Bandung Conference Series: Communication Management
Bandung Conference Series: Communication Management (BCSCM) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Manajemen Komunikasi dengan ruang lingkup diantaranya adalah Awareness, Brand equity, Brand Image, Connecting Community Building, Content Creation, Content Sharing, Daya Tarik Iklan, Drama Televisi, Event, Gaya Hidup, Interior Display, Jingle, Kampanye, Keputusan Pembelian, Keterikatan Pelanggan, Komunikasi antar pribadi, Komunikasi Pemasaran, Konsep Diri, Kredibilitas Komunikator, Kualitas Pelayanan, Literasi Media, Loyalitas Konsumen Manajemen branding, Media Sosial, Minat Beli Konsumen, Online Review, Pemasaran Konten, Penjualan produk, Persepsi Budaya, Personal Branding, Promosi online, Sikap, Store Atmospheredan Layout, Tagline, Terpaan Media, Tindakan Membeli, Transportasi Online, Ujaran Kebencian, Website, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles
1 Documents
Search results for
, issue
"485 - 492"
:
1 Documents
clear
Gambaran Keterbukaan Komunikasi Kepala Madrasan dan Kepuasan Relasional Guru
Vika Hissan Raihani;
Yulianti
Bandung Conference Series: Communication Management 485 - 492
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.25787
This study aims to describe the level of communication openness of the madrasah principal and the relational satisfaction of teachers at MI Attaqwa 06 Kebalen, Bekasi. Communication openness is a critical factor shaping the quality of interpersonal relationships in educational organizations, particularly in Islamic madrasah settings where the values of amanah (trustworthiness) and shiddiq (honesty) underlie leadership communication. This study employs a quantitative descriptive method with a census technique involving all 41 active teachers as respondents. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed descriptively. The theoretical framework integrates Organizational Transparency Theory (Schnackenberg & Tomlinson, 2016) and Relational Satisfaction Theory (Canary & Stafford, 1992). Results show that communication openness of the principal falls in the high category (81.63%), with accuracy as the highest dimension (82.44%) and disclosure as the lowest (80.61%). Teacher relational satisfaction is also high (82.71%), with emotional support as the highest dimension (83.66%) and communication openness as the lowest (81.79%). These findings confirm that transparent, Islamic-value-based leadership communication is positively associated with strong relational satisfaction among teachers in madrasah settings. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat keterbukaan komunikasi kepala madrasah dan kepuasan relasional guru di MI Attaqwa 06 Kebalen, Bekasi. Keterbukaan komunikasi merupakan faktor krusial dalam membentuk kualitas hubungan interpersonal pada organisasi pendidikan, khususnya di lingkungan madrasah yang menjunjung nilai amanah dan shiddiq dalam komunikasi kepemimpinan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik sensus terhadap seluruh 41 guru aktif sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis secara deskriptif. Kerangka teoretis penelitian ini mengintegrasikan Organizational Transparency Theory (Schnackenberg & Tomlinson, 2016) dan Relational Satisfaction Theory (Canary & Stafford, 1992). Hasil penelitian menunjukkan keterbukaan komunikasi kepala madrasah berada pada kategori tinggi (81,63%), dengan dimensi ketepatan (accuracy) sebagai capaian tertinggi (82,44%) dan dimensi pengungkapan (disclosure) sebagai capaian terendah (80,61%). Kepuasan relasional guru juga berada pada kategori tinggi (82,71%), dengan dimensi dukungan emosional sebagai capaian tertinggi (83,66%) dan dimensi keterbukaan komunikasi sebagai capaian terendah (81,79%). Temuan ini menegaskan bahwa komunikasi kepemimpinan yang transparan dan berlandaskan nilai Islam berkorelasi positif dengan kuatnya kepuasan relasional guru di lingkungan madrasah.