Articles
39 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 3 No. 1 (2019)"
:
39 Documents
clear
PERBEDAAN EFEKTIVITAS GROUP INVESTIGATION DENGAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KERJASAMA SISWA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS 5 SD GUGUS JOKO TINGKIR
Kisworo, Dimas Anjar;
Wasitohadi, Wasitohadi;
Rahayu, Theresia Sri
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.80
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran GI dan PBL dalam meningkatkan kerjasama IPA kelas 5 SD Gugus Joko Tingkir Salatiga. Jenis penelitian adalah eksperimen. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas 5 SD Negeri Tingkir Lor 02 yang berjumlah 31 siswa sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas 5 SD Negeri Tingkir Tengah 02 yang berjumlah 27 siswa sebagai kelompok kontrol. Metode pengumpulan data dengan menggunakan non test berupa angket untuk mengetahui hasil kerjasama siswa. Teknik analisis data dengan analisis deskriptif, uji prasyarat parametrik dan statistik inferensial yang menggunakan bantuan aplikasi SPSS 22 for OS Windows. Berdasarkan hasil uji t diperoleh data dengan signifikansi 0,003 < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan rata-rata hasil kerjasama siswa antara penerapan model pembelajaran GI dan PBL. Perbedaan hasil kerjasama IPA yang signifikan didukung oleh perbedaan rerata dua sampel penelitian, dimana rerata hasil kerjasama pada penerapan model pembelajaran GI sebesar 100,65 sedangkan rerata hasil kerjasama pada penerapan model pembelajaran PBL sebesar 93,81 yang berarti bahwa perlakuan pembelajaran dengan model GI memberikan dampak pada hasil kerjasama yang berbeda dan lebih tinggi daripada model pembelajaran PBL. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan efektivitas hasil kerjasama IPA siswa dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation dan Problem Based Learning SD Gugus Joko Tingkir
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEMATIK BAGI SISWA KELAS VI SD
Lisnani, Lisnani
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.81
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh model pembelajaran example non example terhadap hasil belajar tematik siswa SD Kelas VI. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen. Teknik pengumpulan data menggunakam tes. Data dianalisis menggunakan independent sample t-test. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data terbukti bahwa model pembelajaran example non example dapat meningkatkan hasil belajar siswa SD kelas VI. Hal ini terlihat dari perbedaan nilai rata-rata siswa di kelas VIA sebagai kelas eksperimen () sebesar 88,16 lebih besar daripada di kelas VIB sebagai kelas kontrol () sebesar 56,19. Sedangkan, nilai signifikansi t-hitung adalah 0,001 < 0,05 sehingga ditolak dan  diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran example non example terhadap hasil belajar tematik siswa kelas VI SD.
PERBEDAAN PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE TGT DAN STAD DENGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF CERIA TERHADAP SIKAP SOSIAL DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS 5 SD
Primandari, Putri Amalia;
Sulasmono, Bambang Suteng;
Setyaningtyas, Eunice Widyanti
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.82
Jenis penelitian ini adalah eksperimen kuasi. Subjeknya adalah peserta didik kelas 5A dan 5B SD Negeri Karangduren 01 Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan/menguji adanya perbedaan pengaruh yang signifikan dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan STAD dengan MIC (Multimedia Interaktif Ceria) terhadap sikap sosial dan hasil belajar kognitif pada pembelajaran tematik tepadu pada peserta didik kelas 5 SD. Teknik analisis data yang digunakan yakni statistik deskriptif dan inferensial. Hasil Uji beda rata-rata antara menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan antara peserta didik yang mengikuti pembelajaran kooperatif tipe TGT dan STAD. TGT memberikan hasil yang lebih tinggi terhadap sikap sosial dan hasil belajar kognitif dibanding STAD. Hasil uji Independent Samples T-test menunjukan: (1) nilai sig (2-tailed) hasil belajar kognitif antara TGT dan STAD = 0,040 < 0,05, jadi H0 ditolak dan Ha. (2) nilai sig (2-tailed) sikap sosial= 0,003 < 0,05, jadi H0 ditolak dan Ha diterima
EFEKTIVITAS DISCOVERY LEARNING DANPBL PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS IV DITINJAU DARI HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA DI SDN KARANGDUREN 01
Pangastuti, Priliza Nuramaning;
Sulasmono, Bambang Suteng;
Setyaningtyas, Eunice Widyanti
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.83
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas model pembelajarn Discovery Learning dan Problem Based Learning terhadap hasil belajar kognitif pada pembelajaran tematik. Penelitian dilaksanakan di SDN karangduren 01. Subjek pada penelitian ini yaitu kelas IVA sejumlah 22 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas IVB sejumlah 21 siswa sebagai kelas kontrol. Jenis desain penelitian adalah Desain Quasi Experiment. Sebelum dilakukan penelitian dilakukan uji persyaratan eksperimen.Hasil yang diperoleh menujukkan data berdistribusi normal dan homogen. Hasil penelitian menunjukan Nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0.003 < 0.005. Hal ini brarti H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat perbedaan efektivitas hasil belajar kognitif antara kelas eksperimen yang dilakukan treatment menggunakan model pembelajaran Discovery learning, dengan Kelas kontrol yang dilakukan treatment dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Perbedaan nilai rata-rata posttest model pembelajaran Discovery learning 80,18 nilai model pembelajaran Problem Based Learning sebesar 88,18. Jadi dapat diartikan model pembelajaran Problem Based Learning lebih efektif dibandingkan model pembelajaran Discovery Learning
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS V DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROBLEM SOLVING
Emilia, Emilia;
Wasitohadi, Wasitohadi;
Rahayu, Theresia Sri
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.84
Pembelajaran Matematika merupakan pembelajaran yang dianggap sulit dan kurang menyenangkan bagi siswa. Upaya meningkatkan hasil belajar Matematika pada siswa kelas V di Sd Negeri Ledok 05 Salatiga dengan menggunakan metode pembelajaran Problem Solving. Problem Solving(Pemecahan Masalah) merupakan suatu metode pembelajaran yang meliputi kemampuan untuk mencari informasi, menganalisis situasi, dan mengidentifikasi masalah dengan tujuan menghasilkan suatu penemuan sehingga dapat mengambil suatu tindakan untuk mencapai sasaran. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa khusus nya pada pembelajaran Matematika, dengan mempersiapkan suatu perencanaan ,tindakan, observasi, serta refleksi Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukan terjadinya suatu peningkatan terhadap hasil belajar siswa di Sd Negeri Ledok 05 Salatiga. Hal ini di tunjukan pada presentase hasil belajar siswa pada siklus 1 menunjukan 32%, pada siklus II 41% peningkatan ini berdampak positif terhadap sebuah hasil belajar siswa pada pembelajaran Matematika. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model Problem Solving dapat meningkatkan hasil belajar siswa dikelas V SD Negeri Ledok 05 Salatiga
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS 5 SEKOLAH DASAR PADA MATERI PECAHAN
Unaenah, Een;
Sumantri, Muhammad Syarif
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.85
Penelitian dilatarbelakangi oleh munculnya kekeliruan jawaban siswa yang berakibat salah dalam mengisi jawaban pada tes ujian tengah semester. Beberapa siswa terlihat kebingungan ketika menjawab soal yang diberikan guru. Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis kemampuan pemahaman konsep melalui hasil tes (2) menganalisis kemampuan pemahaman konsep melalui wawancara. Lokasi dalam penelitian ini ialah salah satu SD Swasta di kota Serang. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2018 samapai dengan Januari 2019. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas V dengan jumlah 19 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, tes kemudian data dianalisis dengan teknik analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan tes diketahui bahwa pemahaman konsep matematis siswa masih rendah.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR TEMA 7 MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY PADA SISWA KELAS 5 SDN CEBONGAN 01 SALATIGA SEMESTER II TAHUN 2018/2019
Hendrawati, Ririn;
Koeswanti, Henny Dewi;
Radia, Elvira Hoesein
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.86
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah penerapan model pembelajaran Inquiry dan meningkatkan hasil belajar tema 7 muatan IPS, Bahasa Indonesia dan IPA pada siswa kelas 5 di SDN Cebongan 01 Salatiga. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan tes hasil belajar. Alat yang digunakan dalam pengumpulan data adalah lembar observasi dan soal-soal tes yang kemudian dianalisis dengan cara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan persentase rata-rata hasil belajar. Hal ini ditunjukan dengan peningkatan hasil belajar siswa dari prasiklus yang hanya 8 siswa meningkat menjadi 14 siswa tuntas dengan rata-rata 72 pada siklus I. Pada siklus II siswa yang mencapai KKM mencapai 17 orang dengan rata-rata 78,28. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Inquiry dapat meningkatkan hasil belajar tema 7 muatan IPS, Bahasa Indonesia dan IPA pada siswa kelas 5 di SD Negeri Cebongan 01 Salatiga
Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, Indonesia
Aryananda, Janardhana;
Chamisijatin, Lise;
Hafi, Abdul
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.87
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan dan peningkatan keterampilan menulis kalimat efektif melalui model TTW. Aktivitas guru pada siklus I mencapai 89,28% meningkat pada siklus II menjadi 93,75%, aktivitas siswa pada siklus I mencapai 82,14% meningkat pada siklus II menjadi 90,62%. Ketuntasan klasikal hasil keterampilan menulis kalimat efektif siswa pada siklus I mencapai 34,28% dan pada siklus II 68,57%.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATERI PERPINDAHAN ENERGI PANAS MENGGUNAKAN MODEL DISCOVERY LEARNING PADA KELAS V B SDN NGAGLIK 01 KOTA BATU
Bichar, Achmad Khoirul;
Widodo, Nur;
Wiyanti, Hermin
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.88
Penelitian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi perpindahan energi panas menggunakan model discovery learning pada siswa kelas V B SDN Ngaglik 01 Kota Batu. Masalah pada penelitian ini adalah siswa masih mengalami kesulitan dalam muatan pelajaran IPA, terutama pada materi perpindahan energi panas. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model penelitian tindakan yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc. Taggart. Pada setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan , (3) Observasi dan (4) Refleksi. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas V B SDN Ngaglik 01 Kota Batu yang berjumlah 26 siswa. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Data hasil penelitian diperoleh dari tes hasil belajar. Pada siklus I nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan dari hasil pra siklus nilai rata-rata siswa sebesar 60.9 meningkat menjadi 72.5 pada siklus I dan 77.3 pada siklus II dengan prosentase ketuntasan dari 38.5% pada pra siklus menjadi 57.7% pada siklus I dan 76.9% pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini menunjukkan model pembelajaran discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada muatan pelajaran IPA pada materi perpindahan energi panas
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP PECAHAN PEMBELAJARAN TEMA CUACA MELALUI MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD DAN MEDIA ORIGAMI PADA KELAS 3A SDN PURWANTORO 2 MALANG
Juliastuti, Iva Prastica;
Ekowati, Dyah Worowirastri;
Surini, Hastati
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.89
Kurangnya pemahaman siswa terhadap konsep pecahan berdampak pada rendahnya hasil nilai siswa dalam materi perbandingan pecahan. Penanaman konsep pecahan harus diutamakan agar siswa dapat menyelesaikan permasalahan tentang perbandingan pecahan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep pecahan dalam tema cuaca pada siswa kelas 3A SDN Purwantoro 2 Malang melalui model pembelajaran cooperative learning tipe STAD dan menggunakan media origami. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang menerapkan model Kemmis dan Taggart. Subyek pada penelitian ini yaitu siswa kelas 3A SDN Purwantoro 2 Malang yang berjumlah 25 siswa. Pada penelitian ini, pengumpulan data melalui tes awal, tes akhir tindakan, observasi, dan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa : pemahaman siswa dalam membandingkan pecahan melalui model cooperative learning tipe STAD dan media origami siswa kelas 3A SDN Purwantoro 2 Malang mengalami peningkatan