Bandung Conference Series: Economics Studies
Bandung Conference Series Economic Studies (BCSES) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Ilmu Ekonomi dan Bisnis dengan ruang lingkup Amanah, Antisipasi Bencana, Bank Umum Syariah, Belanja Daerah, Pengangguran, BMT, BOPO, BPRS, CAR, Data Envelopment Analysis. Demand, Efisiensi, Ekspektasi Inflasi, Era Digital UMKM, Etika bisnis islam, Faktor Penarik dan Migrasi Internasional, Faktor Pendorong, fathanah, FDR, Frontier Stokastik, Fungsi Produksi, Good Coorporate Governance (GCG), Hearing, Inflasi, IPM Maqashid syariah, istiqamah, Jumlah Uang Beredar, Kecukupan Modal, Konfeksi, Kualitas Aset, Lembaga Pengelola Zakat, Likuiditas. Mudharabah, NOM, NPF, Output Nasional, Nilai Tukar Jumlah, Penduduk Miskin, PAD, PDRB, Pegawai, Mudharabah, Pendayagunaan Zakat, Pengelola, Perspektif Masyarakat Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, Profitabilitas, Program Edukasi, Rentabilitas, RGEC, ROA, shiddiq, tabligh, Upah Minimum, Upah Strategi Pengembangan Usaha, Usaha Mikro, Zakat. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles
1 Documents
Search results for
, issue
"303 - 310"
:
1 Documents
clear
Strategi Mitigasi Risiko Aset Obsolescence pada PT PLN (Persero) UPT Bandung
Muhammad Dzaki Aliifa;
Hantoro Ksaid Notolegowo
Bandung Conference Series: Economics Studies 303 - 310
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v6i2.24556
Abstract. Fixed assets are a key resource supporting the operations of electric power companies. As assets age, the risk of obsolescence may rise, leading to higher maintenance costs, reduced operational efficiency, and threats to a company's financial sustainability. At PT PLN (Persero) UPT Bandung, this is evidenced by a rising net asset value accompanied by increasing maintenance expenses over several periods. This study aims to identify the financial risks arising from asset obsolescence and to formulate mitigation strategies that preserve the company's financial sustainability. A descriptive qualitative method was used, combining secondary data (net asset value, maintenance expenses, and trade payables from financial statements) with primary data obtained through purposive-sampling interviews. Analysis was carried out through risk identification and the formulation of mitigation strategies using SWOT analysis. The results show that rising maintenance expenses alongside aging assets indicate an obsolescence risk. Recommended mitigation strategies include asset renewal, maintenance optimization, integration of asset and financial data management, and the use of technology to improve operational efficiency and safeguard the company's financial sustainability. Abstrak. Aset tetap merupakan sumber daya utama dalam mendukung operasional perusahaan ketenagalistrikan. Seiring bertambahnya umur ekonomis aset, risiko asset obsolescence dapat meningkat dan berdampak pada kenaikan biaya pemeliharaan, penurunan efisiensi operasional, serta keberlanjutan keuangan perusahaan. Pada PT PLN (Persero) UPT Bandung, kondisi tersebut ditunjukkan oleh peningkatan nilai neto aset yang diikuti dengan kenaikan beban pemeliharaan pada beberapa periode. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko keuangan akibat asset obsolescence serta merumuskan strategi mitigasi untuk menjaga keberlanjutan keuangan perusahaan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan data sekunder berupa laporan keuangan (nilai neto aset, beban pemeliharaan, dan hutang usaha) serta data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan teknik purposive sampling. Analisis dilakukan melalui identifikasi risiko dan penyusunan strategi mitigasi menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan beban pemeliharaan seiring bertambahnya usia aset mengindikasikan risiko obsolescence. Strategi mitigasi yang direkomendasikan meliputi peremajaan aset, optimalisasi pemeliharaan, integrasi pengelolaan data aset dan keuangan, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan menjaga keberlanjutan keuangan perusahaan.