cover
Contact Name
Luqman Qurata Aini
Contact Email
luqman.fp@ub.ac.id
Phone
+6281252663348
Journal Mail Official
jurnalhpt@ub.ac.id
Editorial Address
Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23384336     EISSN : 25806459     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jurnalhpt
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan (Jurnal HPT) memuat naskah artikel yang berkaitan dengan hama dan penyakit tumbuhan, termasuk karakterisasi, deteksi, identifikasi, fisiologi, biokimia, ekologi, epidemiologi, biologi molekuler hama dan patogen tumbuhan, serta pengendaliannya secara kimia dan biologi. Artikel dapat berupa hasil penelitian mutakhir atau temuan terbaru mengenai hama dan penyakit tumbuhan. Naskah artikel yang diterima adalah naskah yang belum pernah dimuat atau tidak sedang dalam proses publikasi pada berkala ilmiah nasional maupun internasional lainnya.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 1 (2026)" : 6 Documents clear
IDENTIFIKASI SERANGGA HAMA PASCAPANEN KOMODITAS EKSPOR BIJI KOPI (Coffea sp.) TUJUAN JEPANG DAN BIJI PINANG (Areca catechu L.) TUJUAN IRAN MELALUI BALAI BESAR KARANTINA HEWAN, IKAN DAN TUMBUHAN (BBKHIT) SUMATERA UTARA: IDENTIFICATION OF POSTHARVEST INSECT PESTS ON EXPORT COMMODITIES OF COFFEE BEANS (Coffea sp.) TO JAPAN AND ARECA NUTS (Areca catechu L.) TO IRAN THROUGH THE NORTH SUMATERA CENTER FOR ANIMAL, FISH, AND PLANT QUARANTINE (BBKHIT) Pasaribu, Debora; Syamsulhadi, Mochammad
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2026.014.1.1

Abstract

Serangga hama pascapanen adalah serangga perusak yang menyerang produk di tempat penyimpanan dan dapat bertahan di dalam gudang. Kondisi lembab dan hangat serta ketersediaan makanan yang melimpah menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan hama ini. Tanaman kopi dari genus Coffea memiliki ciri morfologi unik, seperti batang tegak dan bercabang. Penelitian dilaksanakan dari Agustus hingga Oktober 2024 di gudang kopi PT Olam Indonesia, PT Mas Kawi Wijoyo, dan PT Royal Pacific tujuan Jepang, serta gudang biji pinang di PT Gajamukha, PT Usaha Rajin, dan PT VJ & J International tujuan Iran. Alat yang digunakan termasuk mikroskop stereo dan perangkap yellow sticky trap. Hasil penelitian menemukan tujuh spesies serangga hama di gudang kopi: A. fasciculatus, A. advena, C. ferrugineus, H. hampei, L. serricorne, L. entomophila, T. castaneum dan di gudang biji pinang ditemukan delapan spesies: A. fasciculatus, A. advena, C. ferrugineus, H. hampei, L. serricorne, L.  entomophila, O. surinamensis, T. castaneum. Ini menunjukkan bahwa perangkap yellow sticky trap efektif dalam menangkap serangga hama pada komoditas kopi dan pinang.
DAMPAK SERANGAN SERANGGA HAMA TERHADAP KERUSAKAN TANAMAN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) DI KABUPATEN MUARA ENIM: IMPACT OF INSECT PEST ATTACKS ON DAMAGE TO ROBUSTA COFFEE PLANT (Coffea canephora) IN MUARA ENIM REGENCY Putri, Oktariyani; Nisa, Khoirun; Lia, Rosa; Shalehah, Al Maratus; Amalia, Rosela; Wicaksono, Anggun
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2026.014.1.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kerusakan tanaman kopi robusta (Coffea canephora) yang disebabkan serangga hama serta tingkat kerusakan tanaman kopi robusta di Kabupaten Muara Enim. Metode penelitian yang digunakan adalah metode roaming (jelajah) dengan tiga titik stasiun pengamatan. Pada setiap stasiun dibuat satu transek berukuran 25 x 25 m, dan pengambilan sempel menggunakan pola zig-zag. Data dianalisis menggunakan rumus intensitas serangan tidak mutlak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan tanaman kopi robusta (Coffea canephora) disebabkan oleh delapan spesies serangga hama yaitu kumbang penggerek batang (Xylosandrus compactus) yang merusak bagian batang, kutu hijau (Coccus viridis), wereng hijau (Acanalonia conica), kutudaun (Aphis gossypi), kumbang daun (Luperus flavipes), belalang kayu (Valanga nigricornis) yang merusak bagian daun, kutu putih (Planococcus citri) yang merusak bagian daun dan buah, serta kumbang penggerek buah kopi (Hypothenemus hampei) yang merusak bagian buah. Intensitas serangan ditentukan dengan tingkat kerusakan. Pada plot I, kerusakan batang kategori ringan (25%), kerusakan daun kategori berat (53,33%), dan kerusakan buah kategori sedang (34,30%). Pada plot II, kerusakan batang, daun, dan buah masing-masing termasuk kategori sedang dengan nilai 33,30%, 50%, dan 25,71%. Pada plot III, kerusakan batang kategori sedang (25,33%), kerusakan daun kategori sedang (41,33%), dan kerusakan buah kategori sedang (28%).
KEANEKARAGAMAN JAMUR ENTOMOPATOGEN PADA KAWASAN AGROFORESTRI KOPI PINUS DENGAN TINGKAT PENGELOLAAN BERBEDA DI HUTAN PENDIDIKAN UB, MALANG: DIVERSITY OF ENTOMOPATHOGENIC FUNGI IN COFFEE-PINE AGROFORESTRY SYSTEMS WITH DIFFERENT MANAGEMENT INTENSITIES IN THE UB FOREST, MALANG Kurniawan, Irvan; Pradika, Angga
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2026.014.1.6

Abstract

Keanekaragaman hayati merupakan sumber daya penting dalam ekosistem yang memastikan keberlanjutan dan stabilitasnya. Kemampuan ekosistem untuk menyediakan layanan ekologi, seperti pengendalian hama alami, sangat terkait dengan keanekaragaman jamur entomopatogen di suatu wilayah. Ketersediaan informasi tentang keanekaragaman jamur entomopatogen di bawah naungan pinus dan pada Kawasan agroforestri kopi dengan berbagai Tingkat pengelolaan di UB Forest akan membantu mendukung stabilitas ekosistem. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai dan menganalisis keanekaragaman jamur entomopatogen pada rizosfer di kawasan agroforestri kopi-pinus dengan tingkat pengelolaan yang berbeda di UB Forest. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kuantitatif dan eksploratif. Penelitian dilaksanakan dengan mengambil sampel tanah rizosfer pada tiga tingkat pengelolaan lahan (tinggi, sedang, dan rendah). Isolasi jamur entomopatogen dilakukan menggunakan metode insect baiting dengan larva Tenebrio molitor sebagai umpan. Identifikasi isolat dilakukan secara makroskopis dan mikroskopis, kemudian data dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener, indeks kemerataan, dan indeks dominansi.  Hasil penelitian menunjukkan temuan sejumlah 42 isolat dari genus Aspergillus, Fusarium, Metarhizium, Mortierella, Penicillium, dan Lecanicillium. Hasil analisis menunjukkan bahwa plot Pengelolaan Sedang (PS) memiliki keragaman jamur entomopatogen tertinggi (H' = 1,97), keseragaman tertinggi (E = 0,95), dan dominasi terendah (C = 0,15). Analisis korelasi menunjukkan bahwa suhu tanah memiliki korelasi negatif yang kuat (-0,90) terhadap keanekaragaman jamur entomopatogen, sementara kelembaban tanah menunjukkan korelasi positif sedang (0,70).
POLA SEBARAN DAN INTENSITAS SERANGAN HAMA Brontispa longissima PADA PEMBIBITAN KELAPA (Cocos nucifera L.) DI KABUPATEN KONAWE SELATAN: DISTRIBUTION PATTERN AND ATTACK INTENSITY OF Brontispa longissima IN COCONUT (Cocos nucifera L.) NURSERIES IN SOUTH KONAWE REGENCY Johan, Eko Aprianto; Settyn, Settyn; Nuriadi, Nuriadi; Awaluddin, Awaluddin; Mallarangeng, Rahayu; Asniah, Asniah
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2026.014.1.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sebaran dan intensitas serangan hama B. longissima pada berbagai kelompok umur pembibitan kelapa (Cocos nucifera L.) di Kabupaten Konawe Selatan. Hama ini merupakan salah satu organisme pengganggu tanaman utama yang menyerang janur kelapa sejak fase pembibitan hingga tanaman dewasa. Penelitian menggunakan metode purposive sampling pada tiga kelompok umur bibit kelapa (3 bulan, 5 bulan dan 1 tahun) dengan variabel pengamatan yaitu Indeks Morisita dan intensitas serangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan program Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola sebaran B. longissima pada kelompok umur 3 bulan, 5 bulan dan 1 tahun bersifat seragam dengan nilai indeks penyebaran (IP) < 0. Sementara itu, intensitas serangan meningkat secara bertahap pada setiap kelompok umur. Pada kategori serangan ringan, intensitas tercatat sebesar 9% pada umur 3 bulan dan 21% pada umur 5 bulan. Sementara kategori sedang, intensitas serangan berkisar antara 39% hingga 43% pada umur 3 dan 5 bulan. Persentase serangan tertinggi dalam kategori sedang tercatat pada umur 1 tahun, yaitu antara 30% hingga 46%.
ISOLASI, IDENTIFIKASI MORFOMETRIK, DAN POTENSI NEMATODA ENTOMOPATOGEN Heterorhabditis americana DARI LAHAN TEBU DI KEDIRI, INDONESIA SEBAGAI KANDIDAT BIOPESTISIDA RAMAH LINGKUNGAN: ISOLATION, MORPHOMETRIC IDENTIFICATION, AND POTENTIAL OF THE ENTOMOPATHOGENIC NEMATODE Heterorhabditis americana FROM SUGARCANE FIELDS IN KEDIRI, INDONESIA AS AN ENVIRONMENTALLY FRIENDLY BIOPESTICIDE CANDIDATE Simanjuntak, William Fernando; Kusuma, Ramadhani Mahendra; Wiyatiningsih, Sri
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2026.014.1.4

Abstract

Nematoda entomopatogen (NEP) adalah organisme mikroskopis berbentuk mirip cacing yang memiliki potensi besar sebagai agens pengendali hayati. Kediri merupakan salah satu daerah penghasil tebu utama di Indonesia. Nematoda Heterorhabditis mampu membunuh uret (Lepidiota stigma) sebagai hama utama tebu, sehingga menunjukkan potensi yang besar bagi Heterorhabditis sp. sebagai musuh alami hama tanaman tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keberadaan Heterorhabditis sp. di lahan tebu Kediri melalui pengambilan sampel tanah dan identifikasi morfometrik. Eksplorasi Heterorhabditis diawali dengan pengambilan sampel tanah pada tanaman tebu sehat kemudian dilakukan baiting NEP. Nematoda entomopatogen yang diperoleh diisolasi menggunakan metode white trap dan difiksasi sebelum diidentifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tanah lahan tebu di Kediri terdapat nematoda Heterorhabditis sp. Nematoda Heterorhabditis sp. yang ditemukan memiliki panjang tubuh 467,6 µm, Lebar tubuh 26,9 µm, panjang bulbus basal 13,7 µm, dan panjang ekor 36,2 µm. Nematoda entomopatogen yang diperoleh berasal dari genus Heterorhabditis dengan dugaan spesies Heterorhabditis americana. Spesies ini berpotensi untuk dikembangkan dalam berbagai formulasi biopestisida guna mendukung pengembangan Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) di Indonesia.
STUDI KOMPARATIF KEANEKARAGAMAN KUPU-KUPU (RHOPALOCERA) PADA TIGA KAWASAN HIJAU DI MALANG RAYA: COMPARATIVE STUDY OF BUTTERFLY (RHOPALOCERA) DIVERSITY IN THREE TYPES OF GREEN AREAS IN MALANG Prambudi, Ryo; Fikrinda, Wahyu; Wibowo, Dennis; Pramana, Bintang Arya
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2026.014.1.5

Abstract

Keanekaragaman kupu-kupu (Rhopalocera) sangat dipengaruhi oleh struktur habitat serta ketersediaan vegetasi sebagai sumber pakan dan tanaman inang. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan keanekaragaman, kelimpahan, dan struktur komunitas kupu-kupu pada tiga kawasan hijau di Malang Raya yang mewakili hutan sekunder alami, kawasan semi-alami, dan kawasan dengan aktivitas antropogenik tinggi. Penelitian dilakukan pada bulan Juni–Juli 2025 menggunakan metode survei dan observasi langsung dengan purposive sampling pada tiga plot di setiap lokasi. Pengamatan kupu-kupu dilakukan pada waktu aktif diurnal, sedangkan data vegetasi dan parameter lingkungan dicatat sebagai pendukung analisis. Analisis data meliputi indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’), kemerataan (E), dominasi Simpson (D), uji similaritas Bray-Curtis, uji ANOVA yang dilanjutkan uji Tukey jika terdapat perbedaan yang signifikan (α=0,05), dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menemukan 30 spesies kupu-kupu dari empat famili dengan total 336 individu. Nilai keanekaragaman tertinggi ditemukan di Coban Rondo (H’=2,86), sedangkan dominasi tertinggi terdapat di Kawasan Hijau Dieng (D=0,23) yang didominasi spesies generalis seperti Leptosia nina dan Eurema hecabe. Keanekaragaman vegetasi menunjukkan korelasi positif yang sangat kuat dengan keanekaragaman dan kelimpahan kupu-kupu (r=0,88). Disimpulkan bahwa perbedaan struktur habitat dan keanekaragaman vegetasi berpengaruh signifikan terhadap struktur komunitas kupu-kupu, sehingga pemeliharaan keanekaragaman vegetasi menjadi faktor kunci dalam pengelolaan kawasan hijau berkelanjutan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6