Bandung Conference Series: Communication Management
Bandung Conference Series: Communication Management (BCSCM) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Manajemen Komunikasi dengan ruang lingkup diantaranya adalah Awareness, Brand equity, Brand Image, Connecting Community Building, Content Creation, Content Sharing, Daya Tarik Iklan, Drama Televisi, Event, Gaya Hidup, Interior Display, Jingle, Kampanye, Keputusan Pembelian, Keterikatan Pelanggan, Komunikasi antar pribadi, Komunikasi Pemasaran, Konsep Diri, Kredibilitas Komunikator, Kualitas Pelayanan, Literasi Media, Loyalitas Konsumen Manajemen branding, Media Sosial, Minat Beli Konsumen, Online Review, Pemasaran Konten, Penjualan produk, Persepsi Budaya, Personal Branding, Promosi online, Sikap, Store Atmospheredan Layout, Tagline, Terpaan Media, Tindakan Membeli, Transportasi Online, Ujaran Kebencian, Website, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles
1 Documents
Search results for
, issue
"879 - 886"
:
1 Documents
clear
Representasi Makna Perjuangan Diri dalam Film Kpop Demon Hunters
Hanum Naurah Azzahra;
Askurifa’i Baksin
Bandung Conference Series: Communication Management 879 - 886
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.25396
The South Korean creative industry frequently incorporates social and psychological issues into cinematic media, including the animated film K-pop Demon Hunters (2025). This study aims to describe the representation of self-struggle meaning within the film. The researcher employed a descriptive qualitative method utilizing Roland Barthes' semiotic analysis as the framework. Primary data were obtained through the purposive sampling of scenes containing elements of self-struggle, combined with in-depth interviews with a clinical psychologist. The results indicate that denotatively, self-struggle is represented through the esclation of suppressed physical expressions, leading to a total visual liberation on stage. Connotatively, this struggle manifests as barriers in intrapersonal communication, emotional repression, and masked depression driven by external pressures. At the level of myth, the study deconstructs the rigid myth of idol perfectionism (toxic professionalism) into a new myth of authenticity, emphasizing that embracing vulnerability enhances psychological resilience. This article concludes that the film serves as a critical social commentary on the modern entertainment industry. Industri kreatif Korea Selatan banyak mengusung isu sosial dan psikologis melalui media film, salah satunya film animasi Kpop Demon Hunters (2025). Tokoh utama, Rumi, mengalami tekanan batin dan perjuangan diri akibat krisis identitas. Penelitian ini bertujuan mengungkap representasi makna perjuangan diri (self-struggle) dalam film tersebut. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pisau bedah semiotika Roland Barthes berparadigma konstruktivisme. Data diperoleh melalui pemilihan adegan secara purposive, dikombinasikan dengan wawancara mendalam bersama psikolog klinis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara denotatif, perjuangan diri direpresentasikan melalui eskalasi ekspresi fisik yang tertekan hingga terjadinya pembalikan visual yang ekspresif di atas panggung. Secara konotatif, pergulatan tersebut bermanifestasi sebagai hambatan komunikasi intrapersonal, represi emosi, dan masked depression. Pada tingkat mitos, penelitian ini berhasil mendekonstruksi mitos kesempurnaan idola (toxic professionalism) menjadi mitos baru mengenai keautentikan diri (authenticity). Artikel ilmiah ini menyimpulkan bahwa kegigihan emosional terbukti klinis mampu meningkatkan ketahanan mental.