Articles
69 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 5 No. 2 (2021)"
:
69 Documents
clear
Implementasi Pembelajaran Berbasis Multikultural di Sekolah Dasar
Romadon, Muhammad;
Marini, Arita;
Maksum, Arifin
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.734
This research is about the description of the implementation of multicultural-based learning. The results of this study indicate the implementation of multicultural-based learning in elementary schools of SDN Menteng 03 Pagi South Jakarta, namely 1) learning is carried out, 2) creating a pleasant learning atmosphere, 3) using various learning methods, 4) implementing learning media using laptops and learning facilities according to student needs, 5) showing learning outcomes, 6) establishing cooperation between teachers and parents. Meanwhile, the main factor supporting teachers in order to provide effectiveness of multicultural-based learning is by utilizing facilities that support learning and learning facilities. Then the main factor that makes multicultural-based learning very good is the collaboration between teachers and parents. The research method used is data triangulation, namely teacher respondents, school principals and students.
Penggunaan Metode Pembelajaran Guided Discovery untuk Meningkatkan Kemampuan Mengidentifikasi Unsur-Unsur Intrinsik Dongeng di Sekolah Dasar
Nurani, Riga Zahara;
Nugraha, Fajar;
Arga, Hana Sakura Putu
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.761
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan metode pembelajaran guided discovery untuk meningkatkan kemampuan mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik dongeng. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu dengan cara mendeskripsikan hasil temuan proses pembelajaran dan hasil belajar siswa setiap tahapan kegiatannya. Instrumen yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan tes kemampuan siswa dalam mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik dongeng. Pada penelitian ini, proses pembelajaran dongeng dengan menggunakan metode guided discovery dilakukan dengan cara: (1) guru memberikan pertanyaan seputar unsur intrinsik dongeng; (2) guru membacakan dongeng; (3) siswa membuat rancangan jawaban tentang unsur intrinsik dongeng; (4) guru mengecek rancangan jawaban siswa tentang unsur intrinsik dongeng; (5) siswa menyampaikan rancangan jawaban tentang unsur intrinsik dongeng; (6) guru mengkonfirmasi rancangan jawaban siswa. Kemampuan siswa dalam mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik dongeng mengalami peningkatan rata-rata kelas dari setiap tahapan pertemuan. Pada pertemuan pertama rata-rata kemampuan siswa adalah 74, pada pertemuan kedua rata-rata kemampuan siswa adalah 83, dan pada pertemuan ketiga rata-rata kemampuan siswa adalah 89,5. Dengan demikian, penggunaan mentode pembelajaran guided discovery dalam pembelajaran menyimak dongeng dapat digunakan untuk membantu meningkatkan kemampuan siswa dalam menentukan unsur-unsur intrinsik dongeng
Motif Batik dalam Pendidikan Karakter Pasa Siswa Sekolah Dasar Kabupaten Ngawi
Saputra, Rizal Yusuf;
Kurniawan, Sandra Bayu;
Rintayati, Peduk;
Mindrati, Esthi
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.762
Batik merupakan salah satu warisan budaya yang harus selalu dilestarikan oleh bangsa Indonesia. Salah satu motif batik yaitu berasal dari Kabupaten Ngawi. Motif yang ada di dalam batik bukan hanya untuk nilai estetik saja melainkan mempunyai makna sendiri. Setiap motif batik tentunya mempunyai makna tersendiri. Sehingga makna tersebut diduga bisa berkontribusi untuk dunia pendidikan. Pendidikan karakter sangat diperlukan untuk anak sekolah dasar selain dari pengetahuan kognitifnya dan psikomotornya saja. Maka dilakukan penelitian mengenai motif batik dalam pendidikan karakter di sekolah dasar dengan jenis penelitian kualitatif dan pendekatan hermeneutik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah motif batik Ngawi mempunyai makna yang terkandung nilai karakter untuk pendidikan karakter di Sekolah Dasar. penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan hermaneutik. Hasilnya didapat berdasarkan hasil observasi dan wawancara terdapat motif batik yang mempunyai makna dan nilai karakter yaitu motif batik Wahyu Ngawiyatan, Motif batik Srambang Park dan juga Motif Batik Benteng Pendem.
Representasi Pendidikan Karakter Berbassis Kearifan Lokal dalam Motif Batik Wahyu Ngawiyatan sebagai Muatan Pendidikan Senirupa di Sekolah Dasar
Miranti, Afni;
Lilik, Lilik;
Winarni, Retno;
Surya, Anesa
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.763
Pentingnya pendidikan karakter yang dapat dibentuk dan dikembangkan melalui nilai-nilai karakter yang akan mendorong seseorang untuk mewujudkannya dalam bentuk tingkah laku sebagai suatu perbaikan moral yang tidak terlepas dari faktor budaya dan lingkungan yang mempengaruhinya. Sumber alternatif pendidikan nilai moral adalah kearifan lokal yang dapat digunakan sebagai pedoman aktivitas sehari-hari sebagai media pembentukan karakter yang bermakna dalam kehidupan sosial. Salah satu kearifan lokal yang dapat dijadikan pembelajaran nilai karakter adalah seni batik, suatu budaya bangsa dengan ciri khas motif yang unik dan penuh makna simbolik. Berbagai jenis batik nusantara yang divisualisasikan ke dalam bentuk motif selalu memiliki folosofi makna tersendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan nilai pendidikan karakter berbasis kearifan lokal pada peserta didik sekolah dasar melalui representasi motif batik khas daerah tersebut. Pada penelitian ini, penulis berusaha merepresentasikan motif batik Wahyu Ngawiyatan ke dalam nilai-nilai pendidikan karakter berbasis kearifan lokal yang akan dijadikan sebagai muatan pendidikan seni rupa di sekolah dasar Kabupaten Ngawi.
Integrated Thematic Learning Based On Discovery Learning in Excellent Islamic School Bukittinggi
Sasriyanti, Rika;
F, Farida;
Efendi, Jon
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.764
This study aims to describe the increase in activity and comprehensive thematic learning outcomes based on discovery learning at Excellent Islamic School at grade IV, Bukittinggi. Due to a number of factors that cause low activity and learning outcomes, encouraging research motivation, among others, students are not accustomed to learning to find information on their own, are not accustomed to collecting and processing facts or information by themselves, and proving that the knowledge received is correct or incorrect. This type of research is a classroom action research using qualitative and quantitative approaches. The research procedure was preceded by planning, implementing, observing, and reflecting. The research data is in the form of observations of the learning process and the results of the action. This research was conducted in the second semester of the 2019/2020 academic year. The research subjects were 26 grade IV students consisting of 12 boys and 14 girls. The results of the research on the visual activity of students in cycle I got good category (78%) and cycle II got very good category (achievement 89%) with an increase of 11%. The oral activity increase 16% from 62% at cycle 1 to 78% at cycle II. The learning outcomes of students in cycle 1 were categorized as poor and in cycle II the average of the three subjects was categorized as good. From the research results it can be concluded that learning using the Discovery Learning model can increase the activity and learning outcomes of students in grade IV of Excellent Islamic School Bukittinggi.
Pengaruh Model Pembelajaran The Six Thinking Hats Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa di Sekolah Dasar
Safitri, Ulandari;
Amini, Risda;
Fitria, Yanti
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.765
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian Design Static-Group Comparisson. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas di SD Istiqamah Sicincin sekaligus menjadi sampel. Terpilih kelas IVA sebagai kelas eksperimen dan IVB sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian ini adalah tes sedangkan data penelitian ini adalah hasil tes dan data observasi pelaksanaan penelitian yang diamati oleh observer untuk melihat jalannya pelaksanaan penelitian. Sesuai dengan analisis data akhir pada penelitian yang telah dilakukan, diperoleh nilai rata-rata pada dimensi pengetahuan di kelas eksperimen 72,61 sedangkan nilai rata-rata yang diperoleh di kelas kontrol yaitu 59,38. Nilai rata-rata kedua kelas menunjukkan bahwa kelas eksperimen yang pembelajarannya dengan penggunaan model The Six Thinking hats nilai rata-ratanya lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional.Hasil uji t didapatkan t hitung adalah 3,17. Dan t tabel dengan derajat kebebasan dk 45 dari tabel t(0.975)(45)= 0,521 Kriteria pengujian hipotesis adalah terima Ho jika thitung < ttabel. Dalam penelitian ini thitung > ttabel , berarti tolak Ho dan terima Ha. Dapat disimpulkan model The Six Thinking hats berpengaruh terhadap hasil belajar IPA kelas IV SD Istiqamah Sicincin
Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Model Pembelajaran Kuantum di Sekolah Dasar
Mairina, Vivi;
Amini, Risda
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.766
Model pembelajaran kuantum adalah suatu model pembelajaran yang menekankan pentingnya peranan lingkungan dalam mewujudkan pembelajaran yang efektif dan optimal dan memudahkan keberhasilan tujuan pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran Kuantum dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa dan memaparkan cara pelaksanaan model pembelajaran Kuantum dalam meningkatkan hasil belajar IPA di kelas IV. Penelitian ini terdiri dari dua siklus yang merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian yaitu siswa kelas IV SDN 08 Sungai Rumbai Kabupaten Dharmasraya, dengan jumlah 30 orang, 16 orang laki-laki dan 14 orang perempuan. Pengumpulan data dilaksanakan dengan tes dan lembaran observasi. Dari hasil penelitian diperoleh, hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN 08 Sungai Rumbai meningkati dengan menggunakan model kuantum terlihat dari aspek kognitif, afektif dan psikomotoriknya yaitu: pada tes awal 17%, tes siklus I 53%, dan mengalami peningkatan pada tes siklus II menjadi 87%
Pengembangan Modul Pembelajaran IPA Berbasis Picture And Picture di Sekolah Dasar
Amini, Risda;
Saniyah, Saniyah
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.769
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran IPA berbasis picture and picture untuk kelas V di SDN 197/II Pulau pekan. Jenis penelitian yang digunakan adalah pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan modifikasi model 3-D yaitu terdiri dari tahap define, tahap design, dan development. Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2021/2022. Validator angket terdiri dari 1 orang dosen validator design dan 1 orang dosen sebagai validator materi. Berdasarkan hasil penelitian, validasi modul yang dihasilkan dari aspek tampilan modul IPA berbasis picture and picture memperoleh nilai 3,60 dan dari aspek materi memperoleh penilaian 3,90, dan dilihat rata-rata skor penilaian modul pembelajaran IPA berbasis picture and picture yang diperoleh secara keseluruhan yaitu 3,70 dengan kategori sangaat valid. Sedangkan uji praktikalitas terdiri dari 1 orang guru dan 22 orang siswa. Dari hasil praktikalitas oleh guru dengan persentase hasil 96% dan dari hasil praktikalitas oleh siswa diperoleh persentase hasil 95%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa modul pembelajarnan IPA berbasis picture and picture yang dihasilkan sangat valid dan praktis digunakan dalam pembelajaran IPA. Sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran IPA di kelas V SD.
Identifikasi Nilai Karakter Motif Batik Ngawi Berbasis Budaya Lokal sebagai Muatan Pendidikan Seni Rupa di Sekolah Dasar
Fajar, Rofi Muhammad;
Mulyono, Hadi;
Adi, Fadhil Purnama
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.773
Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Setiap daerah di Indonesia memiliki motif khas daerah masing-masing, termasuk Kabupaten Ngawi. Batik Ngawi memiliki kurang lebih 30 motif yang 5 diantaranya merupakan motif utama. Dalam penciptaan motif batik memiliki makna yang menggambarkan ciri khas dari daerah tersebut, termasuk Batik Ngawi. Dalam pemaknaan motif batik Ngawi terdapat nilai karakter yang dapat ditanamkan kepada peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendeketan analisis hermeneutika. Data yang dikumpulkan tentang memaknai nilai karakter yang terkandung dalam motif batik Ngawi sebagai mutan pendidikan seni rupa di sekolah dasar. Berdasarkan hasil penelitian pada motif gunungan terdapat nilai karakter peduli lingkungan, religius, peduli sosial,cinta tanah air, mandiri, kerja keras, dan tanggung jawab. Nilai karakter yang terkandung pada motif bambu adalah religius, komunikatif, kreatif, menghargai prestasi, dan tanggung jawab. Sedangkan pada motif benteng pendem terdapat nilai karakter yaitu cinta tanah air dan toleransi. Nilai karakter pada pemaknaan motif batik Ngawi tersebut dapat di ajarkan pada peserta didik melalui pendidikan seni rupa di sekolah dasar.
Nilai Karakter Pada Motif Batik Sejarah Khas Ngawi sebagai Muatan Pendidikan Seni Rupa di Sekolah Dasar
Handayani, Siska;
Sukarno, Sukarno;
Sriyanto, Muhammad Ismail
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.774
Munculnya permasalahan terkait kurangnya moral di masyarakat yang disebabkan oleh gagalnya penanaman nilai karakter pada anak usia sekolah menimbulkan kekhawatiran. Pendidikan karakter menjadi penting untuk menjawab soalan tersebut salah satunya melalui penanaman di lingkungan sekolah. Pendidikan karakter diintegrasikan dan dikembangkan dalam setiap muatan pelajaran yang ada sesuai dengan perencanaan dari Kemendikbud, termasuk pada jenjang sekolah dasar. Salah satunya melalui mata pelajaran Seni Rupa (SBdP) yang termuat pada Kompetensi Dasar di kelas V yaitu (KD) 3.4 memahami karya seni rupa daerah (batik). Penelitian dilaksanakan dengan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan hermeneutika atau pemaknaan untuk menganalisis nilai karakter yang terkandung pada motif batik. Penelitian dilakukan di tiga rumah produksi batik di Kabupaten Ngawi. Penelitian ini menemukan adanya nilai karakter pada setiap motif batik khas Ngawi yang sesuai dengan 18 nilai karakter menurut UU Sisdiknas Tahun 2003 Pasal 3. Kesimpulan tersebut dapat dilihat melalui pemaknaan motif batik secara visual terkait gambar dan warna.