknya polusi berakibat buruk bagi lingkungan dan tentunya bagi manusia. Dari persoalan permasalahan polusi sisa pembakaran ini, maka dilakukanlah penelitian ini untuk mengurangi emisi gas buang kendaraan menggunakan catalytic converter bahan kuningan dengan jenis filter full circle dan half circle. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan putaran mesin idle yaitu 2000 rpm menggunakan sepeda motor Revo Absolute, pengujian ini menggunakan gas analyzer dan dynotest. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah penurunan kadar emisi gas buang Karbon Monoksida (CO) dan Hidrokarbon (HC) pada sepeda motor Absolute Revo menggunakan catalytic converter jenis filter half circle. Penggunaan catalytic converter jenis filter half circle mendapatkan hasil emisi gas buang yang lebih rendah dari pada catalytic converter jenis filter full circle dan knalpot standart.sebagai contoh hasil emisi gas buang CO yang dihasilkan sebesar 1,19 % (half circle), 1,7 % (full circle), 2,1 % (knalpot standart). Sedangkan emisi gas buang HC menghasilkan 1009 ppm (half circle), 1517 ppm (full circle), 1857 ppm (knalpot standart). Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa menggunakan catalytic converter bahan kuningan dapat menurunkan kadar emisi gas buang kendaraan. Dari sisi performa engine daya dan torsi hampir sama baik untuk full circle dan half circle. Kata Kunci : Catalytic Converter, Kuningan, Emisi Gas Buang, Motor Bakar.