cover
Contact Name
Gunawan
Contact Email
gunawan@ulm.ac.id
Phone
+628123432500
Journal Mail Official
bioscientiae@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Biologi Gedung I FMIPA Unlam Jl. A. Yani Km 36,0 Banjarbaru Kalimantan Selatan Email: bioscientiae@ulm.ac.id
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bioscientiae, Jurnal ilmu ilmu Biologi
ISSN : 28081838     EISSN : 28084438     DOI : https://doi.org/10.20527/b.v19i1
Jurnal Ilmiah BIOSCIENTIAE adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Biologi Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat untuk mempublikasikan karya ilmiah mahasiswa, dosen, dan peneliti di bidang biologi. Setiap naskah yang diterima redaksi Jurnal Bioscientiae akan ditelaah oleh Mitra bestari dan Anggota Redaksi. Jurnal Bioscientiae menerbitkan paling banyak 2 (dua) review article tiap terbitan. Terbit dua kali setahun, pada bulan Januari dan Juli. Terbit pertama kali tahun 2004.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2012): Bioscientiae Volume 9 No 2" : 9 Documents clear
PENGARUH EKSTRAK BIJI DURIAN (Durio zibethinusMurr) TERHADAP PENINGKATAN GAIRAH SEKSUAL MENCIT (Mus musculus L) JANTAN Noni Arai Setyorini
Bioscientiae Vol 9, No 2 (2012): Bioscientiae Volume 9 No 2
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.008 KB) | DOI: 10.20527/b.v9i2.3874

Abstract

Biji durian yang sampai saat ini belum dimanfaatkan, ternyata mengandung alkaloidyohimbin yang bermanfaat sebagai afrodisiaka (peningkat gairah seksual). Penelitian inibertujuan untuk membuktikan khasiat biji durian sebagai afrodisiaka pada mencit jantan.Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4kelompok perlakuan dan 3 ulangan, yaitu K1 : Kontrol (perlakuan dengan pemberian 1 mlakuades), K2 ( Perlakuan dengan 1 ml ekstrak 10%), K3 (Perlakuan dengan 1 ml ekstrak15% ) dan K4 (Perlakuan dengan 1 ml ekstrak 20%). Masing-masing ekstrak diberikan padahewan uji per oral 1 ml setiap har. Sore hari menjelang malam mencit jantan dimasukkan kedalam kandang mencit betina agar terjadi perkawinan. Pemberian ekstrak dan pengamatandilakukan selama 9 hari dari pukul 18.00 – pukul 19.00. Parameter yang diamati untukmenilai gairah seksual mencit jantan terhadap mencit betina adalah frekuensi pendekatan danfrekuensi kawin. Pada hari ke 10 diadakan pembedahan untuk diambil spermatozoa vasdeferensnya. Data yang diperoleh diolah secara statistik dengan uji ANAVA  = 5% untukmengetahui adanya perbedaan nyata dan dilanjutkan Uji BNT, untuk mengetahui letakperbedaan pengaruh antar perlakuan. Hasil penelitian mendapatkan bahwa pemberian ekstrakbiji durian meningkatkan frekuensi pendekatan dan frekuensi kawin mencit jantan sertapeningkatan jumlah spermatozoa.
ANALISIS KANDUNGAN KIMIA DAN SIFAT SERAT TANAMAN PURUN TIKUS (Eleocharis dulcis) ASAL KALIMANTAN SELATAN Sunardi Sunardi
Bioscientiae Vol 9, No 2 (2012): Bioscientiae Volume 9 No 2
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.453 KB) | DOI: 10.20527/b.v9i2.3807

Abstract

Purun tikus (Eleocharis dulcis) is an aquatic plant which grows in greatamount in swamp lands in South Kalimantan. This research is conducted to findout chemical content and fiber properties to know the potential utilization of thisplants. The results showed that the water content of purun tikus plant is 92,68%,extractive in alcohol-benzena content is 9,53%, lignin content is 26.4%; and thecellulose content is 32,62%. The study of purun tikus fiber anatomy have beencompleted with the results of the fiber diameter is equal to 5.89 μm; lumendiameter is 2.68 μm, cell wall thickness is 1.61 μm and fiber length is 1.68 mm.The value of the derivative dimension of purun tikus fiber obtained as follows:runkel ratio is 1.2; mulstep number is 38.4 (%), power loom is 285.45, value offlexibility is 0.45 and stiffness coefficient is 0.27. All results suggested that puruntikus plants offers potential for cellulose and fiber resources.
PENGARUH PERBEDAAN pH PADA PERTUMBUHAN MIKROALGA KLAS CHLOROPHYTA Gunawan Gunawan
Bioscientiae Vol 9, No 2 (2012): Bioscientiae Volume 9 No 2
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.134 KB) | DOI: 10.20527/b.v9i2.3875

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh derajat keasaman (pH) terhadapmikroalga klas Chlorophyta. Percobaan disusun berdasarkan rancangan acak lengkapdengan tiga ulangan. pH yang digunakan adalah 3, 5, 7. Parameter yang diamati adalahlaju pertumbuhan (Optical Density) dan biomassa kering. Masing-masing perlakuanditumbuhkan pada flask dengan volume 500 ml, selama 16 hari. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa derajat keasaman berpengaruh terhadap pertumbuhan mikroalga.Pertumbuhan terbaik di capai pada derajat keasaman (pH) 7.
KANDUNGAN KROMIUM (Cr) PADA GONDANG (Pila scutata) DI PERAIRAN SUNGAI RIAM KANAN KABUPATEN BANJAR Aditya Rahman
Bioscientiae Vol 9, No 2 (2012): Bioscientiae Volume 9 No 2
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/b.v9i2.3871

Abstract

Around Riam Kanan river, one can find mining activities and local housing. It ispredicted that those activities might generate waste contaminated with Cr, a toxic heavymetal. In this research, gondang snails (Pila scutata) were used as bioindikator to studyCr pollution in Riam Kanan area. The samples of gondang were taken from 4 stationsalong Riam Kanan, which is 2 kms from reservoir Riam Kanan, Awang Bangkal West,Mandikapau East and Karang Intan Dam. Chromium contents in the gondang samples,sediment and water bodies were analyzed Atomic Absorption Spectrophotometer. Theresult then is correlation regression SPSS version 17. Chromium content at samplegondang is some station of protactinium Cr has in concentration that is enough is height.Result of analysis shows content Cr in water territory ranges from 0,0182-0,0516 ppm,content Cr at sediment ranges from 0,1978-13,8739 ppm and at gondang (Pila scutata) inwater territory of Riam Kanan river the range of between 0,0106-1,2979 ppm. Therelation of correlation regression gondang and water has negative direction andcorrelation between gondang with sediment is positive direction.
GAMBARAN STRUKTUR ANATOMIS DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN SERTA BATANG Hydroleaspinosa Putri Vidiasari Darsono
Bioscientiae Vol 9, No 2 (2012): Bioscientiae Volume 9 No 2
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.929 KB) | DOI: 10.20527/b.v9i2.3876

Abstract

This studyaimed toobserve anatomicalstructure and antioxidant activitiesofleavesand stemsHydroleaspinosa. Anatomical tissues section of leaves and stems wereprepared using paraffin method and analysis of antioxidant activities was done by DPPHmethod (1, 1–difenil–2–pikrilhidrazil). The results showed that the anatomical structureofHydroleaspinosaleavescross sectionconsistsofupperepidermis cells(adaksial)andlowerepidermis cells(abaksial), trichomes, mesophyll that was differentiatedintoabovepalisadeparenchymaandbelow spongyparenchyma, vasculartissues, the strengthenertissuesanddruscrystals. While on thecross sectionofthe stems wereepidermis, cortex,vessels, and pith.There wasairspace between medium stemsand old stems. The resultsofanalytical measurements ofantioxidantactivities onethanolextractofHydroleaspinosaleaves with IC50value 52.735ppm are higher than thestemswithIC50value 68.911ppmbutstill lowerthan the controlof vitaminCandBHT.
PREFERENSI NYAMUK Aedes sp. DAN Culex sp. MENGGUNAKAN MEDIA CAIR LIMBAH RUMAH TANGGA DI BANJARBARU Hasnawiyah Qudsi
Bioscientiae Vol 9, No 2 (2012): Bioscientiae Volume 9 No 2
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.661 KB) | DOI: 10.20527/b.v9i2.3872

Abstract

The aim of this study is to assess the preferences of Aedes sp and Culex sp onbreeding place using wastewater of rice and liquid soap waste. This study used purposivesampling method, the sample taken from yard of 6 villages in the district of North andsouth Banjarbaru. Sample taking by placing the sample retrieval ovitrap containing wasteliquid soap, sewage wastewater of rice and water wells. The number of larvae obtained inliquid soap waste media for Aedes sp is up to 3140 and Culex sp larvae is up to 67 larvae,while the wastewater of rice for Aedes sp amounted to 1863 larvae and Culex spamounted to 1539 larvae. t test showed that the effect of liquid soap waste andwastewater of rice against Aedes sp and Culex sp larvae are different but not real. Wasteliquid soap and wastewater of rice favored by Aedes sp and Culex sp larvae, so, both thewaste liquid soap and wastewater of rice can be used as breeding media for Aedes sp. andCulex sp.
INVENTARISASI JENIS IKAN PADA LUBANG BEKAS GALIAN TAMBANG BATUBARA DI DESA KAMPUNG BARU Hidayaturrahmah Hidayaturrahmah
Bioscientiae Vol 9, No 2 (2012): Bioscientiae Volume 9 No 2
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.698 KB) | DOI: 10.20527/b.v9i2.3873

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis ikan pada lubangbekas galian tambang batubara di desa Kampung Baru Kecamatan CempakaBanjarbaru. Metode yang diguunakan adalah metode sampling purposif dengan 3stasiun dan pengulangan 4 kali pada tiap stasiun. Berdasarkan hasil pengamatan padabekas galian tambang batubara tersebut terdapat jenis ikan yang terdiri dari 5 famili, 8genera, dan 14 spesies jenis ikan. Adapun jenis ikan tersebut, yaitu Puntius binotatus,P. anchisporus, P. schwanefeldii, P. gonionotus, Rasbora argyrotaenia, R. einthoveni, R.elegans, R. bankanensis, Anabas testudineus, Betta akarensis, Trichopsis vittata,Trichogaster trichopterus, Channa striata, Oreochromis niloticus. Penghuni komunitasterbesar adalah famili Cyprindae 8 Spesies, Belontidae 3 spesies, famili Channidae,Anabantidae, dan Ophiocephalidae masing-masing 1 spesies.
PENAPISAN BAKTERI YANG BERASOSIASI DENGAN SPONS JASPIS SP. PENGHASIL ENZIM AMILASE Dede Mahdiyah
Bioscientiae Vol 9, No 2 (2012): Bioscientiae Volume 9 No 2
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.631 KB) | DOI: 10.20527/b.v9i2.3806

Abstract

Sponges have been known as excellent sources for natural products such asbioactive compounds. Their bioactivities include enzyme inhibitors, cell divisioninhibitors,antiviral, antifungal, antimicrobial, etc. The aims of study were to yielded ofamilase from association sponge Jaspis sp. With bacteria. The bacteria was isolated byusing sea water complete media and to determine amilase toward using soluble starch.Among 136 isolates examined, thirty three isolates yielded amilase.
PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN BETOK (Anabas testudineus) YANG DIPELIHARA PADA SALINITAS BERBEDA Junius Akbar
Bioscientiae Vol 9, No 2 (2012): Bioscientiae Volume 9 No 2
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.331 KB) | DOI: 10.20527/b.v9i2.3805

Abstract

Peningkatan permintaan ikan betok dan ketersediaan perairan payau telahmeningkatkan kesempatan untuk mengembangkan ikan betok untuk dibudidayakan diperairan tersebut. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk melakukan evaluasi toleransisalinitas ikan betok. Ikan uji yang digunakan ikan betok dengan bobot awal berkisar 15-20 g/ekor. Ikan uji ditempatkan dalam bak plastik 45 L sebanyak 10 ekor per bak plastik.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Desain percobaan yang digunakanadalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan salinitas yang berbeda 0%o,10%o, dan 20%o dan masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Hasil yang diperolehmemperlihatkan bahwa pertumbuhan mutlak dan pertumbuhan relatif individu tertinggiterjadi pada media salinitas 0%o masing-masing sebesar 13,13 dan 73,12%. Sedangkanrerata tingkat kelangsungan hidup tertinggi pada perlakuan salinitas 20%o sebesar 90%.

Page 1 of 1 | Total Record : 9