cover
Contact Name
Bangkit Ary Pratama
Contact Email
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Phone
+6285326333050
Journal Mail Official
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Editorial Address
Kompleks Perkantoran Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia Jalan Raya Solo-Sukoharjo Km.09 Dukuh Ngepeng, Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah Kode Pos 57527
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS)
ISSN : -     EISSN : 26230038     DOI : https://doi.org/10.55181/ijms
Core Subject : Health, Engineering,
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS) (https://doi.org/10.55181/ijms) terbit pertama Vol. 1 No.1 Januari 2014. Setiap edisi terdiri dari kurang lebih 100 halaman, yang artikelnya disajikan dalam bahasa Indonesia, kecuali judul dan abstrak disertai dengan bahasa inggris. Mekanisme peer-reviewer dilakukan dengan cara setiap artikel yang diajukan harus direview oleh dua reviewer yang ditunjuk oleh editor. Fokus dan Lingkup : IJMS adalah jurnal terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) dibidang kesehatan. IJMS : Jurnal kesehatan diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovas ilmiah dibidang kesehatan kepada para praktisi dan akademisi di bidang kesehatan. IJMS merupakan jurnal peer reveiwer dan open acces journal yang berfokus pada kesehatan. Fokus ini meliputi daerah dan ruang lingkup yang terkait Keperawatan Kebidanan Fisioterapi Farmasi Gizi Masyarakat Kesehatan Masyarakat
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2018): IJMS 2018" : 15 Documents clear
Efek dimethyl sulfoxide (DMSO) terhadap Karakteristik Sel Punca Limbal (SPL) Tikus Ratih Rinendyaputri; Frans Dany; Uly Alfi Nikmah - Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Balitbangkes, Kemenkes RI
Indonesian Journal on Medical Science Vol 5 No 1 (2018): IJMS 2018
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.374 KB)

Abstract

Abstact : The number of donor limbal stem cells (LSCs) is limited despite their large demand for management of LSC deficiency-related corneal opacity, requiring propagation of these cells in vitro. Production of LSCs can be done through isolation and culture of limbal tissue in vitro and cryopreservation of LSCs is utilized to maintain the availability of LSCs. Upon cryopreservation, cryoprotectants are required to protect cells from thermal injury. Dimethyl sulfoxide (DMSO) is a commonly used cryoprotectant for cryopreservation but the effect of its use on LSCs are still seldomly reported. This study aimed to determine the effect of the use of DMSO in cryopreservation of LSC. The study was conducted at the Stem Cell Laboratory, Center for Biomedical and Basic Technology of Health, NIHRD Ministry of Health. This research was performed by culturing and observation of  LSCs characteristic after cryopreservation. Meanwhile, level of LSC proliferation was determined by calculating population doubling (PD) and population doubling time (PDT) besides analyzing their gene expression using markers such as CD90 (Thy1) and Krt12. The results showed that PD and PDT in LSC control and post-cryopreservation without DMSO and cryopreservation using DMSO accordingly are 1.33 and 143.03, 150.65 and 1.15, and 1.31 and 155. Meanwhile, CD90 (Thy1) gene expression and Krt12 expression in the cryopreserved group with and without DMSO compared with their respective controls are 2.7 and 4.51, 2.55 and 1:44, respectively. In this study, DMSO for the cryopreservation did not affect at the LSC characteristics of rat.Key word : limbus stem cell, LSC, cryopreservation, dimethyl sulfoxide, DMSO Abstrak : Jumlah donor sel punca limbal (SPL) sangat terbatas padahal kebutuhannya cukup besar untuk penatalaksanaan kekeruhan kornea akibat defisiensi sel tersebut sehingga SPL perlu diperbanyak secara in vitro. Produksi SPL secara in vitro dapat dilakukan dengan melakukan isolasi dan kultur dari jaringan limbal, dan metode simpan beku atau kriopreservasi SPL digunakan untuk menjaga ketersediaan SPL. Pada saat kriopreservasi, dibutuhkan krioprotektan yang dapat melindungi sel dari kerusakan termal saat kriopreservasi. Dimethyl sulfoxide (DMSO) merupakan salah satu krioprotektan yang umum digunakan untuk kriopreservasi namun efek penggunaan pada SPL masih sangat jarang dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penggunaan DMSO pada kriopreservasi SPL. Penelitian dilakukan di Laboratorium Stem Cell Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Badan Litbangkes. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan kultur SPL tikus menggunakan metode eksplan secara in vitro pada cawan petri. Pengamatan terhadap karakteristik SPL pasca kriopreservasi dilakukan dengan pengamatan terhadap morfologi SPL secara mikroskopis dan mengetahui tingkat proliferasi SPL dengan menghitung population doubling (PD) dan population doubling time (PDT) serta menganalisis ekspresi gen CD90 (Thy1) dan Krt12 sebagai marker SPL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PD dan PDT pada SPL kontrol dan pasca kriopreservasi tanpa DMSO dan kriopreservasi dengan DMSO secara berturut-turut adalah 1.33 dan 143.03, 1.15 dan 150.65 serta 1.31 dan 155. Sedangkan tingkat ekspresi gen CD90 (Thy1) dan Krt12 SPL pada penggunaan dan tanpa DMSO dibandingkan dengan kontrol masing-masing adalah 2,7 dan 4,51 serat 2,55 dan 1,44 kali. Pada penelitian ini, DMSO tidak  mengubah  karakteristik SPL tikus. Kata kunci: sel punca limbal, SPL, kriopreservasi, dimethyl sulfoxide, DMSO
Pengaruh Aromaterapi Minyak Sereh (Cymbopogon citratus) Terhadap Pencegahan Postpartum Blues Pada Ibu Primipara Di RSUD Kabupaten Sukoharjo The Effect Of Aromatherapy Oils Of Lemongrass (Cymbopogon citratus) On Prevention Of Postpartum Blues In Primipara Defie Septiana Sari; Nova Rahma Widyaningrum - Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo
Indonesian Journal on Medical Science Vol 5 No 1 (2018): IJMS 2018
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.738 KB)

Abstract

Abstract : Puerperal (puerpurium) is a critical period for the mother and baby, which lasted for approximately 40 days. During the post partum mother and baby should get four visits during childbirth; with the aim to prevent, detect and manage complications that can occur in the mother and baby. Complications that can occur in women, one of which is a psychological complications. This psychological complications can be the mother's unwillingness to take care of her own baby during childbirth. This condition can be called postpartum blues. To prevent the occurrence of postpartum blues, early detection can be done so that no negative impact on the relationship of husband, wife, and the development of her baby. Interventions such as relaxation therapy with the use of aromatherapy oils which serves to relax or antidepressants, using aromatherapy oils from lemon grass to help mothers during childbirth primiparity on that mother feel relaxed both in body and mind. The purpose of this study, to determine the effect of aromatherapy oils of lemongrass (Cymbopogon citratus) on the prevention of postpartum blues in the mother primipara. This type of research, quasi-experimental design with pre and posttest. Sampling technique used is total sampling, with a sample of 15 mothers primiparous. Analysis of the data used is the paired t test. The results of this study show the influence of aromatherapy oils of lemongrass (Cymbopogon citratus) on the prevention of postpartum blues in the mother primipara, with ap value of 0.01 (p <0.05).Keywords: citronella oil, postpartum blues Abstrak : Masa nifas (puerpurium) merupakan masa kritis bagi ibu dan bayi yang berlangsung selama kurang lebih 40 hari. Selama masa nifas ibu dan bayi sebaiknya mendapatkan empat kali kunjungan masa nifas ; dengan tujuan untuk mencegah, mendeteksi, dan menangani komplikasi yang dapat terjadi pada ibu dan bayi. Komplikasi yang dapat terjadi pada ibu, salah satunya adalah komplikasi secara psikologis. Komplikasi psikologis ini dapat berupa ketidaksediaan ibu untuk mengurus bayinya sendiri dalam masa nifas. Kondisi ini bisa disebut postpartum blues. Untuk mencegah terjadinya postpartum blues,dapat dilakukan deteksi awal sehingga tidak berakibat buruk pada hubungan suami, istri, dan perkembangan bayinya. Intervensi terapi relaksasi seperti dengan penggunaan minyak aromaterapi yang berfungsi untuk relaksasi atau antidepresan, menggunakan minyak aromaterapi dari tanaman sereh untuk membantu ibu primipara pada masa nifas agar ibu merasa rileks baik badan maupun pikirannya. Tujuan penelitian ini,untuk mengetahui pengaruh aromaterapi minyak sereh (Cymbopogon citratus) terhadap pencegahan postpartum blues pada ibu primipara. Jenis penelitian ini, quasi experimental dengan desain pre and posttest design. Teknik sampel yang digunakan adalah total sampling, dengan jumlah sampel 15 ibu primipara. Analisa data yang digunakan yaitu uji t berpasangan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh aromaterapi minyak sereh (Cymbopogon citratus) terhadap pencegahan postpartum blues pada ibu primipara, dengan nilai p sebesar 0,01 (p<0,05).Kata Kunci : minyak sereh, postpartum blues
Hubungan Aktivitas Fisik dan Obesitas terhadap Peak Expiratory Flow pada Siswa SMAN 1 Candiroto Temanggung Jawa Tengah Angkit Kinasih; Dhanang Puspita; Naftalione Efata Kristnanda - UKSW Salatiga
Indonesian Journal on Medical Science Vol 5 No 1 (2018): IJMS 2018
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.822 KB)

Abstract

Abstract: Obesity is a world health problem caused by abnormalities or diseases by the accumulation of fat tissue in an excessive body. The maximum expiratory velocity of a person can achieve in liters per minute (L / min) or liters per second (L / sec). Body Mass Index (BMI) affects maximum expiratory velocity. A person with BMI 18.5-24.9 (normal category) has low vital pulmonary capacity compare to a person with BMI >25 (obesity category) who has vital lung capacity. Research aim was to determine the relationship between obesity and maximum expiratory velocity among students in SMA Negeri 1 Candiroto Temanggung. The study was conducted on 66 respondents aged 15-18 years. Research measurement for maximum expiratory velocity used spirometer while body mass index used weight divide to height (meters). Result showed there was a positive relationship between body mass index and maximum expiratory velocity. Majority respondents showed body mass index and maximum expiratory velocity results above average. Conclusion was daily routine physical activity affects body mass index and maximum expiratory velocity. Vital capacity of the lungs of obesity people who did daily routine physical activity had better than who did not do daily routine physical activity. Daily routine physical activity takes effect of body mass index, maximum expiratory velocity and keep healthy body.Keywords: body mass index, cardio respiration, physical activity, obesity, maximum expiratory velocity Abstrak: Obesitas merupakan masalah kesehatan dunia disebabkan suatu kelainan atau penyakit ditandaii oleh penimbunan jaringan lemak di tubuh secara berlebihan. PEF adalah kecepatan arus puncak ekspirasi maksimal yang bisa dicapai oleh seseorang, dinyatakan dalam  liter per menit (L/menit) atau liter per detik (L/detik). IMT sangat berpengaruh pada PEF dikarenakan IMT yang >25 kategori obesitas akan memiliki kapasitas vital paru-paru yang sangat rendah dibandingan yang memiliki IMT 18,5-24,9 kategori normal yang memiliki kapasitas vital paru-paru yang besar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan obesitas terhadap PEF pada siswa di SMA Negeri 1 Candiroto Temanggung. Penelitian dilakukan pada 66 partisipan siswa SMA Negeri 1 Candiroto Temanggung usia 15–18 tahun, hasil dari IMT dengan presentase BB/ TB2 (m) yang hasilnya >25 dan pengukuran PEF dengan spirometer. Peningkatan IMT dengan peningkatan fungsi paru pada pemeriksaan spirometri bahwa IMT menunjukan hubungan yang positif dengan PEF. Hasil grafik dilihat dari beberapa sampel yang IMT dan PEF tinggi diatas rata-rata. Kesimpulannya aktivitas fisik dengan rutin memengaruhi IMT dan PEF dikarenakan hasil kapasitas vital orang obesitas yang rutin melakukan aktivitas fisik akan lebih baik dibandingan yang tidak melakukan aktivitas fisik sama sekali. Rutin melakukan aktivitas fisik berpengaruh pada IMT, PEF dan menjaga tubuh tetap sehat, terjauh dari penyakitKata kunci : Aktivitas fisik, IMT, Kardiorespirasi, Obesitas, PEF.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Dismenorea dengan Sikap Menghadapi Dismenorea di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Sukoharjo The relationship between the level of knowledge of Dysmenorrhoea with the caring behavior of Junior High School student 4 Suk Suci Wulandari; Sri Setiyo Ningrum - Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo
Indonesian Journal on Medical Science Vol 5 No 1 (2018): IJMS 2018
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.209 KB)

Abstract

Abstract: Dysmenorrhoea is abdominal pain that comes from the uterine cramping and occurs during menstruation can interfere with daily activities. Behavior that indicated young women depending on their knowledge. Knowledge of dysmenorrhoea very influential towards the attitude in addressing the dysmenorrhoea. The effort faced dysmenorrhoea conducted by students are medically and non-medically. The purpose of this research is to know the relation between the level of knowledge of dysmenorrhoea with attitude faced the first middle school in the disminorea Junior High School student affairs 4 Sukoharjo. This research method using analytic survey research with cross sectional approach. The subject is a Junior High School student affairs 4 Sukoharjo class VIII as much as 99 people by using purposive sampling technique. Data analysis techniques using the test statistic Chi Square. The results showed that knowledge about the disminorea retrieved value X2 countdown (51.606) > X2 table (22.368) and the attitude of the retrieved value X2 countdown (58.727) > X2 tables (23.685), so that knowledge and attitudinal values obtained p value (0.000 < 0.05). There is a significant relationship between the level of knowledge about disminorea against the attitude of facing disminorea.Keywords: Knowledge, Attitude, Dysmenorrhoea Abstrak: Dismenorea adalah nyeri perut yang berasal dari kram rahim dan terjadi selama menstruasi yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Perilaku yang ditunjukkan remaja putri tergantung pengetahuan yang dimiliki. Pengetahuan tentang dismenorea sangat berpengaruh terhadap sikap dalam mengatasi dismenorea. Upaya menghadapi dismenorea yang dilakukan oleh siswi adalah secara medis dan non medis. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui  hubungan antara tingkat pengetahuan tentang dismenorea dengan sikap menghadapi disminorea di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Sukoharjo. Metode penelitian ini menggunakan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah siswi SMP Negeri 4 Sukoharjo Kelas VIII sebanyak 99 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan uji statistic Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan tentang disminorea diperoleh nilai X2 hitung (51,606) > X2 tabel (22,368) dan sikap diperoleh nilai X2 hitung (58,727) > X2 tabel (23,685), sehingga pengetahuan dan sikap didapatkan nilai p value (0,000 < 0,05). Ada hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan tentang disminorea terhadap sikap menghadapi disminorea.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Dismenorea
Uji Aktivitas Hipoglikemik Kombinasi Sirsak (Annona muricata) Dan Kelor (Moringa oleifera) Pada Tikus Diabetes Mellitus Yang Diinduksi Aloxan Activity test of Hypoglycemic of combination of sourson (Annona muricata) and moringa (Moringa oleifera) in Mi Hartono .; Agil Novianto - STIKES Nasional Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 5 No 1 (2018): IJMS 2018
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.16 KB)

Abstract

Abstract: Increase level of glucose can lead oxidative sress which is sign by anormaly level of free radical on the body. Research from the past, soursop and moringa extract can reduce glucose level on the single dose.The study was conducted to determine the dose of optimal from a combination of extracts ethanol leaves soursop and moringa  more effective decrease of blood glucose levels in male mice wistar strain induced alloxan as compared to the provision of a single.The test as much as 36 mouse that were divided into eight groups, namely : normal, negative (CMC-Na), positive (glibenklamid), soursop extract 100 mg/bw (S 100), moringa extract 200 mg/bw (K100), SK 75:25, SK 50:50 and SK 25:75. All the test animals, except the normal induced aloxan on the day zero, followed by the test animals of the day 1st to 14th day. The data collected in the form of blood sugar levels of serum taken on the day zero, the 7th day and the 14th day and be measured using the method of GOD-PAP and measured of glucose level and analyzed to ge % hypoglycemic level. All data then analyzed with ANOVAextrac (Analysis of Varians) with (α = 0,05). A combination of extracts soursop and moringa  extract more effectively decreasing blood glucose levels significantly (p<0,05). Both extract single or combination can reduce glucose level. Dosages of optimal from a combination of extracts soursop and moringa  extract to decrease blood glucose levels, doses SK 50:50  with the percentage of a hypoglycemic level by 36,56 %> This combination more effectively decreasing blood glucose levels compared to each  single dose.Key word: sourson, morina, diabetic mellitus, aloxan Abstrak: Kenaikan kadar gula dalam darah akan memicu terjadinya kondisi stress oksidatif yang ditandai dengan ketidakseimbangan antara jumlah radikal bebas dan antioksidan. Penelitian yang terakhir dilakukan ekstrak sirsak dan kelor efektif untuk menurunkan kadar gula dalam darah namun penelitian yang ada masih dilakukan dalam bentuk tunggalnya dan belum pernah dilakukan kombinasi antar kedua ekstrak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak sirsak dan kelor terhap kadar glukosa pada tikus yang diinduksi aloxan. Hewan uji sebanyak 36 ekor yang dibagi menjadi 6 kelompok yaitu: kelompok normal (aquadest), kontrol negatif (CMC Na 0,5 %), kontrol positif (glibenclamide dosis 1,26 mg/kgBB), ekstrak sirsak 100 mg/kg BB, ekstrak kelor dosis 200 mg/kg BB dan kombinasi I (75:25), II (50:50)dan III (25:75) dalam persen. Semua Kelompok hewan uji, kecuali kelompok normal diinduksi aloksan dosis 150mg/kgBB pada hari ke-0, dilanjutkan dengan perlakuan hewan uji dari hari ke-1 sampai hari ke-14. Dilakukan pengambilan sampel darah pada hari ke-0, 7, dan 14 untuk anallisis kadar gula darah dan selanjutnya ditentukan besar % daya hipoglikemik. Penggunaan ekstrak daun kelor dan sisrsak baik itu tunggal dan kombinasi mampu menurunkan kadar glucose darah. Aktivitashipoglikemik optimal pada kombinasi sirsak kelor 50:50 dengan aktivitas hipoglikemik 36,56 %. Kombinasi ini memeberikan hasil yang lebih bagus dibandingkan bentuk tunggalnyaKata kunci : Sirsak, Kelor, Diabetes Mellitus, aloxan
Penatalaksanaan Terapi Musik Klasik dengan Masalah Keperawatan Gangguan Penurunan Curah Jantung pada Pasien Hipertensi di RSUD Dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri EVa Eva Pratama Sari; Novi Indah Aderita - Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo
Indonesian Journal on Medical Science Vol 5 No 1 (2018): IJMS 2018
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.109 KB)

Abstract

Abstract: Health Central Java (2014) define the highest case with indications of the disease is not contagious by 2013 on a group of diseases of the heart and blood vessels essential hypertension is a disease. Hypertension meyebabkan artery aorta and large reduced his ability to accommodate the volume of blood pumped by the heart, resulting in a decrease in cheating heart. To cope with the decrease in the bulk of the heart that is by way of grant of classical music therapy. The purpose of this research is lower blood pressure in people with hypertension in the PROVINCIAL HOSPITAL of Dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. The design of this research is descriptive research using the approaches of nursing (nursing process). Research subject retrieval techniques with non probability sampling purposive. The subject of a number of 5 people who will be given a classical music therapy. The results of the study of 5 subjects found that the subjects said experiencing stress, have a history of hypertension in the family, experiencing shortness of breath, insomnia, pain in the back of the neck, feeling anxious, pounding, and anxious. Result of physical examination to research subject got result: good general condition, awareness compos mentis. The exterior is cold. Looking anxious, a strong palpable pulse. TTV: TD: 150-190 / 90-120 mmHg, N: 88-110 x / min, R: 20-22x / min, S: 36-36,7oC. CRT 2-3 seconds. The diagnosis of nursing decreased cardiac output. Intervention for decreased cardiac output is by giving classical music therapy for 20-30 minutes. After doing that action got result that the problem of decrease of cardiac output resolved on 1 subject that match with result criteria and resolved partially on 4 subject because blood pressure of research subject decreased but not in normal range. The results obtained blood pressure in the range 130-160 / 80-90 mmHg.Keywords: Hypertension, Penurunanan Heavy Heart, Classical Music Therapy                                                                                                        Abstrak: Depkes Jawa Tengah (2014) mendefinisikan kasus tertinggi dengan indikasi penyakit tidak menular tahun 2013 pada kelompok penyakit jantung dan pembuluh darah adalah penyakit hipertensi esensial. Hipertensi menyebabkan aorta dan arteri besar berkurang kemampuannya dalam mengakomodasi volume darah yang dipompa oleh jantung, mengakibatkan penurunan curang jantung. Untuk mengatasi penurunan curah jantung yaitu dengan cara pemberian terapi musik klasik. Tujuan penelitian ini menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan keperawatan (nursing process). Teknik pengambilan subjek penelitian dengan non probability sampling (purposive). Subjek penelitian sejumlah 5 orang yang akan diberi terapi musik klasik. Hasil pengkajian dari 5 subjek didapatkan bahwa subjek penelitian mengatakan mengalami stress, mempunyai riwayat hipertensi di keluarganya, mengalami sesak nafas, susah tidur, merasa nyeri pada tengkuk, merasa gelisah, berdebar, dan cemas. Hasil pemeriksaan fisik kepada subjek penelitian didapatkan hasil: keadaan umum baik, kesadaran compos mentis. Ekstermitas teraba dingin. terlihat cemas, nadi teraba kuat. TTV: TD: 150-190/90-120 mmHg, N: 88-110 x/menit, R: 20-22x/menit, S: 36-36,7oC. CRT 2-3 detik. Didapatkan diagnosis keperawatan penurunan curah jantung. Intervensi untuk penurunan curah jantung yaitu dengan pemberian terapi musik klasik selama 20-30 menit.  Setelah dilakukan tindakan tersebut didapatkan hasil bahwa masalah penurunan curah jantung teratasi pada 1 subjek yang sesuai dengan kriteria hasil dan teratasi sebagian pada 4 subjek karena tekanan darah subjek penelitian menurun tetapi tidak dalam rentang normal. Hasil penelitian didapatkan tekanan darah dalam rentang 130-160/80-90 mmHg. Kata kunci: Hipertensi, Penurunanan Curah Jantung, Terapi Musik Klasik
Hubungan Ketepatan Penulisan Terminologi Medis Diagnosis Utama Dengan Keakuratan Kode Kasus Penyakit Dalam Pasien Rawat Inap Riska Rosita; Ni’matul Wiqoyah - APIKES Citra Medika Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 5 No 1 (2018): IJMS 2018
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.432 KB)

Abstract

Abstract. The accuracy of the medical terminology can be clear and informative for support by medical practitioner in the health. The purpose of this research to know the relationship between the accuracy of the main medical terminology diagnosis with the accuracy code cases of the disease in patients. The population in this research is document medical record inpatients cases of the years 2016 totaling 2919 documents, the sample done by means of systematical random sampling as many as 100 documents. The results of the research showed the accuracy of the writing of medical terminology about 56%, accurate code were 87 %, value p=0.103 >0.05. Conclusion that can be taken no relation between the accuracy of the terminology diagnosis with medical main accuracy code cases of the disease in patients. Influence factors (1) communication between coding and doctors, (2) completeness of medical information, (3) completeness writing diagnosis , (4) workload coder, and ( 5 ) knowledge coder and doctor about ICD-10.Keywords: the accuracy of medical terminology, the accuracy of diagnosis code, diagnosis cases of a disease in Abstrak. Terminologi medis merupakan ilmu tentang istilah medis yang digunakan sebagai sarana komunikasi antar tenaga kesehatan. Penulisan terminologi medis yang benar, jelas, dan informatif dapat membantu petugas coding dalam melakukan pengkodean penyakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara ketepatan penulisan terminologi medis diagnosis utama dengan keakuratan kode kasus penyakit dalam pasien rawat inap. Desain penelitian ini yaitu korelasional dengan pendekatan secara retrospektif. Adapun populasi berupa 2919 dokumen rekam medis pasien rawat inap kasus penyakit dalam pada tribulan I-III tahun 2016, pengambilan sampel dilakukan dengan cara sistematikal random sampling sebanyak 100 dokumen. Data penelitian diuji menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukan ketepatan penulisan terminologi medis  sebanyak 56 dokumen (56%). Sedangkan kode yang akurat berjumlah 87 dokumen (87%). Hasil perhitungan data didapatkan nilai p=0.103 >0.05. Kesimpulan yang bisa diambil tidak ada hubungan antara ketepatan penulisan terminologi medis diagnosis utama dengan keakuratan kode kasus penyakit dalam pasien rawat inap. Faktor yang memempengaruhi yaitu (1) komunikasi antara petugas coding dengan dokter, (2) kelengkapan informasi medis, (3) kelengkapan penulisan diagnosis, (4) beban kerja petugas coding dan (5) pengetahuan petugas coding maupun dokter tentang ICD-10.Kata Kunci: ketepatan terminologi medis, keakuratan kode,  diagnosis penyakit dalam
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Perilaku Caring Mahasiswa Keperawatan Stikes ‘Aisyiyah Surakarta The Relationship between the Level of Knowledge with the Caring Behavior of Nursing Students STIKES 'Aisyiyah Surakarta Mulyaningsih .; Eska Dwi Prajayanti - STIKES Aisyiyah Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 5 No 1 (2018): IJMS 2018
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.307 KB)

Abstract

Abstract: Caring is a different way from humans to be present, caring, conscious and deliberate. Caring is an effort to protect, promote and preserve humanity by helping others seek meaning in pain, suffering and existence, helping others to increase knowledge and self-control. One's caring behavior is influenced by several factors such as level of knowledge, education level, gender etc. This study aims to prove the relationship between the level of knowledge with the caring behavior of nursing students STIKES 'Aisyiyah Surakarta. This research is a descriptive research. Sampling in this study using the technique of Stratified Sampling with the number of sample research of 105 respondents, research instruments using questionnaires. Bivariate analysis using chi square, and multivariate analysis using logistic regression. The results of the research there can be a significant relationship (p value: 0.000) between the level of knowledge with caring behavior of nursing students STIKES 'Aisyiyah Surakarta. The results of this study also proves that the variable level of knowledge is the most related factor to caring behavior of nursing students STIKES 'Aisyiyah Surakarta (OR = 0.166). Caring behavior of nursing students STIKES 'Aisyiyah Surakarta is dominated by good category and the most related factor is the level of knowledge.Keyword: Caring, level of knowledge Abstrak: Caring adalah cara yang berbeda dari manusia untuk hadir, penuh perhatian, sadar dan dilakukan dengan disengaja. Caring merupakan upaya melindungi, meningkatkan dan menjaga/ mengabadikan rasa kemanusiaan dengan membantu orang lain mencari arti dalam sakit, penderitaan dan keberadaannya, membantu orang lain untuk meningkatkan pengetahuan dan pengendalian diri. Perilaku caring seseorang dipengaruhi oleh bebrapa faktor seperti tingkat pengetahuan, Tingkat pendidikan, Jenis Kelamin dll. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku caring mahasiswa keperawatan STIKES ’Aisyiyah Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Stratified Sampling dengan jumlah sample penelitian 105 responden, instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa bivariat menggunakan chi square, dan analisa multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian di dapat ada hubungan yang signifikan (p value: 0.000)antara tingkat pengetahuan dengan perilaku caring mahasiswa keperawatan STIKES ‘Aisyiyah Surakarta. Hasil Penelitian ini juga membuktikan bahwa variabel tingkat pengetahuan merupakan faktor yang paling berhubungan terhadap perilaku caring mahasiswa keperawatan STIKES ‘Aisyiyah Surakarta (OR=0,166). Perilaku caring mahasiswa keperawatan STIKES ‘Aisyiyah Surakarta di dominasi oleh kategori baik dan faktor yang paling berhubungan adalah tingkat pengetahuanKata Kunci: Caring, Tingkat Pengetahuan.
Dukungan Anggota Keluarga dan Activity Of Daily Living (ADL) pada Penderita Post Stroke di Klinik Utama Graha Medika Salatiga Rosiana Eva Rayanti; Kukuh Pambuka Putra; Meldy Enggelina Nenobanu - UKSW Salatiga
Indonesian Journal on Medical Science Vol 5 No 1 (2018): IJMS 2018
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.635 KB)

Abstract

Abstract: Indonesia Basic Health Research Data shows that the number of stroke patients diagnosed by health care practitioner increased from 8.3/1000 (2007) to 12.1/1000 (2013). After the stroke, the patient experiences physical, psychological, and social weakness in a long-term recovery process. As a result, the patient becomes partially or even completely dependent on others in performing daily activities. The member of family would accompany and care for the patient during their recovery period. This study aims to identify the relationship between family support and activity of daily living (ADL) in post-stroke patients at Graha Medika Salatiga Clinic. Correlation bivariate quantitative with random sampling technique is used in this research. The sample size was determined by the slovin formula. Data were analyzed using Spearman Rank correlation test. The results showed that family support (0.005) and ADL (0.009) normality test was significant. Majority of family members' support (53.28%) and ADL post-stroke patients (67.21%) were quite good. The relationship between the two variables above is strong with a correlation value of 0.730 and the correlation coefficient interval rs value 0.60-0.80 (strong relationship). The higher the support of family members, the more fulfilled the needs of ADL in patients with post-stroke.Keywords: Activity of Daily Living (ADL), Family Membership Support, Post-Stroke Patient Abstrak: Data Riset Kesehatan Dasar menunjukkan jumlah penderita stroke yang pernah di diagnosis oleh layanan kesehatan dan gejala meningkat dari 8,3 per1000 (2007) menjadi 12,1 per1000 (2013). Setelah mengalami stroke, penderita mengalami kelemahan fisik, psikis, dan sosial dengan proses pemulihan yang membutuhkan waktu panjang. Akibatnya, penderita menjadi sebagian atau bahkan sepenuhnya ketergantungan pada orang lain dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Keluarga adalah orang yang mendampingi dan merawat penderita selama masa pemulihan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan antara dukungan keluarga dengan activity of daily living (ADL) pada penderita paska stroke di Klinik Utama Graha Medika Salatiga. Metode yang digunakan ialah kuantitaf  bivariat  kolerasi dengan teknik random sampling. Sampel ditentukan dengan rumus slovin. Data dianalisa dengan uji korelasi Spearman Rank. Hasil menunjukkan uji normalitas dukungan keluarga (0,005)  dan ADL (0,009) adalah signifikan. Mayoritas dukungan anggota keluarga (53,28%) dan ADL penderita paska stroke ialah (67,21%) adalah cukup baik. Hubungan antara kedua variabel di atas ialah kuat dengan nilai korelasi 0,730 dengan interval koofisien korelasi nilai rs 0,60-0,80 (hubungan kuat). Semakin tinggi dukungan anggota keluarga, maka semakin terpenuhi kebutuhan ADL pada penderita paska stroke.Kata kunci : Dukungan Anggota Keluarga,  Activity of Daily Living (ADL), Penderita Paska Stroke
Uji Efek Tonikum Ekstrak Etanol Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) terhadap Mencit dengan Metode Natatory Exhaustion Hanifah Miftah Mafitri; Anom Parmadi - Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo
Indonesian Journal on Medical Science Vol 5 No 1 (2018): IJMS 2018
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.696 KB)

Abstract

Abstract : The use of chemical medicine as a tonic in the society was increased, so it was necessary to research on the use of natural ingredients which had a small amount of effect. Pandan wangi leaf (Pandanus amaryllifolius Roxb) was a herbaceous plant that has properties such as dyes, flavour, tonic, and appetite enhancer. The contain of chemicals pandan wangi leaf were alkaloids, flavonoids, polyphenols, and tannins. These study aimed to examine the effects of tonics and determine the optimum dose of the extract gave a tonic effect EDPW. The test conducted tonic effect to male mice Swiss by using Natatory exhaustion method. Giving oral treatment were did by divided into five treatment groups namely VCO 0,5 ml/g, caffeine 13 mg/kg, with variations EDPW extract dose of 300 mg/kg, 600 mg/kg, and 1200 mg/kg. The results showed that the extract EDPW with variations in dose of 300 mg/kg, 600 mg/kg, and 1200 mg/kg has a tonic effect (35,71 ± 5,05) %, (71,42 ± 5,05) % and (114,28 ± 5,05) %. The resulting value was the test statistic One way ANOVA with Post Hoc Test namely LSD at the highest dose of the extract EDPW 1200 mg/kg caffeine has a significant value of p > 0,05 is 0,155. These means that of extract EDPW dose of 1200 mg/kg was the most optimum dose provides a tonic effect because it had a value nearly equal to caffeine as a comparison. So, the results of the study EDPW extract these study could be developed to create a stamina stimulus because it potentially had a tonic effect.Keywords : Pandanus amaryllifolius, Tonic effect, Mice, Natatory exhaustion. Abstrak : Penggunaan obat kimia sebagai tonikum di masyarakat semakin meningkat, sehingga hal ini perlu adanya penelitian terhadap penggunaan bahan alam dengan efek samping ringan. Daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb) merupakan tanaman perdu yang memiliki khasiat diantaranya sebagai pewarna, pengaroma, tonikum, dan penambah nafsu makan. Kandungan kimia daun pandan wangi yaitu alkaloid, flavonoid, polifenol, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk menguji adanya efek tonikum dan menentukan dosis yang paling optimum memberikan efek tonikum dari ekstrak EDPW. Pengujian efek tonikum dilakukan terhadap mencit jantan galur Swiss dengan menggunakan metode Natatory exhaustion. Pemberian perlakuan dilakukan secara peroral dengan dibagi menjadi lima kelompok perlakuan yaitu VCO 0,5 ml/g, kafein 13 mg/kg BB, ekstrak EDPW dengan variasi dosis  300 mg/kg BB, 600 mg/kg BB, dan 1200 mg/kg BB. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak EDPW dengan variasi dosis 300 mg/kg BB, 600 mg/kg BB, dan 1200 mg/kg BB memiliki efek tonikum berturut-turut yaitu sebesar (35,71 ± 5,05)%, (71,42 ± 5,05)%, dan (114,28 ± 5,05)%. Nilai hasil statistik uji One way ANOVA dengan Post Hoc Test yaitu LSD pada dosis tertinggi ekstrak EDPW 1200 mg/kg BB dengan kafein memiliki nilai signifikansi p > 0,05 adalah 0,155. Hal ini berarti bahwa ekstrak EDPW dosis 1200 mg/kg BB merupakan dosis yang paling optimum memberikan efek tonikum karena memiliki nilai yang hampir sama dengan kafein sebagai pembanding. Sehingga hasil dari penelitian ekstrak EDPW ini dapat dikembangkan sebagai obat baru penambah stamina karena berpotensi memiliki efek tonikum.Kata kunci : Pandanus amaryllifolius, Efek tonikum, Mencit, Natatory exhaustion.

Page 1 of 2 | Total Record : 15