cover
Contact Name
Ali Multazam
Contact Email
physiohs@umm.ac.id
Phone
+6285255549895
Journal Mail Official
physiohs@umm.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.umm.ac.id/index.php/physiohs/about/editorialTeam
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Physiotherapy Health Science (PhysioHS)
Core Subject : Health, Science,
PhysioHS is a scientific publication and communication for widespread research and criticism topics in physiotherapy and health science. PhysioHS was published by the Department of the Physiotherapy University of Muhammadiyah Malang with frequency twice yearly in June and December. Information on PhysioHS focus and spacing include the following, Physiotherapy, Health Science, Public Health, and Rehabilitation.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2023): Physiotherapy " : 15 Documents clear
Perbandingan Pengaruh Resistance Exercises Dan Edukasi Olah Raga Terhadap Pengendalian Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Klinik PT. Telkom Regional IV Semarang Arif Fadli; Aulia Azmi; Pajar Haryatno
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 6 No. 2 (2023): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v6i2.27301

Abstract

Hipertensi dapat  menjadi silent killer bagi penderitanya. Hipertensi dapat dikendalikan dengan terapi latihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pengaruh resistance exercises dengan edukasi olah raga terhadap pengendalian tekanan darah penderita hipertensi stage 1. Desain penelitian Quasy-experimental pada 30 karyawan (n=30) PT. Telkom Cabang Semarang dibagi menjadi kelompok perlakuan (n=15) dan kelompok kontrol (n=15) selama 6 minggu. Kelompok perlakuan diberikan resistance exercises dengan dosis latihan 2x/minggu dan  kelompok kontrol diberikan edukasi olah raga.  Dalam penelitian ini menggunakan uji statistik paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukan kelompok resistance exercises berpengaruh menurunkan tekanan darah sistolik sebelum dengan sesudah perlakuan signifikan P= 0.00 (P< 0,05) dan mean of difference (MD) = 9,27 mmHg. Kelompok edukasi tidak berpengaruh menurunkan tekanan darah sistolik sebelum dengan sesudah perlakuan P= 0.958 (P> 0,05) dan mean of difference (MD) = 0,067 mmHg. Kelompok resistance exercises berpengaruh menurunkan tekanan darah diastolik sebelum dengan sesudah perlakuan signifikan  P= 0.00 (P< 0,05) dan mean of difference (MD) = 4,55 mmHg. Kelompok edukasi tidak berpengaruh menurunkan tekanan darah diastolik sebelum dengan sesudah perlakuan P= 0.257 (P> 0,05) dan mean of difference (MD) = 1,067 mmHg. Resistance exercises lebih berpengaruh pada pengendalian tekanan darah penderita hipertensi stage 1 dibandingkan edukasi olah raga.
PROGRAM FISIOTERAPI PADA PASIEN DI ICU DENGAN KONDISI POST CRANIECTOMY ET CAUSA TRAUMATIC BRAIN INJURY: CASE STUDY Pahlawi, Riza; Nurmartha, Amelia Rizki
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 6 No. 2 (2023): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v6i2.28609

Abstract

Traumatic Brain Injury (TBI) adalah cedera otak yang menyebabkan kerusakan langsung pada pembuluh darah, akson, neuron, dan glia sehingga dapat menimbulkan beberapa gejala tergantung pada tingkat keparahannya seperti pusing, merasa lelah, bahkan kehilangan kesadaran. Pasien TBI dengan tingkat keparahan sedang sampai berat sering kali memerlukan perawatan di Intensive Care Unit (ICU). Dalam hal ini, penanganan fisioterapi pada pasien TBI di ICU dapat berfokus pada masalah fungsionalnya yang terdiri dari pernapasan, batuk dan retensi sputum, tanda-tanda inflamasi, nyeri, spasme otot, kekuatan otot, penurunan sensori, serta penanganan ataupun pencegahan luka dekubitus dengan program fisioterapi yang didasarkan oleh protokol fisioterapi di ICU sehingga protokol-protokol tersebut perlu dilihat efektivitasnya terhadap penanganan kasus TBI di ICU. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan seputar Program fisioterapi pada pasien di ICU dengan kondisi post craniectomy et causa TBI di RS Hermina Pasteur. Metode penelitian ini adalah metode kepustakaan dengan membaca buku, jurnal, dan juga literatur yang berkaitan dengan kasus yang diangkat serta melakukan observasi langsung pada pasien. Parameter yang digunakan meliputi Manual Muscle Testing (MMT), antropometri (lebar edema), kesimetrisan pengembangan dada, skor Glasgow Coma Scale (GCS), dan skor Early Funtional Abilities (EFA). Hasil yang didapatkan terjadi peningkatan kekuatan otot dengan nilai MMT 0/5 menjadi 1/5 setelah diberikan stimulasi sensori dan aktivasi otot-otot intrinsik. Lalu lebar edema menunjukkan nilai yang fluktuatif dengan pemberian hand dan ankle pumping karena dipengaruhi oleh kondisi pasien dan pemberian obat-obatan. Kemudian, terjadi peningkatan pengembangan dada lobus upper dextra dari asimetris menjadi simetris. Lalu terjadi peningkatan skor GCS dari skor GCS 4 menjadi 9. Kemudian, terjadi peningkatan skor EFA dari skor EFA 25 menjadi 33. Akan tetapi, terjadi penurunan skor GCS dan EFA dikarenakan kondisi pasien belum stabil dan absen pada hari sabtu dan minggu dalam pemberian intervensi fisioterapi yang karena liburnya poli fisioterapi.
Perbandingan Indeks Massa Tubuh Normal Dan Overweight Terhadap Daya Tahan Kardiorespirasi Dan Kebugaran Jasmani Pada Mahasiswa Universitas Dhyana Pura I Kadek Agus Adi Mahendra
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 6 No. 2 (2023): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v6i2.28712

Abstract

Kebugaran jasmani merupakan kemampuan seseorang untuk melakukan kegiatan sehari-hari dengan mudah tanpa merasa lelah. Kebugaran jasmani tidak terlepas dari pengaruh aktivitas fisik, dan pola hidup. Kurangnya aktivitas fisik dan pola hidup yang tidak teratur berdampak pada peningkatan lemak tubuh yang berujung dengan overweight sehingga menurunkan fungsi pada salah satu komponen kebugaran jasmani yaitu daya tahan kardiorespirasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perbandingan daya tahan kardiorespirasi terhadap kebugaran jasmani pada mahasiswa dengan indeks massa tubuh normal dan overweight di Universitas Dhyana Pura. Metode penelitian yang digunakan adalah comparative study. Sampel kemudian diukur nilai IMT, daya tahan kardiorespirasi (VO2Max) menggunakan six minutes walking test, dan kebugaran jasmani dengan tes lari 2,4 km. Selanjutnya dari hasil penelitian dilakukan analisis deskriptif dengan uji normalitas menggunakan shapiro-wilk didapatkan hasil variabel berdistribusi normal dengan nilai signifikan p>0,05. Kemudian dilakukan uji hipotesis untuk mengetahui perbandingan kedua variabel menggunakan mann whitney test didapatkan perbandingan dengan nilai signifikan 0,000 yang menunjukan bahwa adanya perbandingan signifikan antara kelompok IMT normal dan overweight. Disimpulkan bahwa terdapat perbandingan daya tahan kardiorespirasi terhadap kebugaran jasmani pada mahasiswa dengan indeks massa tubuh normal dan overweight di Universitas Dhyana Pura. 
Daya Tahan Otot Lumbal Ekstensor Penjahit Untuk Mempertahankan Sikap Kerja Duduk Selama 4 Jam Di CV. Adhi Tekstil & Garment Pemogan, Denpasar, Bali Anggi Widyatama Sariputra
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 6 No. 2 (2023): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v6i2.28729

Abstract

Penjahit melakukan pekerjaannya memerlukan ketelitian dan kerapian. Tuntutan ketelitian dan kerapian menjahit dilakukan dengan sikap duduk selama 4 jam di sesi pertama. Ketika penjahit bekerja dengan sikap kerja duduk dan melakukan gerakan yang statis dalam jangka waktu yang lama posisi ini akan meningkatkan kerja dari otot multifidus dan abdominal transversal untuk berkontraksi secara eksentrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak latihan core stability terhadap daya tahan otot lumbal ekstensor penjahit. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan desain one group pre-test dan post-test. Sampel penelitian berjumlah 10 orang yang ditentukan berdasarkan kriteria inklusi, ekslusi dan drop out. Alat ukur penelitian menggunakan The Biering Sorensen Test of Static Muscular Endurance (BSME) merupakan alat pengukuran berjangka waktu yang digunakan untuk menilai daya tahan ekstensor batang tubuh. Hasil penelitian ini dilakukan uji normalitas dengan shapiro wilk test dan uji hipotesis penelitian dengan uji paired sampel t-test. Hasil shapiro wilk test berdistribusi normal dengan nilai signifikan pre-test 0,782 dan post-test 0,094 serta adanya peningkatan persentase sebesar 54,7%. Hasil uji paired sampel t-test menunjukkan nilai signifikan yaitu p=0,000 yang menandakan terjadi peningkatan yang signifikan pada daya tahan otot lumbal ekstensor. Maka dapat disimpulkan bahwa latihan core stability berdampak pada daya tahan otot lumbal ekstensor dalam mempertahankan sikap kerja duduk selama 4 jam.
Pengaruh Isometric Neck Exercise Terhadap Daya Tahan Deep Cervical Flexor Muscle Pada Game Streamer Putu Gede Arya Putra Udayana
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 6 No. 2 (2023): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v6i2.28771

Abstract

Game streamer adalah seseorang yang melakukan live stream dan bermain videogame, game streamer bermain game menggunakan pc (personal computer) atau console dengan posisi duduk. Postur kerja yang dilakukan tidak ergonomis atau janggal maka pekerja akan lebih mudah mengalami kelelahan akibat keluhan yang dirasakan sehingga hasil kerja juga akan kurang memuaskan. Beberapa otot leher yang memiliki fungsi untuk menstabilkan kepala dan leher dan sebagai kontrol posture adalah otot deep cervical flexor (DCF) yang terdiri dari longus colli dan longus capitis (Munawaroh et al., 2022). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari pemberian isometric neck exercise terhadap daya tahan deep cervical flexor muscle pada game streamer. Penelitian ini merupakan penelitian Pre-Eksperimental dengan rancangan one group pre-test and post-test. Sampel penelitian sebanyak 10 orang yang ditentukan menggunakan kriteria inklusi, ekslusi serta drop out. Penelitian dilakukan selama 4 minggu mulai tanggal 17 Mei 2023 hingga 11 Juni 2023. Pertemuan dilakukan selama 3 kali dalam seminggu dengan sampel penelitian ini adalah game streamer swidandara. Hasil uji dengan paired sample t-test yaitu p=0,000 dengan rata-rata peningkatan -6.10700. Hasil tersebut menunjukkan nilai p<0,05 artinya terdapat peningkatan daya tahan deep cervical flexor. Kesimpulannya isometric neck exercise dapat meningkatkan daya tahan otot deep cervical flexor pada game streamer
Pengaruh Senam Ankor (Anti Komorbid) terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia di Desa Sumur Jomblangbogo, Kabupaten Pekalongan Wulandari, Irine Dwitasari Wulandari
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 6 No. 2 (2023): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v6i2.28971

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang mengalami peningkatan setiap tahunnya terutama pada kelompok lansia. Pengelolaan yang benar diharapkan dapat mengendalikan penambah jumlah penderita hipertensi pada lansia. Senam ankor adalah senam anti komorbid yang merupakan program pengelolaan penyakit kronis berupa latihan fisik aerobik yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran kardiorespiratori yang dikombinasikan dengan latihan penguluran otot, latihan kekuatan otot, latihan keseimbangan, latihan kognitif dan latihan koordinasi yang sangan bermanfaat bagi penderita hipertensi lanisa . Manfaat senam ankor adalah untuk memperlancar peredaran darah, meningkatkan daya tahan jantung, paru dan pembuluh darah, menjaga fleksibilitas otot, kekuatan otot, keseimbangan, daya ingat, dan koordinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh senam ankor lansia terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di PKK Desa Sumur Jomblangbogo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode pre-experimen design menggunakan rancangan one grup pre-post test design. Dengan jumlah subjek 30 orang diberikan senam ankor 1 kali dalam seminggu selama 4 minggu. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah senam ankor. Alat yang digunakan sphygmomanometer untuk mengukur tekanan darah. Teknik analisa menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai mean sebelum perlakuan sebesar 126.67 (7.581) dan setelah perlakuan 82.67 (4.498) dan signifikansi p=0,000 (p<0,05). Disimpulkan ada pengaruh senam ankor lansia terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di PKK Desa SumurJomblangbogo. 
TINGKAT PENGETAHUAN ATLET TENTANG CEDERA OLAHRAGA FUTSAL DI GSG UIN WALISONGO Triyanita, Maya
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 6 No. 2 (2023): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v6i2.29678

Abstract

Latar belakang pentingnya penanganan cedera olaraga pada atlet. Dimana penanganan cedera olahraga dengan menggunakan metode (Protection, Rest, Ice, Compression, Elevation) PRICE. Penanganan cedera olahraga dilakukan pada minggu pertama cedera (H1 sampai H7) dengan tahapan, yaitu: 1) Protection, lindungi daerah cedera, 2) Rest, istirahatkan bukan immobilisasi daerah cedera, 3) Ice, aplikasi es berselang 10-20 menit menggunakan bantalan, 4) Compression, kompresi dengan pembebatan dari proksimal ke distal menggunakan stretch band, 5) Elevation, tinggikan daerah cedera melebihi posisi dada setinggi 30 cm.  Cedera dapat timbul akibat kesalahan teknis, kurangnya pemanasan dalam proses latihan, aktivitas fisik yang berlebihan, dan benturan langsung dapat mengakibatkan cedera. Ada dua jenis penyebab cedera: penyebab internal dan penyebab eksternal. Pemain futsal rentan terhadap cedera olahraga, namun pada kenyataannya beberapa pelatih tidak memahami penanganan awal jika terjadi cedera olahraga, sehingga penting dilakukan sosialisasi tentang penanganan awal cedera olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh tingkat pengetahuan atlet tentang cedera olahraga dan terapi latihan dari atlet para pemain futsal di tournament FISIP GSG UIN Walisongo Semarang. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan metode survey dengan teknik pengambilan data menggunakan kuesioner tertutup. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet futsal di FISIP GSG UIN Walisongo Semarang, pengambilan sampel penelitian ini adalah seluruh atlet futsal di FISIP GSG UIN Walisongo Semarang yang berjumlah 30 orang. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif yang dinyatakan dalam persentase. Hasil data questioner menunjukkan 50% tidak mengetahui cedera olahraga dan 50% nya dalam kategori sedang.
Manfaat Pemberian Friction dan Free Active Exercise untuk Mengurangi Nyeri dan Meningkatkan Kekuatan Otot pada Frozen Shoulder agustiningsih, luhur_sesanti
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 6 No. 2 (2023): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v6i2.29818

Abstract

Frozen Shoulder adalah suatu keadaan dimana bahu mengalami peradangan sehingga jaringan ikat di sekitar sendi bahu menjadi kencang dan tebal. Ini menyebabkan adanya rasa nyeri dan pembatasan gerak karena ruang lingkup gangguan miofasial dengan pola kapsuler mobilitas berkurang atau terbatas. Kondisi tersebut bisa terjadi tanpa sebab maupun terjadi karena trauma atau imobilisasi berkepanjangan seperti stroke atau diabetes mellitus Modalitas yang diberikan pada kasus Frozen Shoulder ini berupa pemberian Friction dan Free Active Exercise. Tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah agar dapat mengetahui manfaat dari pemberian Friction dan Free Active Exercise untuk mengurangi nyeri. Setelah diberikan tindakan fisioterapi dengan modalitas Friction dan Free Active Exercise pada kasus Frozen Shoulder telah dilakukan terapi sebanyak 6 kali sesuai dengan SOP yang ditandai dengan hasil berupa penurunan nyeri, peningkatan lingkup gerak sendi, peningkatan kekuatan otot, penurunan spasme dan adanya peningkatan aktivitas fungsional dengan menggunakan modalitas tersebut.
Efektivitas Chest Physiotheraphy pada Sindroma Obstruksi Pasca Tuberkulosis (SOPT) : Case Report Amanati, Suci
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 6 No. 2 (2023): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v6i2.29847

Abstract

Latar belakang Sindroma Obstruksi Pasca Tuberkulosis (SOPT) adalah penyakit obstruksi saluran yang ditemukan pada penderita pasca tuberkulosis paru dengan lesi paru yang minimal yang masih sering ditemukan pada pasien pasca tuberkulosis. Problematika yang timbul pada pasien dengan kondisi sindroma obtruksi pasca tuberkulosis (SOPT) yaitu adanya sesak napas, penurunan sangkar thoraks serta menurunnya aktivitas fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas dari pemberian Chest Physiotherapy pada kasus SOPT. Chest Physiotherapy diberikan sebanyak 4x. Evaluasi Pengukuran yang digunakan yaitu dengan skala borg untuk sesak nafas, antopometri untuk ekspansi sangkar thorax dan Skala London Chest Activity of Daily Living (LCADL) untuk aktifitas fungsional pasien. hasil dari penatalaksanaan fisioterapi yang dilaksanakan berupa adanya penurunan sesak napas, peningkatan ekspansi sangkar thoraks serta peningkatan kemampuan aktivitas fungsional
EFEKTIVITAS MODIFIKASI LATIHAN RESISTENSI TERHADAP PENINGKATAN MASSA DAN KEKUATAN OTOT PADA KEJADIAN SARKOPENIA Al Gifari, Muhammad Yusrin
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 6 No. 2 (2023): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Desember 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v6i2.30179

Abstract

Sarkopenia merupakan kondisi penurunan massa dan kekuatan otot pada lansia yang berdampak langsung terhadap perubahan metabolisme seluler. Salah satu strategi yang tepat untuk menanggulagi hal tersebut adalah dengan Latihan resistensi. Namun, para lansia kesulitan dalam melakuan latihan resistensi, sehingga diperlukan modifikasi yang di formulasikan secara khusus agar latihan resistensi mudah dilakukan oleh lansia. Berdasarkan hal tersebut, penulis ingin mengetahui pengaruh modifikasi latihan resistensi terhadap peningkatan massa dan kekuatan otot yang akan menurunkan kejadian sarkopenia. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment with pre and post test group design pada komunitas lansia Agape Strong Fitness Banjarmasin selama 4 minggu, sebelum dan sesudah latihan responden diukur kekuatan otot tangan mengunakan handgrip dynamometer dan kekuatan otot kaki menggunakan leg dynamometer, sedangkan massa otot menggunakan Body Analyzer. Setelah dilakukan penelitian dan dilakukan uji statistik didapatkan hasil (p<0.05). Dengan demikian terdapat pengaruh latihan resistensi terhadap penguatan otot genggaman tangan, otot tungkai dan massa otot lansia yang mengalami sarkopenia.

Page 1 of 2 | Total Record : 15