cover
Contact Name
Bangkit Ary Pratama
Contact Email
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Phone
+6285326333050
Journal Mail Official
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Editorial Address
Kompleks Perkantoran Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia Jalan Raya Solo-Sukoharjo Km.09 Dukuh Ngepeng, Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah Kode Pos 57527
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS)
ISSN : -     EISSN : 26230038     DOI : https://doi.org/10.55181/ijms
Core Subject : Health, Engineering,
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS) (https://doi.org/10.55181/ijms) terbit pertama Vol. 1 No.1 Januari 2014. Setiap edisi terdiri dari kurang lebih 100 halaman, yang artikelnya disajikan dalam bahasa Indonesia, kecuali judul dan abstrak disertai dengan bahasa inggris. Mekanisme peer-reviewer dilakukan dengan cara setiap artikel yang diajukan harus direview oleh dua reviewer yang ditunjuk oleh editor. Fokus dan Lingkup : IJMS adalah jurnal terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) dibidang kesehatan. IJMS : Jurnal kesehatan diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovas ilmiah dibidang kesehatan kepada para praktisi dan akademisi di bidang kesehatan. IJMS merupakan jurnal peer reveiwer dan open acces journal yang berfokus pada kesehatan. Fokus ini meliputi daerah dan ruang lingkup yang terkait Keperawatan Kebidanan Fisioterapi Farmasi Gizi Masyarakat Kesehatan Masyarakat
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2020): IJMS 2020" : 15 Documents clear
Tingkat Pengetahuan Wanita Usia Subur Tentang Kesehatan Reproduksi Di Desa Rejoso Klaten Ajeng Novita Sari - Politeknik Santo Paulus Surakarta; Lilik Hanifah - Stikes Mambaul Ulum Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 7 No 1 (2020): IJMS 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.824 KB)

Abstract

Abstract: Reproductive health according to the WHO definition is a state of physical, mental, whole well-being, not solely free from disease or disability in all matters relating to the reproductive system and its functions and processes. The level of education that has not been evenly distributed and is still low causes the information received about the reproductive health of sting to be limited. An increased level of education can increase self-confidence, insight and the ability to play a good role for yourself and the family associated with reproductive health. The purpose of this study was to determine the level of knowledge of fertile-age woman about reproductive health. This research is a descriptive study with cross sectional approach. The research sample was 30 women of childbearing age in the Rejoso district Area using purposive sampling technique. Data collection techniques using questionnaires and checklists. Data analysis techniques using frequency distribution. The results showed that the level of respondents' knowledge about reproductive health based on the age characteristics of the majority of respondents had enough categories namely as many as 11 respondents (64.8%), at the age of 21-25 years, the level of knowledge of respondents based on the characteristics of the majority of education in the category of less namely the level of education Senior High School as many as 4 respondents (66.6%). The level of knowledge of respondents based on the characteristics of parity that has a good category that is 4 respondents (57, 2%) have parity 1.Keywords: Reproduction health, fertile-age woman Abstrak: Kesehatan reproduksi menurut definisi WHO adalah suatu keadaan sejahtera fisik , mental, utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi serta fungsi dan proses-prosesnya. Tingkat pendidikan yang belum merata dan masih rendah menyebabkan informasi yang di terima tentang kesehatan reproduksi sengat terbatas. Tingkat pendidikan yang meningkat dapat meningkatkan rasa percaya diri, wawasan dan kemampuan untuk berperan yang baik bagi diri sendiri maupun keluasrga yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan wanita usia subur tentang kesehatan reproduksi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah wanita usia subur di wilayah Desa Rejoso Klaten sebanyak 30 orang dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan checklist. Teknik analisis data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden tentang kesehatan reproduksi berdasarkan karakteristik umur mayoritas responden memiliki kategori cukup yakni sebanyak 11 responden (64,8%), pada umur 21-25 tahun, tingkat pengetahuan responden berdasarkan karakteristik tingkat pendidikan mayoritas dalam kategori kurang yakni tingkat pendidikan SMA sebanyak 4 responden (66,6%). Tingkat pengetahuan responden berdasarkan karakteristik paritas yang memiliki kategori baik yakni 4 responden (57, 2%) memiliki paritas 1.Kata kunci :  kesehatan reproduksi, wanita usia subur
Deteksi Clamydia trachomatis (CT) dan Neisseria gonorrhoeae (NG) pada Kelompok Berisiko Tinggi di Beberapa Provinsi di Indonesia Menggunakan Cobas 4800 CT NG Test Khariri Khariri; Novi Amalia; Sundari Nursofiah; Faika Rachmawati; Fauzul Muna; Yuni Rukminiati - Badan Litbangkes, Kemenkes RI
Indonesian Journal on Medical Science Vol 7 No 1 (2020): IJMS 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.417 KB)

Abstract

Abstract : Two types of sexually transmitted infections (STIs) that are very popular are infections of Chlamydia trachomatis (CT) and Neisseria gonorrhoeae (NG) which have the highest prevalence with the highest incidence in South Asia and Southeast Asia. STIs can be accompanied by clinical or asymptomatic symptoms. CT is an STI that can cause urethritis, cervicitis, endometritis, salpingitis, perihepitis, epididymitis, and lymphogranuloma venerium. NG infection generally attacks the vagina, uterus, penis, urethra, rectum, and sometimes attacks the throat. Risk groups such as women sex workers (WPS) transvestites and men who have sex with men (MSM) have a high risk of contracting STIs. An examination is carried out to detect the presence of CT and NG infections in a population of adult men and women who are at high risk of contracting STI diseases such as women sex workers (WPS), transvestites and men who have sex with men (MSM). Detection was carried out using real-time polymerase chain reaction (PCR) method using Cobas 4800 CT NG Test. The highest proportion of positive CT results were Riau Islands, Maluku and Lampung. The three provinces that have the highest proportion with positive NG are Maluku, DKI Jakarta and Lampung. While the three provinces with the highest proportion and positive CT and NG (CT-NG) also include Maluku, DKI Jakarta and Lampung. CT and NG detection in adult male and female population who are at high risk of contracting STI disease using multiplex real-time polymerase chain reaction (PCR) method with Cobas 4800 CT NG Test tool is a very efficient alternative.Key words : STI, Chlamydia trachomatis, Neisseria gonorrhoeae, Cobas 4800 CT NG Test  Abstrak : Dua jenis infeksi menular seksual (IMS) yang sangat populer adalah infeksi Chlamydia trachomatis (CT) dan Neisseria gonorrhoeae (NG) yang mempunyai  prevalensi yang tertinggi dengan kejadian terbanyak di Asia Selatan dan Asia Tenggara. IMS dapat disertai dengan gejala klinis ataupun asimptomatis. CT merupakan IMS yang dapat meyebabkan uretritis, servisitis, endometritis, salpingitis, perihepitis, epididimitis, dan limfogranuloma venerium. Infeksi NG umumnya menyerang vagina, rahim, penis, uretra, rektum, dan terkadang juga menyerang tenggorokan. Kelompok berisiko seperti wanita penjaja seks (WPS), waria dan lelaki seks dengan lelaki (LSL) mempunyai risiko yang tinggi dapat tertular IMS. Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi adanya infeksi CT dan NG pada populasi pria dan wanita dewasa yang berisiko tinggi tertular penyakit IMS seperti wanita penjaja seks (WPS), waria dan lelaki seks dengan lelaki (LSL) menggunakan Cobas 4800 CT NG Test di beberapa provinsi di Indonesia. Deteksi dilakukan dengan metode  real time polymerase chain reaction (PCR) menggunakan alat dan kit Cobas 4800 CT NG Test.( (Roche Molecular Systems, Inc., Branchburg,  USA?). Proporsi tertinggi hasil pemeriksaan dengan CT positif adalah Kepulauan Riau, Maluku dan Lampung. Tiga provinsi yang memiliki proporsi tertinggi dengan NG positif adalah Maluku, DKI Jakarta dan Lampung. Sementara tiga provinsi dengan proporsi tertinggi dan positif CT dan NG (CT-NG) juga meliputi Maluku, DKI Jakarta dan Lampung. Deteksi CT dan NG pada populasi pria dan wanita dewasa yang berisiko tinggi tertular penyakit IMS menggunakan metode real-time polymerase chain reaction (PCR) multipleks dengan alat Cobas 4800 CT NG Test menjadi alternatif yang sangat efisien.Kata kunci : IMS, Chlamydia trachomatis, Neisseria gonorrhoeae, Cobas 4800 CT NG Test
Pengaruh Insomnia Terhadap Pikun/Demensia Pada Lanjut Usia Tutik Yuliyanti; Sri Dayaningsih - Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 7 No 1 (2020): IJMS 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.687 KB)

Abstract

Abstract: Elderly at high risk of experiencing sleep disorders due to age-related pathological and physiological processes that cause changes in sleep patterns, one of which is insomnia. The process of dementia can begin in the fifties or earlier. The purpose of this study is to analyze the effect of insomnia on dementia / senile dementia in the region of Sukoharjo Regency. Subject and Method: This type of correlative descriptive study uses a cross sectional study design. The sampling technique used was puposive sampling with a sample of 29 elderly. The data analysis technique used is a simple linear regression test. Results: Analysis of the SPMSQ measurement: insomnia had a negative effect on dementia, every 1% of insomnia scores would increase by-.446 dementia / senile scores (b <0.01, CI95% <0.00-0.00) the effect of insomnia on dementia by 45 , 8% and statistically significant (p <0.001). Results of analysis with MMSE measurement tools: insomnia has a negative effect on dementia / senility, every 1% decrease in insomnia score will increase by-.778 dementia / senility score (b <0.01, 95% CI, <0.001-0.01), effect of insomnia on senility by 30.7% and statistically significant (p <0.001).Conclusion: Insomnia affects dementia / senility.Keywords: insomnia, dementia, elderly  Abstrak:Lansia beresiko tinggi mengalami gangguan tidur akibat faktor proses patologis dan fisiologis terkait usia yang menyebabkan perubahan pola tidur salah satunya insomnia. Proses demensia dapat dimulai pada usia lima puluhan atau lebih dini. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh insomnia terhadap demensia/pikun pada lansia di wilayah Kabupaten Sukoharjo. Subyek dan Metode : Jenis penelitian deskriptif korelatif menggunakan  rancangan penelitian cross sectional. Teknik sampling yang digunakan puposive sampling dengan sampel 29 lansia. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji regresi liner sederhana.Hasil :Hasil analisis dengan alat ukur SPMSQ: insomnia berpengaruh negative terhadap demensi/pikun, setiap 1% skor insomnia akan meningkatkan sebesar-.446 skor demensia/pikun (b<0.01,CI95% <0.00-0.00) pengaruh insomnia terhadap demensia sebesar 45,8% dan secara statistic signifikan (p<0.001). Hasil analisis dengan alat ukur MMSE: insomnia berpengaruh negative terhadap demensia/pikun, setiap penurunan 1% skor insomnia akan meningkatkan sebesar-.778 skor demensia/pikun (b<0.01, CI 95%, <0.001-0.01), pengaruh insomnia terhadap pikun sebesar 30,7% dan secara statistic signifikan (p<0.001).Simpulan :Insomnia berpengaruh terhadap demensia/pikun.Kata Kunci : insomnia, pikun, lansia.
Efektifitas Pendidikan Kesehatan Media Audio Visual (Video) Dan Demonstrasi Terhadap Ketrampilan Praktik Sadari Sri Hartutik; Alfrista Dian Pradani - STIKES ‘Aisyiyah Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 7 No 1 (2020): IJMS 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.313 KB)

Abstract

Abstract: Breast cancer is a cancer with the highest percentage of new cases that amounted to 43.3% and the percentage of deaths due to breast by 12.9%. Based on data obtained from the Surakarta City Health Office breast cancer patients in the city of Surakarta about 9,320 people. Breast self-examination is one of the breast cancer prevention.  Health education has various media and method one of them is by method of demonstration and video media. This research is to Knowing the effectiveness of health education with audio visual method (Video) and demonstration to the ability of breast self-examination practice (SADARI) on student SMK Batik 2 Surakarta.This research using methode Quasy Experiment Design research with Pre-Post Test With Control Group design. The subject is 60 female students in SMK Batik 2 Surakarta. The result of bivariate test using Wilcoxon test proves that there is significant influence of the ability of breast self-examination practice after being given demonstration method with Pvalue; 0.000 <0.05 and proved to have a significant effect on the ability of breast self-examination practice after being given video with Pvalue; 0,000 <0.05. While Mann Whitney U test proves there is a difference in the effectiveness of the ability of own breast self-examination practices on students after vocational education was given a demonstration and video health with value Pvalue; 0.001 <0.005. There is influence of health education effectiveness by demonstration method and audio visual media (video) to SADARI practice skill in SMK Batik 2 SurakartaKeywords: Health Education,Video,Demonstration,Breast self examination practice Abstrak: Kanker payudara merupakan penyakit kanker dengan persentase kasus baru tertinggi  sebesar 43,3 % Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Surakarta penderita kanker payudara di Kota Surakarta sekitar 9.320 orang. Pendidikan kesehatan mempunyai berbagai media dan metode salah satunya ialah dengan metode demonstrasi dan media video. Penelitian ini untuk Mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan dengan metode audio visual (Video) dan demonstrasi terhadap kemampuan praktek SADARI pada siswi SMK Batik 2 Surakarta. Penelitian ini dengan metode Quasy Eksperiment Design dengan rancangan Pre-Post Test With Control Group. Subjeknya yaitu 60 siswi di SMK Batik 2 Surakarta. Hasil uji bivariat menggunakan uji Wilcoxon  ada pengaruh kemampuan praktik pemeriksaan payudara sendiri setelah diberikan metode demonstrasi dengan Pvalue;0,000<0,05 dan ada pengaruh signifikan kemampuan praktik pemeriksaan payudara sendiri setelah diberikan video dengan Pvalue;0,001<0,05.  Uji Mann Whitney U test ada perbedaan efektifitas kemampuan praktik pemeriksaan payudara sendiri yang signifikan  pada siswi SMK sesudah diberi pendidikan kesehatan demonstrasi dan video dengan nilai Pvalue;0,003<0,05. Ada pengaruh efektifitas pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi dan media audio visual (video) terhadap ketrampilan praktik SADARI di SMK Batik 2 SurakartaKata Kunci : Pendidikan Kesehatan,Video,Demonstrasi,Sadari
Pemanfaatan Teknik Relaksasi Massase Punggung Dalam Penurunan Nyeri Pada Asuhan Keperawatan Pasien Hipertensi Amelia Rifki Sumadi; Siti Sarifah; Yuli Widyastuti - STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 7 No 1 (2020): IJMS 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.898 KB)

Abstract

Abstract: Hypertension is an increase in systolic blood pressure of more than 140 mmHg and diastolic blood pressure of more than 90 mmHg. Pain is a condition of unpleasant feelings that are very subjective. Back massase technique is one of the non-pharmacological pain management methods that nurses can provide to patients with nursing diagnoses of acute pain. The purpose of the case study is to compose a resume of nursing care with hypertensive patients and identify the benefits of back massase to reduce headache in hypertensive patients. The method used is descriptive research method with case study design through the nursing assessment process, determining nursing diagnoses, planning, implementing and evaluating nursing. Researchers collected client data using interview, measurement, and documentation methods. This case study instrument uses the format of nursing assessment, nursing kit, baby oil, NRS pain scale, SOP massase. The results of the non-pharmacological nursing technique of back massase given to the three patients were carried out 2 times a day for 3 days, it was found that the results of headache in patients with hypertension can be reduced from a scale of 4-6 to 1-2. The conclusion is the back massase relaxation technique beneficial for reducing headaches in hypertensive patients.Key word : Hypertension, Pain, Back Massase Abstrak: Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Nyeri adalah kondisi perasaan yang tidak menyenangkan yang sifatnya sangat subjektif. Teknik massase punggung merupakan salah satu metode manajemen nyeri non-farmakologi yang dapat perawat berikan terhadap pasien dengan diagnosa keperawatan nyeri akut. Tujuan studi kasus menyusun resume asuhan keperawatan dengan pasien hipertensi dan mengidentifikasi manfaat  massase punggung untuk menurunkan nyeri kepala pada pasien hipertensi. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian diskriptif dengan  desain studi kasus melalui proses keperawatan pengkajian, menentukan diagnosa keperawatan, menyusun perencanaan, implementasi sampai evaluasi keperawatan. Peneliti mengumpulkan data-data klien menggunakan metode wawancara, pengukuran, dokumentasi. Instrument studi kasus ini dengan menggunakan  format pengkajian keperawatan, nursing kit, baby oil, skala nyeri NRS, SOP massase. Hasil dari tindakan keperawatan teknik non-farmakologi massase punggung yang diberikan kepada ketiga pasien dilakukan sebanyak 2 kali dalam sehari selama 3 hari, didapatkan hasil nyeri kepala pada pasien dengan hipertensi dapat berkurang dari skala 4 – 6 menjadi 1 – 2. Kesimpulannya teknik relaksasi massase punggung bermanfaat untuk  mengurangi nyeri kepala pada pasien hipertensi.Kata kunci: hipertensi, nyeri, massase punggung
Implementasi Penghapusan Data Otomatis Untuk Data Retensi Pada Aplikasi Rekam Medis Doddy Satrya Perbawa - 1Universitas Bina Sarana Informatika; Erna Zakiyah - Poltekkes Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 7 No 1 (2020): IJMS 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.44 KB)

Abstract

Abstract : The software is very broad in its use, one of which is data processing. In processing data, the benefits have been very much applied in various fields, one of which is in the medical record. The medical record is a document that contains the patient's identity, examinations, actions, treatment and other services to patients who are in health care. From the above understanding, it can be concluded that patient data can be used as track record of patients in performing health care actions. According to PERMENKES no. 269 / MENKES / PER / III / 2008 referred to from the medical record is a file containing records and documents including the patient's identity, examination results, treatment that has been given, as well as other actions and services that have been given to the patient. In the medical records, it is necessary to retain or shrink the medical record data periodically every 5 years. The purpose of retention is to update the medical record data of patients who are still active. However, with retention every 5 years, it is necessary to search for old data to be depreciated. Therefore there are often obstacles in the shrinking of medical record data every 5 years, this can be due to the large amount of medical record data to thousands of data.Keyword : Retention, shrinkage, software Abstrak : Perangkat lunak sudah sangat luas dalam pemanfaatannya, salah satunya adalah pengolahan data. Dalam pengolahan data sudah sangat banyak manfaatnya diterapkan diberbagai bidang, salah satunya adalah dalam rekam medis. Rekam medis merupakan dokumen yang berisikan dari mulai identitas pasien, pemeriksaan, tindakan, pengobatan dan layanan lain kepada pasien yang sedang berada dalam pelayanan kesehatan.  Dari pengertian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa data pasien dapat digunakan sebagai data rekam jejak pasien dalam melakukan tindakan pelayanan kesehatan. Menurut PERMENKES no. 269/MENKES/PER /III/2008 yang dimaksud dari rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen antara lain identitas pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan yang telah diberikan, serta tindakan dan pelyanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Dalam catatan rekam medis perlu dilakukan retensi atau penyusutan data rekam medis dengan berkala setiap 5 tahun. Tujuan dari retensi adalah untuk pemutahiran data rekam medis pasien yang masih aktif. Namun dengan dilakukan retensi setiap 5 tahun maka perlu proses pencarian data lama yang akan dilakukan untuk penyusutan. Maka dari itu sering terjadi kendala dalam penyusutan data rekam medis setiap 5 tahun, hal ini bisa disebabkan karena jumlah data rekam medis yang sangat banyak hingga ribuan data.
Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Terjadinya Preeklamsia Pada Ibu Di Kabupaten Sukoharjo Erna Zakiyah - Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 7 No 1 (2020): IJMS 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.176 KB)

Abstract

Abstract : Preeclampsia is a multi-system disorder with complex etiology that specifically occurs during pregnancy. Based on the Sukoharjo District Health Office report, that from January to September 2016 12 people were killed due to preeclampsia (33.33%), heart disease (33.33%), bleeding (25%) and neurological disease (8, 33%). Physical activity is any activity or activity that causes an increase in energy by the body beyond resting energy. During physical activity, muscles need energy outside of metabolism to move. The amount of energy needed depends on how heavy the work is done. This study aims to determine the relationship between physical activity and the occurrence of preeclampsia in mothers in Sukoharjo Regency. This study was an observational analytic study with a case control design with a sample of 90 people. Data processing by bivariate analysis using chi-square. Chi square test results showed that the value of p = 0.006 and the value of OR = 4.3 at 95% CI = 1.6-11.7 so that it was proven that physical activity is a risk factor for the incidence of preeclampsia in mothers in Sukoharjo Regency. Keyword : Physical activity, Preeclampsia Abstrak : Preeklamsia adalah gangguan multi sistem dengan etiologi kompleks yang khusus terjadi selama kehamilan. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, bahwa dari bulan Januari hingga September tahun 2016 tercacat 12 orang ibu  meninggal yang disebabkan oleh Preeklamsia (33,33%), jantung (33,33%), perdarahan (25%) dan penyakit syaraf (8,33%).Aktivitas fisik adalah segala kegiatan atau aktivitas yang menyebabkan peningkatan energi oleh tubuh melampaui energi istirahat. Selama aktivitas fisik, otot memerlukan energi di luar metabolisme untuk bergerak. Banyaknya energi yang diperlukan bergantung pada seberapa berat pekerjaan yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan terjadinya preeklamsia pada ibu di Kabupaten Sukoharjo.             Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain kasus kontrol dengan jumlah sampel 90 orang. Pengolahan data dengan analisis bivariat menggunakan chi-square. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa nilai p=0,006 dan nilai OR=4,3 pada 95%CI=1,6-11,7 sehingga terbukti bahwa aktivitas fisik merupakan faktor risiko kejadian preeklamsia pada ibu di Kabupaten Sukoharjo.Kata kunci : Aktivitas Fisik, Preeklamsia
Hubungan Cara Konsumsi Tablet Fe Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di PMB Rahma Prananindita Surakarta Ratih Prananingrum - ITS PKU Muhammadiyah Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 7 No 1 (2020): IJMS 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.343 KB)

Abstract

Abstract: The prevalence of anemia among pregnant women in Indonesia in 2017 ranged from 20-80%. Impact caused by anemia include prematurus parturition, low birth weight, decreased immune status, the possibility of a physiological disorder and infant growth and development. The purpose of this study to know the relationship of how to consumption Fe tablet with events anemia in pregnant women. Research design used correlation study with cross sectional, population in this study were pregnant women TM III who had antenatal care in PMB Rahma Prananindita, SST di Pajang, Laweyan, Surakarta. Sample of 40 respondents with total sampling technique. Data collection tool use a checklist. Analysis used chi square. The results showed that majority of how to consumption Fe tablet is right (55,0%). The majority of pregnant women did not events anemia (52,5%).  There is relationship of how to consumption Fe tablet with events anemia in pregnant women with p value 0,005 < 0,05. Conclusion there is a relationship of how to consumption Fe tablet with events anemia in pregnant women. Keyword: how to consumption Fe pils, anemia, pregnant Abstrak: Prevalensi anemia pada wanita hamil di Indonesia tahun 2017 berkisar 20-80%. Dampak yang ditimbulkan akibat anemia antara lain partus prematurus, berat badan lahir rendah, penurunan status imun, kemungkinan gangguan fisiologis dan tumbuh kembang bayi. Penelitian ini bertujuan untuk hubungan cara konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Desain penelitian ini adalah studi korelasi dengan pendekatan cross sectional, Populasi dalam penelitian ini Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil TM III yang melakukan pemeriksaan kehamilan di PMB Rahma Prananindita, SST di Pajang, Laweyan, Surakarta. Sampel sebanyak 40 responden dengan teknik total sampling. Alat pengumpulan data menggunakan lembar checklist. Teknik analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas  cara konsumsi tablet Fe ibu hamil adalah benar (55,0%). Mayoritas ibu hamil tidak mengalami anemia (52,5%). Ada hubungan cara konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil dengan nilai  p value 0,005 < 0,05. Kesimpulan ada hubungan cara konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamilKata Kunci : cara konsumsi tablet Fe, anemia, ibu hamil
Formulasi Masker Gel Peel-Off Ekstrak Etanol Daun Petai Cina (Leucaena Leuccocephala) Sebagai Antijerawat Antibakteri Ristiana Mutiah Khasanah; Dyah Susilowati - Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 7 No 1 (2020): IJMS 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.356 KB)

Abstract

Abstract: Petai Cina plant (Leucaena leucocephala) is one of the plants known as traditional medicine with various chemical contents and medicinal properties. Alkaloids, saponins, flavonoids, tannins, proteins, fats, calcium, phosphorus, iron and vitamins (A, B, C). Other efficacy as, antidiabetic, antibacterial, anti-inflammatory, antibacterial. Staphylococcus aureus bacteria is one of the bacteria that causes acne which usually infects the skin.The aim of this study was to formulate the extract of Chinese petai (Leucaena leucocephala) leaf extract into a peel-off gel mask as an anti-acne agent. The peel-off gel mask is subjected to a physical evaluation test and a test of its activity against the Staphylococcus aureus bacteria by the diffusion method of pitting.This research is experimental. The maceration method uses ethanol 96%. Maceration is a method of extraction by immersing simplicia powder in a suitable liquid with several shaking and stirring at room temperature. The concentration of the extract used in the peel-off gel mask formulation was 5%, 10%, 15%. Peel-off gel with clindamycin 1% positive control and base gel blank. The data obtained was analyzed using the One Way ANOVA test. The results of the study prepared the physical requirements of the peel-off gel mask preparation. It has effectiveness on the growth of Staphylococcus aureus bacteria extract concentration of 5% 4.17 mm, 10% 6.17 mm, 15% 7.5 mm, clindamycin 1% 23.17 mm, and the base gel without Chinese petai leaf extract does not provide inhibitory zones. Petai cina leaf extract has inhibitory effect on the growth of Staphylococcus aureus bacteria. The higher the concentration of the extract given will affect the physical test of the preparation and its inhibitory testKeywords : Petai Cina Leaf (Leucaena leucocephala), Peel-off Gel, Staphylococcus aureus. Abstrak: Tanaman petai cina (Leucaena leucocephala) adalah salah satu tanaman yang dikenal sebagai obat tradisional dengan berbagai kandungan kimia dan khasiat obat. Alkaloid, saponin, flavonoida, tannin, protein, lemak, kalsium, fosfor, besi serta vitamin (A, B, C).Khasiat lainnyasebagai, antidiabetes, antibakteri, antiinflamasi, antibakteri.Bakteri Staphylococcus aureus adalah salah satu bakteri penyebab jerawat yang biasanya menginfeksi pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan formulasi terhadap ekstrak daun petai cina (Leucaena leucocephala) kedalam sediaan masker gel peel-off  sebagai antijerawat. Masker gel peel-off  dilakukan uji evaluasi fisik dan uji aktivitasnya terhadap bakteri Staphylococcus aureusdengan metode difusi sumuran. Penelitian ini merupakan ekperimental. Metode maserasi menggunakan etanol 96%. Maserasi adalah metode penyarian dengan merendam serbuk simplisia dalam cairan penyari yang cocok dengan beberapa kali pengocokan dan pengadukan pada temperatur ruangan. Konsentrasi  ekstrak yang digunakan dalam formulasi masker gel peel-off adalah 5%, 10%, 15%. Gel peel-off dengan klindamisin 1% kontrol positif dan basis gel blangko. Data yang telah didapatkan dilakukan analisa dengan uji One Way ANOVA. Hasil penelitian sediaan memenuhi persyaratan fisik sediaan masker gel peel-off. Memiliki efektivitas terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus konsentrasi ekstrak 5% 4,17 mm, 10% 6,17 mm, 15% 7,5 mm, klindamisin 1% 23,17 mm, dan basis gel tanpa ekstrak daun petai cina tidak memberikan zona hambat. Ekstrak daun petai cina memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang diberikan maka berpengaruh terhadap uji fisik sediaan dan uji daya hambatnya.              Kata Kunci : Daun Petai Cina (Leucaena leucocephala), Gel peel-off, Staphylococcus aureus
Analisis Kesesuaian Penyimpanan Obat Di Outlet Instalasi Farmasi Rsud Karanganyar Friska Ardiana Putri; Cipto Priyono - Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 7 No 1 (2020): IJMS 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.451 KB)

Abstract

Abstrac: Hospital pharmacy is one of the pharmaceutical service facilities that need to be considered in efforts to store drugs to ensure drug quality. This study aims to describe the drug system in Pharmacy department of RSUD Karanganyar, based on indicators of the physical condition of the warehouse, how to store drugs, record stock cards and observe quality. Data collection techniques using observation sheets then analyzed descriptively. The type of data used is primary and secondary data. Primary data is obtained from the results of in-depth interviews and direct observation, while secondary data is obtained from document review. The informants of this study were officers of RSUD Karanganyar. The result showed that the drug storage system at the outlet of the general hospital pharmacy installation in the Karanganyar area which included the physical condition of the warehouse was in the good category of 83,34%, warehouse security was in the good category of 90%, drug storage was in the good category of 76,8%, drug storage equipment is in the good category, namely 83%, observation of drug quality is in the good category of 91,67%, drug storage documents are in the enough category 75%, and the drug storage room is in the low category, which is caused by unstable room temperature because the weather outside the room affects it. The drug storage system at the pharmaceutical installation outlet in Pharmacy department of RSUD Karanganyar is almost quite effective, but there are still some components of drug storage that are not in accordance with the provisions in hospital pharmaceutical service standards based on the Indonesia’s health ministory regulation (Permenkes number 72 of 2016).Keywords: Drug Storage, Pharmacy Warehouse, Hospital Pharmacy  Abstrak: Instalasi farmasi rumah sakit merupakan salah satu sarana pelayanan kefarmasian yang perlu diperhatikan dalam upaya penyimpanan obat untuk menjamin mutu obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengambarkan sistem penyimpanan obat di Outlet Penyimpanan Obat Instalasi Farmasi RSUD KARANGANYAR, berdasarkan Indikator keadaan fisik gudang, cara penyimpanan obat, pencatatan kartu stok dan pengamatan mutu. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi kemudian di analisa secara deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data primer & sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara mendalam dan observasi langsung, sedangkan data sekunder diperoleh dari telaah dokumen. Informan penelitian ini yaitu Petugas Outlet Farmasi RSUD KARANGANYAR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa system penyimpanan obat di outlet  instalasi farmasi RSUD Karanganyar yang meliputi keadaan fisik gudang masuk kategori baik yaitu 83,34 %, keamanan gudang masuk kategori baik yaitu 90 %, penyimpanan obat masuk kategori baik yaitu 76,8%, peralatan penyimpanan obat masuk kategori baik yaitu 83%, pengamatan mutu obat masuk kategori baik yaitu 91,67 %, dokumen penyimpanan obat masuk kategori cukup yaitu 75%, dan kondisi ruang penyimpanan obat masuk kategori kurang yaitu 55 % ini disebabkan oleh tidak stabilnya suhu di ruangan karena cuaca di luar ruangan yang mempengaruhinya. Sistem penyimpanan obat di outlet instalasi farmasi RSUD Karanganyar hampir cukup efektif, tetapi masih ada beberapa komponen penyimpanan obat yang belum sesuai dengan ketentuan dalam standar pelayanan kefarmasian rumah sakit berdasarkan Permenkes RI No.72 Tahun 2016.Kata kunci: Penyimpanan Obat, Gudang Farmasi, Rumah Sakit

Page 1 of 2 | Total Record : 15