cover
Contact Name
M. Abi Mahrus Ubaidillah
Contact Email
mahrusabi@gmail.com
Phone
+6285731560471
Journal Mail Official
jurnalushuly@gmail.com
Editorial Address
Jl KH Wahab Chasbullah Gg III Tambakberas Jombang
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Ushuly: Jurnal Ilmu Ushuluddin
ISSN : 28303865     EISSN : 28289331     DOI : https://doi.org/10.52431/ushuly.v1i1.516
Core Subject : Religion,
Jurnal Ushuluddin berisi hasil penelitian keushuluddinan (ilmu dasar Islam). Fokus utama Jurnal Ushuluddin meliputi: Kajian Alquran dan Tafsir: meliputi kajian ulum Alquran dan tafsir. Hadis: meliputi kajian sanad, matan, dan syarah hadits. Akidah: meliputi kajian aliran, aliran, pemahaman, dan keyakinan yang berkembang di tengah masyarakat Islam. Pemikiran Islam: termasuk studi tentang pemikiran para pemimpin dalam Islam. Tasawuf mencakup studi tentang tasawuf dalam Islam, tarekat, dan suluk.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2022): Januari" : 9 Documents clear
AMSAL DALAM KITAB SHAHIH BUKHORI: Study Analisis Dalam Kitab Shahih Bukhori Nomer Hadis: 5534 Muhammad Nur Rosyid
Ushuly: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 1 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Fakultas ushuluddin dan Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.352 KB) | DOI: 10.52431/ushuly.v1i1.502

Abstract

Kajian hadis tentang peribahasa adalah perumpamaan suatu keadaan dengan keadaan yang lain dengan tujuan yang sama. Menurut istilah lain dibagi menjadi tiga yaitu: matsal yang artinya. Merujuk pada makna sibih, matsal merujuk pada makna nadhir, matsal merujuk pada makna mau'idzah. Peneliti juga mengkaji hadis Shahih Bukhari tentang kualitas sanad dan matan wasiat namun disini fokus peneliti pada peribahasa, lebih tepatnya pada kajian ma’ani. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan menggunakan metode pengumpulan buku.
KAJIAN HADIS DOA MEMASUKI BULAN RAJAB Moh. Farhan Abdul Ghoni
Ushuly: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 1 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Fakultas ushuluddin dan Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.279 KB) | DOI: 10.52431/ushuly.v1i1.503

Abstract

Kajian hadis doa memasuki bulan rajab yang tertera dalam Musnad Ahmad yakni redaksi Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya’bana wa ballighna Ramadhana yang dimaksud disini adalah kajian sanad dan matan hadis do’a tersebut. Bertujuan untuk mengetahui kualitas hadis yang telah banyak diamalkan oleh sebagian besar kalangan masyarakat. Dengan upaya yang dicapai mentakhrij hadis tersebut yang dijadikan analisis secara cermat dan mendalam untuk mengetahui kualitas hadis tersebut. Pilihan penulis menelaah hadis Musnad Ahmad dengan melihat realita masyarakat, setiap kali memasuki bulan Rajab, banyak di antara kaum muslimin yang membiasakan doa khusus yang berbunyi “Allahumma barik lana fi rajaba wa sya’bana wa ballighna ramadhana” yang artinya “Ya Allah berkatilah kami pada bulan Rajab dan sya’ban serta sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan.” Doa ini tidak hanya dibaca sendiri-sendiri oleh umat muslim tapi juga secara bersama-sama setiap kali selesai adzan atau yang lebih populer sebagai pujian. Dan dibacakan sebagai doa imam setiap kali selesai shalat fardhu yang diamini oleh seluruh jama’ah di masjid, mushalla dan surau, serta dibacakan oleh khotib shalat jumat, dari masuknya bulan Rajab hingga menjelang hari raya idul fitri. Bahkan di sebagian tempat doa ini juga dijadikan sebagai background sebuah himbauan atau pengumuman untuk acara-acara keislaman.
EPISTEMOLOGI TAFSIR PELITA AL-QUR’AN KARYA FADHLULLAH HAERI Akhmad Maulana Sufi
Ushuly: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 1 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Fakultas ushuluddin dan Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.427 KB) | DOI: 10.52431/ushuly.v1i1.515

Abstract

Kajian epistemologi dalam kajian ini diidentikkan dengan sumber, strategi, pendekatan, atribut, dan tujuan, terjemahan Fadhlullah Haeri. Eksplorasi ini dikenang untuk studi penulisan (library research). Materi esensial untuk eksplorasi ini adalah pemahaman terhadap Pelita Al-Qur'an. Materi pilihan ujian ini adalah tulisan yang diidentikkan dengan karya-karya Fadlullah Haeri, seperti sejarah, anak carbala, dan lain-lain. Metode pengumpulan informasi yang digunakan adalah studi arsip, kemudian pada saat itu penanganan informasi dilakukan dengan prosedur pengubahan, pengkodean, dan pemilahan informasi. Sejak saat itu, pemeriksaan informasi dengan menggunakan investigasi isi dilakukan untuk menemukan, mengenali, mengolah, dan membedah bahan penelitian untuk memahami kepentingan, kepentingan, dan signifikansinya. Konsekuensi dari tinjauan tersebut, terjemahan Fadlullah Haeri bergantung pada teks Al-Qur'an, hadits, qaul sahabi, kemudian, pada titik itu, bernalar, dan dikaitkan dengan dunia nyata. Sedangkan strategi pemahaman menggunakan teknik surat maudhu'i. Sedangkan metodologi atau gaya penerjemahan adalah gaya ijtima'i (sosial budaya). Diantara sifat-sifat pemahaman adalah logis dan tersusun dengan jiwa al-Qur'an. Selain itu, terjemahannya juga mendasar, logis, dan non-partisan.
PEDOMAN GIZI SEIMBANG DALAM AL-QUR’AN: Perspektif Tafsir Al Maraghi Zulfa Binti Husnah
Ushuly: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 1 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Fakultas ushuluddin dan Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.114 KB) | DOI: 10.52431/ushuly.v1i1.516

Abstract

Abstrak: Diet merupakan penyebab utama penyakit dalam tubuh. Al-Qur'an telah memberikan perintah untuk mengkonsumsi makanan yang halal dan baik dalam Surah al Baqarah ayat 168 serta nasehat untuk tidak makan berlebihan dalam QS. al A'raf ayat 31, penjelasan tentang makan menurut Al-Qur'an didasarkan pada halal, baik dan tidak berlebihan. Lalu, bagaimana penafsiran referensi ini dalam Al-Qur'an? Untuk mengungkap hal tersebut, metode tematik dianggap sebagai metode yang paling tepat untuk diterapkan dalam penelitian ini. Dengan mengikuti langkah-langkah metode konseptual tematik yang telah dijelaskan oleh Abdul Mustaqim. Pengertian makanan halal dan baik dalam tafsir Al Maraghi adalah tidak mengkonsumsi makanan, dilarang oleh syariat untuk memakannya, baik dari segi substansinya (makanan yang tidak boleh dikonsumsi kecuali dalam keadaan terpaksa). ) dan cara mendapatkannya. Dan pemaknaan makanan yang berlebihan dalam tafsir Al Maraghi memiliki dua pengertian, yaitu ketika seseorang mengkonsumsi makanan melebihi tingkat kebutuhannya, seperti terus makan meskipun merasa kenyang, dan ketika seseorang melanggar makan makanan yang jenisnya makanan telah dilarang dalam syariat.
MAKNA YASSARNÂ AL-QUR’ÂN FIL QUR’ÂN: (Studi Penafsiran Lintas Generasi) Afina Atsania
Ushuly: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 1 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Fakultas ushuluddin dan Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.903 KB) | DOI: 10.52431/ushuly.v1i1.537

Abstract

Ayat Yassarnâ al-Qur'ân (istilah penulis) dalam al-Qur'an disebutkan sebanyak empat kali dalam surat al-Qomar, yakni pada ayat 17, 22, 32, dan 40 dengan lafadz yang sama persis tetapi berbeda konteks maknanya. Yassarnâ al-Qur'ân sendiri mufassir memahaminya dengan berbagai makna, bisa jadi kemudahan al-Qur'an yang dimaksudkan adalah mudah untuk membacanya, mudah untuk memahaminya dan lain sebagainya. Dalam penelitian ini, peneliti akan menggali makna-makna yang terkandung dalam ayat tersebut, juga hikmah dan munasabahnya dengan menggunakan metode library research dari sumber-sumber penafsiran mufassir  dari mufassir klasik, pertengahan hingga modern-kontemporer, yang dalam hal ini peneliti akan menganalisis tafsir Ma’âni al-Qur’ân karya Al-Farra’, Jamî’ al-Bayân ‘an Ta’wîl ay al-Qur’ân karya ath-Thabari dan Tafsîr Munîr karya Wahbah Zuhaili yang mewakili penafsiran setiap periodenya.
Hijab wanita muslimah: Kajian surat al ahzab ayat 59 Fitri Alim Aisyah
Ushuly: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 1 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Fakultas ushuluddin dan Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.314 KB) | DOI: 10.52431/ushuly.v1i1.542

Abstract

Abstrak: Skripsi ini secara umum bertujuan untuk mejelaskan hijab itu berupa pakaian yang longgar dan dijulurkan ke seluruh tubuh hingga mendekati tanah sehingga tidak membentuk lekuk tubuh. Skripsi ini merupakan kajian library research yang dimaksudkan untuk mengetahui penafsiran surat al-Ahzab ayat 59 yang mana dalam penafsiran tersebut dijelaskan bahwasanyya seluruh tubuh wanita itu merupakan aurot, termasuk wajah dan telapak tangan. Oleh sebab itu, kaum muslimah diwajibkan memakai jilbab. Sedangkan tiap ulama’ itu berbeda beda dalam menafsiri sebuah hijab. Ibnu Katsir mewajibkan wanita menutup seluruh badannya atas dasar seluruh tubuh wanita adalah aurat, sedangkan menurut M. Quraish Shihab Seluruh tubuh wanita adalah aurat dan wajib untuk ditutupi tetapi keawjiban tersebut gugur dengan sebab difungsikan sebagai berhias.
MODEL KOMUNIKASI NABI MUSA DAN NABI KHIDHIR Achmad Moehammad Fikrudh Dhuha
Ushuly: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 1 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Fakultas ushuluddin dan Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.93 KB) | DOI: 10.52431/ushuly.v1i1.548

Abstract

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan model dan aspek gaya bahasa dalam kisah perjalanan Nabi Musa menuntut ilmu kepada Nabi Khidhir, dimana dasar syariah bertemu dengan dasar makrifat. Berangkat dari tujuan ini, penulis mengidentifikasi Surat Al-Kahfi [18] 60 – 82 dalam Al Qur'an, mengembangkan pemahaman peneliti sendiri tentang kisah ini dengan ilustrasi di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode perbandingan kitab tafsir al-Azhar, tafsir Ibnu Katsir, serta jurnal dan buku lainnya. Kemudian meneliti, meninjau, dan mencatat hasil data tersebut. Penjelasan skripsi ini terhadap penelitian surat Al-Kahfi [18] 60 – 82 dan interpretasinya dari Ibnu Katsir dan Hamka menggunakan metode muqaran (perbandingan). Kesimpulannya, komunikasi pada umumnya memiliki berbagai model, dengan tujuan dan maksud tertentu. Kisah percakapan Nabi Musa dan Nabi Khidhir muncul karena sifat Musa yang arogan kepada umatnya saat Khutbah. Pada akhirnya pola komunikasi yang seirama dengan cerita dalam ayat tersebut akan selalu berakhir seperti yang diceritakan kepada Nabi Musa dan Nabi Khidhir.
UMMATAN WASATHAN DALAM TAFSIR AL-MISBAH: (Penafsiran M. Quraish Shihab Terhadap Surat Al-Baqarah: 143) Adnan Bayhaqi
Ushuly: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 1 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Fakultas ushuluddin dan Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.286 KB) | DOI: 10.52431/ushuly.v1i1.558

Abstract

Abstrak: Banyaknya kasus intoleransi yang terjadi di Indonesia menjadi keresahan bagi penulis. Suatu kebanggaan tersendiri ketika Indonesia mampu bertahan hingga saat ini di tengah berbagai perbedaan yang dimilikinya, baik ras, agama, adat istiadat dan lain sebagainya. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa terkadang konflik dalam masyarakat Indonesia sering terjadi. Kajian ini, ingin mencoba menelusuri unsur-unsur yang terkandung dalam Al-Qur'an, bagaimana kita bisa menjadi sosok orang yang berada di tengah, toleransi terhadap berbagai perbedaan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana ayat-ayat Al-Qur'an menggambarkan wasathan ummatan? (2) Bagaimana penjelasan Quraish Shihab tentang Ummatan Wasathan? (3) Apa relevansi konsep Ummatan Wasat dalam masyarakat Indonesia yang multikultural? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif kepustakaan dengan menggunakan kitab tafsir al-Misbah dan berbagai literatur tentang masyarakat ideal. (1) Hasil kajian membuktikan bahwa dalam Al-Qur'an Ummatan Wasathan dijelaskan dalam Q.s.al-Baqah: 143. Para ahli tafsir menjelaskan bahwa Ummatan Wasathan dimaknai sebagai masyarakat menengah, umat pilihan, dan umat terbaik. Sikap tengah tersebut diwujudkan melalui beberapa hal, seperti tengah dalam menyikapi dunia dan akhirat, manusia yang mencerminkan keadilan, dan mampu menjadi panutan bagi orang lain. (2) Menurut M. Quraish Shihab Allah telah menjadikan umat Islam sebagai umat yang terbaik di antara yang lainnya. Orang yang mampu menerapkan sikap adil, toleran dan mampu menyeimbangkan kebutuhan dunia dan akhirat. (3) Multikulturalisme Indonesia selain menjadi keuntungan, juga menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Menjawab tantangan tersebut, M. Quraish Shihab menjelaskan unsur-unsur Ummatan Wasathan untuk menghadapi tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia, ketiga unsur tersebut menjalankan urusan dunia dan akhirat secara seimbang. Bersikap toleran di tengah masyarakat multikultural dan berada di tengah agar adil.
PAKU BUMI DALAM AL-QUR’AN DAN SAINS: (Study Tematik Tafsir Mafatih Al-Ghaib) Irda Zulfa Rohmati
Ushuly: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 1 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Fakultas ushuluddin dan Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.005 KB) | DOI: 10.52431/ushuly.v1i1.565

Abstract

Menyelami kandungan Al-Qur’an Sebagai  Huda (petunjuk), seharusnya Al-Qur’an tidak hanya dijadikan sebagai bacaan ritual saja, tetapi ia harus di pahami, dinikmati, dan diamalkan. Dalam hal ini Al-Qur’an juga berbicara tentang gunung sebagai salah satu Fenomena alam yang mana manusia mampu melihat dengan mata kepalanya sendiri dan memahami seluruh filosofis ciptaan-Nya. Maka permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana Allah mendeskripsikan gunung dalam Al-Qur’an dan dalam perspektif ilmu sainsnya dan mengulas peran gunung sebagai stabilisator bumi, yang mana keberadaan gunung sangatlah penting untuk penyeimbang bumi supaya tidak berguncang, sehingga manusia dan makhluk lainnya dapat hidup tenang diatasnya. Data dikumpulkan dalam uraian deskriptif dan semantik lalu dianalisis dengan deduksi/induksi dan mengkolaborasikan kedalam metode tematik dengan pengumpulan ayat-ayat tentang gunung dan ayat-ayat yang berkaitan dengan corak penafsiran ilmi yang berkenaan tentang fungsi gunung sebagai stabilisator bumi perspektif Fakhruddin Al-Razi dalam gagasan ide penafsiranya pada kitab Tafsir Mafatih al-Gaib.         Kajian ini bertujuan agar umat Islam lebih memerhatikan alam semesta, yang dimana Allah pun telah menyuruh manusia untuk memerhatikan ayat-ayatnya mengenai alam semesta agar kita dapat melihat tanda-tanda kekuasaan-Nya yang Besar.

Page 1 of 1 | Total Record : 9