cover
Contact Name
Bangkit Ary Pratama
Contact Email
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Phone
+6285326333050
Journal Mail Official
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Editorial Address
Kompleks Perkantoran Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia Jalan Raya Solo-Sukoharjo Km.09 Dukuh Ngepeng, Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah Kode Pos 57527
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS)
ISSN : -     EISSN : 26230038     DOI : https://doi.org/10.55181/ijms
Core Subject : Health, Engineering,
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS) (https://doi.org/10.55181/ijms) terbit pertama Vol. 1 No.1 Januari 2014. Setiap edisi terdiri dari kurang lebih 100 halaman, yang artikelnya disajikan dalam bahasa Indonesia, kecuali judul dan abstrak disertai dengan bahasa inggris. Mekanisme peer-reviewer dilakukan dengan cara setiap artikel yang diajukan harus direview oleh dua reviewer yang ditunjuk oleh editor. Fokus dan Lingkup : IJMS adalah jurnal terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) dibidang kesehatan. IJMS : Jurnal kesehatan diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovas ilmiah dibidang kesehatan kepada para praktisi dan akademisi di bidang kesehatan. IJMS merupakan jurnal peer reveiwer dan open acces journal yang berfokus pada kesehatan. Fokus ini meliputi daerah dan ruang lingkup yang terkait Keperawatan Kebidanan Fisioterapi Farmasi Gizi Masyarakat Kesehatan Masyarakat
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2014): IJMS - 2014" : 15 Documents clear
Budaya Pasung dan Dampak Yuridis Sosiologis (Studi Tentang Upaya Pelepasan Pasung dan Pencegahan Tindakan Pemasungan di Kabupaten Wonogiri) Bekti Suharto
Indonesian Journal on Medical Science Vol 1 No 2 (2014): IJMS - 2014
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.162 KB)

Abstract

ABSTRACT: Pasung represent an action which installing a log wood at hand or feet, bound or enchained is then detached at one particular separate place within doors and or in the forest. Wonogiri has ranks second for most pasung cases number in Central Java. Familywitha mental disorder deprived client softenfeel the burden related toclient care. Deprivationisthe reasonthe family didprevent violent behavior, preventing therisk of suicide, preventing the clients inability to leave home and familycare forclientswith mental disorders. The purposeof this study to determine the condition ofthe client pasung, pasung client slevel of independence and other relationships of influence client pasung related to sociological and legal aspectsas well asthe action sorefforts to reduce pasung in Wonogiriin 2013. The study was conducted info urhealth centersin the district of Wonogiri usestotal samplingof 28 families consisting of 3 families with 25 family clients pasung and pasung with freelance clients. After conducting researchis expected to reach way out to doat the health center ormental health services by the government which in turncan beach ieved' Free Wonogiri From Pasung’Keywords : Sosiologist, Juridical, Daily Activity, Social Activity Abstraksi: Pasung merupakan suatu tindakan memasang sebuah balok kayu pada tangan dan/atau kaki seseorang, diikat atau dirantai, diasingkan pada suatu tempat tersendiri di dalam rumah ataupun di hutan.Wonogiri menempati urutan kedua untuk kasus pasung terbanyak di Jawa Tengah.Keluarga dengan klien gangguan jiwa yang dipasung seringkali merasakan beban yang berkaitan dengan perawatan klien.Alasan keluarga melakukan pemasungan adalah mencegah perilaku kekerasan,mencegah risiko bunuh diri, mencegah klien meninggalkan rumah dan ketidakmampuan keluarga merawat klien gangguan jiwa.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi klien pasung, tingkat kemandirian klien pasung serta hubungan lain yang berpengaruh tehadap klien pasung berkaitan dengan aspek sosiologis dan yuridis serta tindakan atau upaya penanggulangan pasung di Kabupaten Wonogiri tahun 2013. Penelitian dilakukan di 4 Puskesmas di Kabupaten Wonogiri menggunakan total sampling  yaitu 28  keluarga yang terdiri dari 3 keluarga dengan klien pasung dan 25 keluarga dengan klien lepas pasung. Setelah mengadakan penelitian diharapkan tercapai jalan keluar yang dapat dilakukan di pelayanan kesehatan jiwa Puskesmas maupun oleh pemerintah sehingga pada akhirnya dapat tercapai ‘Wonogiri Bebas Pasung’.Kata Kunci : Sosiologis, Yuridis, Aktivitas Harian, Aktivitas Sosial
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tablet Penambah Darah Dengan Kejadian Anemia Di Puskesmas Sragen Sarifah Pamungkas; Wahyuni .; Sri Dayaningsih
Indonesian Journal on Medical Science Vol 1 No 2 (2014): IJMS - 2014
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.517 KB)

Abstract

Abstact: In Sragen regency at 2013, from january – to october 2013 indicate that all of anemia expectant mother totally 121 expectant mother. From totaly all of anemia expectant mother and infected anemia with Hb < 11 gr% (DKK, 2013). One of the cause dead of a pregnant mother is anemia, prevention can be provide enough food containing iron blood tablet added by consumption.Destination: To know the relationship of the level of knowledge of pregnant mother about blood enhauncer tablets with the incidence of anemia  in Local Government Sragen.Research Methods : Observasional A nalitic, with Cross Sectional.Conclusion: The level of knowledge of pregnant mother about blood enhauncer tablet that incudes, interpretation, purpose, how consumption, side effect, symptom, cause, to know that 44 people (51,8%), have low knowledge 34 people (40%), have average knowledge 7 people (8,2%) have high knowladge.Key words : The Level of Knowledge, Pregnan Mother, Blood Enhancer tablets, Anemia. Abstaksi: Di Kabupaten Sragen tahun 2013, bulan Januari – Oktober tahun 2013 menunjukkan bahwa jumlah seluruh ibu hamil yang anemia sebanyak 121 ibu hamil. Dari keseluruhan ibu hamil anemia dan yang mengalami anemia yaitu dengan Hb < 11gr% (DKK, 2013).  Salah satu penyebab kematian pada ibu hamil adalah anemia, pencegahan bisa dengan memberikan makanan yang cukup mengandung zat besi dan dengan mengkonsumsi tablet penambah darah.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tablet penembah darah dengan kejadian anemia di P.uskesmas SragenMetode Penelitian : Observasional Analitic, dengan pendekatan Cross SectionalKesimpulan : Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tablet penambah darah yang meliputi: pengertian, tujuan, cara konsumsi, efek samping, gejala, sebab, dosis diketahui bahwa 44 orang (51,8%) memiliki pengetahuan rendah, 34 orang (40%) memiliki pengetahuan sedang, 7 orang (8,2%) memiliki pengetahuan tinggi.Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Ibu Hamil, Tablet Penambah Darah, Anemia
Sosialisasi Sediaan Serta Label Obat Ispa Dan Diare Terhadap Upaya Meningkatkan Pengetahuan Siswa Kelas 8i Di SMP Negeri 1 Grogol Sukoharjo Tahun 2014 Erlina Candra Sari; Susi Endra Wati
Indonesian Journal on Medical Science Vol 1 No 2 (2014): IJMS - 2014
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.213 KB)

Abstract

ABSTRACT: Background:The society’s tendency to buy free-, limited-free or limited drugs sold in pharmacy is worried to result in adverse effect when it is not based on the sufficient knowledge of drug. To anticipate such the error, socialization was conducted on the Acute Respiratory Tract Infection and Diarrhea drug preparation and label to the 8I graders of SMP Negeri 1 Grogol Sukoharjo.Objective: This research aimed to find out the use of socialization with lecturing method in the learning process to improve knowledge viewed from the cognitive and affective learning outcomes of the 8I graders.Method: This study was a quantitative analitic observational with cross sectional consisting of two cycles. Each cycle consisted of four stages: planning, acting, observing and reflecting. The subject of research was the 8I graders. Data was obtained through unstructured interview, questionnaire and cognitive questions. Technique if analyzing data used was descriptive qualitative one.Result: The research showed that the socialization with lecturing method could improve: 1) cognitive learning outcome classically with the mean achievement of 72% in cycle I increasing to 80% in cycle II or with the percentage class passing of 71% in cycle I increasing to 100% in cycle II; 2) the affective learning outcome with the percentage achievement of 76% in cycle I increasing to 79% in cycle II.Conclusion: Socialization with lecturing method could improve the knowledge of the 8I graders of SMP Negeri Grogol Sukoharjo, viewed from the cognitive and affective learning outcomes of students.Keywords: Cross sectional, preparation and label of Acute Respiratory Tract Infection and diarhea drugs, affective and cognitive learning improvement. ABSTRAK: Latar Belakang:Kecenderungan masyarakat membeli obat bebas, obat bebas terbatas atau obat keras yang dijual di apotek dikawatirkan akan merugikan bila tidak dilandasi pengetahuan tentang obat yang cukup. Mengantisipasi kesalahan tersebut diadakan sosialisasi sediaan serta label obat ISPA dan diare terhadap siswa kelas 8I SMP Negeri 1 Grogol Sukoharjo.Tujuan:Penelitian untuk mengetahui penggunaan sosialisasi metode ceramah dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan pengetahuan ditinjau dari hasil belajar kognitif dan afektif siswa kelas 8I.Metode:Penelitian ini merupakan Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri empat tahap, dimulai dari perencanaan tindakan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas 8I. Data diperoleh melalui wawancara tidak terstruktur, angket, dan soal kognitif. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.Hasil:Penelitian menunjukkan bahwa pemberian sosialisasi metode ceramah dapat meningkatkan; 1) hasil belajar kognitif secara klasikal dengan rata-rata ketercapaian 72% di siklus I menjadi 80% di siklus II atau dengan presentase ketuntasan kelas 71% di siklus I menjadi 100% di siklus II; 2) dapat meningkatkan hasil belajar afektif dengan presentase ketercapaian 76% di siklus I menjadi 79% di siklus II.Kesimpulan:Sosialisasi metode ceramah dapat meningkatkan pengetahuan siswa kelas 8I SMP Negeri 1 Grogol Sukoharjo ditinjau dari hasil belajar kognitif dan afektif siswa.Kata Kunci:cross sectional, sediaan serta label obat ISPA dan diare, peningkatan belajar afektif kognitif.
Analisa Pengadaan Obat Dengan Metode Analisa Abc Di Apotek Yudhistira Periode 1 September 2013 – 28 Februari 2014 Agil Wijayanti; Cipto Priyono
Indonesian Journal on Medical Science Vol 1 No 2 (2014): IJMS - 2014
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.868 KB)

Abstract

ABSTRACT: Background: Yudishthira Pharmacy is one of pharmacy  established has been supported from clinic medhis Yudishthira and responsible for providing service to patients in the clinic  medhis, therefore procurement of drugs in pharmacies Yuhistira should be analyzed completely.Objective: The research aimed to analyze the process of procurement of drugs in Yudhishthira pharmacy with ABC analysis method started from : period September 2013 - February 2014.Methods: The research were  one  type of non-experimental studied with a descriptive analysis used quantitative data. How processing data  began with the collection of drug consumption  for the period 1 September 2013 - 28 February 2014 from all kinds of recipes.Results: The results were obtained 203 kinds of medicinal items, group A total of 14 items with a value of 69.30% and absorb investment budget of Rp 63,327,681, group B were 24 items with an investment of 20.37% and absorb a budget of Rp 18 617. 414 and group C as many as 165 items with an investment of 10.33% and absorb budget of Rp 9,441,644.Conclusion: A drug’s group had been consuming the bigest budget, therefore a group of drugs should be strictly controlled, then  B drug’s group not tightly controlled drugs to than group A, while for group C would be easier controled. The Medications needed to be reduced if the budget was not sufficient funds with the aim to conserve and facilitate drug control budget.Keywords:  Drug Procurement, ABC Analysis, Pharmacy Yudhishthira ABSTRAKSI: Latar Belakang: Apotek Yudhistira merupakan apotek yang didirikan sebagai sarana penunjang dari klinik medhis Yudhistira yang bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan resep terhadap pasien di klinik medhis, oleh karena itu pengadaan obat di Apotek Yuhistira harus benar-benar dianalisa.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa proses pengadaan obat di Apotek Yudhistira dengan metode analisa ABC periode 1 September 2013 – 28 Februari 2014Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian non-eksperimental dengan analisa secara deskriptif dengan menggunakan data kuantitatif. Pemrosesan data dimulai dengan pengumpulan data konsumsi obat selama periode 1 September 2013 - 28 Februari 2014 dari semua jenis resep.Hasil: Dari hasil penelitian diperoleh 203 macam item obat, kelompok A sebanyak 14 item dengan nilai investasi 69,30% dan menyerap anggaran Rp 63.327.681, kelompok B sebanyak 24 item dengan nilai investasi 20,37% dan menyerap anggaran sebesar Rp 18.617.414 dan kelompok C sebanyak 165 item dengan nilai investasi sebesar 10,33% dan menyerap anggaran Rp 9.441.644.Kesimpulan: Obat kelompok A memakan anggaran paling besar oleh karena itu obat kelompok A harus dikendalikan dengan ketat, obat kelompok B tetap dikendalikan tapi tidak seketat obat kelompok A dan untuk obat Kelompok C lebih longgar pengendaliannya. Obat-obat yang perlu dikurangi jika anggaran dana tidak mencukupi dengan tujuan untuk menghemat anggaran dan mempermudah pengendalian obat.Kata Kunci: Pengadaan Obat, Analisa ABC, Apotek Yudhistira
Formulasi Bentuk Sediaan Krim Ekstrak Daun Sirih (Piper Betle Linn) Hasil Isolasi Metode Maserasi Etanol 90% Agung Dwi Atmoko; Anom Parmadi
Indonesian Journal on Medical Science Vol 1 No 2 (2014): IJMS - 2014
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.301 KB)

Abstract

ABSTRACT: Also called betel leaf (Piper betle Linn.) Is an Indonesian native plants that grow vines or leaning on other plants. Srih leaves contain many beneficial substances, saponins, flavonoids, tannins and essential oils contained in essential oils. These herbs are generally used to treat nose bleeds, acne, cough, sore cavities. To be more practical use in the treatment of the betel leaf extract is made in cream.         Cream has several advantages such as easy to spread evenly, practical, easy to clean or wash,how work progresses on the local network, not sticky, and can provide a sense of cool.            This type of researchisnon-experimental studies conducted laboratory by maceration method for penyarian. The yield obtained from the maceration extractionis 2.19% w/w. organoleptic of the preparation cream is yellow ish green, smell the scent of jasmine, test the acidic pH 5, the homogeneity test cream evenly dispersed and noparticles are left behind so that the cream said to be homogeneous, ie cream type M/A, spread cream no-load power after replication performed three times was 7,6 cm², the power spread cream 0.5 grams and 50 grams plus expenses after replication three times is 10,07 cm², and a power spread of cream 0.5 grams to100 grams plus expenses after replication three times is 15,01 cm², the adhesion of the preparation of cream replicated three times were 5,4 seconds, and to test the protective power is that it can provide pretty good protection. ABSTRAKSI: Daun sirih atau disebut juga (Piper Betle Linn.) merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh merambat atau bersandar pada tanaman lain. Daun Sirih mengandung banyak zat-zat yang bermanfaat, saponin, flavonoid, tanin dan minyak atsiri terkandung dalam minyak atsiri.Tumbuhan ini pada umumnya digunakan untuk mengobati hidung berdarah, jerawat, batuk, sakit gigi berlubang. Agar penggunaan dalam pengobatan lebih praktis maka ekstrak daun sirih dibuat dalam sediaan krim.Krim memiliki beberapa kelebihan seperti mudah menyebar rata, praktis, mudah dibersihkan atau dicuci, cara kerja berlangsung pada jaringan setempat, tidak lengket, dan dapat memberikan rasa dingin.            Jenis penelitian ini merupakan penelitian non experimental yang dilakukan dilaboratorium dengan metode maserasi untuk penyarian. Rendemen yang diperoleh dari hasil ekstraksi dengan maserasi adalah 3,54% b/b. Organoleptis dari sediaan cream adalah berwarna hijau kehitaman, bau aroma melati, uji pH 6 yaitu bersifat asam, uji homogenitas yaitu cream terdispersi merata dan tidak ada partikel yang tertinggal sehingga cream dikatakan homogen, tipe cream yaitu M/A, daya sebar cream tanpa beban setelah dilakukan replikasi sebanyak tiga kali adalah 7,6 cm², daya sebar cream 0,5 gram dan ditambah beban 50 gram setelah dilakukan replikasi sebanyak tiga kali adalah 10,57 cm², dan daya sebar dari cream 0,5 gram dengan ditambah beban 100 gram setelah melakukan replikasi sebanyak tiga kali adalah 15,01 cm², daya lekat dari sediaan cream dari hasil replikasi sebanyak tiga kali adalah 5,4 detik, dan untuk uji daya proteksi adalah tidak memberikan proteksi yang cukup baik. 
Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Pencegahan Kecelakaan Kerja Di Laboratorium Prodi DIII Farmasi Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo Dwi Yulita Sari; Sri Saptuti
Indonesian Journal on Medical Science Vol 1 No 2 (2014): IJMS - 2014
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.063 KB)

Abstract

ABSTRACT: Background : Implementing Occupational Health and Safety  is one of the efforts to create a workplace that is safe, healthy, thus reducing or free from workplace accidents and occupational diseases that can ultimately improve efficiency and productivity. Implementation of optimal in pharmaceutical laboratories polytechnic Bhakti Mulia Sukoharjo indispensable because laboratory activities have risk, especially if accompanied by the progress of science and technology, the risk faced by students is increasing. Objective : To determine the relationship knowledge of the behavior of the prevention of occupational accidents in the laboratory department of Pharmacy Polytechnic Diploma Bhakti Mulia Sukoharjo.Methods : This study is a quantitative Analitic Observacional study with cross sectional approach. Student population drawn from all study programs of the second semester of pharmacy ie, IV, VI totaling 103 respondents. Sample is 78 respondents, ways in which the sampling of members of the population using the Teknic Proportionate Stratified Random Sampling. Result : There is a significant relationship between knowledge of the behavior of accident prevention work in pharmaceutical laboratories polytechnic sukoharjo noble devotion with significant value is 0,013.Conclusion : There is a significant relationship between knowledge of the behavior of accident prevention work in pharmaceutical laboratories polytechnic sukoharjo noble devotion.Key word : knowledge, behavior, occupational accidents.ABSTRAKSI: Latar Belakang : Pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah salah satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, sehingga dapat mengurangi atau bebas dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. Pelaksanaan K3 secara optimal di laboratorium farmasi Poltekkes Bhakti  Mulia Sukoharjo sangat diperlukan karena kegiatan laboratorium mempunyai resiko yang sangat besar, apalagi dengan kemajuan IPTEK  resiko yang akan dihadapi mahasiswa  akan semakin meningkat.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku pencegahan kecelakaan kerja di laboratorium Prodi DIII Farmasi Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif Analitik Observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi  diambil dari semua mahasiswa prodi farmasi yaitu dari semester II,IV,VI berjumlah 103 orang responden. Sampel 78 responden, dimana teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Analisis data dengan uji prasyarat yaitu uji normalitas data dan uji linearitas, kemudian dilanjutkan dengan uji hipotesa dengan Product Moment.Hasil :Ada hubungan yang signifikan pengetahuan dengan perilaku pencegahan kecelakaan kerja di laboratorium Prodi DIII Farmasi Poltekkes Bhakti Mulia dengan nilai signifikansi 0,013.Kesimpulan :Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan kecelakaan kerja di laboratorium Prodi DIII Farmasi Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo.Kata kunci : pengetahuan, perilaku, kecelakaan kerja
Optimasi Sediaan Salep Yang Mengandung Eugenol Dari Isolasi Minyak Cengkeh (Eugenia caryophylatta Thunb.) Eka Putri Susilowati; Sri Saptuti W
Indonesian Journal on Medical Science Vol 1 No 2 (2014): IJMS - 2014
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.252 KB)

Abstract

ABSTRACT: Background : Optimization is an attempt that be made to obtain the better final result. Eugenol compound is the major component that contained in oil of cloves (Eugenia caryophylatta thunb.) with the content that can reach 70-96 %. Eugenol compound having pharmacological activity as an analgesic, muscle relaxation, anti-inflammatory, antimicrobial, antiviral, antifungal, antiseptic, antispamosdik, anti-emetics, stimulants, local anesthetic so the compound is widely used in the pharmaceutical industry.Objective: To determine the levels of appropriate active substances (eugenol) concentration  for the optimal ointment.Methods :This study was an experimental study which the study is made of two levels of ointment with 2% and 5% eugenol concentration and every concentration  is done 3x replication after the evaluation test for each of the ointment than the evaluation results of the test were analyzed using two independent test side.Result: from the analysis of organoleptic the both showed similar results except the color of the ointment for 2% is whitish yellow and 5% is amber. pH test results for all ointments showed the same value, namely 5. Homogeneity test results for all the ointments is homogeneous. The protection test results for the two concentrations is provides protection. Adhesiontest resultsforboth concentrationsthatHois acceptedwhichmeans nosignificant difference. Test resultsdispersive powerno-loadandload50gHois acceptedwhichmeans nosignificant difference, toload100gHo is rejectedwhichmeans thatthere are significant differences.Conclusion:ointmentdosagelevels ofthe active substanceeugenolat5% morethan theoptimallevelsointmentwith2% active ingredienteugenol.Keywords: eugenolointment, ointmentdosageoptimization, eugenol ABSTRAK: Latar Belakang: Optimasi merupakan usaha yang dilakukan untuk memperoleh hasil akhir yang lebih baik.Senyawa eugenol merupakan komponen utama yang terkandung dalam minyak cengkeh (Eugenia caryophylatta Thunb.) dengan kandungan dapat mencapai 70- 96%. Senyawa eugenol mempunyai aktivitas farmakologi sebagai analgesik, relaksan otot, antiinflamasi, antimikroba, antiviral, antifungal, antiseptik, antispamosdik, antiemetik, stimulan, anastetik lokal sehingga senyawa ini banyak dimanfaatkan dalam industri farmasi.Tujuan: Mengetahui kadar konsentrasi zat aktif (eugenol) yang sesuai untuk sediaan salep yang optimal.Metode: penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dimana pada penelitian ini dibuat dua sediaan salep dengan kadar 2% dan 5% dan masing-masing konsentrasi dilakukan 3x replikasi setelah itu dilakukan uji evaluasi untuk masing-masing sediaan salep lalu dari hasil uji evaluasi tersebut data dianalisis menggunakan uji t independent two side.Hasil: dari hasil analisis data untuk organoleptis dari kedua kadar menunjukkan hasil yang sama kecuali warna sediaan untuk 2% kuning keputihan untuk 5% kuning kecoklatan. Hasil uji pH untuk semua sediaan menunjukkan nilai yang sama yaitu 5. Hasil uji homogenitas untuk semua sediaan sama yaitu homogen. Hasil uji proteksi untuk kedua konsentrasi sama yaitu memberikan proteksi. Hasil uji daya lekat untuk kedua konsentrasi yaitu Ho diterima yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan. Hasil uji daya sebar tanpa beban dan beban 50g Ho diterima yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan, untuk beban 100g Ho ditolak yang berarti ada perbedaan yang signifikan.Kesimpulan: sediaan salep pada kadar zat aktif eugenol 5% lebih optimal dibandingkan salep dengan kadar zat aktif eugenol 2%.Kata kunci: salep eugenol, optimasi sediaan salep, eugenol 
Uji Daya Analgetik Infusa Daun Kersen (Muntingia Calabura) Dengan Hewan Uji Mencit Ras Swiss Ery Septyan Danugroho; Nova Rahma W
Indonesian Journal on Medical Science Vol 1 No 2 (2014): IJMS - 2014
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.721 KB)

Abstract

ABSTRACT: Background:Kersen or talok is a type of plant with small and sweet fruit. In some areas, like Jakarta, this fruit is also called cherry. Other names in some states are: datiles, aratiles, manzanitas (Philippines), mâtsâm (Vietnam); khoomsômz, takhôb (Laos); takhopfarang (Thailand); krâkhôbbarang. The scientific name is Muntingiacalabura. Kersen leaves can cure inflammation and kersen leaves boiled  can be used as headache drug and analgesic without losing consciousness Infuse is a liquid preparation made by means of extracting the sample with water at 90oC for 15 minutes. The extraction in this way produces unstable extract that can easily be contaminated by microbe and fungus; for that reason, the extract obtained from this method may not be stored more than 24 hours.Objective: to find out analgetic activity of kersen leaves using two different doses.Method: The type of research used was experimental one. The data scale used was ratio; the variables used were independent and dependent ones; the method of analyzing data was ANOVA method.Result: The result of kersen leaves infundation sample was 108% b/v. The result showed analgetic activity at doses 270 mg/kg BWand 27 mg/kg BW from three replications. Dose 270 mg/kg BW obtained mean value of 60.81% from the first, 57.59% from the second, and 56.04% from the third replications. Dose 27 mg/kg BW obtained mean value of 37.50% from the first, 35.84% from the second, and 35.83% from the third replications. The mean percentage analgetic activity of positive control with paracetamol at dose 4.5 mg/kg BW had mean value of 69.58%. The normality test using kolmogorof obtained p > 0.05, so that H0 was supported and H1 was not supported, and the data obtained was normal. The result of statistical analysis with homogeneity test using classical anova test with Levintas test was significant with p value > 0.05, so that H0 was supported and H1 and the data obtained was homogeneous. LSD at dose 270 mg/kg BW was neither different from dose 27 mg/kg BW nor from paracetamol positive control. The conclusion was obtained was that kersen leaves infundation had analgetic activity but there was no significant difference between two doses.Keywords: Analgetic Activity, Kersen leaves, Swiss Mice ABSTRAKSI: Kersen atau talok adalah nama sejenis pohon yang memiliki buah kecil dan manis. Di beberapa daerah, seperti di Jakarta, buah ini juga dinamai ceri. Nama-nama lainnya di beberapa negara adalah: datiles, aratiles, manzanitas (Filipina), mât sâm (Vietnam); khoom sômz, takhôb (Laos); takhop farang (Thailand); krâkhôb barang nama ilmiahnya adalah (Muntingia calabura).Daun kersen dapat mengobati radang dan rebusan daun kersen dapat digunakan sebagai obat sakit kepala dan sedangkan algetik atau sebagai penghilang rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran. Infusa adalah sediaan cair yang dibuat dengan cara menyari simplisia dengan air pada suhu 90­° C selama 15 menit. Penyarian dengan cara ini menghasilkan sari yang tidak stabil dan mudah tercemar oleh kuman dan kapang, oleh sebab itu sari yang diperoleh dengan cara ini tidak boleh disimpan lebih dari 24 jam.Tujuan : mengetahui daya analgetik daun krsen dengan mengunakan dua dosis berbeda.Metode:Jenis penelitian yang digunakan adalah experimental, Sekala data yang digunakan adalah rasio, Variabel yang digunakan adalah variabel independem dan dependem, Cara analisis data mengunakan metode ANOVA.Hasil: Hasil rendemen infundasi daun kersen adalah 108 % b/v. Hasil persentasi daya analgetik dosis 270 mg/kg BB dan 27 mg/kg BB dari tigakali replikasi. Dosis 270 mg/kg BB dari replikasi pertama diperoleh rata-rata 60,81 %, replikasi ke dua memiliki rata-rata 57,59 %, dan replikasi ke tiga memiliki rata-rata 56,04 %. Dosis 27 mg/kg BB dari replikasi pertama diperoleh rata-rata 37,50 %, replikasi kedua 35,84 %, replikasi ke tiga 35,83 %. Rata-rata persentase daya anal getik kontrol positif paracetamol dosis 4,5 mg/kg BB memiliki rata-rata 69,58 %. Normalitas dengan mengunakan metode komogorof  p > dari 0,05  diterima dan  ditolak dan data yang diperoleh normal. Homogenitas analisis statistik mengunakan uji anova klasik mengunakan uji levintas signifikan > 0,05  diterima dan  ditolak data yang diperoleh homogen. LSD dosis 270 mg/kg BB dengan dosis 27 mg/kg BB tidak ada perbedaan, dengan kontrop positif paracetamol memiliki perbedaan. Kesimpulan yang diperoleh adalah infundasi daun kersen memiliki aktifitas analgetik ada perbedaan signifikan dengan dua dosis.Kata kunci : Daya analgetik,Daun kersen,Mencit swiss
Uji Daya Analgetik Ekstrak Etanol Daun Seligi (Phyllanthus Buxifolius Muell .Arg) Terhadap Mencit Galur Swiss Inna Ayu Safitri; Siwi Hastut
Indonesian Journal on Medical Science Vol 1 No 2 (2014): IJMS - 2014
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.346 KB)

Abstract

ABSTRACT: Background: Seligi (Phyllanthus buxifolius Muell. Arg) is a traditional herbal plant that belived by people can be used as a drug for pain. The aim of this study is to know if Phyllanthus buxifolius Muell. Arg has the effect to reduce of pain.Objective: for understanding analgetic extract ethanol javelin leaf to the galur swiss mouse which is disscused asetat acid. Method: This experimental study. Animal used for experiment contains of  male swiss mice were divided randomly into 5 groups that consist of 5 mice each group, age 5 weeks, weight 20- 40 grams. All mice used in this experiment were adapted with standart diet for three day and were fasting for 8 hours before used. First, second and third group were treated with ethanol extract of Phyllanthus buxifolius 25 mg/20 gram BB, 50 mg/20 gram BB and 100 mg/20 gram BB dose orally. Fourth group is the negative control group was given coconut oil orally. Fifth group is the positive control group was given asetosal  1,1 mg/20 gram BB orally. After 60  minutes, all group were threated by acetic acid 0,1% injection intraperitoneally. Data is analized with normalitas test kolmogorov-smirnov, Test of Homogenety of Variances continued with ANOVA test, Least Significant Difference (LSD) by using SPSS.Results: Statistik test show normal distributed data and homogen, there is significant difference between analgetic capacity, ethanol extract of Phyllanthus buxifolius  25 mg, 50 mg, 100 mg dose.there is no significant difference between analgetic capacity percent, ethanol extract Javelin leaf  100 mg dose with asetosal dose.Conclusion: Ethanol extract of Phyllanthus buxifolius  leaf in 100 mg/ 20 gram BB dose has the same ability analgetik capacity with asetasol in 1,1 mg/ 20 gram BB dose mouse.Keywords: Analgetic Activity, seligi leaves, Swiss Mice ABSTRAKSI: Latar Belakang: Seligi  (Phyllanthus buxifolius Muell. Arg) merupakan tanaman obat tradisional yang dipercaya masyarakat dapat digunakan sebagai obat nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah daun seligi  memiliki efekmenurunkan rasa nyeri. Tujuan: untuk mengetahui daya analgetik ekstrak etanol daun seligi terhadap mencit galur swiss yang diinduksi asam asetatMetode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Digunakan hewan coba mencit swiss jantan umur 5 minggu dengan bobot 20-40 gram. Dibagi dalam 5 kelompok, masing-masing terdiri dari 5 ekor mencit. Semua kelompok diadaptasikan terlebih dahulu selama 3 hari. Sebelum digunakan semua hewan coba di puasakan selama 8 jam tidak diberi makan namun diberi minum sepuasnya kemudian dilakukan perlakuan secara peroral. Kelompok I, II, III sebagai kelompok perlakuan diberi ekstrak etanol daun seligi dengan dosis 25 mg/20 gram BB, 50 mg/20 gram BB dan 100 mg/20 gram BB. Kelompok IV sebagai kontrol negatif diberi minyak kelapa, kelompok V sebagai kontrol positif diberi 1,1 mg/20 gram BB asetosal. Setelah 60 menit kelima kelompok disuntik asam asetat 0,1% secara intraperitoneal kemudian diamati dan dihitung jumlah geliat mencit tiap 5 menit selama 60 menit. Data dianalisis dengan uji normalitas kolmogorov-smirnov, Test of  Homogeneity of Variances dilanjutkan dengan uji ANOVA, dan Least Significant Difference (LSD) dengan menggunakan SPSS.Hasil: uji statistik menunjukkan data terdistribusi normal dan homogen, ada perbedaan yang signifikan antara persen daya analgetik ekstrak etanol daun seligi dosis 25 mg, 50 mg dan 100 mg. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara persen daya analgetik ekstrak etanol daun seligi dosis 100 mg dengan dosis asetosal.Kesimpulan: Ekstrak etanol daun seligi pada dosis 100 mg/20 gram BB memiliki kemampuan daya analgetik yang sama dengan asetosal pada dosis 1,1 mg / 20 gram BB mencit.Kata kunci : Daya analgetik, Daun seligi, Mencit swiss.
Pola Pengobatan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pasien Pediatrik Rawat Inap Di RRSUD Karanganyar Bulan November 2013-Maret 2014 Mega Kusumanata; Susi Endrawati
Indonesian Journal on Medical Science Vol 1 No 2 (2014): IJMS - 2014
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.221 KB)

Abstract

ABSTRACT: Background: Acute respiratory infection is an acute infection that attracks the respiratory tract (from nose to alveoli). It includes rhinitis, sinusitis, pharingitis, laryngitis, epiglotis, tonsilitis, otitis, bronchial infection on bronchus, broncholitis and pneumonia.Objective: The result to view description on the pattern of acute respiratory infection medication of the hospitalized pediatrict patients at the Local General Hospital of karanganyar in the month November 2013-March 2014, and determine compliance with the medication management guidelines of World Health Organization (WHO): Model Formulary for Children 2010 and the Ministry of Health of the republic Indonesia: Pharmaceutical Care for Respiratory Infection Disease 2005.Method: This research used non-experiment method with the descriptif non-analytical approach. The data of the research were the medical records of the hospitalized pediatric patients at the Local general hospital of Karanganyar who suffered from the acute respiratory infection.Result: The result of the research show that of the 32 padiatrict patient suffering from the acute respiratory infection, 53% are male and 47% are female. The therapies administered to the clients are principal therapy (antibiotics) and supportive therapy (simptomatics). The evaluation on the therapies shows that 91% the therapies are right dosage and 9% are not right dosage.Conclution: In general, the pattern of the medication administered to the pediatrict patients suffering from the ARI has been appropriate with the medication management guidelines of World Health Organization (WHO): Model Formulary for Children 2010 and the Ministry of Health of the republic Indonesia: Pharmaceutical Care for Respiratory Infection Disease 2005.Keywords: Acute Respiratory Infection (ARI), pediatrict, medication and infection. ABSTRAKSI: Latar Belakang: Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) adalah infeksi akut yang menyerang saluran pernafasan (hidung sampai alveoli). Infeksi saluran nafas akut meliputi rhinitis, sinusitis, faringitis, laryngitis, epiglotis, tonsilitis, otitis, infeksi pada bronkus, alveoli, bronkhiolitis dan pneumonia.Tujuan: Penelitian ini untuk melihat gambaran pola pengobatan pada kasus iSPA pasien pediatrik rawat inap di RSUD Karanganyar pada bulan November 2013-Maret 2014, dan mengetahui kesesuaiannya dengan pedoman penatalaksanaan menurut World Health Organization (WHO): Model Formulary for Children 2010 dan Depkes RI: Pharmaceutical Care untuk penyakit Infeksi Saluran Pernafasan 2005.Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian Non Eksperimen dengan pendekatan deskriptif non analitik dan pengumpuan data retrospektif terhadap data rekam medis pasien ISPA pediatrik.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 32 kasus ISPA pediatrik, 53 % diantaranya pasien laki-laki dan sisanya 47 % perempuan. Terapi ISPA dilakukan dengan terapi pokok (antibiotik) dan terapi suportif (simptomatik). Evaluasi terapi menunjukkan bahwa 91 % tepat dosis dan 9 % tidak tepat dosis.Kesimpulan: Secara umum pola pengobatan pasien ISPA pediatrik telah sesuai dengan pedoman penatalaksanaan dari WHO: Model formulary for Children 2010 dan Depkes RI: Pharmaceutical Care untuk Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan 2005.Kata Kunci: Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), Pediatrik, Pengobatan, Infeksi.

Page 1 of 2 | Total Record : 15