Bandung Conference Series: Law Studies
Bandung Conference Series: Law Studies (BCSLS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Ilmu Hukum dengan ruang lingkup diantaranya: Akibat Hukum, Alih Teknologi, Analisis Yuridis Putusan Hakim, Angkutan Jalan, Aparatur Sipil Negara, Fungsi Lingkungan Hidup, Hak Reproduksi, Hak Servituut, Hoax, Hukum Ketenagakerjaan, Illegal Mining, Intervensi, Jual Beli Dalam Islam, Juvenile Delinquency, Kekerasan dalam Rumah Tangga, Kerugian, Kewajiban Negara, Makanan Kedaluwarsa, Nafkah Anak, Pangan Asal Hewan, Pekerja Rumah Tangga, Pencucian Uang, Penegakan Hukum pidana, Penegakan Hukum, Pengawasan, Penyelundupan Sediaan, Farmasi, Penyidik KPK, Perlindungan Hukum, Perlindungan Konsumen dan Tenaga Kerja, Pungutan Liar, Sertifikat Nomor Kontrol Veteriner, Tanda Tera, Tanggung Jawab Hukum, Tenaga Kerja Asing, Tim Saber Pungli, Tanah, Tindak Pidana, Tindak Perdata, Transportasi Online, UU ITE. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles
1 Documents
Search results for
, issue
"1157 - 1166"
:
1 Documents
clear
Implikasi Pembatalan Sita Jaminan terhadap Pelaksanaan Hak Eksekusi Kreditur dan Upaya Hukum Kreditur Konkuren berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata
Naswa Prilia Kartakusumah;
Arif Firmansyah
Bandung Conference Series: Law Studies 1157 - 1166
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcsls.v6i2.23986
Abstract. Mortgage Right, as a real right, grants preferential and executorial rights to the holding creditor, as provided under Law Number 4 of 1996 on Mortgage Rights. Article 227 paragraph (1) of the HIR regulates conservatory attachment (conservatoir beslag) to secure a debtor's assets during litigation. In practice, conflicts arise when such attachment is imposed on an object previously encumbered with a Mortgage Right, as in Decision Number 36/Pdt.G/2022/PN Skh and 43/Pdt.Bth/2023/PN Skh. This study analyzes the implications of annulling conservatory attachment on creditors' execution rights, and the remedies available to concurrent creditors under the Civil Code. The method employed is normative legal research using statutory, case, and conceptual approaches, with a descriptive-analytical design and secondary data analyzed qualitatively. Findings show that annulment results from Mortgage Rights' status as a real right embodying droit de preference and droit de suite, so that PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., as separatist creditor, may exercise its execution rights, while concurrent creditors obtain repayment only from remaining proceeds after the separatist creditor's rights are fulfilled. Remedies for concurrent creditors include an equalization attachment (vergelijkend beslag) and execution against the debtor's other unencumbered assets, under Articles 1131 and 1132 of the Civil Code. Abstrak. Hak Tanggungan sebagai hak kebendaan memberikan hak preferen dan hak eksekutorial kepada kreditur pemegangnya sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan. Di sisi lain, Pasal 227 ayat (1) HIR mengatur sita jaminan (conservatoir beslag) sebagai upaya pengamanan harta kekayaan debitur selama proses pemeriksaan perkara. Dalam praktiknya, terjadi benturan ketika sita jaminan diletakkan atas objek yang telah lebih dahulu dibebani Hak Tanggungan, sebagaimana tampak dalam Putusan Nomor 36/Pdt.G/2022/PN Skh dan Putusan Nomor 43/Pdt.Bth/2023/PN Skh. Penelitian ini bertujuan menganalisis implikasi pembatalan sita jaminan terhadap pelaksanaan hak eksekusi kreditur dalam hukum jaminan, serta upaya hukum bagi kreditur konkuren atas pembatalan sita jaminan berdasarkan KUHPerdata. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual, bersifat deskriptif analitis, menggunakan data sekunder yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembatalan sita jaminan merupakan konsekuensi kedudukan Hak Tanggungan sebagai hak kebendaan yang mengandung asas droit de preference dan droit de suite, sehingga implikasinya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. sebagai kreditur separatis dapat melaksanakan hak eksekusinya, sedangkan kreditur konkuren hanya memperoleh pelunasan dari sisa hasil penjualan setelah hak kreditur separatis terpenuhi. Upaya hukum bagi kreditur konkuren adalah sita persamaan (vergelijkend beslag) dan eksekusi terhadap aset debitur lain yang tidak dibebani jaminan kebendaan berdasarkan Pasal 1131 dan 1132 KUHPerdata.