Bandung Conference Series: Economics Studies
Bandung Conference Series Economic Studies (BCSES) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Ilmu Ekonomi dan Bisnis dengan ruang lingkup Amanah, Antisipasi Bencana, Bank Umum Syariah, Belanja Daerah, Pengangguran, BMT, BOPO, BPRS, CAR, Data Envelopment Analysis. Demand, Efisiensi, Ekspektasi Inflasi, Era Digital UMKM, Etika bisnis islam, Faktor Penarik dan Migrasi Internasional, Faktor Pendorong, fathanah, FDR, Frontier Stokastik, Fungsi Produksi, Good Coorporate Governance (GCG), Hearing, Inflasi, IPM Maqashid syariah, istiqamah, Jumlah Uang Beredar, Kecukupan Modal, Konfeksi, Kualitas Aset, Lembaga Pengelola Zakat, Likuiditas. Mudharabah, NOM, NPF, Output Nasional, Nilai Tukar Jumlah, Penduduk Miskin, PAD, PDRB, Pegawai, Mudharabah, Pendayagunaan Zakat, Pengelola, Perspektif Masyarakat Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, Profitabilitas, Program Edukasi, Rentabilitas, RGEC, ROA, shiddiq, tabligh, Upah Minimum, Upah Strategi Pengembangan Usaha, Usaha Mikro, Zakat. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles
1 Documents
Search results for
, issue
"279 - 286"
:
1 Documents
clear
Analisis Kinerja Pemungutan Pajak Makanan dan Minuman di Kabupaten Purwakarta Tahun 2020 - 2024
Fathur Rahman Abdul Adzis;
Atih Rohaeti Dariah
Bandung Conference Series: Economics Studies 279 - 286
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v6i2.24503
Abstract. Food and Beverage Tax is one of the sources of Local Own-Source Revenue (LOR) that contributes to regional development financing and public services. Although its realization in Purwakarta Regency exceeded annual targets during 2020–2024, the slowing revenue growth indicates that tax potential has not been fully optimized. This study aims to analyze the performance of Food and Beverage Tax collection and identify factors affecting its optimization. The study uses a descriptive quantitative approach with secondary data from BAPENDA and BPS of Purwakarta Regency, along with questionnaires distributed to 45 taxpayers. Data were analyzed using effectiveness, tax ratio, tax effort, and descriptive analysis. The results show that tax collection performance was highly effective, but the 2024 tax effort value of 54.20% indicates that the potential has not been fully utilized. Key challenges include incomplete taxpayer registration, limited monitoring, and inaccurate turnover reporting. Strengthening supervision, expanding the tax base, and optimizing digital technology are needed to improve Food and Beverage Tax revenue. Abstrak. Pajak Makanan dan Minuman merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berperan dalam mendukung pembiayaan pembangunan daerah dan pelayanan publik. Meskipun realisasi penerimaan Pajak Makanan dan Minuman di Kabupaten Purwakarta selalu melampaui target selama periode 2020–2024, pertumbuhan penerimaan menunjukkan tren perlambatan yang mengindikasikan potensi pajak belum sepenuhnya optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pemungutan Pajak Makanan dan Minuman serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi optimalisasi penerimaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menggunakan data sekunder dari BAPENDA dan BPS Kabupaten Purwakarta serta data primer melalui kuesioner kepada 45 wajib pajak. Analisis dilakukan menggunakan efektivitas pemungutan pajak, tax ratio, tax effort, dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pemungutan pajak tergolong sangat efektif, namun nilai tax effort tahun 2024 sebesar 54,20% menunjukkan bahwa potensi pajak belum sepenuhnya tergali. Kendala utama meliputi belum optimalnya pendataan wajib pajak, pengawasan transaksi usaha, dan pelaporan omzet. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pengawasan, perluasan basis pajak, dan optimalisasi teknologi digital untuk meningkatkan penerimaan Pajak Makanan dan Minuman di Kabupaten Purwakarta..