cover
Contact Name
M. Abi Mahrus Ubaidillah
Contact Email
mahrusabi@gmail.com
Phone
+6285731560471
Journal Mail Official
jurnalushuly@gmail.com
Editorial Address
Jl KH Wahab Chasbullah Gg III Tambakberas Jombang
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Ushuly: Jurnal Ilmu Ushuluddin
ISSN : 28303865     EISSN : 28289331     DOI : https://doi.org/10.52431/ushuly.v1i1.516
Core Subject : Religion,
Jurnal Ushuluddin berisi hasil penelitian keushuluddinan (ilmu dasar Islam). Fokus utama Jurnal Ushuluddin meliputi: Kajian Alquran dan Tafsir: meliputi kajian ulum Alquran dan tafsir. Hadis: meliputi kajian sanad, matan, dan syarah hadits. Akidah: meliputi kajian aliran, aliran, pemahaman, dan keyakinan yang berkembang di tengah masyarakat Islam. Pemikiran Islam: termasuk studi tentang pemikiran para pemimpin dalam Islam. Tasawuf mencakup studi tentang tasawuf dalam Islam, tarekat, dan suluk.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2023): Januari" : 6 Documents clear
MEMAHAMI BAHASA AL-QUR`AN BERBASIS GRAMATIKAL: Kajian Isti’arah Surah Yusuf dalam Tafsir al-Kaysy?f dan Tafsir Bahr al-Muhith Isyroqotun Nashoiha
Ushuly: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 2 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/ushuly.v2i1.1236

Abstract

Salah satu seni pengungkapan makna sebagai suatu gambaran imajinatif tinggi adalah dengan  menggunakan maj?z isti’?rah. Teori ini juga digunakan untuk membedakan antara apa yang tersirat dan yang tersurat dalam ayat-ayat Al-Qur`an. Namun tidak semua mufassir setuju dalam penggunaanya. Mereka yang setuju beralasan bahwa konsep majaz itu hanyalah perluasan makna dari sekedar makna haq?q? menjadi juga makna maj?z?. Sedangkan yang menolak beralasan bahwa majaz adalah sebuah bentuk kebohongan (al-kadzab) dan pemaksaan atas makna Al-Qur`an. Penelitian ini mengkomparasikan penggunaan maj?z isti’?rah dalam al-Kasysyâf karya az-Zamakhsy?r? (w. 537/1143) dan Bahr al-Muhîth karya Ab? Hayy?n al-Andal?s? (w.745/1344) dengan ilmu bay?n sebagai perangkat utama analisa. Disimpulkan bahwa pengungkapan isti’?rah berdasarkan tharfay at-tasyb?h dalam surah Yusuf mencakup isti’ârah tashr?hiyyah, dan isti’ârah makniyyah. Sedangkan jika berdasarkan bentuk kalimatnya dalam surah Yusuf mencakup isti’ârah ashliyyah dan isti’ârah thaba’iyyah. Kandungan maj?z isti’?rah menimbulkan adanya implikasi terhadap kemukjizatan Al-Qur`an dalam segi makna, karena setiap huruf yang tersusun dalam Al-Qur`an menimbulkan pemaknaan yang berbeda-beda sesuai dengan yang dikehendaki mufassir nya. Disinilah letak kemukjizatan Al-Qur`an yang terangkum dalam tolok ukur perspektif bahasa. Adapun kandungan maj?z isti’?rah meliputi: Mub?laghah (memberikan kesan sangat, hiperbolik),  Izhh?r al-Khafiy (menampakkan yang masih samar), Idh?hu adz-zh?hir laisa bi jally (menjelaskan yang tampak tetapi belum begitu jelas), dan Ja’lu ma laysa bi mar’iyyin mar’iyyan (menjadikan yang tidak terlihat menjadi terlihat atau arti sebenarnya, personifikasi).
YAHUDI DALAM AL-QUR’AN : (Studi Analisis QS. Al-Baqarah ayat 62 Dan 120 dalam Tafsir Al-Mizan) Muhamad Hilal Ramadhan
Ushuly: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 2 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/ushuly.v2i1.569

Abstract

Artikel ini berbicara mengenai agama Yahudi, serta bagaimana sejarah dan teks ayat-ayat al-Qur’an tentangnya yang diambil dari penafsiran Thabathaba’i. Tentu dalam membahas  agama ini diperlukan adanya kerangka setting sosio-historis secara mendalam. Thabathaba’i dalam Tafsir al-Mizan fi Tafsir al-Qur’an memberikan sebuah alternatif dalam membahas agama-agama secara universalistik-positivistik. Siapakah sebenarnya Yahudi dalam al Qur’an itu? Apakah mereka akan selalu tidak senang dengan perbuatan Muslim dari dulu hingga sekarang? Apakah mereka akan masuk surga atau neraka menurut klaim dari agama Ahl Ibrahim? Kajian ini dianggap penting sebab menyangkut dasar falsafah hidup kaum Muslim dalam menentukan sikapnya terhadap umat Yahudi. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah deskriptif-analitik dengan pemahaman historisitas dan pemahaman teks dengan 3 tahap, yaitu deduktif, induktif kemudian analisis. Penulis menganalisis pemikiran Thabathaba’i dengan pemahaman sejarah Yahudi, berikut dengan ayat-ayat al-Qur’an tentangnya. Dari telaah yang telah dilakukan, penulis berkesimpulan bahwa ayat-ayat al-Qur’an yang berbicara mengenai Yahudi dapat dikatakan berada pada tataran historis, kultural dan sosiologis. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa agama Yahudi dan Islam apabila melihat dari konteks historis-genealogi Ibrahim itu sangat dekat. Jadi munculnya kebencian, saling mengklaim agama paling benar, kekerasan dan lain sebagainya itu adalah sikap yang salah dalam melestarikan ajaran Ibrahim yang hanif.
MAKNA LALAI SHOLAT TAFSIR SURAT AL-MA’UN AYAT 4-5: ANALISIS TAFSIR AL MISBAH KARYA M. QURAISH SHIHAB DAN TAFSIR FI DZILAL QUR’AN KARYA SAYYID QUTHUB) Aizzah Muhtarom
Ushuly: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 2 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/ushuly.v2i1.532

Abstract

Sholat dalam islam menempati kedudukan yang sangat tinggi sehingga tidak dapat di tandingi oleh ibadah yang lainnya. Disamping itu sholat merupakan perintah yang di utamakan, merupakan kewajiban yang harus di tunaikan, dan sangat di utamakan. Namun pada kenyataannya tidak sedikit umat islam yang telah melaksanakan sholat masih berlaku “amoral” kejahatan, seperti kebanyakan para koruptor di Indonesia yang berasal dari umat islam. penafsiran terhadap surat Al ma’un ayat 4-5 tentang makna lalai “sahun” dapat diartikan sangat luas. Untuk lebih mempersempit penjelasan penulis melakukan studi perbandingan tafsir antara Quraish Syihab dan sayyid Quthub yang berbeda tentang makna lalai dalam sholat. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library research) dengan menggunakan metode penyajian secara komparasi (perbandingan). Dengan tujuan tersebut data primer yang digunakan berasal dari dua mufassir dan data sekunder berasal dari buku-buku lain yang releven dengan penelitian ini, sementara analisa menggunakan contect analisa. Penjelasan skripsi ini mengacu pada penelitian surat Al-Ma’un ayat 4-5 studi analisis tafsir al-Misbah karya Muhammad Quraish Shihab dan tafsir Fi Dzilal Qur’ab karya Sayyid Quthub.Dengan mengkomparasikan penafsiran kedua mufassir tersebut. Penafsiran yang di teliti menjelaskan seseorang yang melaksanakan sholat akan tetapi mereka tidak benar-benar melakukannya
MENELISIK MAKNA HIJRAH DALAM AL-QUR’AN: Studi Komparatif Atas Penafsiran Ibnu Katsir dan Quraish Shihab Hasbullah Hasbullah; Sofuan Jauhari
Ushuly: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 2 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/ushuly.v2i1.571

Abstract

The trend of hijrah being a new choice in the life of a Muslim today hijrah is connoted with repentance, which tends to be synonymous with significant changes to the way of dressing that was not closed aurat, dressed tight, now changed to cover aurat, dress more Syar'i with a long veil and loosely dressed, some even wear veils. This research uses qualitative methods with this type of library reaserch and uses data collection techniques with the collection of records, books, books and others referring to the research of Maryam verse 46, al-Mu'minun verse 67, al-Furqon verse 30, al-Muzzammil verse 10, and al-Muddatsir verse 5 by consolidating the interpretation of Ibn Katsir Muhammad Quraish Shihab.
NEGERI SABA’ DALAM KEPEMIMPINAN RATU BILQIS Nila Jazilatul Hikmah; Salim Ashar
Ushuly: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 2 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/ushuly.v2i1.1580

Abstract

This reseach is an analysis of the exemplary leadership of Queen Bilqis who succeeded in forming the country of Saba’ as a country with good character and systems in all fields. This success, of course, cannot be separated from his leadership. This study uses a library research base with the approach to the letter saba’ verse 15. The findings in this study regarding the history of Queen Bilqis’a leadership and exemplary as a figure who is a  role model for the country of Saba’ which has characteristics and wisdom, democracy, innovation and promotes the interests in a democratic manner.   Keyword: Saba’ Country, Queen Bilqis.   Abstrak: Penelitian ini merupakan analisis tentang keteladanan kepemimpinan Ratu Bilqis yang berhasil membentuk Negeri Saba’ sebagai negeri yang berkarakter dan bersistem baik di segala bidang. Keberhasilan itu tentunya tidak lepas dari kepemimpinannya. Penelitian ini menggunakan basis library research dengan pendekatan surat saba’ ayat 15. Temuan dalam penelitian ini mengenai sejarah tentang kepemimpinan dan keteladanan Ratu Bilqis sebagai sosok yang menjadi suri tauladan bagi Negeri Saba’ yang memiliki karakteristik dan kebijaksanaan, demokrasi, inovasi serta mengedepankan kepentingan rakyat secara demokratis.   Kata Kunci : Negeri Saba’, Ratu Bilqis.
Konsep Manusia dan Budaya dalam al-Qur'an Fathiya Sukma Prafana; Fikramsyah Putra Ramadhan; Natasya Ziqra Anggrainni; Annisatul Husna
Ushuly: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 2 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/ushuly.v2i1.2062

Abstract

This article aims to analyze human concepts, culture and the relationship between the two according to the Koran. This research was carried out using a literature review with a descriptive-analysis method, namely by collecting data from several existing sources and then explaining it again. In this research it was found that human concepts can be analyzed from several words in the Koran such as the words insan, basyar, and nas, ins, all four of which have different meanings according to the function of their use in the Koran. Apart from the human concept, this research also puts forward the cultural concept in the Koran, namely referring to the word "amal" which means human actions. This article also discusses the relationship between humans and culture, as well as the relationship between culture and religion.

Page 1 of 1 | Total Record : 6