cover
Contact Name
Muryan Awaludin
Contact Email
muryanawaludin1@gmail.com
Phone
+6282217442010
Journal Mail Official
lembagappmuda@gmail.com
Editorial Address
Jalan DR.T.D. Pardede Nomor 21, Medan.
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Prointegrita
ISSN : 2621377X     EISSN : 26558971     DOI : 10.46930/jurnalprointegrita
Tujuan dari Jurnal Integrita untuk mengembangkan sebuah penelitian yang telah dituliskan serta menjadi acuan untuk para peneliti dibidang Ilmu Komunikasi, Ilmu Hukum, Ilmu Menajemen, Ilmu Pemerintahan, dan Manajemen Agribisnis Jurnal Integrita dengan Scope meliputi : Ilmu Komunikasi, Ilmu Hukum, Ilmu Menajemen, Ilmu Pemerintahan, dan Manajemen Agribisnis
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 3 (2023): DESEMBER" : 4 Documents clear
PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PT. TAKEDA INDONESIA CABANG MEDAN Siregar, Julianto Panangian
JURNAL PROINTEGRITA Vol 7 No 3 (2023): DESEMBER
Publisher : LPPM Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/jp.v7i3.4845

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar terjadinya pengaruh kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Takeda Indonesia Cabang Medan dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Penelitian ini menggunakan data primer. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan PT. Takeda Indonesia Cabang Medan. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Teknik analisis data yaitu kuantitatif dengan menggunakan regresi linier berganda dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Kepemimpinan (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Kepuasan Kerja (Z). 2) Motivasi Kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Kepuasan Kerja (Z). 3) Kepemimpinan (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Kinerja (Y). 4) Motivasi Kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Kinerja (Y). 5) Kepuasan Kerja (Z) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Kinerja (Y). 6) Kepemimpinan (X1), Motivasi (X2) dan Kepuasan Kerja ( Z) berpengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap variabel Kinerja Karyawan (Y). 7) Kepemimpinan(X1) dan Motivasi (X2) berpengaruh positif dan siginifikan secara simultan terhadap variabel Kepuasan Kerja ( Z). 8) Kepuasan Kerja (Z) memediasi pengaruh antara variabel Kepemimpinan (X1) terhadap Kinerja (Y). 9) Kepuasan Kerja (Z) memediasi pengaruh antara variabel Motivasi Kerja (X2) terhadap variable Kinerja Karyawan (Y). 10) Pengaruh Kepemimpinan (X1) dan Motivasi Kerja (X2) terhadap Kinerja Karyawan (Y) melalui Kepuasan Kerja (Z) diperoleh hasil bahwa pengaruh langsung lebih besar dibandingkan dengan pengaruh tidak langsung.
ANALISIS YURIDIS TERHADAP KEJAHATAN PENIMBUNAN BAHAN POKOK DALAM PRESPEKTIF KEJAHATAN BISNIS KORPORASI Harefa, Meisoniman
JURNAL PROINTEGRITA Vol 7 No 3 (2023): DESEMBER
Publisher : LPPM Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/jp.v7i3.4846

Abstract

Maraknya penimbunan bahan pokok di masa pandemi oleh perusahaan telah merugikan masyarakat. Penimbunan produk bahan pokok adalah suatu perbuatan yang terlarang dan masuk dalam kategori kejahatan ekonomi, baik itu secara yuridis-normatif maupun secara sosio-kultural. Lemahnya pengawasan, dan penindakan dari Pemerintah terhadap perusahan pelaku penimbunan bahan pokok dan adanya tindakan KKN yang dilakukan oleh aparat Pemerintah dalam melakukan pengawasan telah menjadikan pengawasan yang dilakukan pemerintah lemah dan tidak efektif. Oleh karena itu diperlukan perubahan terhadap Undang- Undang Nomor 7 tahun 2014 Tentang Perdagangan dan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2015 Tentang Penetapan Dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang. Rumusan masalah penelitian ini adalah pertama, Apa faktor-faktor penyebab terjadinya Kejahatan Penimbunan bahan pokok di masa pandemi dilihat dari prespektif kejahatan bisnis. Kedua, Apa kendala Pemerintah melakukan pengawasan kepada korporasi pelaku kejahatan penimbunan bahan pokok di masa pandemi. Ketiga, Bagaimana politik hukum penanggulangan kejahatan penimbunan bahan pokok di masa depan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, dengan data sekunder sebagai data utama dan hasil penelitian lapangan digunakan sebagai data pendukung. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan Teknik pengumpulan data adalah penelitian kepustakaan. Hasil penelitian yang pertama adalah Faktor-faktor penyebab terjadinya Kejahatan Penimbunan bahan pokok yakni faktor internal dan faktor eksternal. Kedua, Kendala Pemerintah melakukan pengawasan kepada korporasi pelaku kejahatan penimbunan bahan pokok di masa pandemi diantaranya kendala internal dan kendala eksternal. Ketiga, bahwa Politik hukum penanggulangan kejahatan penimbunan bahan pokok di masa depan dilakukan dengan penerapan kebijakan penal dan non penal.
EFEKTIVITAS PENERAPAN SANKSI REHABILITASI MEDIS DAN REHABILITASI SOSIAL TERHADAP PELAKU PENYALAH GUNA NARKOTIKA (PROVINSI SUMATERA UTARA) Simanjuntak, Ondo Parlindungan
JURNAL PROINTEGRITA Vol 7 No 3 (2023): DESEMBER
Publisher : LPPM Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/jp.v7i3.4847

Abstract

Sanksi rehabilitasi medis dan rehabilitas sosial tidak sepenuhnya efektif dalam memulihkan pelaku penyalahguna narkotika. Hal ini terbukti dari berbagai kasus dimana pelaku penyalahguna narkotika yang diberi sanksi rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial justru kembali berhadapan dengan hukum dengan kasus yang sama, yaitu penyalahgunaan narkotika. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaturan hukum tentang penyalahgunaan narkotika, bagaimana efektivitas penerapan sanksi rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial terhadap pelaku penyalah guna narkotika di Provinsi Sumatera Utara, faktor apa yang menjadi kendala dalam efektivitas penerapan sanksi rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial terhadap pelaku penyalah guna narkotika di Provinsi Sumatera Utara. Spesifikasi penelitian ini yakni penelitian hukum yang menggunakan jenis penelitian hukum normatif dan empiris dengan pendekatan yang dipergunakan adalah pendekatan kasus dan perundang-undangan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan hukum tentang penyalahgunaan narkotika bahwa tindak pidana narkotika di atur dalam Undang- Undang No, 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Pada pasal 54 dalam UU tersebut dinyatakan bahwa pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan Narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial, sebagaimana juga dinyatakan dalam Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) RI No. 04 Tahun 2010. Kemudian pada pasal 103 ayat (1) UU Narkotika juga dinyatakan bahwa hakim yang memeriksa pecandu narkotika dapat memutus untuk memerintahkan yang bersangkutan menjalani pengobatan atau perawatan melalui rehabilitasi jika pecandu narkotika tersebut terbukti bersalah melakukan tindak pidana narkotika. Efektivitas penerapan sanksi rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial terhadap pelaku penyalah guna narkotika di Balai Rehabilitas BNNP Sumut bahwa pelaksanaanya belum efektif karena tingkat penyalahgunaan narkotika di Sumatera Utara tergolong tinggi. Adapun indikator efektifitas pelaksanaan rehabilitasi yang meliputi; (1) Pencapaian Tujuan (Kurun Waktu dan Sasaran); (2) Integritas (Prosedur dan Proses Sosialisasi); dan (3) Adaptasi (Peningkatan Kemampuan dan Sarana Prasarana). Faktor yang menjadi kendala dalam efektivitas penerapan sanksi rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial terhadap pelaku penyalah guna narkotika di Provinsi Sumatera Utara yang diteliti di Balai Rehabilitasi BNNP Sumut antara lain: faktor eksternal terdiri dari peraturan perundang-undang, penegak hukum, residivis, barang bukti dan keterlibatan dalam jaringan, sedangkan faktor internal terdiri dari labeling oleh masyarakat.
PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, DISIPLIN KERJA DAN FASILITAS KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN NIAS SELATAN Hulu, Sokhiziduhu
JURNAL PROINTEGRITA Vol 7 No 3 (2023): DESEMBER
Publisher : LPPM Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/jp.v7i3.4848

Abstract

Terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi kinerja, diantaranya adalah kepemimpinan transformasional, disiplin kerja dan fasilitas kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan transformasional, disiplin kerja dan fasilitas kerja secara parsial dan simultan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan. Populasi penelitian ini adalah hanya pegawai PNS pada Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan yaitu berjumlah 63 pegawai. Untuk penentuan jumlah sampel digunakan sampel jenuh dengan mengambil seluruh populasi menjadi sampel yaitu 63 pegawai. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah kuesioner, wawancara dan studi dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah Uji asumsi klasik, Regresi linier berganda, Uji t, Uji F dan Koefisien Determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan. Semakin baik kepemimpinan transformasional maka kinerja pegawai juga akan semakin baik Nilai t-hitung untuk variabel kepemimpinan transformasional adalah sebesar 2,287 > 2,001 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,026 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Variabel disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan. Semakin baik disiplin kerja maka kinerja pegawai juga akan semakin baik Nilai t-hitung untuk variabel disiplin kerja adalah sebesar 5,113 > 2,001 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Variabel fasilitas kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan. Semakin baik fasilitas kerja maka kinerja pegawai juga akan semakin baik Nilai t-hitung untuk variabel fasilitas kerja adalah sebesar 2,405 > 2,001 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,019 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Variabel kepemimpinan transformasional, disiplin kerja, dan fasilitas kerja secara serempak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan nilai Fhitung sebesar 199,810 > F tabel sebesar 2,761. Dengan demikian diambil keputusan maka H0 ditolak dan Ha diterima. Koefisien determinasi adjusted R² sebesar 90,60 % variasi kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh kepemimpinan transformasional, disiplin kerja dan fasilitas kerja secara serempak, sedangkan sisanya 9,40 % lagi dijelaskan oleh faktor lain, yaitu seperti variabel seperti variabel motivasi dan kompensasi. Disarankan kepada pimpinan instansi sebaiknya memberi kesempatan yang lebih luas kepada pegawai untuk membuat keputusan pada bidang kerja masing-masing, serta menghindari kedekatan pribadi dengan bawahan untuk hal-hal yang tidak berkaitan dengan pekerjaan. Kepada pimpinan instansi sebaiknya memberi sanksi disiplin sebanding dengan tingkat kesalahan pegawai. Pimpinan instansi perlu memperbaiki fasilitas kerja dengan memperhatikan fasilitas yang sudah rusak, serta melakukan pengawasan terhadap penggunaan alat transportasi agar benar-benar digunakan untuk keperluan kantor. Perlu penelitian lanjutan oleh peneliti lain dengan menggunakan variabel bebas yang lebih banyak diluar variabel bebas yang sudah diteliti dalam penelitian ini untuk memperoleh hubungannya dengan variabel kinerja.

Page 1 of 1 | Total Record : 4