cover
Contact Name
Hasni Syahida
Contact Email
hsyahida@ulm.ac.id
Phone
+6287815460096
Journal Mail Official
homeostasis@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Homeostasis: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Dokter
ISSN : -     EISSN : 27224333     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Homeostasis adalah jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian yang memiliki fokus dan ruang lingkup di bidang kedokteran dan kesehatan. Tulisan-tulisan yang dimuat bisa dalam bentuk Original Research, Literature Review, ataupun Laporan Kasus. Homeostasis terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember di setiap tahunnya.
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2019)" : 26 Documents clear
PROFIL KADAR TSH DAN FT4 PADA PASIEN HIPERTIROID DI POLI SUB ENDOKRIN RSUD ULIN BANJARMASIN PERIODE 2017-2018 Iqbal Saka Nugraha; Dewi Indah Noviana Pratiwi; Fauzia Noor Liani
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Hyperthyroidism is a condition of the thyroid gland enlargement. TSH and FT4 test is carried out before determining diagnosis and treatment. The purpose of this study was to determine the profile of TSH and FT4 levels of hyperthyroid patients in Sub Endocrine Department of General Ulin Hospital in Banjarmasin based on age, sex, and place of residence of patients. This research is descriptive with a retrospective approach. A total of 157 hyperthyroid patients were totally sampled according to inclusion and exclusion criteria. The results of this study showed that there were 137 patients with clinical hyperthyroidsm (87.27%) and 20 patients with subclinical hyperthyroidsm (12.73%). All the hyperthyroid patients in the 2017-2018 period who were recorded, there were more women with 105 people (60.20%) while the male patients were 52 people (39.80%). The results of the recording showed that hyperthyroid patients in Sub Endocrine Department of General Ulin Hospital in Banjarmasin were more than 46-55 years old (29.93%) and Banjarmasin  was the area most place of recidence of  hyperthyroid patients with 89 patients (56,68%). Keywords: TSH, FT4, Hyperthyroidsm Abstrak: Hipertiroid adalah suatu keadaan terjadinya pembesaran kelenjar tiroid. Pemeriksaan TSH dan FT4 dilakukan sebelum menentukan diagnosis dan pengobatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil kadar TSH dan FT4 pasien hipertiroid di Poli Sub Endokrin RSUD Ulin Banjarmasin dilihat berdasarkan usia, jenis kelamin, dan tempat tinggal pasien. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Sebanyak 157 pasien hipertiroid didapat secara totally sampling sesuai kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 137 pasien hipertiroid klinis (87,27%) dan 20 pasien hipertiroid subklinis  (12,73%). Semua pasien hipertiroid periode 2017-2018 yang tercatat, ditemukan lebih banyak berjenis kelamin perempuan sebanyak 105 orang (60,20%) sedangkan pasien laki-laki 52 orang (39,80%). Hasil pencatatan menunjukan bahwa pasien hipertiroid di Poli Sub Endokrin RSUD Ulin Banjarmasin lebih banyak berusia 46-55 tahun (29,93%) dan kota Banjarmasin menjadi daerah tempat tinggal pasien hipertiroid terbanyak yaitu 89 pasien (56,68%). Kata-kata kunci: TSH, FT4, Hipertiroid
AKTIVITAS DAYA HAMBAT EKTRAK ETANOL DAUN BINJAI (Mangifera caesia Jack) TERHADAP Salmonella typhi DAN Shigella dysentriae IN VITRO Hikmah Ika Darmayanta; Edyson Edyson; Lia Yulia Budiarti
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Binjai is one of the typical plants of South Kalimantan which is known to have the efficacy as a medicinal plant to overcome a bacterial infection. The active ingredient of ethanol extract of binjai leaves is saponins, tannins, alkaloids and flavonoids. The purpose of this study was to test the activity of ethanolic extract of binjai leaves against Salmonella typhi ATCC 14028 and Shigella dysentriae ATCC 13313. The design of this study was true experimental with post-test only with control group design consisting of 9 treatments of binjai leaves extract (55%, 60% , 65%, 70%, 75%, 80%, 85%, 90%, 95%) and 15 µg amoxicillin as positive controls. Analysis of research data using One-way ANOVA, Duncan Post-hoc test, and independent T test (α = 0.05). The results showed significant differences in all treatments. Ethanol extract of binjai leaves at a concentration of 85% was the optimum concentration against Salmonella typhi (25.16 mm) and Shigella dysentriae (22.66 mm). The conclusion is the effect of binjai leaves ethanol extract gives a greater average inhibition zone for Salmonella typhi compared to Shigella dysentriae at the same concentration. Keywords: binjai leaves extract, Salmonella typhi, Shigella dysentriae. Abstrak: Binjai merupakan salah satu tumbuhan khas Kalimantan Selatan yang diketahui memiliki khasiat sebagai tanaman obat untuk mengatasi suatu infeksi bakterialis. Kandungan zat aktif dari ekstrak etanol daun binjai adalah saponin, tanin, alkaloid dan flavonoid. Tujuan penelitian ini yaitu menguji aktivitas ekstrak etanol daun binjai terhadap Salmonella typhi ATCC 14028 dan Shigella dysentriae ATCC 13313. Rancangan penelitian ini adalah true experimental dengan post test-only with control group design yang terdiri dari 9 perlakuan ekstrak daun binjai (55%, 60%, 65%, 70%, 75%, 80%, 85%, 90%, 95%) dan amoksisilin 15 µg sebagai kontrol positif. Analisis data penelitian menggunakan uji One-way ANOVA, uji Post-hoc Duncan, dan uji T independent (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan bermakna dari semua perlakuan. Ekstrak etanol daun binjai pada konsentrasi 85% merupakan konsentrasi yang optimum terhadap Salmonella typhi (25,16 mm) dan Shigella dysentriae (22,66 mm). Simpulannya adalah efek ektrak etanol daun binjai memberikan rerata besaran zona hambat yang lebih besar terhadap Salmonella typhi dibandingkan dengan Shigella dysentriae pada konsentrasi yang sama. Kata - kata kunci: ekstrak etanol daun binjai, Salmonella typhi, Shigella dysentriae
HUBUNGAN ANTARA LDL DENGAN HASIL DIAGNOSTIC CORONARY ANGIOGRAPHY PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER M. Iqbal Hisyam Qiroth; Dwi Laksono Adiputro; Dona Marisa
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: According to the data from WHO 2012, define that from all of the death case in field of cardiovascular,  Coronary Heart Disease’s (CHD) in the top rank.  There is still unspecific cause of CHD until now, but according to Vera Bittner Research define lipid profile is one of factors in keeping the atherosclerosis initiation development which close to coronary arthery. This research has purposed to analyze the corelation between low density lipoprotein (LDL) with Diagnostic Coronary Angiography result’s in CHD patient in catheterization lab on RSUD Ulin Banjarmasin 2016-2017. This research is observational analytical with cross sectional approach. There are 136 CHD patients for the sample which fulfill inclusion criteria. The research result’s get an indication between LDL and DCA result’s significant have p 0,001 score. According to the research that has been done by researcher,we can take conclusion that there is a significant  and one way corelation between LDL with DCA result’s significant.  Keywords: LDL, coronary heart disease, Diagnostic Coronary Angiography Abstrak: Berdasarkan data WHO 2012 menyatakan bahwa dari keseluruhan insiden kematian bagian kardiovaskular, penyakit jantung koroner (PJK) menduduki peringkat tertinggi. Hingga kini penyebab PJK belum diketahui secara spesifik, namun menurut penelitian Vera Bittner dinyatakan bahwa profil lipid merupakan salah satu faktor dalam memantau perkembangan atherosklerosis arteria koroner. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan low density lipoprotein (LDL) dengan hasil DCA pada pasien PJK di laboratorium kateterisasi jantung RSUD    Ulin   Banjarmasin 2016-2017. Penelitian  ini merupakan  penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 136 pasien PJK yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil     penelitian  didapatkan terdapat hubungan bermakna antara LDL dengan hasil DCA signifikan memiliki nilai p 0,001. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan bermakna dan searah antara LDL dengan hasil DCA signifikan. Kata-kata kunci: LDL,penyakit jantung koroner, Diagnostic Coronary Angiography
PERBEDAAN RERATA NILAI GEJALA NEGATIF SKIZOFRENIA PADA PRIA DAN WANITA DI RUMAH SAKIT JIWA SAMBANG LIHUM Muna Muna; Sherly Limantara; Husnul Khatimah
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Schizophrenia is the one of serious health problems in society, causing high disability, it really needs special treatments. Negative symptoms of schizophrenia are symptoms characterized by blunted affect, emotional withdrawal, poor rapport, apathetic, difficulty in abstract thinking, lack of spontaneity and flow of conversation, and stereotyped thinking.  The purposive of this study are to know the differences of negative symptoms mean value of schizophrenia between men and women in Mental Hospital Sambang Lihum. Research methods used is observational analytic with cross sectional study. Samples are taken purposively sampling and found 30 men and 30 women. Negative symptoms is measured with negative symptoms of PANSS and then analyzed using independent t test. The result is negative symptoms mean value in men 3,381±5,241 and women 2,871±6,183. The conclusion this study shows that there is differences of negative symptoms mean value of schizophrenia between men and women. Keywords: schizophrenia, negative symptoms, gender Abstrak: Skizofrenia adalah masalah kesehatan yang serius di masyarakat, menyebabkan disabilitas yang tinggi, dan sangat membutuhkan perawatan. Gejala negatif skizofrenia adalah skizofrenia yang ditandai dengan adanya afek tumpul, penarikan emosional, kemiskinan rapport, apatis, kesulitan berpikir abstrak, kurangnya spontanitas dan arus pikir, serta pemikiran stereotipik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan rerata nilai gejala negatif skizofrenia pada pria dan wanita di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. Metode penelitian yang dilakukan yaitu observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil secara purposive sampling dan didapatkan 30 orang pria dan 30 orang wanita. Gejala negatif diukur dengan menggunakan skala negatif dari PANSS kemudian dianalisis menggunakan uji t tidak berpasangan.  Dari penelitian diperoleh rerata gejala negatif pada pria adalah 3,381±5,241 dan wanita 2,871±6,183. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan rerata nilai gejala negatif skizofrenia pada pria dan wanita. Kata-kata kunci: skizofrenia, gejala negatif, jenis kelamin
HUBUNGAN IMT DAN LINGKAR PERUT DENGAN KAPASITAS OKSIGEN MAKSIMAL CALON JEMAAH HAJI Fedia Riska Amilia; Huldani Huldani; Asnawati Asnawati
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Maximum oxygen capacity (VO2 max) is a parameter of a person's fitness level. VO2 max is influenced by several factors, one of which is nutritional status. Nutritional status can be assessed based on BMI and abdominal circumference. This study aims to determine the relationship of BMI and abdominal circumference in prospective pilgrims of Hulu Sungai Tengah Regency in 2018. This research method used observational analytic with cross sectional approach. The number of samples is 55 people who meet the inclusion criteria. Measuring VO2 max using the rockport test. The results showed that obese BMI subjects had adequate VO2 max as much as 68.96% and central obesity had less VO2 max as much as 90%. Data on IMT relationships with VO2 max were analyzed using the chi square test with p=0.008 and abdominal circumference relationship with VO2 max using the fisher exact test with a confidence level of 95%, p=0.018 so that it can be concluded that there is a significant relationship between BMI and abdominal circumference with VO2 max. Keywords: maximal oxygen capacity, body mass index, abdominal circumference, pilgrims Abstrak: Kapasitas oksigen maksimal (VO2 maks) merupakan parameter tingkat kebugaran seseorang. VO2 maks dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah status gizi. Status gizi dapat dinilai berdasarkan IMT dan lingkar perut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan IMT dan lingkar perut dengan VO2 maks pada calon jemaah haji Kabupaten Hulu Sungai Tengah tahun 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 55 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Pengukuran VO2 maks menggunakan rockport test. Analisis data menggunakan uji chi square dan uji fisher exact dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian didapatkan subjek penelitian dengan IMT obesitas memiliki VO2 maks cukup sebanyak 68,96% dan obesitas sentral memiliki VO2 maks kurang sebanyak 90%. Hubungan IMT dengan VO2 maks dianalisis menggunakan uji chi square didapatkan nilai p=0,008 dan hubungan lingkar perut dengan VO2 maks menggunakan uji fisher exact didapatkan nilai p=0,018 sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara IMT dan lingkar perut dengan VO2 maks. Kata-kata kunci: kapasitas oksigen maksimal, indeks massa tubuh, lingkar perut, jemaah haji.
HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN IBU DENGAN PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG DI BANJARMASIN Zhafira Khoirunnisa Suwanto; Meitria Syahadatina Noor; Syamsul Arifin
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Population in Indonesia has a major problem, namely the high birth rate. LACMs is effective method to plan a pregnancy in the long term, but the use has not been done maximally. The purpose of this study was to analyze the relationship between education and work with the use of LACMs. This study was observational analytic. Data analysis in the study used the chi-square test. The results showed that the proportion of LACMs use based on education showed that was dominated lower-middle education, while the proportion of jobs was dominated by women who worked., From the results of the Chi Square test with a degree of confidence (p <0.05) it was concluded that there was no correlation between education and LACMs use (p> 0.05) and there was a relationship between work with LACMs use (p <0.05), with an Odds Ratio of 3.286, it was indicated that family planning acceptors who did not work have the chance to use LACMs 3.2 times higher than KB acceptors who  work. Keywords: education, work, Long Acting Contraceptive Methods (LACMs) Abstrak: Kependudukan di Indonesia mempunyai masalah tingginya angka kelahiran. MKJP merupakan solusi untuk merencanakan kehamilan dalam waktu  jangka panjang, namun penggunaan belum maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pendidikan dan  pekerjaan dengan penggunaan MKJP. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan kasus kontrol. Responden di bagi 2 kelompok yaitu kelompok kasus akseptor KB non MKJP dan kelompok kontrol akseptor KB MKJP. Analisis data dalam penelitian menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan proporsi penggunaan MKJP pendidikan menunjukkan pendidikan rendah-menengah lebih besar dibandingkan dengan pendidikan tinggi, adapun proporsi pekerjaan banyak didominasi wanita bekerja bagi pengguna MKJP. Dari hasil uji Chi Square dengan derajat kepercayaan (p < 0,05 ) disimpulkan tidak ada hubungan antara pendidikan dengan penggunaan MKJP (p > 0,05) dan ada hubungan antara pekerjaan dengan penggunaan MKJP (p < 0,05), dengan nilai Odds Ratio 3,286 menunjukkan akseptor KB tidak bekerja berpeluang tidak menggunakan MKJP 3,286 kali lebih besar dibandingkan akseptor KB  bekerja. Kata-kata kunci: pendidikan, pekerjaan, Metode Kontrasepsi Jangka Panjang
GAMBARAN KLINIS DAN LABORATORIUM DEMAM DENGUE DAN DEMAM BERDARAH DENGUE BAYI Fathya Nurul Fadhilah; Edi Hartoyo; Rahmiati Rahmiati
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:  Dengue virus infection can lead clinical manifestations in all of age group, from infants, children, to adults. Clinical symptoms and laboratory profiles were severe in some cases of infants with dengue infection, so the information about them was important. The aim of this study was to identify the clinical and laboratory features in patients diagnosed with dengue fever and dengue haemorrhagic fever in Ulin General Hospital Banjarmasin. This reasearch is a descriptive-observational research with the cross-sectional desgin studies. 42 infants were recruited in this research by using purposive sampling technique with inclusive criteria. Fever was found in all cases (100%), petechiae (64,29%) was found as the most common haemorrhagic manifestation, and pleural effusion (40,48%) as the most common plasma leakage manifestation. The mean clinical findings in patients diagnosed with dengue fever were hemoglobin 10,9 g/dL, hematocrit 32,45%, platelet counts 115250 /µl, and leukocyte counts 6150 /µl. On the other hand, the mean clinical findings in patients diagnoses with dengue haemorrhagic fever were hemoglobin 10,71 g/dL, hematocrit 32,18%, platelet counts 66320/µl, and leukocyte counts 8967/µl. Keywords: clinical features, hematology, dengue hemorrhagic fever, infant Abstrak:  Infeksi virus dengue dapat menimbulkan gejala klinis pada semua usia dari bayi, anak-anak hingga dewasa. Gejala klinis dan profil laboratorium yang berat pada beberapa kasus bayi dengan infeksi dengue membuat informasi mengenai hal tersebut penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran klinis dan laboratorium meliputi kadar hemoglobin, nilai hematokrit, jumlah trombosit dan leukosit pada pasien demam dengue dan demam berdarah dengue bayi di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian desktriptif observasional ini menggunakan metode cross-sectional dengan jumlah sampel 42 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dengan teknik purposive sampling.  Demam ditemukan pada semua kasus (100%), manifestasi perdarahan yang banyak ditemukan adalah petekie (64,29%), dan manifestasi kebocoran plasma yang banyak ditemukan adalah efusi pleura (40,48%).  Pada pasien DD ditemukan rerata kadar hemoglobin 10,9 gr/dL, nilai hematokrit 32,45%, jumlah trombosit 115,25 ribu/µl dan jumlah leukosit 6,15 ribu/µl. Sedangkan pada pasien  DBD didapatkan kadar hemoglobin 10,71%, nilai hematokrit 32,18%, jumlah trombosit 66,32 ribu/µl dan jumlah leukosit 8,97%. Kata-kata kunci: gambaran klinis, hematologi, demam berdarah dengue, bayi
KORELASI STATUS GIZI DENGAN DERAJAT PENYAKIT DBD ANAK TERHADAP LAMA RAWAT INAP Farah Auliyaa-Ul Qisthi; Edi Hartoyo Hartoyo; Rahmiati Rahmiati
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Nutritional status affects dengue hemorrhagic fever (DHF) severity. A severe DHF can prolong the length of stay. This cross-sectional study uses analytical-observational design aims to find out correlation between nutritional status and the severity of DHF in children against length of stay (LOS). Purposive sampling data extracted from 42 samples of DHF pediatric patients that was treated and hospitalized on January−December 2017. The mean of length of stay is 3,50 days, the most of nutritional status is normal and obese, and the common severity of DHF is DHF I. This study was using Spearman correlation test. The result of bivariate test shows that there is a weak negative correlation between nutritional status and severity of DHF (p=0,020;r=-0,357). In the other hand, there are no correlation neither between nutritional status and LOS (p=0,841), nor severity of DHF and LOS (p=0,704) in DHF pediatric patients. Keywords:  dengue hemorrhagic fever, nutritional status, length of stay, children, Ulin general hospital Abstrak: Status gizi mempengaruhi perjalanan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Penyakit DBD yang berat memperpanjang lama rawat inap. Penelitian cross-sectional ini bertujuan mengetahui korelasi status gizi dengan derajat penyakit DBD anak terhadap lama rawat inap, dengan desain adalah observasional-analitik. Data purposive sampling adalah 42 sampel dari catatan rekam medik pasien DBD anak yang dirawat inap di RSUD Ulin Banjarmasin periode Januari−Desember 2017. Rerata lama rawat inap adalah 3,50 hari, status gizi terbanyak adalah status gizi baik dan lebih, serta derajat penyakit DBD tersering muncul adalah derajat DBD I. Penelitian ini menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil uji statistik bivariat menunjukkan terdapat korelasi negatif yang lemah antara status gizi dengan derajat penyakit DBD (p=0,020;r=-0,357). Di sisi lain, tidak terdapat korelasi yang bermakna antara status gizi dengan lama rawat inap (p=0,841) dan derajat penyakit DBD dengan lama rawat inap (p=0,704) pada pasien DBD anak. Kata-kata kunci:  demam berdarah dengue, status gizi, lama rawat inap, anak
KORELASI VARIABILITAS GLIKEMIK DENGAN OUTCOME PASIEN STROKE ISKEMIK DI RSUD ULIN BANJARMASIN Muhammad Rajif Muttaqin; Fakhrurrazy Fakhrurrazy; Azma Rosida
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Stroke is influenced by several factors, one of which is high blood glucose levels and blood glucose variability. In previous studies, variations in blood glucose levels affected outcomes in stroke patients. The purpose of this study was to determine the relationship of glycemic variability with the outcome of ischemic stroke patients in Ulin Hospital Banjarmasin. This study was observational analytic with a prospective cohort approach. There were 30 ischemic stroke patients included criteria in Ulin Hospital Banjarmasin. Patients were taken for blood glucose by glucose point of care testing (POCT) for 7 days constantly. After 7 days, patients were assessed for outcomes using a modified rankin scale (mRS) scale. Data analysis using the Spearman rho test and the results obtained p = 0.00 which shows a significant value between glycemic variability and mRS with the strength of the relationship r = 0.891, which means it has a very strong relationship. In conclusion there is a relationship between glycemic variability and the outcome of stroke patients in Ulin Hospital Banjarmasin. Keywords: ischemic stroke, glycemic variability, outcome Abstrak: Stroke dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya tingginya kadar glukosa dalam darah dan variabilitas glukosa darah. Pada penelitian sebelumnya, variasi kadar glukosa darah mempengaruhi outcome pada pasien stroke. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan variabilitas glikemik dengan outcome pasien stroke iskemik di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cohort prospectif. Didapatkan sebanyak 30 pasien stroke iskemik memenuhi kriteria inklusi di RSUD Ulin Banjarmasin. Pasien diambil glukosa darah dengan point of care testing (POCT) glukosa selama 7 hari secara konstan. Setelah 7 hari, pasien dinilai outcome dengan menggunakan skala modified rankin scale (mRS). Analisis data menggunakan uji Spearman’s rho dan didapatkan hasil p=0,00 yang menunjukan nilai yang bermakna antara variabilitas glikemik dengan mRS dengan kekuatan hubungan r=0,891, yang artinya memiliki hubungan yang sangat kuat. Kesimpulannya terdapat hubungan antara variabilitas glikemik dengan outcome pasien stroke di RSUD Ulin Banjarmasin. Kata-kata Kunci: Stroke Iskemik, variabilitas glikemik, outcome
PERBEDAAN DAYA TAHAN KARDIORESPIRASI PEMAIN FUTSAL DAN PENARI MODERN DI BANJARMASIN Anggia Ayunanda Arrafieka; Dona Marisa; Asnawati Asnawati
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Cardiorespiratory endurance or aerobic capacity, the most important component of physical fitness. A person with good cardiorespiratory endurance, has good cardiovascular and respiratory system, which can supply muscles so that the person is able to work sustainably without experiencing excessive fatigue. The objective of this research is finding out the differences in cardiorespiratory endurance between futsal players and modern dancers in Banjarmasin. This research is an observational analytic research using cross sectional approach. Population of this research is taken from futsal players who is in the Faculty of Medicine of Lambung Mangkurat University Banjarmasin and modern dancers in Banjarmasin. The samples were taken using purposive sampling method with the minimal amount of samples is 30 people per group. Cardiorespiratory endurance is measured using the Harvard test. The VO2Max average for futsal players is 70,8200 and for modern dancers is 62,8600. The results of the unpaired t test obtained a significance value of 0.269, because the value of p>0.05, so it can be concluded that there is no significant difference in the value of VO2Max average value between futsal players and modern dancers in Banjarmasin. Keywords: cardiorespiratory endurance, futsal players, modern dancer Abstrak: Daya tahan kardiorespirasi atau aerobic capacity, komponen terpenting dari kebugaran jasmani.  Seseorang yang daya tahan kardiorespirasinya baik, memiliki sistem kardiovaskular serta sistem respirasi yang baik, sehingga dapat mensuplai otot-otot agar yang bersangkutan dapat bekerja secara berkelanjutan tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan daya tahan kardiorespirasi antara pemain futsal dan penari modern di Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini ialah pemain futsal yang berada di Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin dan penari modern yang berada di Banjarmasin. Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling dengan besar sampel minimal 30 orang per kelompok. Daya tahan kardiorespirasi diukur menggunakan tes Harvard. Rata-rata nilai VO2Max untuk pemain futsal adalah 70,8200 dan untuk penari modern adalah 62,8600. Hasil uji t tidak berpasangan didapatkan angka significancy 0,269, karena nilai p>0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna dalam nilai VO2Max antara pemain futsal dan penari modern di Banjarmasin. Kata-kata kunci: daya tahan kardiorespirasi, pemain futsal, penari modern

Page 2 of 3 | Total Record : 26