cover
Contact Name
ASTARI WULANDARI
Contact Email
astari@untagsmg.ac.id
Phone
+6285727840001
Journal Mail Official
astari@untagsmg.ac.id
Editorial Address
Jln Bendan Dhuwur, Kecamatan Gajahmungkur, Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
SARGA
ISSN : 08534748     EISSN : 29617030     DOI : https://doi.org/10.56444/sarga.v16i2
Core Subject : Engineering,
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism, Journal of interdisciplinary studies in Architecture and Urbanism requires minimal justification. At a time when architecture and urban planning are undergoing substantial changes with the corresponding reconversion of the nature of professional and research activity, the proliferation of academic publications, sometimes with traditional formats and approaches, is somewhat paradoxical. SARGA: Journal of Architecture and Urbanism is published 2 (two) times a year in January and Juli
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 20 No. 1 (2026): January 2026" : 15 Documents clear
Pengaruh Pola Perilaku Pengguna Pasar Terkait Keterjangkauan Terhadap Optimalisasi Fungsi Ruang Riza Larenahadi; Harry Kurniawan
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i1.2801

Abstract

Pasar merupakan bagian penting dalam perkembangan arsitektur pembangunan sebuah kota di Indonesia. Tidak hanya berperan dalam aspek ekonomi, pasar juga berperan dalam aspek sosial budaya masyarakat di wilayahnya. Pentingnya peran pasar tradisional ini direspon pemerintah melalui pelbagai program revitalisasi agar lebih mengikuti konteks zaman dan tidak kalah bersaing dengan jenis pasar yang lain. Namun permasalahan yang baru muncul setelah program revitalisasi dilaksanakan terutama menurunnya transaksi ekonomi dan tingkat keramaian di pasar. Revitalisasi Pasar Prawirotaman menjadi kasus yang diteliti pada permasalahan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola perilaku pengguna pasar tradisional untuk mengetahui tingkat optimalisasi fungsi ruang bangunan pasar. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pemetaan perilaku pengguna pasar melalui place-centered mapping dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menemukan bahwa pola perilaku pengguna memiliki jumlah frekuensi kegiatan berbeda di setiap lantainya dan pemilihan elemen aksesibilitas oleh pengguna bersifat langsung dan terarah sehingga mempengaruhi tingkat optimalisasi fungsi ruang.
Identifikasi Arsitektur Gaya Indische Empire pada Gedung Landhuizen Kelengan Kota Semarang Rayden Soegiarto; Elvira Wijaya
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i1.2895

Abstract

Bangunan Landhuizen Kelengan di Kota Semarang, merupakan salah satu bangunan yang memiliki arsitektur Indische Empire Style. Arsitektur Indische Empire Style merupakan arsitektur yang bukan murni arsitektur Belanda, tetapi sudah beradaptasi dengan iklim setempat. Arsitektur Indische Empire Style hadir melalui karya arsitek Belanda dan diperuntukkan bagi bangsa Belanda yang tinggal di Indonesia, pada masa sebelum kemerdekaan Indonesia. Bangunan Landhuizen Kelengan dibangun pada awal abad ke 18, tetapi tidak ada data pasti mengenai tahun berdirinya bangunan tersebut. Fungsi awal bangunan ini merupakan sebuah rumah tinggal dari seorang pejabat VOC (Vereeniging van Oost-Indische Compagnië) yang bernama Tuan Klein, kemudian berpindah tangan kepada Be Biauw Tjoan, seorang pedagang, pebisnis, serta pemimpin masyarakat Tionghoa (opsir) di Kota Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya karakter arsitektur Indische Empire Style pada bangunan Landhuizen Kelengan di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu dengan melakukan observasi, pengukuran, pengambilan foto, serta dokumentasi  secara langsung di lapangan. Hasil penelitian pada bangunan Landhuizen Kelengan berupa temuan elemen penyusun fasad pada bangunan yang berarsitektur Indische Empire Style.
Exploring Relationship Of Architecture, Digital Place Making, And Time: A Systematic Review Radya Wafi Adyatma; I Gusti Ngurah Antaryama; Arina Hayati
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i1.2951

Abstract

This study investigates the relationship between architecture, digital placemaking, and time, addressing theoretical gaps and their relation. While digital placemaking has seen significant advancements, its integration with architecture and temporal dynamics remains insufficiently explored. To bridge this gap, the research conducts a systematic literature review (SLR) of 448 articles published between 2014 and 2024, with 23 selected for in-depth analysis. Using qualitative content analysis, the study identifies key intersections between these domains. Findings reveal that contemporary architecture is fundamentally transformed by digital technology as design strategy to shape how places connect across time that could connect collective memory. By uncovering critical dynamics between architecture, time, and digital placemaking, the study proposes a theoretical framework to guide future research and innovative design strategies. Emphasizing the interplay of spatial and temporal interactions in architectural design, this research enhances understanding and provides a foundation for projects that align with the evolving demands of digital placemaking, ultimately shaping human experiences in digitally augmented environments.
Transformasi Elemen Citra Kota Pembentuk Identitas Pusat Kota Lama Toboali Astari Herdiani; Dyah Titisari Widyastuti
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i1.3019

Abstract

Pusat Kota Lama Toboali merupakan kawasan historis yang menyimpan nilai-nilai spasial, sosial, dan budaya yang penting dalam sejarah urban Kepulauan Bangka Belitung. Transformasi yang terjadi dari masa kolonial hingga kini telah mengubah banyak elemen pembentuk citra kota yang mempengaruhi persepsi kolektif masyarakat terhadap identitas kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis perubahan elemen-elemen pembentuk citra kota berdasarkan teori Kevin Lynch (paths, edges, districts, nodes, landmarks) serta bagaimana perubahan tersebut berdampak terhadap karakter kawasan. Penelitian menggunakan pendekatan rasionalistik kualitatif dengan metode historis-interprektif, observasi lapangan, wawancara mendalam, cognitive mapping, dan analisis konten. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perencanaan kota berkelanjutan dan strategi pelestarian kawasan historis Toboali.  
Studi Penerapan Pola Desain Biofilik pada SD IT Alam Nurul Islam Yogyakarta Zaida Ar Rahma
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i1.3020

Abstract

Melihat keterbatasan fasilitas dan  potensi alam di Indonesia, sangat disayangkan Sekolah Alam belum cukup populer di Indonesia. Presentase sekolah dasar berbasis alam di kota Yogyakarta hanyalah 0,001 dari keselurahan sekolah dasar yang tercatat oleh Kementrian Pendidikan. Dipandang dari konteks perancangan, penerapan pola desain biofilik pada Sekolah Dasar dapat menjadi strategi yang tepat untuk mengebangkan dan memajukan kualitas Pendidikan Indonesia. Makalah ini mengkaji penerapan pola desain biofilik yang ada pada SD IT Alam Nurul Islam, Yogyakarta sebagai salah satu pionir Sekolah Alam  di Yogyakarta. Metode yang digunakan berupa deskriptif kualitatif yang didasari oleh kajian literatur mengenai desain biofilik dan turunannya. 
Dinamika Jaringan Kotabaru Yogyakarta berdasarkan Studi Morfologi dan Tipologi Kota Kenny David Ariyanto; Rony Gunawan Sunaryo
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i1.3052

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi jaringan perkotaan Kotabaru Yogyakarta melalui pendekatan tipomorfologis, dengan fokus pada ketahanan dan kemampuan beradaptasi elemen ruang di tengah perubahan perkotaan yang cepat. Awalnya dirancang berdasarkan konsep Garden City, Kotabaru telah mengalami transformasi signifikan, termasuk konversi zona perumahan menjadi penggunaan komersial, pengurangan ruang terbuka hijau, dan meningkatnya ketidakkonsistenan arsitektural. Menggunakan analisis spasial diachronis dari tahun 1925 hingga 2025, penelitian ini mengidentifikasi pergeseran morfologis kunci dan mengkategorikan elemen perkotaan menjadi tipe persisten, pendorong, dan patologis. Temuan menunjukkan bahwa meskipun beberapa struktur permanen, seperti jaringan jalan radial dan bangunan kolonial, tetap ada, mereka tidak cukup untuk mempertahankan idealisme Garden City di hadapan komersialisasi, tekanan populasi, dan tuntutan infrastruktur. Degradasi ruang hijau—dari 45,3% pada tahun 1925 menjadi 24,61% pada tahun 2025—lebih lanjut menyoroti hilangnya keseimbangan ekologi dan spasial. Studi ini menyimpulkan bahwa ketahanan jaringan perkotaan memerlukan lebih dari sekadar keabadian fisik; ia membutuhkan penegakan kebijakan yang konsisten, perlindungan ekologi, dan intervensi desain yang sensitif terhadap konteks. Temuan ini berkontribusi pada strategi revitalisasi berkelanjutan distrik perkotaan warisan di bawah tekanan modernisasi.
Desain Wellness and Beauty Center di Surabaya dengan Pendekatan Biophilic Architecture Sheryl Tabina Uistean; Failasuf Herman Hendra; Brina Oktafiana
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i1.3125

Abstract

Perubahan pola hidup masyarakat modern yang diiringi tingginya beban kerja dan mobilitas, telah meningkatkan risiko stres serta kelelahan fisik dan mental, terutama di kawasan perkotaan yang padat seperti Surabaya. Hal ini mendasari kebutuhan akan fasilitas yang tidak hanya berfokus pada perawatan fisik, namun juga mendukung pemulihan secara menyeluruh. Perancangan Wellness and Beauty Center dengan menerapkan Biophilic Architecture dapat menghadirkan ruang penyembuhan yang terintegrasi dengan alam. Proses perancangan meliputi tahapan identifikasi, studi banding, analisis, dan sintesis, guna menghadilkan konsep makro Healing Trough Nature sebagai strategi utama. Konsep ini dikembangkan menajdi konsep mikro yang mencakup desain ruang interaksi dengan alam, bentuk bangunan organik, dan tatanan lahan yang menyatu dengan lansekap di sekitarnya. Rancangan yang dihasilkan meliputi fasilitas spa, perawatan kecantikan, yoga, meditasi, pusat kebugaran, dan area relaksasi yang terhubung secara efektif. Bangunan dirancang adaptif terhadap karakter tapak dengan komposisi massa lengkung yang selaras terhadap orientasi visual dan fungsi ruang, sehingga mampu emnciptakan harmoni serta atmosfer yang dapat menennagkan bagi pengunjung.
Model Optimasi  Penggunaan Lahan Metode Simulasi Site Plan Perumahan Menengah Ke Bawah Berkonsep Green Area Berwawasan Lingkungan dan Berkelanjutan Budi Santoso; Anita Rahmawati; Jalaluddin Mubarok; Rizky Ramadhan
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i1.3162

Abstract

Model ini diaplikasikan pada Perumahan Green pakis Regency  (PT. Altofindo Sentosa) melalui proses simulasi, berkonsep “Green Area berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 yaitu melindungi lingkungan hidup dan mendukung implementasi target SDGs yang terkait dengan lingkungan, memberikan ruang lebih pada kawasan hijau, menggunakan energi berwawasan yang tidak memicu terjadinya lonjakan carbon, penggunaan material ramah lingkungan. Konsep perencanaan site plan mempertimbangkan kawasan rumah sehat yaitu memberi porsi yang cukup terhadap  ventilasi, pencahayaan, kepadatan hunian. Tujuan dari penelitian ini dengan program “Excel RAB-Pro” mendapatkan model site plan perumahan yang optimal, dari instrumen biaya  perumahan. Metode Penelitian adalah model simulasi site plan dengan merencanakan 3 alternatif untuk rumah type 40, 45, 70 (1 lantai), 68 dan78 (2 lantai) dan Ruko type 90 (2 lantai). Ketiga alternatif site plan tersebut kita ajukan ke perijinan untuk diproses, dievaluasi yang hasilnya ditetapkan satu untuk disetujui dan disyahkan untuk diaplikasikan ke proyek. Instrumen dari biaya meliputi  : biaya tidak langsung, biaya langsung, profit dan biaya penambahan SDGs meliputi eco drainage berupa sumur resapan, penggunaan material sirap dari kayu merbau untuk atap bangunan masjid, penggunaan energi ramah lingkungan untuk penerangan jalan solar panel dan solar water heater yaitu pemanfaatan energi matahari guna memanaskan air untuk kamar mandi.
Optimalisasi Fasad Untuk Kenyamanan Termal Melalui Aliran Udara: Studi Kasus Masjid Quwwatul Islami, Yogyakarta M. Fatahila Surya Asmara; Dyah Hendrawati; Florino Piscal Akbar
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i1.3172

Abstract

Kenyamanan termal dalam ruangan sangat penting untuk efektivitas kinerja pengguna ruang, terutama bangunan masjid yang digunakan untuk beribadah oleh banyak orang. Sistem peghawaan alami yang memanfaatkan aliran udara dan desain fasad yang baik sangat berperan dalam menciptakan lingkungan yang nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan fasad Masjid Quwwatul di Yogyakarta guna mencapai kenyamanan termal. Metode simulasi menggunakan perangkat lunak Autodesk CFD untuk mengukur kecapatan udara sebagai variabel kenyamanan termal, dan menggunakan CBE untuk mengukur kenyamanan termal pada ruang ibadah. Hasil menunjukkan bahwa fasad eksisting belum mencapai kenyaman termal, dengan aliran udara masuk hanya sebesar 0,74 m/s. Alternatif desain fasad diperlukan untuk meningkatkan aliran udara. Alternatif 1 dapat meningkatkan aliran udara menjadi 1,22 m/s dengan memperbesar bukaan sebesar 13% dan menggunakan sistem ventilasi silang, sehingga dikategorikan sebagai nyaman hangat. Alternatif 2 dapat meningkatkan aliran udara menjadi 1,3 m/s dengan memperbesar bukaan sebesar 19% serta menggunakan sistem bodycooling dan ventilasi silang, sehingga masuk ke dalam kategori nyaman hangat.
Kajian Elemen Fisik Sebagai Kriteria Desain Lanskap Ekosistem Taman Burung Di Taman 3 Generasi, Balikpapan Reny Rachmawati
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i1.3173

Abstract

Taman burung di kawasan perkotaan merupakan salah satu strategi integrasi lanskap ekosistem yang mampu mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas ruang hijau kota. Penelitian ini mengkaji Taman 3 Generasi Balikpapan sebagai studi kasus untuk mengevaluasi sejauh mana elemen desain lanskapnya memenuhi kriteria taman burung yang ramah ekosistem. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui observasi langsung dan analisis, penelitian menilai aspek struktural (jalur, kontur, elemen air, tempat berlindung, dan fasilitas pendukung) serta aspek vegetatif (jenis dan fungsi vegetasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar elemen fisik Taman 3 Generasi telah sesuai dengan prinsip desain taman burung, terutama pada keberadaan elemen air, rumah burung, serta vegetasi yang menyediakan sumber makanan dan tempat berlindung. Namun, keterbatasan variasi kontur dan spesies tanaman tertentu masih menjadi faktor yang perlu ditingkatkan untuk memperkuat fungsi ekologisnya. Penelitian ini menegaskan bahwa Taman 3 Generasi memiliki potensi sebagai model integrasi desain lanskap ekosistem pada taman burung perkotaan, sekaligus memberikan kontribusi bagi konservasi biodiversitas dan peningkatan kualitas lingkungan hidup di kawasan urban.

Page 1 of 2 | Total Record : 15