cover
Contact Name
M. Abi Mahrus Ubaidillah
Contact Email
mahrusabi@gmail.com
Phone
+6285731560471
Journal Mail Official
jurnalushuly@gmail.com
Editorial Address
Jl KH Wahab Chasbullah Gg III Tambakberas Jombang
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Ushuly: Jurnal Ilmu Ushuluddin
ISSN : 28303865     EISSN : 28289331     DOI : https://doi.org/10.52431/ushuly.v1i1.516
Core Subject : Religion,
Jurnal Ushuluddin berisi hasil penelitian keushuluddinan (ilmu dasar Islam). Fokus utama Jurnal Ushuluddin meliputi: Kajian Alquran dan Tafsir: meliputi kajian ulum Alquran dan tafsir. Hadis: meliputi kajian sanad, matan, dan syarah hadits. Akidah: meliputi kajian aliran, aliran, pemahaman, dan keyakinan yang berkembang di tengah masyarakat Islam. Pemikiran Islam: termasuk studi tentang pemikiran para pemimpin dalam Islam. Tasawuf mencakup studi tentang tasawuf dalam Islam, tarekat, dan suluk.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2022): Juli" : 6 Documents clear
Dain Dalam Perfektif Kajian Islam : (Kajian Hutang Dalam Surat Al-Baqoroh Ayat 282 Analisa Tafsir Fi Zhilal dan Tafsir Ibnu Kasir) Anang dwi arif febrianto; Farhan Masrury
Ushuly: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 1 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Fakultas ushuluddin dan Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.85 KB)

Abstract

Utang, menurut terminologi fiqh muamalah mengenai utang dan piutang disebut juga “dain” sedangkan pendapat para fuqaha bahwa utang adalah pemberian sejumlah harta yang dibutuhkan oleh peminjam dengan berbagai syarat dan ketentuan dan peminjam mempunyai kewajiban untuk mengembalikan. tanpa ada kelebihan dan sesuai dengan waktu yang ditentukan Hutang adalah suatu usaha untuk memberikan pinjaman kepada seseorang dengan syarat dan ketentuan dari pihak peminjam yang mengembalikannya sebagai gantinya. Sedangkan yang dimaksud dengan piutang adalah uang yang dipinjamkan. Dari sini dapat disimpulkan bahwa hutang usaha adalah uang atau harta yang diberikan oleh peminjam kepada peminjam untuk dimanfaatkan dan akan dikembalikan kepada peminjam dalam jumlah yang sama pada saat ia mampu untuk melunasinya. Al-Qur'an memiliki arti sebagai hudallinas, yang merupakan salah satu fungsi utama Al-Qur'an. Dalam penjelasan lain, Al-Qur'an disebut juga Kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. Sebagai risalah universal dan merupakan pedoman yang lengkap dan menyeluruh bagi manusia. Sebagai wahyu Allah swt., dan mukjizat kitab suci yang berisi Ibra dan hikmah yang wajib dipelajari karena merupakan pedoman bagi seluruh umat manusia. Salah satu referensi tafsir adalah tafsir karya ulama terkemuka di bidang tafsir, Al-Hafizh bin Kasir yang lebih dikenal dengan Tafsir bin kasir dan juga tafsir Fi zhilal. Kedua tafsir Tafsir ini merupakan salah satu kitab tafsir bil matsur yang telah diterima di kalangan umat Islam dan sekaligus menjadi acuan dalam penafsiran al-Qur'an.
KECERDASAN NABI YUSUF DALAM AL-QURAN PERSPEKTIF TAFSIR MAQASIDI IBNU 'ASHUR Qurrotu A'yunina Nahdati; Amrulloh Amrulloh
Ushuly: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 1 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Fakultas ushuluddin dan Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.189 KB) | DOI: 10.52431/ushuly.v1i2.525

Abstract

Abstrak: Kecerdasan merupakan potensi akal yang dianugerahkan Allah SWT yang kemudian dikaji secara mendalam oleh para peneliti barat sejak 1905 oleh Alferd Binet hingga masuk abad 21 oleh Zohar dan Marshall. Upaya tersebut menghasilka kajian mengenai kecerdasan manusia dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian penting yaitu: (1)kecerdasan intelektual, (2)kecerdasan emosional, (3)kecerdasan spiritual. Kajian maqâ?id al-qur’ân yang membawa visi misi merealisasikan kemaslahatan manusia, digunakan sebagai media menelaah kemapanan tiga aspek kecerdasan manusia dalam al-Quran, yang dalam hal ini direpresentasikan oleh tokoh ideal yang diceritakan oleh al-Quran yaitu sosok Nabi Yusuf as. Penelitian ini tergolong jenis library research dengan menggunakan pengumpulan data secara deskriptif analitik. Sedangkan metode penafsiran tafsir tematik dan bercorak maqâ?idî ini menggunakan Tafsîr Maqâsidî Ibnu ‘Âshûr yaitu sebuah kitab berjudul Tafsîr al-Tahrîr wa al-Tanwîr yang merupakan mahakarya seorang ulama kontemporer abad 20 yang memaparkan metode khusus dalam mengungkap maqâ?idî al-qur’ân sehingga hasil penelitian menunjukkan sejumlah 20 ayat dalam Surah Yusuf menginterpretasikan kesempurnaan kecerdasan Nabi Yusuf dengan perincian, (1) kecerdasan intelektual terdiri dari 10 ayat, (2)kecerdasan emosional terdiri dari 5 ayat, (3)kecerdasan spiritual terdiri dari 10 ayat. Dan keseluruhannya terdapat dalam Surah Yusuf.
AMAR MA’RÛF NAHÎ MUNKAR PERSEKTIF TAFSÎR IBNU KATSÎR DAN TAFSÎR AL-MUNÎR Luthva Varidah
Ushuly: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 1 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Fakultas ushuluddin dan Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.685 KB) | DOI: 10.52431/ushuly.v1i2.567

Abstract

Amar ma’rûf nahî munkar memegang fungsi penting agama sebagai kontrol sosial. Dengan amar ma’rûf nahî munkar akan menjadi tegaknya pilar-pilar akhlaq yang mulia dan agung. Rumusan masalah dalam penelitian ini: (1) Bagaimana amar ma’rûf nahî munkar menurut Ibnu Katsîr? (2) Bagaimana amar ma’rûf nahî munkar menurut Wahbah Zuhaili? (3) Bagaimana komparasi penafsiran Ibnu Katsîr dan Wahbah Zuhaili tentang amar ma’rûf nahî munkar ? Jenis penelitian menggunakan metode kepustakaan dengan metode deskiptif analitis. Teknik pengumpulan data: Mengindentifikasi ayat, lalu menelusuri pendapat-pendapat ulama terkait amar ma’rûf nahî munkar, kemudian mencari penafsiran, kemudian menarik kesimpulan. Menggunakan pendekatan tafsir komparatif. Amar ma’rûf nahî munkar menurut Ibnu Katsîr adalah menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran. amar ma’rûf nahî munkar menurut Wahbah Zuhaili adalah menyeru diri sendiri dan orang lain untuk melaksanakan amalan-amalan yang dinilai baik oleh syara', akhlaq, akal dan maslahat umum. Amar ma’rûf nahî munkar merupakan kewajiban yang harus kita laksanakan. Karena dalam amar ma’rûf nahî munkar terdapat cita-cita mulia, yaitu terwujudnya persatuan dan juga kemaslahatan umat.
AMANAH DALAM AL-QUR’AN KAJIAN TEMATIK DALAM TAFSIR AL-AZHAR Yana Mulyana; M. Sholihin
Ushuly: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 1 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Fakultas ushuluddin dan Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.976 KB) | DOI: 10.52431/ushuly.v1i2.573

Abstract

Tuhan menciptakan dan menghidupkan kembali manusia di dunia ini, tentunya hanya untuk beribadah kepada-Nya. Allah memberikan segala fasilitas yang lengkap untuk menunjang kewajiban manusia. Di sisi lain, Allah juga memberikan amanat yang harus dijalankan oleh hamba-hamba-Nya. Amanah itu banyak variannya, ada amanah yang datangnya dari Tuhan, ada amanah yang datang dari sesama manusia dan masih banyak lagi amanah lainnya. Tentunya apapun bentuk amanah dari siapapun amanah yang dibebankan, kita harus siap untuk selalu menjaganya. Buya Hamka merupakan salah satu tokoh pada masanya yang berhasil memunculkan tafsir yang disebut Tafsir Al-Azar. Tafsir ini menjelaskan latar belakang kehidupan penafsir secara lugas. Hal tersebut memanifestasikan karakter masyarakat dan sosial budaya yang terjadi pada saat itu. Selama 20 tahun, tulisan-tulisannya mampu merekam kehidupan dan sejarah sosial politik masyarakat tergigit dan menunjukkan aspirasinya untuk mengangkat pentingnya dakwah di nusantara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan menggunakan sumber data dalam rangka penyempurnaan kajian ilmiah. Dalam menggunakan analisis data, deskripsi analitis dapat digunakan.
AURAT DALAM AL-QURAN: Analisis Tafsir Al-Adabi Al-Ijtima’i Al-Ahzab (33): 59 Hikma Fiya
Ushuly: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 1 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Fakultas ushuluddin dan Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.16 KB) | DOI: 10.52431/ushuly.v1i2.584

Abstract

Abstrak Dalam penelitian ini dijelaskan maksud daripada penafsiran Qs Al-Ahzab: 59 yang mana didalamnya terkandung perintah menutup aurat dan batasan-batasan aurat perempuan, penelitian ini mengambil corak penafsiran Al-Ad?bi Al-Ijt?ma’i yaitu corak penilitian yang berikblat pada kemasyarakatan. oleh karenanya muncul pendapat-pendapat yang dirasa lebih relevan untuk diangkat karena ulama’ menafsirkan sesuai dengan keadaan masyarakat pada masanya dan keadaan geografisnya. Penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research) atau telaah pustaka sumber datanya terdapat sumber data primer dan sumber data sekunder. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif-analisis. Dengan menganalisis berbagai sumber baik primer maupun sekunder menghasilkan kesimpulan: 1) seluruh ulama’ menyatakan wajibnya menutup aurat perempuan. 2) adapun batasan-batasan Aurat pada dasarnya terjadi ikhtilaf antar para Ulama’ dalam setiap generasi akan tetapi tidak perbedaan yang segnifikan perbedaan tersebut dipengaruhi oleh budaya dan kondisi geografis.
KONSEP ALQUR’AN TENTANG ARTI FEMINIM DALAM PERSAKSIAN Setio Budi; Muchlisin Muchlisin
Ushuly: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 1 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Fakultas ushuluddin dan Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.605 KB) | DOI: 10.52431/ushuly.v1i2.1039

Abstract

Abstrak: Penelitian ini akan mendeskripsikan konsep feminisme dalam masalah kesaksian dalam Al-Qur'an 2:1, kaum feminis menentang kesaksian 2:1 dalam Al-Qur'an sebagai bentuk diskriminasi terhadap perempuan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep feminisme dari permasalahan saksi 2:1 sekaligus kritik terhadap feminisme, dengan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep saksi dua lawan satu dalam al-Qur'an merupakan konsep qot'i dan tidak dapat diubah. Hal ini didasarkan pada agama yang diturunkan, yaitu Al-Qur'an. Sementara konsep feminisme yang dikandung di Barat sendiri merupakan produk budaya, pendapat saksi 2:1 feminisme sangat diskriminatif, karena sejak awal penciptaan manusia, Al-Qur'an sangat memuliakan perempuan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6