cover
Contact Name
Bangkit Ary Pratama
Contact Email
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Phone
+6285326333050
Journal Mail Official
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Editorial Address
Kompleks Perkantoran Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia Jalan Raya Solo-Sukoharjo Km.09 Dukuh Ngepeng, Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah Kode Pos 57527
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS)
ISSN : -     EISSN : 26230038     DOI : https://doi.org/10.55181/ijms
Core Subject : Health, Engineering,
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS) (https://doi.org/10.55181/ijms) terbit pertama Vol. 1 No.1 Januari 2014. Setiap edisi terdiri dari kurang lebih 100 halaman, yang artikelnya disajikan dalam bahasa Indonesia, kecuali judul dan abstrak disertai dengan bahasa inggris. Mekanisme peer-reviewer dilakukan dengan cara setiap artikel yang diajukan harus direview oleh dua reviewer yang ditunjuk oleh editor. Fokus dan Lingkup : IJMS adalah jurnal terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) dibidang kesehatan. IJMS : Jurnal kesehatan diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovas ilmiah dibidang kesehatan kepada para praktisi dan akademisi di bidang kesehatan. IJMS merupakan jurnal peer reveiwer dan open acces journal yang berfokus pada kesehatan. Fokus ini meliputi daerah dan ruang lingkup yang terkait Keperawatan Kebidanan Fisioterapi Farmasi Gizi Masyarakat Kesehatan Masyarakat
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2020): IJMS 2020" : 15 Documents clear
Pengaruh Kepatuhan Terhadap Efektivitas Terapi Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Di Rs. Dr Oen Solo Baru Truly Dian Anggraini; Cahya Kusuma Dewi - Prodi Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional, Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 7 No 2 (2020): IJMS 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.152 KB)

Abstract

Abstract : Diabetes Mellitus is a chronic disease that does not cause death directly, but fatal if notmanaged appropriately. Control of DM disease process is largely determined by the high treatment compliance to prevent any complications. This research is an analytic with cross sectional study done prospectively to population of 266 patients with type II diabetes mellitus in Internist policlinicDr. Oen Solo Baru hospital in November 2018 - January 2019 with a sampling technique is pusposive sampling. This study was conducted to determine the percentage of patients' adherence to treatment of type II diabetes mellitus provided and determine whether there is a correlation between the level of compliance therapy on the effectiveness of the therapy. From the research that has been done shows a high level of compliance (32.3%), moderate (50.4%) and low (17.3%). Characteristics of patients with type II DM obtained is aged 56-65 (45.9%), women (62.8%), basic education (65.4%), did not work (62.0%), experienced obese 1 (32 , 3%), disease duration 1-5 years (53.0%), with no family history of diabetes (69.9%), got support (74.1%), did not exercise (62.8%), using BPJS health (93.6%), got a combination of two drugs (48.9%), metformin + glimepiride (34.5%) had comorbidities (74.8%), one of comorbidities (34.2%), is hypertension (28.1%), From the research it can be concluded there is a correlation between the level of compliance therapy on the effectiveness of the therapy (p Value = 0.000).   Keywords : Diabetes mellitus type II, adherence to therapy, the effectiveness of the therapy Abstrak : Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronik yang tidak menyebabkan kematian secara langsung, tapi berakibat fatal bila pengelolaannya tidak tepat. Proses kontrol terhadap penyakit DM sangat ditentukan oleh kepatuhan berobat yang tinggi untuk mencegah segala komplikasi. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan cross sectional yang dikerjakan secara prospektif tehadap populasi sebanyak 266 pasien DMtipe II di PoliklinikDalam RS. Dr Oen Solo Baru bulan Nopember 2018 - Januari 2019 dengan tehnik pengambilan sampel pusposive sampling. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persentase tingkat kepatuhan pasien DM tipe II terhadap terapi yang diberikan serta mengetahui ada tidaknya korelasi antara tingkat kepatuhan terapi terhadap efektivitas terapi. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil tingkat kepatuhan tinggi (32,3%), sedang (50,4%) dan rendah (17,3%). Karakteristik pasien DM tipe II yang diperoleh yaitu berusia 56-65 (45,9%), perempuan (62,8%), pendidikan dasar (65,4%), tidak bekerja (62,0%), mengalami obes 1 (32,3%), lama sakit 1-5 th (53,0%), tanpa riwayat DM keluarga (69,9%), mendapat dukungan (74,1%), tidak olah raga (62,8%), menggunakan BPJS kesehatan (93,6%), mendapat kombinasi 2 obat (48,9%), terapi metformin + glimepiride (34,5%), memiliki penyakit penyerta (74,8%), satu penyakit penyerta (34,2%) yaitu hipertensi (28,1%). Dari penelitian dapat disimpulkan terdapat korelasi antara tingkat kepatuhan terapi terhadap efektivitas terapi (P value =0,000).Kata kunci: Diabetes mellitus tipe II, kapatuhan terapi, efektivitas terapi
Upaya Menurunkan Tingkat Kecemasan Melalui Aromaterapi Orange Pada Asuhan Keperawatan Pre Operasi Apendiktomi Vera Lusyana; Siti Sarifah; Ika Kusuma Wardani - Prodi DIII Keperawatan ITS PKU Muhammadiyah Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 7 No 2 (2020): IJMS 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.091 KB)

Abstract

Abstract: In 2013 the number of people with appendicitis in Indonesia reached 591.819 people and increased in 2014 by 596.132 people. Management of appendicitis is an appendectomy (surgical therapy).  Anxiety in patients must be overcome because it can cause physiological changes that will hinder the handling of surgery. One of the best anxiety can be reduced by aromatherapy orange relaxation techniques. Objective : Identify the benefits of orange aromatherapy in reducing anxiety in patients pre appendectomy. The paper uses case study design. Located in RSUD Pandan Arang Boyolali, from January 20 to February 29, 2019. Methods of data collection using the method of observation, measurement, and documentation methods. Case study instrument uses format of medical surgical nursing care, nursing kit, Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS/SARS), orange aromatherapy relaxation technique SOP. Obtained a decrease in the scale of anxiety after being given orange aromatherapy. The first patient’s scale of anxiety from 51 to 42, experienced a 9 point decrease. The second patient’s scale of anxiety from 48 to 43, experienced a 5 digit decline. Patients from the three anxiety scale from 45 to 41, experienced a decrease in 4 numbers. From the research conducted, the results of aromatherapy orange relaxation techniques can reduce the level of anxiety in patients pre appendectomy. Orange aromatherapy can be used as an alternative in reducing the anxiety level of patients in preoperative appendectomy.Key words : Appendectomy, Anxiety, Orange Aromatherapy Abstrak: Tahun 2013 jumlah penderita apendisitis di Indonesia mencapai 591.819 orang dan meningkat pada tahun 2014 sebesar 596.132 orang. Penatalaksanaan dari apendisitis adalah apendiktomi (terapi bedah). Pasien yang akan mengalami pembedahan umumnya disertai ansietas. Kecemasan pada pasien harus diatasi karena dapat menimbulkan perubahan-perubahan fisiologis yang akan menghambat dilakukannya tindakan operasi. Kecemasan dapat berkurang salah satunya dengan teknik relaksasi aromaterapi orange. Tujuan : Mengidentifikasi manfaat aromaterapi orange dalam menurunkan kecemasan pada pasien pre operasi apendiktomi. Penelitian diskriptif ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan. Tempat studi kasus di RSUD Pandan Arang Boyolali, pada 20 Januari sampai dengan 29 Februari 2019. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, pengukuran, dan dokumentasi. Instrumen studi kasus ini menggunakan format asuhan keperawatan medikal bedah, nursing kit, lembar pengukuran Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS/SARS), SOP teknik relaksasi aromaterapi orange. Hasil : Didapatkan hasil adanya penurunan skala kecemasan setelah diberikan aromaterapi orange. Pasien pertama skala kecemasan dari 51 menjadi 42, mengalami penurunan 9 angka. Pasien kedua skala kecemasan dari 48 menjadi 43, mengalami penurunan 5 angka. Pasien ketiga skala kecemasan dari 45 menjadi 41, mengalami penurunan 4 angka Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil teknik relaksasi aromaterapi orange dapat menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi apendiktomi. Aromaterapi orange bermanfaat dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi apendiktomi. Kata kunci: appendiktomi, aromaterapi orange, kecemasan
Efektifitas Pemberian Aromaterapi Peppermint Dengan Masalah Mual Dan Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I Di Kelurahan Sukoharjo Tutik Rahayuningsih - Poltekkes Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 7 No 2 (2020): IJMS 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.409 KB)

Abstract

Abstract: Pregnancy is a physiological condition that can be followed by a pathological process that threatens the condition of both the mother and the fetus. During pregnancy, there can be problems that are not desired by a mother. Complaints in pregnant women, especially in trimester I that appear include nausea and vomiting, hypersalivation, dizziness, fatigue, heartburn, increased urination frequency, constipation and psychological complaints. Nausea and vomiting occur in 60-80% of first pregnant women (primigravida) and 40-60% in multigravida mothers. Excessive nausea and vomiting will affect the weight loss of pregnant women causing nutritional imbalances. One of the management of nausea and vomiting for pregnant women in the first trimester can be given non-pharmacological emetics, namely by giving peppermint aromatherapy. This study will describe the effect of peppermint aromatherapy on the incidence of nausea and vomiting in trimester I pregnant women. Methods: The research design was descriptive qualitative using the nursing process approach. The sampling technique was non-probability sampling with purposive sampling approach. The study population was 5 trimester I pregnant women with the inclusion criteria of first trimester pregnant women who experience nausea and vomiting with an intensity of ≥ 3 times a day, do not take medication from a doctor and do not have comorbidities. Results: the final implementation of peppermind aromatherapy to the 5 subjects experienced a decrease in the frequency of nausea and vomiting 3 - 6 times from before administration with a frequency of nausea and vomiting 5 - 9 times. The frequency of nausea and vomiting is 2-3 times after giving peppermind aromatherapy. There are no signs of malnutrition, increased appetite, mucous membranes are moist and not pale. Conclusion: Peppermint aromatherapy is effective for treating nausea and vomiting in trimester I pregnant women.Key words: peppermint aromatherapy, nutritional imbalance, nausea and vomiting, trimester I. Abstrak: Kehamilan adalah kondisi fisiologis yang dapat diikuti proses patologis yang akan mengancam keadaan ibu maupun janinnya. Masa kehamilan dapat terjadi masalah-masalah yang tidak diinginkan oleh seorang ibu. Keluhan pada ibu hamil terutama Trimester I yang muncul meliputi mual dan muntah, hipersalivasi, pusing, mudah lelah, dada terasa terbakar (heartburn), peningkatan frekuensi berkemih, konstipasi dan keluhan psikologis.  Mual dan muntah terjadi pada 60-80% ibu hamil pertama (primigravida) dan 40-60% pada ibu multigravida. Mual dan muntah yang berlebihan akan mempengaruhi penurunan berat badan ibu hamil yang menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi. Salah satu penatalaksanaan mual muntah untuk ibu hamil trimester I dapat diberikan emetik non - farmakologi yaitu dengan pemberian aromaterapi peppermint. Penelitian ini akan mendeskrepsikan pengaruh aromaterapi peppermint terhadap kejadian mual dan muntah pada ibu hamil trimester I Metode : Desain penelitian adalah deskriptif kualitatif menggunakan pendekatan nursing process. Teknik pengambilan sampel non-probalility sampling pendekatan Purposive Sampling. Populasi penelitian adalah ibu hamil trimester I sebanyak 5 subjek dengan kriteria inklusi ibu hamil trimester I yang mengalami mual muntah dengan intensitas ≥ 3x dalam sehari, tidak mengkonsumsi obat dari dokter dan tidak mempunyai penyakit penyerta. Hasil : implementasi akhir dari pemberian aromaterapi peppermind ke - 5 subjek mengalami penurunan frekuensi mual dan muntah sebanyak 3 - 6 kali dari sebelum dilakukan pemberian dengan frekuensi mual dan muntah 5 - 9 kali. Frekuensi mual dan muntah menjadi 2 - 3 kali setelah dilakukan pemberian aromaterapi peppermind. Tidak ada tanda - tanda malnutrisi, nafsu makan meningkat, membran mukosa lembab dan tidak pucat. Kesimpulan: Pemberian aromaterapi peppermint efektif untuk mengatasi masalah mual muntah pada ibu hamil trimester I.Kata kunci: aromaterapi peppermint, ketidakseimbangan nutrisi, mual muntah, trimester I.
Penatalaksanaan Secara Konstruktif Dengan Crossword Puzzle Pasien Risiko Perilaku Kekerasan di RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta Deden Dermawan - Poltekkes Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 7 No 2 (2020): IJMS 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.731 KB)

Abstract

Abstract: The risk of violent behavior is a condition in which a person takes action that can physically harm himself, others, and the environment. Symptoms of the risk of violent behavior are red face, tension, bulging eyes, clenched fists, clenched jaw, stiff body posture, loud talk, cursing with dirty words, throwing objects / other people attacking others and injuring themselves / people. The purpose of this study was to determine the crossword puzzle filling nursing management in controlling violent behavior in patients at risk of violent behavior. A qualitative descriptive research design with a nursing process approach. Population is patients at risk of violent behavior. The sampling technique was non-probability sampling with a purposive sampling approach with 4 research subjects with inclusion criteria of patients with a risk of violent behavior, and cooperative. The research instrument used interview guides, observation sheets, recorders, books and stationery. The analysis technique used interview transcripts and source triangulations. Data collection techniques by means of interviews, observation, and documentation study. The development of the 4 subjects after filling in the crosword puzzle for 2 weeks were as follows: 4 subjects wanted to fill in the easy question model and after being given the difficult question model the patient did not want to fill in and vent their emotions. Crossword puzzle is not effective for the risk of violent behavior.Keywords: crossword puzzle, risk of violent behavior Abstrak: Resiko perilaku kekerasan adalah suatu keadaan dimana seseorang melakukan tindakan yang dapat membahayakan secara fisik baik terhadap diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan. Tanda gejala dari risiko perilaku kekerasan adalah muka merah, tegang, mata melotot, tangan mengepal, rahang mengatup, postur tubuh kaku, bicara keras, mengumpat dengan kata-kata kotor, melempar benda/orang lain menyerang orang lain melukai diri sendiri/orang. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui penatalaksanaan keperawatan pengisian crossword puzzle dalam mengendalikan perilaku kekerasan pada pasien resiko perilaku kekrasan. Desain penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan proses keperawatan. Populasi adalah pasien resiko perilaku kekerasan. Teknik pengambilan sampel non probalility sampling pendekatan purposive sampling dengan 4 subjek penelitian dengan kriteria inklusi pasien dengan resiko perillaku kekerasan, dan kooperatif. Instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara, lembar observasi, perekam, buku dan alat tulis. Teknik Analisa menggunakan transkrip wawancara dan Trianggulasi Sumber. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Perkembangan 4 subjek setelah dilakukan pengisian crosword puzzle selama 2 minggu sebagai berikut:  4 subjek mau mengisi model soal mudah serta setelah diberikan model soal sulit pasien tidak mau mengisi serta meluapkan emosinya. Crossword puzzle tidak efektif untuk risiko perilaku kekerasan.Kata kunci: crossword puzzle, risiko perilaku kekerasan
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Makanan Jajanan terhadap Pengetahuan, Sikap dan Perilaku dalam Pemilihan Makanan Jajanan pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 01 Madegondo Grogol Novi Indah Aderita - Poltekkes Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 7 No 2 (2020): IJMS 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.303 KB)

Abstract

Abstract: Snack food is closely related to school-age children. Research result from the Indonesian Consumers Foundation (YLKI) stated that 98.7% of elementary school children enjoy consuming snacks at school. However, problems often arise from the use of hazardous substances in food, the behavior of children consuming unsafe snacks and the lack of parental supervision of childrens snack behavior. So a strategy is needed to determine the selection of healthy snacks, one of which is by providing health education. This study aims to analyze the effect of health education on increasing knowledge, attitude, and behavioral changes in the selection of snack foods in elementary school 01 Madegondo Grogol. The research design used a pre-post experiment with a pre-test and post-test design approach. The research was conducted in September-November 2019 at elementary school 01 Madegondo Grogol. The number of research subjects with a fixed exposure sampling subject technique. The technique of collecting data with a questionnaire. Data analysis using t-test. The result of this study are: based on the t-test carried out on the knowledge variable, the value of p = 0.000 is obtained, the value of the attitude variable is p=0.033, and the value for the behavior variable is p = 0.000. The results show that there is an effect of health education on increasing knowledge, attitude and behavior changes in the selection of healthy snack food which are proven to be statistically significant. Cooperation between the school and parent is needed to encourage children to behave in healthy lives.Keyword: Health Education, Knowledge, Attitude, Behaviour, Food Snack. Abstrak: Makanan jajanan erat kaitannya dengan anak usia sekolah.  Hasil penelitian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebutkan bahwa 98,7% anak Sekolah Dasar (SD) senang mengkonsumsi jajanan di sekolah. Namun seringkali timbul masalah penggunaan zat-zat berbahaya dalam makanan, perilaku anak mengkonsumsi jajanan yang tidak aman dan kurangnya pengawasan orang tua terhadap perilaku jajan anak. Sehingga diperlukan strategi untuk mengetahui pemilihan jajanan yang sehat, salah satunya dengan upaya memberikan pendidikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan perubahan perilaku dalam pemilihan makanan jajanan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Madegondo Grogol. Desain penelitian menggunakan pre-post eksperimen dengan pendekatan pre test-post test desain. Penelitian dilaksanakan pada September – November 2019 di SDN 01 Madegondo. Jumlah subjek penelitian yang digunakan sejumlah 50 subjek dengan teknik pengambilan subjek fixed exposure sampling. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner. Analisis data menggunakan t test. Hasil penelitian ini adalah: berdasarkan uji t yang dilakukan pada variable pengetahuan didapatkan nilai p = 0.000, pada variabel sikap didapatkan nilai p = 0.033, dan pada variabel perilaku didapatkan nilai p = 0.000. Hasil menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan perubahan perilaku dalam pemilihan makanan jajanan sehat yang terbukti secara statistic signifikan. Kerjasama antara pihak sekolah dan orang tua diperlukan untuk mendorong anak berperilaku hidup sehat. Kata Kunci:  Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Makanan Jajanan

Page 2 of 2 | Total Record : 15