cover
Contact Name
Bangkit Ary Pratama
Contact Email
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Phone
+6285326333050
Journal Mail Official
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Editorial Address
Kompleks Perkantoran Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia Jalan Raya Solo-Sukoharjo Km.09 Dukuh Ngepeng, Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah Kode Pos 57527
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS)
ISSN : -     EISSN : 26230038     DOI : https://doi.org/10.55181/ijms
Core Subject : Health, Engineering,
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS) (https://doi.org/10.55181/ijms) terbit pertama Vol. 1 No.1 Januari 2014. Setiap edisi terdiri dari kurang lebih 100 halaman, yang artikelnya disajikan dalam bahasa Indonesia, kecuali judul dan abstrak disertai dengan bahasa inggris. Mekanisme peer-reviewer dilakukan dengan cara setiap artikel yang diajukan harus direview oleh dua reviewer yang ditunjuk oleh editor. Fokus dan Lingkup : IJMS adalah jurnal terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) dibidang kesehatan. IJMS : Jurnal kesehatan diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovas ilmiah dibidang kesehatan kepada para praktisi dan akademisi di bidang kesehatan. IJMS merupakan jurnal peer reveiwer dan open acces journal yang berfokus pada kesehatan. Fokus ini meliputi daerah dan ruang lingkup yang terkait Keperawatan Kebidanan Fisioterapi Farmasi Gizi Masyarakat Kesehatan Masyarakat
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2017): IJMS-2017" : 12 Documents clear
Hubungan Antara Keergonomisan Meja Dan Kursi Dengan Kinerja Petugas Di Tempat Pendaftaran Pasien Rs Pku ‘Aisyiyah Boyolali Nabilatul Fanny APIKES Citra Medika Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 1 (2017): IJMS-2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.432 KB)

Abstract

ABSTRACT. In hospitals often part lacking registration patients obtain enough attention from the hospital because regarded only as a place of registration. Whereas in place this is occurring contact the first time between the community and hospital, both the good and bad hospital services will start from the place of registration. Size of work designed in ergonomic will attract to do a job, it will reduce the work role is to maximize security, comfort work so officers increase productivity. The purpose of research is to know the relationship between tables and chairs that ergonomics with officer performance in place of registration of patients  RS PKU ‘Aisyiyah Boyolali. The research is research explanatory reseach type. The population in this research was the table, seats and 6 officers in place of registration RS PKU ‘Aisyiyah Boyolali. The sample collection technique using a quota of sampling. Data analysis done in univariat and bivariat, with statistical tests using chi-square. The result showed that a workbench 100 % is ergonomics, 100% seat work did not ergonomics. Registration officer performance patients 66.7 % good and 33.3% is moderate. There was no contact between a workbench and chairs work ergonomics with the officer performance of the registration of hospital patients RS PKU ‘Aisyiyah Boyolali (p>α = 0.414>0.05). Keyword : Ergonomics, Chairs and Seats, Performance ABSTRAK. Pada rumah sakit seringkali bagian pendaftaran pasien kurang memperoleh perhatian yang cukup dari pihak rumah sakit karena dianggap hanya sebagai tempat pendaftaran. Padahal di tempat inilah terjadi kontak pertama kali antara masyarakat dengan rumah sakit, baik buruknya pelayanan rumah sakit akan dimulai dari tempat pendaftaran. Ukuran sarana kerja yang dirancang secara ergonomis akan lebih nyaman untuk melakukan suatu pekerjaan, dapat mengurangi beban kerja yang berperan untuk memaksimalkan keamanan, kenyamanan dan efisiensi kerja sehingga produktivitas petugas meningkat. tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara meja dan kursi yang ergonomis dengan kinerja petugas di tempat pendaftaran pasien, Rumah Sakit PKU ‘Aisyiyah Boyolali. Penelitian ini merupakan penelitian jenis explanatory reseach. Populasi dalam penelitian ini adalah meja, kursi dan 6 petugas di tempat pendaftaran Rumah Sakit PKU ‘Aisiyah Boyolali. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat, dengan uji statistik menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meja kerja 100% ergonomis, kursi kerja 100% tidak ergonomis. Kinerja petugas pendaftaran pasien 66,7% baik dan 33,3% sedang. Tidak ada hubungan antara meja kerja dan kursi kerja yang ergonomis dengan kinerja petugas di tempat pendaftaran pasien Rumah Sakit PKU ‘Aisyiyah Boyolali (p>α = 0.414>0.05). Kata kunci : Ergonomi, Meja dan Kursi, Kinerja
Evaluasi Sistem Informasi Rekam Medis Di RSUD Kota Surakarta Dalam Mendukung Rekam Kesehatan Elektronik Sri Wahyuningsih Nugraheni - APIKES Citra Medika Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 1 (2017): IJMS-2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.033 KB)

Abstract

Abstract: Management of medical records in RSUD Kota Surakarta currently supported by the SIM RS Pilar Hospital. Coordination between the relevant sections of data becomes easier. Part associated with the patient's medical record data includes registration, inpatient, outpatient, emergency, laboratory, radiology, pharmacy and cashier.SIM RS Pilar Hospital became a strength in support of an electronic medical record (RKE), but not every use of computer applications in service medically known as the RKE. This study is a qualitative research case study to evaluate the management of medical records in hospitals Surakarta using an evaluation model Health Metrics Network (HMN). The results of the evaluation of the management of medical records in RSUD Kota Surakarta in terms of input that is already inadequate resources, data sources has also been adequate, but the indicators SIM RS Pilar Hospital is not yet fully known as RKE. Evaluation in terms of the process include data management, coordination and leadership is adequate. Evaluation in terms of output includes product information, dissemination and utilization of information is adequate. Based on an evaluation in terms of input, process and output, it can be given suggestions for SIM RS Pilar Hospital support RKE is bridging withDitjen Dukcapil Kemendagri, data entered and reports issued by the system can be multimedia and system capable of displaying direct reports internally and externally without processing with Microsoft Excel.Keyword :medical record, information system, electronic, hospital  Abstrak: Pengelolaan rekam medis di RSUD Kota Surakarta saat ini didukung dengan adanya SIM RS Pilar Hospital.Koordinasi data antar bagian terkait menjadi semakin mudah. Bagian terkait dengan data rekam medis pasien meliputi pendaftaran, rawat inap, rawat jalan, gawat darurat, laboratorium, radiologi, farmasi dan kasir.SIM RS Pilar Hospital menjadi kekuatan dalam mendukung Rekam Kesehatan Elektronik (RKE), namun tidak setiap penggunaan aplikasi komputer dalam pelayanan kesehatan disebut sebagai RKE. Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif study kasus untuk mengevaluasi pengelolaan rekam medis di RSUD Kota Surakarta menggunakan model evaluasi Health Metric Network (HMN). Hasil evaluasi pengelolaan rekam medis di RSUD Kota Surakarta dari segi input yaitu sumber daya sudah memadai, sumber data juga sudah memadai, namun indikator SIM RS Pilar Hospital belum sepenuhnya disebut sebagai RKE. Evaluasi dari segi proses meliputi manajemen data, koordinasi dan kepemimpinan sudah memadai. Evaluasi dari segi output meliputi produk informasi, diseminasi dan pemanfaatan informasi sudah memadai. Berdasarkan evaluasi dari segi input, proses dan output, maka dapat diberikan saran agar SIM RS Pilar Hospital mendukung RKE yaitu bridging dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri, data yang dimasukkan dan laporan yang dikeluarkan sistem dapat bersifat multimedia serta mampu menampilkan secara langsung laporan intern dan ekstern tanpa melakukan pengolahan dengan Microsoft Excel. Kata kunci:rekam medis, sistem informasi, elektronik, rumah sakit
Pengetahuan dan Persepsi Ibu yang Menolak Pemberian Imunisasi Dasar Balita Dewi Wulandari - Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia; Meidiana Dwidiyanti Meidiana Dwidiyanti
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 1 (2017): IJMS-2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.484 KB)

Abstract

Abstract: Immunization is one of the public health response is very important because it can protect infants from various diseases. However, not all sections of society are willing to accept the immunization program, including some of the mothers in the village Godog which is also the wives of local religious figures who have considerable influence. There were 14 out of 146 children (9.59%) did not receive primary immunization in Village Tulakan Godog.This figure is feared will continue to soar beyond the limits of national targets ie 10% if not addressed immediately. The purpose of this study was to determine knowledge and perceptions of mothers on basic immunization toddlers that includes understanding, purpose, benefits, types and origin of the ingredients of the vaccine. This study used a qualitative design with a phenomenological approach conducted on 6 respondents in a way to Focuss Group Discussion (FGD) in the collection of data. The results showed that these mothers understand the basic immunization of infants as germs enter our bodies in a healthy child. Immunization useless, even harmful to the health of children. The kinds of basic immunizations that they know was immunization Hepatitis, Polio, Measles, and BCG. According to them, the diseases should not be prevented by immunization, but by consuming natural ingredients and avoid artificial chemicals. They refuse immunization because of doubt the halal vaccines.Keywords: knowledge, perception, mother, refuses, basic immunizations Abstrak: Imunisasi merupakan salah satu upaya kesehatan masyarakat yang sangat penting karena dapat melindungi balita dari berbagai macam penyakit. Namun, ternyata tidak semua lapisan masyarakat bersedia menerima program imunisasi ini dengan baik, diantaranya beberapa ibu di Desa Godog yang juga merupakan istri-istri dari tokoh-tokoh agama setempat yang memiliki pengaruh cukup besar. Terdapat 14 orang dari 146 balita  (9,59%) tidak mendapatkan imunisasi dasar di Dukuh Tulakan Desa Godog. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan dan persepsi ibu mengenai imunisasi dasar balita yang meliputi pengertian, tujuan, manfaat, jenis, dan asal bahan-bahan vaksin. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dilakukan terhadap 6 responden dengan cara melakukan Focuss Group Discussion (FGD) dalam pengumpulan datanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu-ibu tersebut memahami imunisasi dasar balita sebagai memasukkan kuman penyakit ke dalam tunuh anak yang sehat. Imunisasi tidak bermanfaat, bahkan berbahaya bagi kesehatan anak. Macam-macam imunisasi dasar yang mereka ketahui adalah imunisasi Hepatitis, Polio, Campak, dan BCG. Menurut mereka, penyakit-penyakit tidak harus dicegah dengan imunisasi, melainkan dengan mengkonsumsi bahan-bahan alami dan menghindari bahan-bahan kimia buatan. Mereka menolak imunisasi karena meragukan kehalalan vaksin. Kata kunci : pengetahuan, persepsi, ibu, menolak, imunisasi dasar 
Penatalaksanaan Pendidikan Kesehatan Diit Anemia Ibu Hamil Dengan Masalah Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang Dari Kebutuhan Tubuh Yeni Sulistyaningsih; Tutik Yuliyanti - Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 1 (2017): IJMS-2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.079 KB)

Abstract

Abstrac: Adequate prenatal nutrition is the most important environmental factors affecting the health of pregnant women and their babies purpose of this study is to describe the management of nursing health education of pregnant women with anemia diet problems nutritional imbalance is less than demand. Qualitative descriptive research with case study design, using the nursing process approach. Population: pregnant women are anemic in the area Sukoharjo, sample Ny.S .. The assessment results: 7 weeks pregnant Ny.S G1P0A0 said easily tired and weak, not knowing about the diet of pregnant women anemia, less consuming green vegetables, on gestational age 6 month stopped taking medication for blood booster always nausea, Mrs. S. high school education, BMI: 18.29, Hb: 8.7 g / dl, face and lips pale, conjunctival pallor, facial expression showed 5L, consumed 4-5 times , drink up ± 5 cups / day. Nursing problems: an imbalance in nutrition less than body requirements related to the lack of basic knowledge of nutritional anemia in pregnant mothers diet. Nursing action: assess knowledge of patients, monitoring the adequacy of intake of iron, motivate patients to change food habits, providing health education diit anemia in pregnant mothers, teaches a method for meal planning, help patients and families understand the need to adhere to the therapy program and the consequences of non-compliance, collaboration with the lab to monitor hemoglobin concentration. After the act of nursing for 4 visits in 1 month nutritional imbalance problem partially resolved. The results of research there are increased levels of Hb 9.1 g / dl and increased iron intake after administration of health education diit anemia in pregnant mothers.Keywords: anemia diet, pregnant women, nutritional imbalance Abstrak:  Nutrisi prenatal yang adekuat merupakan factor lingkungan terpenting yang mempengaruhi kesehatan wanita hamil dan bayinya Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan penatalaksanaan keperawatan pendidikan kesehatan diit anemia ibu hamil dengan masalah ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan. Jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan rancangan studi kasus, menggunakan metode pendekatan nursing process. Populasi: ibu hamil yang mengalami anemia di wilayah Sukoharjo, sampelnya Ny.S.. Hasil pengkajian: Ny.S hamil 7 minggu G1P0A0 mengatakan  mudah lelah dan lemah, belum mengetahui tentang diit anemia ibu hamil, kurang mengkonsumsi sayuran hijau, pada usia kehamilan 6 bulan berhenti mengkonsumsi obat penambah darah karena selalu mual, Ny S. pendidikan SMA, IMT: 18,29, Hb: 8,7 g/dl, wajah dan bibir pucat, konjungtiva anemis, ekspresi wajah menunjukan 5L, makan habis 4-5 kali, minum habis ±5 gelas/hari. Masalah keperawatan: ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kurang pengetahuan dasar tentang nutrisi diit anemia ibu hamil. Tindakan keperawatan: mengkaji pengetahuan pasien, memantau keadekuatan asupan zat besi, memotivasi pasien untuk mengubah kebiasaan makanan, memberi pendidikan kesehatan diit anemia ibu hamil, mengajarkan metode untuk perencanaan makan, membantu pasien dan keluarga memahami kebutuhan untuk mematuhi program terapi dan konsekuensi akibat tidak patuh, kolaborasi dengan pihak lab dalam memantau kadar Hb. Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 4 kali kunjungan dalam 1 bulan masalah ketidakseimbangan nutrisi sebagian teratasi. Hasil penelitian terdapat peningkatan kadar Hb 9,1 g/dl dan peningkatan asupan zat besi setelah pemberian pendidikan kesehatan diit anemia ibu hamil. Kata Kunci: diit anemia,  ibu hamil, ketidakseimbangan nutrisi
Hubungan Kualitas Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap Riska Rosita - APIKES Citra Medika Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 1 (2017): IJMS-2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.115 KB)

Abstract

Abstract. The community would always expect to make the services hospitals can provide satisfactory services for every users who use them. Satisfaction is one main indicator of to monitor the quality of services. Satisfaction arising based on patients fulfill hope for services provided they received. Because of that need knowledge the quality of health services hospital and the level of patient satisfaction. The purpose of this research is to analyze relations the quality of health service hospital the level of satisfaction inpatients. Design research is correlational by adopting in cross sectional. Population in this research is parents whole inpatients at the hospital PKU Aisyiyah Boyolali. Sample consist of 30 people taken with the methods purposive sampling. Data tested use chi square with independent variable is the quality of health service consisting of: (1) variable of reliability; (2) variable of responsiveness; (3) variable of assurance; (4) variable of empathy, and (5) variable of tangible. While for dependent variable is the level of patient satisfaction. The results of the research indicated a significant relation between the quality of health service and the level of patient satisfaction. Quality of health services in the hospital PKU Aisyiyah Boyolali has affected satisfaction inpatients of 94.5%, while the balance is 5.5% influenced by the other factors.Keywords: Service quality,  patient satisfaction,  health service Abstrak. Masyarakat selalu mengharapkan agar pelayanan rumah sakit dapat memberikan pelayanan yang memuaskan bagi setiap pengguna yang memanfaatkannya. Kepuasan merupakan salah satu indikator utama untuk memantau kualitas pelayanan. Kepuasan timbul berdasarkan terpenuhinya harapan pasien atas pelayanan yang diterimanya. Oleh karena itu perlunya mengetahui kualitas pelayanan kesehatan rumah sakit dan tingkat kepuasan pasien. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis hubungan kualitas pelayanan kesehatan rumah sakit dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap. Desain penelitian ini yaitu korelasional dengan menggunakan pendekatan secara cross sectional. Populasi dalam penelitian ini ialah keseluruhan orang tua pasien anak rawat inap di rumah sakit PKU Aisyiyah Boyolali. Sampel terdiri dari 30 orang yang diambil dengan metode purposive sampling. Data penelitian diuji menggunakan chi square dengan variabel bebas merupakan kualitas pelayanan kesehatan yang terdiri dari: (1) variabel kehandalan; (2) variabel daya tanggap; (3) variabel jaminan; (4) variabel empati; dan (5) variabel bukti fisik. Sedangkan untuk variabel terikatnya ialah tingkat kepuasan pasien. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien. Kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit PKU Aisyiyah Boyolali telah mempengaruhi kepuasan pasien rawat inap sebesar 94.5%, sedangkan sisanya yaitu sebesar 5.5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Kata Kunci: kualitas pelayanan, kepuasan pasien, pelayanan kesehatan
Pengaruh Riwayat Pemberian Asi Terhadap Perkembangan Anak Usia Prasekolah Di TK Kristen Imanuel Surakarta Sri Lestari; Tatik Trisnowati AKPER Insan Husada Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 1 (2017): IJMS-2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.829 KB)

Abstract

Abstract: Breast milk is the most perfect food for baby. Giving breastfeeding means giving nutrition of high nutritional value that needed for growth and development of nerve and brain, giving immunity substances  to some diseases and realize the emotional bond between mother and baby. This study is a study of the correlation (correlation study) using analytical survey method with cross-sectional (cross-sectional). Analysis shows an effect of duration of breastfeeding contributes to development of children, that is   to the social development  amounted to 59.3%,  to the development of fine motor skills of children at 41.5%, on the development of children's language to 51.9% , against gross motor development of children to 69.2%. There is a positive influence between duration of breast-feeding to the child's development, in which the child's development consists of four aspects: social personal, fine motor, language and gross motor  amounted to 78.4%. Keywords:  Breastfeeding, Child Development.  Abstrak: ASI merupakan makanan yang paling sempurna bagi bayi.Pemberian ASI berarti memberikan gizi-gizi yang bernilai gizi tinggi yang di butuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan saraf dan otak, memberikan zat-zat kekebalan terhadap beberapa penyakit dan mewujudkan ikatan emosional antara ibu dan bayinya. Penelitian ini merupakan penelitian studi korelasi (correlation stydy) dengan menggunakan metode survey analitik dengan rancangan cross-sectional (potong-lintang). Hasil analisis menunjukkan ada pengaruh lamanya pemberian ASI terhadap perkembangan anakyaitu terhadap perkembangan sosial sebesar 59.3%, terhadap perkembangan motorik halus anak sebesar 41.5%, terhadap perkembangan bahasa  sebesar  51.9%, terhadap perkembangan motorik kasar anak, sebesar  69.2%.Ada pengaruh positif antara lamanya pemberian ASI  terhadap perkembangan anak, dimana perkembangan anak terdiri dari 4 aspek yaitu personal sosial, motorik halus, bahasa, dan motorik kasar sebesar  78.4%.Kata kunci : Pemberian ASI, Perkembangan Anak
Peningkatan Motivasi Foot Care Behavior Melalui Teknik Edukasi Pada Penderita Diabetes Melitus Di Keluarga Isnani Nurhayati; Rejo - AKPER Mamba’ul ‘Ulum Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 1 (2017): IJMS-2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.222 KB)

Abstract

Abstract: WHO estimate that the total world population suffer from Diabetes Mellitus (DM) in 2030 increased by 366 million. Indonesia's largest order of 4 patients with DM prevalence of 8.6% of the total population. Complications caused by this disease (hypoglycemia, ketoacidosis, Mikroangiopati, neuropathy, retinopathy, infekasi urinary tract and the diabetic foot and peripheral nerve damage (Suyono, 2006). To prevent complications needed foot care in people with diabetes. There is motivation to do prevention by increasing motivation and knowledge for people with diabetes.The purpose of this study was knowing the difference of motivation and knowledge before and after health education about foot care behavior through education techniques. Methods used descriptive analytic study design with the design of one group pretest-posttest. The population of society who suffer from diabetes, sampling using simple random sampling. Test the hypothesis using Paired Samples Test 5% significance level. Collecting data by questionnaires. The Results showed there were significant differences of motivation before the foot care after health education with significant value <0.05 (0.000 <0.05), so the p value 0.000 <0.005. There are significant differences between the knowledge of foot care before and after health education with a significance value <0.05 (0.000 <0.05), so the p value 0.000 <0.005.Keywords: knowledge, foot care behavior motivation Abstrak: Berdasarkan data dari WHO Jumlah penduduk di dunia yang menderita Diabetes Mellitus (DM) tahun 2030 diperkirakan meningkat 366 jiwa. Indonesia menjadi urutan ke 4 terbesar penderita DM dengan prevalensi 8,6 % dari total penduduk. Komplikasi yang ditimbulkan penyakit ini salah satunya ulkus kaki diabetes serta kerusakan saraf perifer (Suyono, 2006). Pencegah komplikasi tersebut dibutuhkan perawatan kaki secara mandiri. Menumbuhkan motivasi penderita dengan teknik edukasi perawtan kaki. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa perbedaan  motivasi dan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang foot care behavior melalui teknik edukasi. Metode Penelitian yang digunakan adalah desain diskriptif analitik dengan rancangan one group pretest-post test. Populasinya masyarakat yang menderita DM,  pengambilan sampel dengan simple random sampling. Uji Hipotesa menggunakan uji Paired Samples Test . Pengumpulan data dengan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan adanya perbedaan yang signifikan motivasi perawatan kaki sebelum dengan setelah dilakukan penyuluhan kesehatan dengan nilai signifikasi < 0,05 (0,000 < 0,05), sehingga p value 0,000 < 0,005. Ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan perawatan kaki sebelum dan setelah dilakukan penyuluhan kesehatan dengan nilai signifikasi < 0,05 (0,000 < 0,05), sehingga p value 0,000 < 0,005. Kesimpulan, Adanya peningkatan motivasi responden dalam merawat kaki melalui teknik edukasiKata Kunci: Pengetahuan, Motivasi, Parawatan kaki 
Skrining dan Edukasi Gangguan Pendengaran Pada Anak Sekolah Endang Martini; Ari Probandari; Dewi Pratiwi; Sumardiyono - Universitas Sebelas Maret Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 1 (2017): IJMS-2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.74 KB)

Abstract

Abstract: Hearing problems among children should be detected early because it will influence child’s speech ability development. Unlike the other disability, hearing disability in children is not clearly visible. Hearing disabilities in children can cause problems in language learning that then lead to disorders of social ability and emotional disorders. The purpose of this study was to describe the results of the examination of ear function among school children and to educate healthy behaviors in children. The research method used a descriptive observational study. Data of hearing loss was obtained by interviews. The screening of hearing lost was performed by Ear-Nose-Throat specialists. The subjects were elementary school children grade 1 in a public elementary school at Surakarta. The findings showed 80% of the students always perform diligent ear cleaning, 80% of them used cotton bud for ear cleaning, and 88% perceived none ear disorders. About 24% and 79% of the students had ear cerumen probe in the private and public elementary school respectively. The overall screening cerumen found in the ear canal by 33% of the total number of children examined. For education, the children followed a coloring contest image "clean and healthy living behavior".Keywords: Screening, Education, Hearing, School Children Abstrak: Gangguan fungsi pendengaran pada anak perlu dideteksi sedini mungkin mengingat peranan fungsi pendengaran sangat penting dalam proses perkembangan bicara. Berbeda dengan keadaan cacat tubuh yang lain, cacat dengar pada anak tidak terlihat dengan jelas. Cacat dengar pada anak dapat menyebabkan gangguan dalam berbahasa, baik untuk menerima maupun menyampaikan pesan yang selanjutnya mengakibatkan gangguan sosialisasi dan gangguan emosional. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan hasil pemeriksaan telinga pada anak-anak sekolah dan memberikan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat pada anak-anak. Metode penelitian menggunakan jenis observasional deskriptif dengan penyajian data secara kuantitatif. Data skrining gangguan pendengaran diperoleh dengan wawancara, sedangkan penilaian kesehatan telinga dilakukan pemeriksaan serumen pada liang telinga yang dilakukan oleh dokter spesialis THT-KL. Subjek sasaran anak SD kelas 1 yang dilakukan pada satu sekolah dasar negeri dan satu sekolah dasar swasta di Surakarta. Hasil observasi menunjukkan bahwa 80% subjek rajin membersihkan telinga, alat yang digunakan untuk membersihkan telinga 80% menggunakan cotton bud, dan sebelum pemeriksaan dilakukan 88% menyatakan tidak merasa ada gangguan telinga. Hasil pemeriksaan serumen liang telinga pada anak di SD swasta ditemukan 24% ada serumen, sedangkan pada anak di SD negeri ditemukan 79% ada serumen. Sedangkan skrining secara keseluruhan ditemukan serumen pada liang telinga sebesar 33% dari total anak yang diperiksa. Untuk edukasi, anak-anak mengikuti lomba mewarnai gambar “perilaku hidup bersih dan sehat”. Kata Kunci: Skrining, Edukasi, Gangguan Pendengaran, Anak Sekolah
Pengaruh Pasteurisasi Terhadap Jumlah Koloni Bakteri pada Susu Segar dan UHT sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Liss Dyah Dewi Arini - APIKES Citra Medika Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 1 (2017): IJMS-2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.643 KB)

Abstract

Abstract: Fresh milk is milk produced from cow farm animals, such as cows, buffaloes, goats, sheep, and horses were healthy and not mixed colostrum. Ultra high temperature (UHT) milk or beverage packaging is the preservation method, mostly used on susu.Tujuan study is to compare the number of colonies of bacteria contained in the milk is pasteurized to unpasteurized milk and milk Ultra High Temperature (UHT) useful for prevention din pad public health problems. The method used is to test food samples with various dilutions then performed with a bacterial culture and then spread plate method for counting colonies used method of SPC (Standard Plate Count). Of research and calculation of the number of bacterial colonies showed that: the Observation of 24 hours observation result is the lowest amount of bacteria is pasteurized and bottled milk, non-pasteurized milk next (raw milk), while the 48 hour observation result is the lowest amount of bacteria is the packaging of milk and milk pasteurization and subsequent non pasteurized and pasteurized milk can reduce the number of bacteria or to kill bacteria in milk.Keywords: fresh milk, UHT milk, pasteurized, mantain health Abstrak: Susu segar adalah susu yang dihasilkan dari hewan ternak perahan, seperti sapi, kerbau, kambing, domba, dan kuda yang sehat dan tidak tercampur kolostrum. Ultra high temperature (UHT) atau susu kemasan adalah metode pengawetan minuman, kebanyakan digunakan pada susu.Tujuan penelitian adalah membandingkan jumlah koloni bakteri yang terdapat pada susu yang dipasteurisasi dengan susu yang tidak dipasteurisasi dan susu UHT yang berguna untuk pencegahan secara dini gangguan kesehatan pad masyarakat. Metode yang digunakan adalah menguji sampel makanan dengan berbagai pengenceran kemudian dilakukan kultur bakteri dengan metode cawan sebar kemudian untuk penghitungan koloni digunakan metode Standard Plate Count (SPC). Dari penelitian dan perhitungan jumlah koloni bakteri didapatkan hasil bahwa pada pengamatan 24 jam didapatkan hasil jumlah bakteri terendah adalah susu pasteurisasi, lalu susu kemasan, selanjutnya susu non pasteurisasi (susu mentah), sedangkan pada pengamatan 48 jam didapatkan hasil jumlah bakteri terendah adalah susu kemasan, lalu susu pasteurisasi dan selanjutnya susu non pasteurisasi dan pasteurisasi dapat menurunkan jumlah bakteri atau dapat membunuh bakteri pada susu.Kata kunci : Susu segar, susu UHT, pasteurisasi, menjaga kesehatan
Analisis Faktor-Faktor Resiko yang Berhubungan dengan Kejadian Preeklampsia-Eklampsia pada Ibu Bersalin di RSUD Kabupaten Sukoharjo Periode Tahun 2015 Tika Paramitha; Didik -; Nunuk Suryani - Universitas Sebelas Maret Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 1 (2017): IJMS-2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.33 KB)

Abstract

Abstract: In 2015, there were 101 cases of preeclampsia-eclampsia in Sukoharjo district with 10 cases of maternal mortality.The purpose of this study to analyze the risk factors for preeclampsia / eclampsia in mothers giving birth at RSUD Sukoharjo  period in 2015.Subjects and Methods: An observational study with cross sectional analytic. Population are 1177 and the sample are 110 cases of women giving birth. Sampling with purposive sampling technique. Data collection techniques to study secondary data documentation of medical records of patients. Univariate data analysis with frequency distribution, bivariate analysis using Chi-square and multivariate analysis with logistic regression analysis.Results: There was no association between gravidity, parity and residential areas with preeclampsia / eclampsia, the value of p> 0.005. There was a significant correlation between the economic status of families with preeclampsia / eclampsia with p value 0.044 <0.05; OR 2.317 (95% CI 1.023 to 5.249).Conclusion: The economic status of families is one risk factor for preeclampsia / eclampsia in mothers giving birth at RSUD Sukoharjo periode Year 2015. Early detection of complications of preeclampsia / eclampsia need more attention so early prevention efforts can running efficiently and effectively.Keywords: Risk Factors, preeclampsia / eclampsia. Abstrak: Pada tahun 2015, terdapat 101 kasus preeklampsia-eklampsia di Kabupaten Sukoharjo dengan 10 kasus kematian ibu.Salah satu rumah sakit rujukan preeklampsia/eklampsia adalah RSUD Sukoharjo. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor risiko preeklamsia / eklamsia pada ibu melahirkan di RSUD Sukoharjo pada tahun 2015. Sebuah studi observasional dengan analitik cross sectional. Populasi adalah 1177 dan sampel adalah 110 kasus ibu melahirkan. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data untuk mempelajari dokumentasi data sekunder dari rekam medis pasien. analisis data univariat dengan distribusi frekuensi, analisis bivariat menggunakan analisis Chi-square dan multivariat dengan analisis regresi logistik. Hasil analisis data tidak ada hubungan yang signifikan antara graviditas, paritas dan daerah pemukiman dengan preeklamsia / eklamsia, nilai p> 0,005. Namun, ada hubungan yang signifikan antara status ekonomi keluarga dengan preeklampsia / eklampsia dengan nilai p 0,044 <0,05; OR 2,317 (95% CI 1,023-5,249). Status ekonomi keluarga merupakan salah satu faktor risiko preeklamsia / eklamsia pada ibu melahirkan di RSUD Sukoharjo periode Tahun 2015. Deteksi dini komplikasi preeklampsia / eklampsia membutuhkan perhatian lebih sehingga upaya pencegahan dini dapat berjalan efisien dan efektif.Kata Kunci : Faktor Risiko, Preeklampsia/Eklampsia.

Page 1 of 2 | Total Record : 12