Jurnal Lemhannas RI
Jurnal Lemhannas RI (JLRI) is multidisciplinary, focusing on all aspects of national resilience. This journal publishes articles 4 issues every year. JLRI aims to provide a platform for intellectual discourse on topics such as Geography, Demography, Natural Resources, Ideology, Politics, Economics, Socio-Cultural, Defense and Security. Theoretical and conceptual analysis, foundational and applied research using qualitative or quantitative approaches are welcomed. Papers submitted may be in English or Indonesian, and they will be evaluated by peer-reviewed and must significantly contribute to national resilience in general or specific application areas.
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6 No 1 (2018)"
:
12 Documents
clear
Identitas Keindonesiaan dan Aktualisasi Pancasila bagi Generasi Milenial di Era Digital
Yudi Latif
Jurnal Lemhannas RI Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (333.812 KB)
The conception of the nation-state rests with the subject of formative experience round up to the declaration of independence and its subsequent institution of governance. This experience is shaped by the best mind of the nation –in most account by their intelligentsia. In their youth, the generation of intelligentsia transform their situation into what can be ethically said about their statement in the world, since they are determined to change their society. Indonesia has a generation of intelligentsia who later became the founder of the nation and the framer of normative norm and common ground, Pancasila. Their youth informed us on the foundation and values of Indonesia. In the contemporary of Indonesia, the youth of diverse background has been searching for what their society stands for, much likes the generation of pre-independence Indonesia. Their role too still search for spaces and trajectory where they can espouse their lead and claim on the actualisation of Pancasila. Those, as it is turned out, would not be an easy one since the landscape of nationhood has various challenges waiting to be defined by them.
Ketahanan Nasional Indonesia Bidang Politik Di Era Demokrasi Digital (Tantangan Tahun Politik 2018-2019 dan Antisipasinya)
Ubedilah Badrun
Jurnal Lemhannas RI Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (517.073 KB)
Memasuki era masyarakat digital (digital society) sebagai salah satu pertanda penting revolusi industri generasi keempat (4.0), keadaan dunia termasuk Indonesia menghadapi tantangan baru yang tidak mudah, termasuk tantangan dibidang politik. Diantara problem tersebut adalah kontestasi politik yang melebar memanfaatkan media digital telah memicu terjadinya pembelahan, ketegangan dan konflik sosial ditengahtengah masyarakat yang semula latent (maya), berpotensi manifest dan berproses meluas. Artikel ini menjelaskan tentang sejumlah problem krusial ketahanan nasional bidang politik di Era Demokrasi digital (digital democracy) dan sejumlah tantangan ditahun politik 2018-2019 beserta tawaran antisipasinya. Dengan menggunakan perspektif Liquid Modernity, masyarakat digital (digital society),demokrasi digital (digital democracy), teori sistem politik dan perspektif teori identitas bangsa penulis mengurai sejumlah tantangan. Diantaranya tantangan terkait problem sosial dan politik kebangsaan. Tawaran antisipasi yang dikemukakan dalam artikel ini adalah terkait merawat identitas kebangsaan dan perbaikan sistem politik Indonesia yang efektif, adaptif namun demokratis ditengah situasi revolusi industri generasi ke empat (the fourth industrial revolution) yang terus berubah secara cepat.
Risiko Polarisasi Algoritma Media Sosial : Kajian terhadap Kerentanan Sosial dan Ketahanan Bangsa
Devie Rahmawati
Jurnal Lemhannas RI Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (333.744 KB)
Media sosial merupakan platform yang mempunyai kemampuan menghubungkan para pengguna yang terdaftar di dalamnya. Namun, satu hal yang jarang mengemuka justru fakta bahwa media sosial mempunyai kemampuan untuk memfragmentasi dan mempolarisasi para pengguna yang terlibat di dalamnya. Prioritas media sosial untuk meningkatkan kenyamanan pengguna, yang dilakukannya dengan merangkul para pengguna dalam jaringan pergaulannya sendiri, menyebabkan para pengguna justru tercerabut dari keterlibatan dengan khalayak yang lebih luas. Akibatnya, para pengguna menjadi tersekat serta menghabiskan waktu lebih lama di media sosial. Tulisan ini akan memperlihatkan bagaimana media sosial beroperasi dengan logika penyekatan tersebut serta kerentanan-kerentanan yang dibawanya bagi ketahanan sosial masyarakat Indonesia.
Relevansi Dan Aplikasi Doktrin Wawasan Nusantara Dalam Analisis Ancaman Kontemporer
Haryo B. Rahmadi
Jurnal Lemhannas RI Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (824.216 KB)
Berjalin kelindannya ancaman kontemporer; asimetris, proxy, dan hibrida menjadi keniscayaan menilik perkembangan lingkungan strategis nasional dan global yang memengaruhi Indonesia dewasa ini. Ditambah lagi dengan kenyataan bahwa strategi keamanan nasional Amerika Serikat bertendensi mengembalikan dunia kepada Perang Dingin. Melalui serangkaian analisis berbasis teori dan pandangan ilmiah terkait ancaman kontemporer, terbukti bahwa Wawasan Nusantara sebagai doktrin strategis geopolitik nasional tidak saja relevan secara ilmiah, namun juga terbukti komprehensif karena menyatukan pendekatanpendekatan yang berbeda dalam satu konsep utuh, dan aplikatif secara operasional untuk menganalisis ancaman kontemporer baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
Konsepsi Indo-Pasifik sebagai Sebuah Strategi Ketahanan Politik Luar Negeri Indonesia
Muhamad Jaki Nurhasya
Jurnal Lemhannas RI Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (281.337 KB)
Pergeseran norma interaksi global pada tataran Indo-Pasifik diwarnai oleh terjadinya kontestasi antara Republik Rakyat Tiongkok (RRT)-Amerika Serikat (AS), konvergensi India-Jepang-Australia, serta dinamika kebijakan strategis Rusia. Guna mengantisipasi dinamika sistem strategis IndoPasifik, Indonesia telah mencetuskan konsepsi Indo-Pasifik yang memajukan inklusivitas, habit of dialogue, serta penyelesaian permasalahan kawasan secara damai melalui pendayagunaan building blocks di kawasan. Analisa dalam tulisan ini mempertegas sentralitas Indonesia untuk dapat mengambil peran sebagai aktor utama dan mempengaruhi konsepsi atas kawasan IndoPasifik. Secara lebih lanjut, tulisan ini merekomendasikan formulasi serta implementasi konsepsi Treaty of Friendship and CooperationIndo-Pasifik pada tiga tataran secara sequential: a. pada tataran bilateral melalui pemanfaatan hubungan bilateral komprehensif dan strategis; b. pada tataran regional melalui pendayagunaan building blocks ASEAN, IORA dan SCO (sebagai non-member country); serta c. pada tataran praktis melalui pembangunan norma interaksi instrumen-instrumen militer dan otoritas keamanan maritim negara-negara Indo-Pasifik.
Kebijakan Pemerintah Indonesia dalam Mengatasi Persebaran Propaganda Ideologi ISIS di Internet
Sunarto Sunarto;
Evi Fitriani
Jurnal Lemhannas RI Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (221.845 KB)
Tulisan ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang menyebabkan sulitnya penanganan persebaran propaganda ideologi ISIS di internet. ISIS merupakan kelompok teroris yang telah mengeksploitasi kemajuan teknologi informasi untuk menyebarkan propagandanya di internet. Hal tersebut menyebabkan sekelompok masyarakat di Indonesia terpengaruh untuk menjadi anggota maupun simpatisan ISIS. Pemerintah telah berupaya untuk mengatasinya dengan melakukan pemblokiran, namun persebaran ideologi ISIS di internet nampak masih sulit untuk diatasi. Tulisan ini mempertanyakan faktor-faktor yang menghambat upaya pemerintah Indonesia dalam mengatasi persebaran ISIS di internet. Kerangka pemikiran yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kontra radikalisasi di internet, oleh Karen J. Greenberg. Teori tersebut digunakan untuk melihat kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah Indonesia dalam mengatasi persebaran ideologi ISIS di internet. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis mendalam. Hasil dari penelitian ini adalah persebaran propaganda ideologi ISIS di internet sulit untuk diatasi karena belum maksimalnya tindakan kontra radikalisasi di internet yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia.
Identitas Keindonesiaan dan Aktualisasi Pancasila bagi Generasi Milenial di Era Digital
Yudi Latif
Jurnal Lemhannas RI Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The conception of the nation-state rests with the subject of formative experience round up to the declaration of independence and its subsequent institution of governance. This experience is shaped by the best mind of the nation –in most account by their intelligentsia. In their youth, the generation of intelligentsia transform their situation into what can be ethically said about their statement in the world, since they are determined to change their society. Indonesia has a generation of intelligentsia who later became the founder of the nation and the framer of normative norm and common ground, Pancasila. Their youth informed us on the foundation and values of Indonesia. In the contemporary of Indonesia, the youth of diverse background has been searching for what their society stands for, much likes the generation of pre-independence Indonesia. Their role too still search for spaces and trajectory where they can espouse their lead and claim on the actualisation of Pancasila. Those, as it is turned out, would not be an easy one since the landscape of nationhood has various challenges waiting to be defined by them.
Ketahanan Nasional Indonesia Bidang Politik Di Era Demokrasi Digital (Tantangan Tahun Politik 2018-2019 dan Antisipasinya)
Ubedilah Badrun
Jurnal Lemhannas RI Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Memasuki era masyarakat digital (digital society) sebagai salah satu pertanda penting revolusi industri generasi keempat (4.0), keadaan dunia termasuk Indonesia menghadapi tantangan baru yang tidak mudah, termasuk tantangan dibidang politik. Diantara problem tersebut adalah kontestasi politik yang melebar memanfaatkan media digital telah memicu terjadinya pembelahan, ketegangan dan konflik sosial ditengahtengah masyarakat yang semula latent (maya), berpotensi manifest dan berproses meluas. Artikel ini menjelaskan tentang sejumlah problem krusial ketahanan nasional bidang politik di Era Demokrasi digital (digital democracy) dan sejumlah tantangan ditahun politik 2018-2019 beserta tawaran antisipasinya. Dengan menggunakan perspektif Liquid Modernity, masyarakat digital (digital society),demokrasi digital (digital democracy), teori sistem politik dan perspektif teori identitas bangsa penulis mengurai sejumlah tantangan. Diantaranya tantangan terkait problem sosial dan politik kebangsaan. Tawaran antisipasi yang dikemukakan dalam artikel ini adalah terkait merawat identitas kebangsaan dan perbaikan sistem politik Indonesia yang efektif, adaptif namun demokratis ditengah situasi revolusi industri generasi ke empat (the fourth industrial revolution) yang terus berubah secara cepat.
Risiko Polarisasi Algoritma Media Sosial : Kajian terhadap Kerentanan Sosial dan Ketahanan Bangsa
Devie Rahmawati
Jurnal Lemhannas RI Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Media sosial merupakan platform yang mempunyai kemampuan menghubungkan para pengguna yang terdaftar di dalamnya. Namun, satu hal yang jarang mengemuka justru fakta bahwa media sosial mempunyai kemampuan untuk memfragmentasi dan mempolarisasi para pengguna yang terlibat di dalamnya. Prioritas media sosial untuk meningkatkan kenyamanan pengguna, yang dilakukannya dengan merangkul para pengguna dalam jaringan pergaulannya sendiri, menyebabkan para pengguna justru tercerabut dari keterlibatan dengan khalayak yang lebih luas. Akibatnya, para pengguna menjadi tersekat serta menghabiskan waktu lebih lama di media sosial. Tulisan ini akan memperlihatkan bagaimana media sosial beroperasi dengan logika penyekatan tersebut serta kerentanan-kerentanan yang dibawanya bagi ketahanan sosial masyarakat Indonesia.
Relevansi Dan Aplikasi Doktrin Wawasan Nusantara Dalam Analisis Ancaman Kontemporer
Haryo B. Rahmadi
Jurnal Lemhannas RI Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berjalin kelindannya ancaman kontemporer; asimetris, proxy, dan hibrida menjadi keniscayaan menilik perkembangan lingkungan strategis nasional dan global yang memengaruhi Indonesia dewasa ini. Ditambah lagi dengan kenyataan bahwa strategi keamanan nasional Amerika Serikat bertendensi mengembalikan dunia kepada Perang Dingin. Melalui serangkaian analisis berbasis teori dan pandangan ilmiah terkait ancaman kontemporer, terbukti bahwa Wawasan Nusantara sebagai doktrin strategis geopolitik nasional tidak saja relevan secara ilmiah, namun juga terbukti komprehensif karena menyatukan pendekatanpendekatan yang berbeda dalam satu konsep utuh, dan aplikatif secara operasional untuk menganalisis ancaman kontemporer baik secara kualitatif maupun kuantitatif.