Bandung Conference Series: Economics Studies
Bandung Conference Series Economic Studies (BCSES) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Ilmu Ekonomi dan Bisnis dengan ruang lingkup Amanah, Antisipasi Bencana, Bank Umum Syariah, Belanja Daerah, Pengangguran, BMT, BOPO, BPRS, CAR, Data Envelopment Analysis. Demand, Efisiensi, Ekspektasi Inflasi, Era Digital UMKM, Etika bisnis islam, Faktor Penarik dan Migrasi Internasional, Faktor Pendorong, fathanah, FDR, Frontier Stokastik, Fungsi Produksi, Good Coorporate Governance (GCG), Hearing, Inflasi, IPM Maqashid syariah, istiqamah, Jumlah Uang Beredar, Kecukupan Modal, Konfeksi, Kualitas Aset, Lembaga Pengelola Zakat, Likuiditas. Mudharabah, NOM, NPF, Output Nasional, Nilai Tukar Jumlah, Penduduk Miskin, PAD, PDRB, Pegawai, Mudharabah, Pendayagunaan Zakat, Pengelola, Perspektif Masyarakat Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, Profitabilitas, Program Edukasi, Rentabilitas, RGEC, ROA, shiddiq, tabligh, Upah Minimum, Upah Strategi Pengembangan Usaha, Usaha Mikro, Zakat. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles
1 Documents
Search results for
, issue
"233 - 240"
:
1 Documents
clear
Pengaruh Transaksi E-Money dan Mesin EDC terhadap Velocity of Money
Tasya Putri Sopandi;
Nurfahmiyati
Bandung Conference Series: Economics Studies 233 - 240
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v6i2.24404
Abstact. The development of digital technology has driven a shift in payment systems from cash to non-cash transactions, particularly through electronic money (e-money) and Electronic Data Capture (EDC) machines. The increasing use of these digital payment instruments raises questions about their effect on the Velocity of Money, an indicator of economic activity. This study analyzes the influence of electronic money transaction volume and the number of EDC machines on the velocity of money in Indonesia during 2015-2024, using a quantitative descriptive method with multiple linear regression analysis based on annual secondary data from Bank Indonesia and the Central Bureau of Statistics (BPS). The results show that electronic money transaction volume has a negative and insignificant effect on the Velocity of Money, while the number of EDC machines has a negative and significant effect. Simultaneously, both independent variables significantly affect the velocity of money, with an Adjusted R-Squared value of 69.27%. These findings indicate that the development of the digital payment system influences the dynamics of money velocity in Indonesia, suggesting the need to optimize the use of digital payment systems and improve financial literacy to support transaction effectiveness and national economic activity. Abstrak. Perkembangan teknologi digital mendorong pergeseran sistem pembayaran dari tunai menuju non-tunai, terutama melalui uang elektronik (e-money) dan mesin Electronic Data Capture (EDC). Peningkatan penggunaan kedua instrumen pembayaran digital tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai pengaruhnya terhadap perputaran uang (Velocity of Money) sebagai salah satu indikator aktivitas perekonomian. Penelitian ini menganalisis pengaruh volume transaksi uang elektronik dan jumlah mesin EDC terhadap perputaran uang di Indonesia periode 2015-2024, menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan analisis regresi linier berganda berdasarkan data sekunder tahunan dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume transaksi uang elektronik berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Velocity of Money, sedangkan jumlah mesin EDC berpengaruh negatif dan signifikan. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap perputaran uang dengan Adjusted R-Squared sebesar 69,27%. Temuan ini mengindikasikan bahwa perkembangan sistem pembayaran digital turut memengaruhi dinamika perputaran uang di Indonesia, sehingga diperlukan optimalisasi pemanfaatan sistem pembayaran digital serta peningkatan literasi keuangan untuk mendukung efektivitas transaksi dan aktivitas ekonomi nasional.