cover
Contact Name
Intan Gumilang
Contact Email
inhis@idpublishing.org
Phone
-
Journal Mail Official
inhis@idpublishing.org
Editorial Address
Gg. Broto Manunggal V, Brajan, Tamantirto, Kec. Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Indonesian Health Issue
ISSN : -     EISSN : 28282809     DOI : 10.47134/inhis
Core Subject : Health,
Indonesian Health Journal is one of the journals which is concerned with the health field. It was published in 2022 by PublishingId. Indonesian Health Journal adopts a double-blind peer review policy and concerns on various health fields, for instance NURSING, MIDWIFERY, NUTRITION, MEDICAL LAB TECHNOLOGY, PUBLIC HEALTH.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2024): FEBRUARI" : 6 Documents clear
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut Pada Anak Usia 1-5 Tahun Rangga Pusmaika; Novrida, Yizri; Djami, Moudy E.U; Simatupang, Erna J.; Sumiyati, Iis
Indonesian Health Issue Vol. 3 No. 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v3i1.41

Abstract

Latar belakang: Penyakit ISPA menepati urutan tertinggi dari 10 besar jenis penyakit di provinsi Banten. Faktor resiko kesakitan hingga resiko kematian pada balita penderita ISPA, diantaranya faktor BBLR, status gizi, imunisasi, dan jenis kelamin. Tujuan: untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA  pada anak usia 1-5 tahun di Puskesmas Jambe, Tangerang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional.Populasinya yaitu seluruh anak usia 1-5 tahun yang tercatat dalam rekam medis Puskesmas Jambe tahun 2016 dengan besar sampel 120 balita (rumusan besaran sampel uji hipotesis beda dua proporsi), melalui tehnik sytematic random sampling. Analisa Data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil: jenis kelamin (p-value 0,019) dan riwayat BBLR (p-value 0,000) berhubungan dengan kejadian ISPA pada anak usia 1-5 tahun. Tidak ada hubungan imuniasi (p-value 0,855), dan status gizi (p-value 0,092)dengan kejadian ISPA. Namun, terdapat kecenderungan anak dengan dalam kelompok status gizi kurus mengalami kejadian ISPA. Kesimpulan: Pentingnya pemberian konseling tentang ISPA pada balita guna menurunkan morbiditas dan mortalitas akibat ISPA pada balita   Background: ARI has the highest rank in Banten province. Risk factors for morbidity to the risk of death in children with ARI, including LBW, nutritional status, immunization, and gender. Purpose: determine the factors associated with the incidence of ARI in children aged 1-5 years in Puskesmas Jambe, Tangerang. Methods: The design was cross sectional design. The population was all children aged 1-5 years recorded in the medical record at the Jambe Health Center in 2016 with a sample size of 120 children under five years old (by the formulation of a two-proportion different hypothesis test sample), using a systematic random sampling technique. Data analysis uses univariate and bivariate analysis with chi-square test. Results: gender (p-value 0.019) and LBW history (p-value 0,000) were associated with ARI events in children aged 1-5 years. There is no relationship of immunization (p-value 0.855), and nutritional status (p-value 0.092) with the incidence of ARI. However, there is a tendency for children with a thin nutritional status group to experience ARI. Conclusion: The importance of providing counseling about ARI to toddlers to reduce morbidity and mortality due to ARI to toddlers.
Analisis Perbedaan Asupan Zat Gizi dan Kadar Glukosa Darah Puasa Pasien Diabetes Melitus Tipe II: Analisis Perbedaan Asupan Zat Gizi dan Kadar Glukosa Darah Puasa Pasien Diabetes Melitus Tipe II Amelia, Linda; Sulendri, Ni Ketut Sri; Darni, Joyeti; Wahyuningsih, Retno
Indonesian Health Issue Vol. 3 No. 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v3i1.58

Abstract

Latar Belakang : Diabetes Melitus masih menjadi salah satu penyakit yang angka kejadian pertahun semakin meningkat. Salah satu penyebab penyakit DM adalah pengaturan pola makan yang kurang tepat, yakni pemilihan karbohidrat dengan porsi yang banyak, jenis karbohidrat yang digunakan lebih banyak menggunakan karbohidrat sederhana. Pengaturan makan pada penderita diabetes mellitus dianjurkan untuk memperhatikan asupan makanan seperti karbohidrat dan serat karena penting dalam pengendalian glukosa darah sebagai salah satu pilar penatalaksanaan diabetes melitus pada terapi gizi medis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 26 orang. Pengukuran kadar glukosa darah puasa dilakukan 1 kali dengan metode GOD-PAP (glukosa oxidase perokxidase aminoantipyrine phenol) dan melakukan recall 1x24jam selama 2 kali. Analisis data yang digunakan adalah Uji T 1 sampel (one sampel T-test). Hasil Penelitian: Rerata kadar glukosa darah puasa pasien sebesar 176,15 g/dL. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dari asupan karbohidrat, protein, natrium dan serat tidak memiliki perbedaan yang signifikan terhadap kadar glukosa darah puasa dengan nilai p-value >0,05. Sedangkan asupan lemak memiliki perbedaan yang signifikan terhadap kadar glukosa darah puasa dengan nilai p-value 0,036 (p<0,05). Kesimpulan: Tidak ada perbedaan asupan karbohidrat, protein, natrium dan serat yang signifikan terhadap kadar glukosa darah, dan terdapat perbedaan pada asupan lemak yang signifikan terhadap kadar glukosa darah puasa (p=0,036). Background: Diabetes Mellitus is still a disease whose incidence rate is increasing every year. One of the causes of DM is improper diet management, namely choosing large portions of carbohydrates, the types of carbohydrates used are mostly simple carbohydrates. Dieting for diabetes mellitus sufferers is recommended to pay attention to food intake such as carbohydrates and fiber because it is important in controlling blood glucose as one of the pillars of managing diabetes mellitus using medical nutrition therapy. Method: This study used a cross sectional design. The subjects in this research were 26 people. Fasting blood glucose levels were measured once using the GOD-PAP (glucose oxidase peroxidase aminoantipyrine phenol) method and recalled 1 x 24 hours for 2 times. The data analysis used is the 1 sample T test (one sample T-test). Research Results: The average fasting blood glucose level of patients was 176.15 g/dL. The research results show that carbohydrate, protein, sodium and fiber intake does not have a significant difference in fasting blood glucose levels with a p-value >0.05. Meanwhile, fat intake had a significant difference in fasting blood glucose levels with a p-value of 0.036 (p<0.05). Conclusion: There is no significant difference in carbohydrate, protein, sodium and fiber intake on blood glucose levels, and there is a significant difference in fat intake on fasting blood glucose levels (p=0.036).
Pengaruh Training Foot Care Terhadap Kejadian Ulkus Kaki Diabetik Pada Pasien Diabetes Melitus Ayu, Anggraini Puspita; Wijayanti, I Gusti Ayu Sri Pudja Warnis; Mas'adah
Indonesian Health Issue Vol. 3 No. 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v3i1.59

Abstract

Diabetes melitus turut dipengaruhi berbagai komplikasi, salah satunya ulkus kaki diabetik. Kondisi ini jika berlangsung lama dan tidak dilakukan penatalaksanaan dengan baik, akan terinfeksi bahkan mengakibatkan amputasi. Penanganan sebelum terjadinya ulkus kaki diabetik adalah training foot care, mencakup mengetahui cara mencuci kaki, memotong kuku, dan cara pemakaian lotion yang benar. Hal tersebut efektif dalam mencegah terjadinya ulkus kaki pada pasien diabetes melitus. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh training foot care terhadap kejadian ulkus kaki diabetik pada pasien diabetes melitus.Metode penelitian ini menggunakan metode rancangan pre eksperimen (pre- experimental design) one group pretest-posttest. Populasinya adalah pasien diabetes melitus yang berkunjung di Puskesmas Gunungsari dengan sampel berjumlah 34 orang, dengan metode purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisoner, skrining inlow’s 60-second diabetic foot screen tool, dianalisa menggunakan Uj Wilxocon Singed Rank Test.Hasil penelitian menunjukkan terjadi perubahan skor  skrining diabetic foot terhadap kejadian ulkus kaki diabetik setelah diberikan training foot care dengan hasil uji statistik nilai ρ value = 0.00 < α = 0,05 yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima dan dapat disimpulkan da Pengaruh Training Foot Care Terhadap Kejadian Ulkus Kaki Diabetik Pada Pasien Diabetes Melitus.Disarankan menjadikan tiga elemen foot care yang diteliti sebagai rutinitas harian. Diabetes mellitus is also affected by various complications, one of which is diabetic foot ulcers. If this condition lasts for a long time and is not managed correctly, it will become infected and even lead to amputation. Handling diabetic foot ulcers is foot care training, which includes knowing how to wash feet, cut nails, and use lotion correctly. It is effective in preventing foot ulcers in patients with diabetes mellitus. The purpose of this study was to determine the effect of foot care training on the incidence of diabetic foot ulcers in patients with diabetes mellitus. This research method uses a pre-experimental (pre-experimental design), one-group pretest-posttest. The population is diabetes mellitus patients who visited the Gunungsari Health Center with a sample of 34 people using a purposive sampling method. Collecting data using a questionnaire, screening inlaw's 60-second diabetic foot screen tool, analyzed using the Wilxocon Signed Rank Test. The results of the study show there is a change in the diabetic foot screening score on the incidence of diabetic foot ulcers after being given foot care training with statistical test results value = 0.00 < = 0.05, which means H0 is rejected. Ha is accepted, and it can be concluded that the Effect of Foot Care Training on the Incidence of Foot Ulcers Diabetics in Diabetes Mellitus Patients. It is recommended to make the three elements of foot care studied as a daily routine.
Studi Kasus : Asuhan Kebidanan Persalinan Pada Ny. R dengan Pre Eklamsia Berat Sulianty, Ati; Hamidiyanti, Baiq Yuni Fitri; Rachmawati Suseno, Mutiara; Rahmayanti, Erika
Indonesian Health Issue Vol. 3 No. 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v3i1.60

Abstract

Latar Belakang: Tahun 2021, ada 114 kasus kematian ibu di Provinsi NTB. Angka kematian ibu terdiri dari 27 kasus perdarahan, 26 kasus hipertensi kehamilan, 4 kasus infeksi, 20 kasus COVID-19, sisanya menrupakan gabungan beberapa kasus .Berdasarkan laporan tahunan RSUD Dr.R. Soedjono Selong tahun 2021 menunjukkan 293 kasus persalinan disebakn oleh preeklamsia berat. Tujuan: Untuk mengetahui asuhan kebidanan pada ibu bersalin Dengan Pre Eklamsia Berat. Mode Penelitian: Subyek studi kasus ini adalah "Ny.R" dengan pre-eklamsia berat, penggumpulan data menggunakan data primer mulai dari  anamnesa, pemeriksaan fisik, penentuan diagnose, rekam medis, dan data sekunder melalui register, dan buku KIA. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif.Hasil: terdapat perubahan kondisi ibu yang menjadi lebih baik setelah diberikan asuhan Pada awal kunjungan tekanan darah 150/100 mmHg dan di akhir kunjungan menurun menjadi 130/80 mmHg. Intervensi pemberian KIE selama 2 hari.Kesimpulan:Terjadi penurunan tekanan darah ibu setelah diberikan asuhan Background: In 2021, there were 114 cases of maternal death in NTB Province. The maternal mortality rate consists of 27 cases of bleeding, 26 cases of pregnancy hypertension, 4 cases of infection, 20 cases of COVID-19, the rest is a combination of several cases. Based on the annual report of RSUD Dr.R. Soedjono Selong in 2021 showed 293 cases of childbirth caused by severe preeclampsia Objective: To determine midwifery care for mothers giving birth with severe pre-eclampsia Method : The subject of this case study is "Mrs. The type of research used was descriptive. Results: there was a change in the mother's condition which became better after being given care. At the beginning of the visit the blood pressure was 150/100 mmHg and at the end of the visit it had decreased to 130/80 mmHg. The intervention was providing IEC for 2 days. Conclusion : There was a decrease in maternal blood pressure after being given care.
Studi Kasus: Asuhan Kebidanan Persalinan Pada Ny.H Dengan Kala II Lama Arini Murni, Ni Nengah; Nur Cory'ah, Fitra Arsy; Rohana, Maulidia
Indonesian Health Issue Vol. 3 No. 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v3i1.61

Abstract

Latar Belakang: AKI masih menjadi permasalahan dunia. Target yang akan dicapai menurut SDGs 70/10.000 Kelahiran hidup. Akan tetapi target tersebut masih belum dapat terpenuhi. Di Indonesia AKI masih tergolong tinggi yaitu 173/100.000 Kelahiran hidup sementara di Nusa Tenggara Barat 124/100.000 kelahiran hidup. Penyebab kematian ibu salah satunya disebabkan oleh persalinan salah satunya komplikasi kala 2 lama yang dapat menyebabkan kematian bagi ibu. Oleh karena itu upaya yang dapat di lakukan untuk menangani kala II lama yaitu dengan asuhan kebidanan komperhensif dari penangana awal sampai penangan akhir.Tujuan: mengetahui asuhan kebidanan pada ibu bersalin dengan kala II lama. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yang Deskriftif dengan mengunakan data primer, data sekunder dari anamnesa, pemeriksaan fisik, penentuan diangnosa, rekam medik, registrasi dan buku KIA. Subyek dalam studi kasus ini dengan Ny.H dengan Kala II Lama Hasil : Awal kunjungan dipimpin mengendan 30 menit tidak ada kemajuan persalinan, kemudian kolaborasi dengan dr SPoG di advice SC. Selama  kunjungan tidak ada komplikasi ibu dan di akhir kunjungan involusio ibu baik dan mobilisasi aktif. Kesimpulan: tidak ada komplikasi maternal lanjutan dari inpartu kala II Lama   ABSTRACT Background: MMR is still a world problem. The target to be achieved according to SDGs is 70/10,000 live births. However, this target has still not been met. In Indonesia, the MMR is still relatively high, namely 173/100,000 live births, while in West Nusa Tenggara it is 124/100,000 live births. One of the causes of maternal death is due to childbirth, one of which is complications in the second stage which can cause death for the mother. Therefore, efforts that can be made to treat the long second stage are with comprehensive midwifery care from initial treatment to final treatment. Purpose: knowing midwifery care for mothers who give birth in the long second stage. Methods: The type of research used is descriptive research using primary data, secondary data from anamnesis, physical examination, diagnosis determination, medical records, registration and KIA books. The subject in this case study is Mrs. H from the Old II Period. Results: The initial visit was led by 30 minutes of labor without any progress in labor, then collaboration with Dr. SPoG on SC advice. During the visit there were no maternal complications and at the end of the visit maternal involution was good and mobilization was active. Conclusion: There were no further maternal complications from the second stage of labor. .    
Pengaruh Murottal Al-Qur’an Terhadap Stres Dalam Mengerjakan Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Fathoni, Ahmad; Arip, Moh; Emilyani, Desty; Septiana, Nurwinda Sari
Indonesian Health Issue Vol. 3 No. 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v3i1.64

Abstract

Latar belakang: Stres adalah emosi yang biasa kita rasakan ketika berada di bawah tekanan, kewalahan, atau kesulitan menghadapi suatu situasi. Ketegangan psikologis, fisiologis, serta ketegangan fisik yang muncul saat berhadapan dengan lingkungan yang sulit untuk berdaptasi disebut sebagai stres. Stres akut dapat menyebabkan gangguan kecemasan, sedangkan stres kronis dapat menyebabkan penyakit fisik. . Metode: Desain penelitian ini menggunakan pre eksprimental. Adapun pendekatannya adalah One Group Pretest and Posttest Desain.  Penggunaan desain diatas berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan. Sampel penelitiannya yakni Mahasiswa Prodi D.III Keperawatan Mataram Jurusan Keperawatan di Poltekkes Kemenkes Mataram yang mengalami stress.  Hasil: Berdasarkan hasil penelitian terapi murottal Al-qur’an memiliki skor rata-rata (Mean) sebesar 22,18 dengan nilai minimal sebesar 5 dan nilai maksimal sebesar 38. Adapun setelah diberikan terapi murottal al-qur’an skor rata-rata sebesar 15,13 dengan nilai minimal sebesar 3 dan nilai maksimal 27. Dengan demikian berdasarkan nilai p (probability) menunjukkan bahwa p value (0,000) < α (0,05) sehingga H0 ditolak, artinya ada pengaruh terapi murottal Al-qur’an terhadap stres dalam mengerjakan Karya Tulis Ilmiah mahasiswa Program Studi D.III Keperawatan Mataram Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Mataram.Kesimpulan: Ada pengaruh terapi murottal al-qur’an terhadap stress dalam mengerjakan Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Prodi DIII Keperawatan Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Mataram Background: This research design uses pre-experimental. The approach is One Group Pretest and Posttest Design. The use of the design above is based on the objectives that have been set. The research samples were students from the Mataram D.III Nursing Study Program, Department of Nursing at the Mataram Ministry of Health Polytechnic who experienced stress. Results: Based on research results, Al-Qur'an murottal therapy has an average score (Mean) of 22.18 with a minimum score of 5 and a maximum score of 38. Meanwhile, after being given Al-Qur'an murottal therapy, the average score was 15.13 with a minimum value of 3 and a maximum value of 27. Thus, based on the p value (probability), it shows that p value (0.000) < α (0.05) so that H0 is rejected, meaning that there is an influence of Al-Qur'an murottal therapy on stress in doing scientific writing for students of the Mataram D.III Nursing Study Program, Nursing Department, Health Polytechnic, Ministry of Health, Mataram. Conclusion: There is an influence of Al-Qur'an murottal therapy on stress in doing scientific writing for DIII Nursing Study Program students, Nursing Department, Health Polytechnic, Ministry of Health, Mataram

Page 1 of 1 | Total Record : 6