cover
Contact Name
Muhammad Yunus
Contact Email
puslitbang.siap@gmail.com
Phone
+628123216803
Journal Mail Official
comphijournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Simpang Dirgantara II B3/13 Malang u.p. Dr. dr. Febri Endra Budi Setyawan, M.Kes., FISPH., FISCM
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
CoMPHI Journal : Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal
ISSN : -     EISSN : 27228169     DOI : https://doi.org/10.37148/comphijournal
Core Subject : Health,
CoMPHI Journal : Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal merupakan Jurnal Ilmiah bidang Ilmu Kedokteran Komunitas dan Ilmu Kesehatan Masyarakat yang dikelola dan diterbitkan oleh Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia. CoMPHI Journal terbit 3 (tiga) kali dalam 1 tahun yaitu setiap bulan Juni, Oktober dan Pebruari. Cakupan dan Fokus Jurnal ini pada Bidang Ilmu Kedokteran Komunitas, Ilmu Kesehatan Masyarakat dan atau yang serumpun dengannya seperti Kedokteran Keluarga, Kedokteran Industri, Biostatistik, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Epidemiologi, Gizi, Farmasi, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Promosi Kesehatan, Rekam Medik dan lainnya yang masih serumpun dengan bidang Ilmu Kesehatan.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober" : 15 Documents clear
Hubungan Personal Hygiene dengan Tingkat Kejadian Tinea di Rumah Susun Sumur Welut Tower D Surabaya Leksodimulyo, Marcella Clarineta; Chandra, Eka Narayana; Wibowo, Prajogo; Riami
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v5i2.209

Abstract

Tinea (Dermatofitosis) adalah penyakit infeksi jamur yang disebabkan oleh jamur dermatofita yang menyerang jaringan berisi zat tanduk, misalnya kulit, rambut dan kuku. Berdasarkan lokasi infeksinya, Tinea dibagi menjadi Tinea capitis, Tinea faciei, Tinea barbae, Tinea corporis, Tinea Manuum, Tinea unguium, Tinea cruris, dan Tinea pedis. Penyakit Tinea di Indonesia cukup tinggi. Tinea dapat disebabkan oleh kontak langsung dengan orang terinfeksi, menggunakan pakaian yang ketat, personal hygiene yang buruk, kondisi lingkungan seperti kepadatan penduduk dan iklim yang lembab. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene dengan tingkat kejadian Tinea pada Rumah Susun Sumur Welut Tower D di Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional. Sampel dalam penelitian merupakan 113 penghuni di Rumah Susun Sumur Welut Tower D. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan pemeriksaan mikroskop dengan kerokan kulit. Analisis data menggunakan uji Kendall. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-September 2023 di Rumah Susun Sumur Welut Tower D Surabaya. Personal hygiene yang buruk sebanyak 13.3%. Angka kejadian Tinea Capitis 0.9%, Tinea Faciei 0.9%, Tinea Corporis 7.1%, Tinea Cruris 0.9%, Tinea Pedis 1.8%. Analisis Uji Kendall menunjukan terdapat hubungan antara personal hygiene dengan kejadian Tinea (p-Value 0.000). Terdapat hubungan antara personal hygiene dengan kejadian Tinea pada Rumah Susun Sumur Welut Tower D di Surabaya.
HUBUNGAN PEMANFAATAN LAYANAN KESEHATAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA 12-59 BULAN : Studi Case Control Di Wilayah Kerja Puskesmas Guntur II Kabupaten Demak Silvyana Helmalia Putri; Zulaikhah, Siti Thomas; Ratnawati, Ratnawati
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v5i2.214

Abstract

Kabupaten Demak masih menjadi lokasi inti yang diintervensi untuk percepatan penurunan stunting yang terintegrasi pada tahun 2023. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemanfaatan layanan kesehatan dengan kejadian stunting di wilayah Puskesmas Guntur II Kabupaten Demak. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan case control. Besar sampel sebanyak 100 responden yang terdiri dari 50 kasus stunting dan 50 kontrol. Penelitian dilakukan di wilayah Puskesmas Guntur II Kabupaten Demak pada bulan September—Oktober 2023. Pengambilan data dengan wawancara langsung dan mengisi checklist pada saat kegiatan posyandu. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil analisis didapatkan responden dari kelompok stunting memanfaatkan layanan kesehatan (>70%). Nilai median HAZ kelompok stunting (-2,69) dan tidak stunting (-0,80). Hubungan penyuluhan MPASI dan ASI eksklusif dengan kejadian stunting p=0,648, hubungan kelengkapan imunisasi dasar dengan kejadian stunting p=0,338, hubungan pemberian vitamin A dengan kejadian stunting p=0,488, hubungan pemantuan tumbuh kembang tiap bulan dengan kejadian stunting p=0,488, hubungan metode pencarian pengobatan dengan kejadian stunting p=0,148, dan hubungan kelas ibu hamil dengan kejadian stunting p=0,148. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemanfaatan layanan kesehatan tidak ada hubungan yang significant dengan kejadian stunting di wilayah Puskesmas Guntur II.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Keselamatan Kerja Terhadap Angka Kejadian Kecelakaan Kerja pada Sentra Industri Sanitair Klaseman Desa Karangbesuki Kota Malang laila salsabilla, Yasmin nadya; Indradi, Rubayat; Suharto, Suharto; Nurainiwati, Sri Adilla
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v5i2.234

Abstract

Kecelakaan kerja umumnya terjadi disebabkan karena dua hal yaitu tindakan tidak aman dan kondisi tidak aman. Tindakan tidak aman disebabkan karena faktor manusia sedangkan kondisi tidak aman disebabkan karena faktor lingkungan dan peralatan. Pengetahuan mempengaruhi seseorang dalam bertindak positif maupun negatif yang akan menimbulkan potensi terjadinya kecelakaan kerja seperti yang dilakukan pekerja pada sentra industri sanitair klaseman. Desa Karangbesuki, Kota Malang. Tujuan dari penelitian ini apakah ada hubungan tingkat pengetahuan keselamatan kerja terhadap angka kejadian kecelakaan kerja pada sentra indutri sanitair klaseman, Desa Karangbesuki, Kota Malang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan pengambilan data menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel 21 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuisioner. Analisis data terdiri dari metode univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Uji statistik chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan keselamatan kerja terhadap angka kejadian kecelakaan kerja dengan hasil p-value 0,000 (p<0,05). Ada hubungan antara tingkat pengetahuan keselamatan kerja terhadap angka kejadian kecelakaan kerja pada sentra industri sanitair klaseman, Desa Karangbesuki, Kota Malang.
Hubungan Kesadaran Diri (Self Awareness) Pasien Terhadap Kualitas Hidup Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisis Di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar fila, fila; Setiawan, Meddy; Hasanah, Annisa’
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v5i2.237

Abstract

PGK (Penyakit Ginjal Kronis) merupakan urutan penyakit katastropik keempat di Indonesia. Salah satu terapi yang sering digunakan pada PGK stadium akhir adalah terapi hemodialisis. Terapi hemdodialisis dilakukan oleh pasien secara berkelanjutan, sehingga bisa memicu timbulnya rasa bosan. Di samping itu, pasien PGK bisa memiliki gangguan hormon kortisol. Oleh karena itu, mereka membutuhkan kesadaran diri (Self awareness) untuk menjaga kesehatannya dan senantiasa menjadi seseorang yang berarti di kehidupannya. Seseorang yang memiliki dampak positif bagi lingkungan sekitarnya tentunya akan memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Dokter dan perawat hanya bisa memantau kondisi pasien saat memberikan proses terapi dan mengevaluasi berdasarkan hasil laboratorium seperti ureum dan kreatinin. Saat di rumah, mereka sendirilah yang memutuskan untuk memantau dan menjaga kondisi kesehatannya. Mengetahui hubungan kesadaran diri (self awareness) terhadap kualitas hidup pada pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Alat pengambilan data pada penelitian ini yaitu lembar kuesioner. Pengamatan dilakukan secara langsung dan membagikan kuesioner kepada para pasien hemodialisis di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar sebagai responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji SEM-PLS. Uji SEM-PLS menunjukkan hasil 2,815 yang berarti terdapat hubungan antara kesadaran diri (self awareness) pasien terhadap kualitas hidup pada pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Terdapat hubungan antara kesadaran diri (self awareness) pasien terhadap kualitas hidup pada pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar
Hubungan Pengetahuan, Sikap Dan Komorbid Terhadap Perilaku Vaksinasi Covid-19 Sinaga, Evi Susanti; Fitria
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v5i2.240

Abstract

Corona Virus Disease-2019 (Covid-19) merujuk kepada penyakit menular yang diakibatkan karena virus corona baru yang dikenal sebagai Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Vaksinasi Covid-19 ialah satu di antara cara guna mengatasi penyebaran Covid-19. Cakupan vaksinasi covid- 19 di DKI Jakarta didapatkan 4.683 orang yang mana belum memenuhi target vaksinasi di DKI Jakarta. Perilaku vaksinasi Covid-19 dapat dipengaruh berbagai faktor seperti faktor umur, pendidikan, pengetahuan, sikap dan komorbid. Penelitian ini memanfaatkan penggunaan pendekatan observasional analitik desain studi Cross-sectional. Pengumpulan subjek yang dibutuhkan sebanyak 195 orang serta dipilih dengan cara Simple random sampling. Data primer dikumpulkan melalui penggunaan kuesioner dan diisi melalui wawancara. Kemudian analisis data univariat dan bivariat diolah dengan SPSS memanfaatkan penggunaan uji Chi-square.  Variabel tingkat pengetahuan yang baik sebanyak 110 orang (56,4%), sikap positif sebanyak 161 orang (82,6%), tidak memiliki penyakit komorbid sebanyak 162 orang (83,1%), dan perilaku sudah melakukan vaksinasi Covid–19 sejumlah 153 orang (78,5%) dan hasil uji statistik, memperlihatkan hasil bahwasanya tidak didapati hubungan signifikan pengetahuan dengan perilaku vaksin covid -19 (p – value = 0,808), adanya hubungan signifikan di antara sikap dan perilaku vaksinasi Covid – 19 (p – value = 0,001), adanya hubungan signifikan di antara komorbid dengan perilaku vaksin – 19 (p – value = 0,001). Sehingga diperlukan penyuluhan yang lebih lanjut ke masyarakat mengenai implementasi vaksinasi Covid-19.
Laporan Kasus: Noise Induced Hearing Loss Dengan Pendekatan Kedokteran Keluarga Asri, Amanda; Rahim, Rosdianah; Nurdin, Abbas Zavey
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v5i2.242

Abstract

Gangguan pendengaran akibat bising (Noise Induced Hearing Loss/NIHL) adalah penurunan pendengaran atau tuli akibat bising yang melebihi nilai ambang batas dengar dilingkungan kerja. Selain karena faktor bising, terdapat faktor lainnya yang bisa memicu peningkatan risiko gangguan pendengaran, seperti lama pajanan, masa bekerja, dan panggunaan alat pelindung telinga. Pasien Tn. P usia 46 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan penurunan pendengaran sejak 3 tahun terakhir dan semakin memberat. Keluhan disertai rasa berdenging dan tegang di leher belakang. Riwayat bekerja sebagai tukang las selama 10 tahun terakhir dan jarang menggunakan pelindung telinga. Pemeriksaan fisik didapatkan TD: 140/90 mmhg, Nadi 87 x/menit, Pernafasan 18x/menit, dan Suhu 36,7°C, IMT 23,5 kg/m2. Pemeriksaan garpu tala didapatkan rinne (+/+), Swabach (memendek +/+), Weber (lateralisasi ke kiri), Bing (+), dan tes bisik jarak 3 meter. pemeriksan audiogram didapatkan penurunan pada frekuensi 4000 Hz dan meningkat pada 8000 Hz. Pasien didiagnosa Noise Induced Hearing Loss. Studi kasus berlokasi di Puskesmas Dahlia Makassar. Pengamatan dilakukan tanggal 01 Maret sampai 15 Maret 2024. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, pemeriksaan fisik, pengamatan, dan data sekunder meliputi studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Berdasarkan studi kasus tersebut dilakukan penatalaksanaan holistik dengan pendekatan kedokteran keluarga dengan tujuan meningkatkan akses keluarga terhadap pelayanan kesehatan komprehensif meliputi pelayanan promotif, preventif serta pelayanan kuratif dan rehabilitatif dasar.
Analisis Dampak Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) terhadap Penurunan Tingkat Stunting di Komunitas Berpenghasilan Rendah Winata, Lionesya Sukma; Putri, Awanda Dias Rizkia Artha; Santoso, Shaira Nadinda; Prayogi, Bimo Satrio; Djarin, Nengah Michael Dharma; durry, fara disa; Seliana, Irma
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v5i2.245

Abstract

Pemberian makanan tambahan yang mudah didapat dan terjangkau seperti daun kelor memiliki potensi besar untuk mengurangi tingkat stunting di komunitas berpenghasilan rendah. Kandungan gizi yang kaya dalam daun kelor dapat memperbaiki status nutrisi anak-anak secara signifikan. Program ini menjanjikan solusi praktis dalam meningkatkan kesehatan anak dengan biaya yang terjangkau. Untuk mengevaluasi efektivitas program PMT berupa Puding Daun Kelor terhadap anak terpapar stunting di komunitas berpenghasilan rendah. Studi ini menggunakan data hasil kegiatan pengabdian masyarakat di Kelurahan Gunung Anyar, melibatkan 36 ibu dengan anak terindikasi stunting. Fokusnya adalah memberikan sosialisasi kepada ibu-ibu dalam komunitas berpenghasilan rendah tentang pentingnya Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square dan uji Fisher’s Exact Test untuk mengevaluasi efektivitas program ini. Analisis bivariat yang melibatkan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat dilakukan menggunakan uji chi-square. Namun, karena >20%nilai expected <5, syarat untuk uji chi-square tidak terpenuhi, sehingga diterapkan uji Fisher's Exact Test. Hasil dari uji Fisher menunjukkan nilai p-value sebesar (0,001 < 0,005), yang menunjukan adanya hubungan signifikan antara rendahnya penghasilan ibu dan tingkat stunting pada anak. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan ketakutan ibu terhadap biaya program PMT.
Hubungan Antara Usia Dengan Kejadian Hipertensi Di Puskesmas Modopuro Kabupaten Mojokerto Periode 1-31 Maret 2024 Giri, Made Widiantara; Zahida, Farah; Hendrawan, Yucky; Sahadewa, Sukma; Wulandari, Atik Sri; Noviana, Cahyani; Khamidah, Nur; Herawaty, Wike
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v5i2.247

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi kronis yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah arterial yang abnormal dan persisten. Penyakit ini telah menjadi krisis kesehatan global dan banyak terjadi di kalangan usia lanjut. Data dari Puskesmas Modopuro menunjukkan bahwa hipertensi merupakan penyakit yang paling banyak terjadi, terutama pada usia 45 tahun ke atas. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif cross-sectional dengan populasi sebanyak 5200 orang dan sampel sebanyak 99 orang yang dipilih secara acak dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS 26 dengan analisis univariat dan bivariat. Dari analisis univariat, sebanyak 65,6% responden merupakan lansia (usia  45 tahun) dan sebanyak 67,6% responden mengalami hipertensi. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara usia dan kejadian hipertensi, dengan nilai signifikansi yang menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara usia dan kejadian hipertensi di Puskesmas Modopuro, Kabupaten Mojokerto periode 1-31 Maret 2024.
Treatment Compliance of Drug-Resistant Tuberculosis Patients in Compliance of Taking Medication Based on Peer Educator Characteristics at Muhammadiyah PKU Gamping Hospital Yogyakarta savitri, pitut; Afifah, Alidina Nur; Widayati, Nur
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v5i2.248

Abstract

Latar Belakang Indonesia menempati urutan ke 8 jumlah kasus TB-RO di dunia. Salah satu tantangan dalam pengobatan TB-RO adalah kurangnya kepatuhan pasien dalam minum obat yang dipengaruhi oleh banyak faktor yang menjadi penghambat utama keberhasilan pengobatan. Untuk mendukung dan menjamin kepatuhan pengobatan pasien, diperlukan pendampingan rutin oleh kader kesehatan dari komunitas yang dikenal dengan istilah Pendukung Pasien atau Pasien Suporter (PS). Tujuan Penelitian ini ingin mengetahui gambaran karakteristik PS yang paling cocok untuk mendampingi pasien sehingga dapat mendukung kepatuhan pengobatan yang berdampak optimal pada keberhasilan pengobatan. Metode Penelitian ini menggunakan metode observasi deskriptif yang melibatkan 100 pasien DR TB ditinjau dari tingkat kepatuhan pengobatan dikaitkan dengan gambaran karakteristik 26 peer pendidik yang dibagi dalam 4 kategori yaitu usia, jenis kelamin, latar belakang pendidikan, dan pengalaman sebagai penderita TB. penyintas. Pengumpulan data penelitian dilakukan di PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta. Hasil observasi 100 pasien DR TB, 85% memiliki kepatuhan pengobatan dan 15% sisanya tidak patuh. Tingkat kepatuhan pengobatan pasien dipengaruhi oleh faktor 80% peer counselor mempunyai latar belakang pendidikan kesehatan, 64% mempunyai umur yang sama dengan pasien, 54% berjenis kelamin sama, dan hanya 5% dipengaruhi oleh peer counselor yang mempunyai pengalaman. sebagai penyintas DR TB. Kesimpulan Latar belakang PS yang berpendidikan, paling tinggi tingkat kepatuhan pasien minum obat sedangkan PS yang mempunyai latar belakang penyintas TB-RO paling sedikit tingkat kepatuhan pasien dalam meminum obat.
Hubungan Antara Spritualitas Dengan Kesehatan Mental Wanita Usia Subur Tandoyo, Eric; Silitonga, Hanna Tabita Hasianna; Hardianto, Reynaldi; Palloan, Glory Ta’bi; Octavia, Helen; Wahid, Ridzal; Wakas, Berlian Ester; Messakh, Billy Daniel; Kusumah , Irwin Prijatna
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v5i2.249

Abstract

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas / kerohanian dapat berhubungan positif dengan pengurangan tingkat kecemasan dan depresi. Manfaat dari riset ini adalah untuk melihat apakah ada korelasi antara Spiritualitas / kerohanian dan Kesehatan Mental pada Wanita Usia Subur (WUS). Riset ini menggunakan studi epidemiologi analitik observasional dengan metode penelitian cross sectional. Penelitian ini menggunakan kuesioner Daily Spiritual Experience Scale (DSES) dan Depression Anxiety Stress Scale (DASS). Penelitian ini dilakukan pada jemaat Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di Desa Peniwen, Kabupaten Malang pada 34 WUS. Hubungan antara spiritualitas dan kesehatan mental dianalisa menggunakan uji korelasi Spearman karena data terdistribusi dengan tidak merata. Hasil analisa data memperlihatkan korelasi yang berarti antara spiritualitas dengan tingkat stress (nilai koefisien korelasi menunjukkan angka -0.497 dengan nilai p 0.003 < 0.05). Ini berarti menunjukkan tingginya tingkat kerohanian responden maka akan semakin rendah pula tingkat stress. Selain itu didapatkan, terdapat hubungan (sangat lemah) yang tidak signifikan antara spiritualitas dengan tingkat depresi (nilai koefisien korelasi menunjukkan angka -0.177 dengan nilai p 0.316 > 0.05). Ini menunjukkan semakin tinggi derajat spiritualitas responden maka akan semakin rendah pula tingkat depresi. Riset ini juga mendapati korelasi yang berarti antara kerohanian dengan tingkat kecemasan (nilai koefisien korelasi menunjukkan angka -0.493 dengan nilai p 0.003 < 0.05) yang berarti bahwa semakin tinggi tingkat spiritualitas responden maka akan semakin rendah pula tingkat kecemasan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat korelasi positif yang berarti antara spiritualitas dengan tingkat kecemasan dan stress namun terdapat hubungan (sangat lemah) yang tidak signifikan antara spiritualitas dengan tingkat depresi pada Wanita Usia Subur.

Page 1 of 2 | Total Record : 15