Bandung Conference Series: Economics Studies
Bandung Conference Series Economic Studies (BCSES) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Ilmu Ekonomi dan Bisnis dengan ruang lingkup Amanah, Antisipasi Bencana, Bank Umum Syariah, Belanja Daerah, Pengangguran, BMT, BOPO, BPRS, CAR, Data Envelopment Analysis. Demand, Efisiensi, Ekspektasi Inflasi, Era Digital UMKM, Etika bisnis islam, Faktor Penarik dan Migrasi Internasional, Faktor Pendorong, fathanah, FDR, Frontier Stokastik, Fungsi Produksi, Good Coorporate Governance (GCG), Hearing, Inflasi, IPM Maqashid syariah, istiqamah, Jumlah Uang Beredar, Kecukupan Modal, Konfeksi, Kualitas Aset, Lembaga Pengelola Zakat, Likuiditas. Mudharabah, NOM, NPF, Output Nasional, Nilai Tukar Jumlah, Penduduk Miskin, PAD, PDRB, Pegawai, Mudharabah, Pendayagunaan Zakat, Pengelola, Perspektif Masyarakat Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, Profitabilitas, Program Edukasi, Rentabilitas, RGEC, ROA, shiddiq, tabligh, Upah Minimum, Upah Strategi Pengembangan Usaha, Usaha Mikro, Zakat. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles
1 Documents
Search results for
, issue
"497 - 504"
:
1 Documents
clear
Korelasi Antara Harga, Waktu Tempuh, dan Aksesibilitas dengan Minat Penggunaan Kereta Api Lokal di Bandung Raya
Ramadhan Hasbi Shiddiq Alhakim;
Hantoro Ksaid Notoelegowo
Bandung Conference Series: Economics Studies 497 - 504
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcses.v6i2.25883
Abstract. Public transportation plays an important role in supporting urban community mobility. The Bandung Raya Local Railway is one of the public transportation modes continuously developed to improve travel efficiency and reduce traffic congestion. Although the number of passengers increased from 11.98 million in 2022 to 16.16 million in 2024, the local railway has not yet become the primary mode of transportation for the community. This study aims to analyze the correlation between fare, travel time, and accessibility and the intention to use the Bandung Raya Local Railway. This research employed a quantitative approach with a correlational research design. A total of 150 respondents were selected using purposive sampling. Data were collected through a four-point Likert scale questionnaire and analyzed using descriptive statistics, Pearson Product Moment correlation, and multiple correlation analysis with EViews 13 software. The findings indicate that fare (r = 0.732), travel time (r = 0.787), and accessibility (r = 0.780) each have a strong positive correlation with the intention to use the Bandung Raya Local Railway. Simultaneously, the three independent variables demonstrate a very strong relationship with usage intention (R = 0.838), with a coefficient of determination of 70.20%. These findings suggest that affordable fares, efficient travel time, and better accessibility can significantly enhance public intention to use the Bandung Raya Local Railway.Abstrak. Transportasi publik memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di wilayah perkotaan. Kereta Api Lokal Bandung Raya merupakan salah satu moda transportasi yang terus dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi perjalanan dan mengurangi kemacetan. Meskipun jumlah pengguna mengalami peningkatan dari 11,98 juta penumpang pada tahun 2022 menjadi 16,16 juta penumpang pada tahun 2024, kereta api lokal belum sepenuhnya menjadi moda transportasi utama masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara harga, waktu tempuh, dan aksesibilitas dengan minat penggunaan Kereta Api Lokal di Bandung Raya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian berjumlah 150 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert empat poin. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, korelasi Pearson Product Moment, dan korelasi berganda menggunakan perangkat lunak EViews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel harga (r = 0,732), waktu tempuh (r = 0,787), dan aksesibilitas (r = 0,780) memiliki hubungan positif yang kuat dengan minat penggunaan Kereta Api Lokal Bandung Raya. Secara simultan, ketiga variabel memiliki hubungan yang sangat kuat dengan minat penggunaan (R = 0,838) dengan koefisien determinasi sebesar 70,20%. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan keterjangkauan tarif, efisiensi waktu perjalanan, dan kemudahan aksesibilitas berpotensi meningkatkan minat masyarakat dalam menggunakan Kereta Api Lokal Bandung Raya.