cover
Contact Name
Hasni Syahida
Contact Email
hsyahida@ulm.ac.id
Phone
+6287815460096
Journal Mail Official
homeostasis@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Homeostasis: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Dokter
ISSN : -     EISSN : 27224333     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Homeostasis adalah jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian yang memiliki fokus dan ruang lingkup di bidang kedokteran dan kesehatan. Tulisan-tulisan yang dimuat bisa dalam bentuk Original Research, Literature Review, ataupun Laporan Kasus. Homeostasis terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember di setiap tahunnya.
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2024)" : 25 Documents clear
PERBEDAAN AKTIVITAS SGOT, SGPT DAN LDH PADA PREEKLAMPSIA DAN PREEKLAMPSIA BERAT Amelia, Fakhrina; Yuseran, Hariadi; Hendriyono, Fransiskus Xaverius; Abimanyu, Bambang; Devi, Wivina Riza
Homeostasis Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i1.12376

Abstract

Abstract: Preeclampsia is characterized by hypertension and proteinuria at gestational age >20 weeks. Preeclampsia occurs when endothelial dysfunction triggers organ damage, one of which is the liver. Cellular damage in the liver causes an increase in SGOT, SGPT and LDH. The research aims to determine whether there are differences in SGOT, SGPT and LDH activity in pregnant women with preeclampsia and severe preeclampsia. This type of research is an analytical observational, retrospective cross-sectional study. There were 60 subjects who met the inclusion criteria. Preeclampsia SGOT, SGPT and LDH activity had a median of 22 units/L, 12 units/L and 429 units/L, minimum values of 13 units/L, 3 units/L and 37 units/L, maximum values of 55 units/L, 53 units /L and 989 units/L. SGOT, SGPT and LDH activity in severe preeclampsia had a median of 61 units/L, 40 units/L and 811 units/L, minimum values of 41 units/L, 15 units/L and 402 units/L, maximum values of 1161 units/L, 977 units/L and 1756 units/L. Conclusion: There was a significant difference in SGOT, SGPT and LDH activity in preeclampsia and severe preeclampsia (p=0.000). Keywords: preeklampsia, severe preeklampsia, Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase, Serum Glutamic Pyruvic Transaminase, Lactate Dehydrogenase Abstrak: Preeklampsia ditandai hipertensi dan proteinuria pada usia kehamilan >20 minggu. Preeklampsia terjadi disfungsi endotel memicu terjadinya kerusakan organ salah satunya organ hati. Kerusakan seluler di hati menyebabkan peningkatan SGOT, SGPT dan LDH. Penelitian bertujuan mengetahui apakah terdapat perbedaan aktivitas SGOT, SGPT dan LDH pada ibu hamil preeklampsia dan preeklampsia berat. Jenis penelitian observasional analitik, studi cross sectional retrospektif. Didapatkan 60 subjek yang sesuai kriteria inklusi. Aktivitas SGOT, SGPT dan LDH preeklampsia mempunyai median 22 unit/L, 12 unit/L dan 429 unit/L, nilai minimum 13 unit/L, 3 unit/L dan 37 unit/L, nilai maksimum 55 unit/L, 53 unit/L dan 989 unit/L. Aktivitas SGOT, SGPT dan LDH preeklampsia berat mempunyai median 61 unit/L, 40 unit/L dan 811 unit/L, nilai minimum 41 unit/L, 15 unit/L dan 402 unit/L, nilai maksimum 1161 unit/L, 977 unit/L dan 1756 unit/L. Kesimpulan : didapatkan perbedaan bermakna aktivitas SGOT, SGPT dan LDH pada preeklampsia dan preeklampsia berat (p=0,000). Kata-kata kunci: preeklampsia, preeklampsia berat, Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase, Serum Glutamic Pyruvic Transaminase, Laktat Dehidrogenase
KORELASI TEBAL LEMAK BAWAH KULIT DENGAN NILAI FVC PADA MAHASISWA PSKPS FK ULM Azzahra, Wikha; Kaidah, Siti; Marisa, Dona; Asnawati, Asnawati; Haryati, Haryati
Homeostasis Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i1.12409

Abstract

Abstract: Body fat measurement can be performed in various ways, one of which is by measuring skinfold thickness. Excess body fat is often associated with decreased lung function. Spirometry, a crucial screening method, assesses respiratory health by measuring inspiratory and expiratory air volume. This study aimed to determine the correlation between skinfold thickness and FVC value of medical students at Lambung Mangkurat University. The research utilized an observational analytical method with a cross-sectional approach, sampling 32 participants through simple random sampling. Data collection involved direct measurement of skinfold thickness and the FVC value. Data was analyzed with the Pearson correlation test. The results revealed no significant correlation (p=0.472, r=-0.132) between skinfold thickness and the FVC value of medical students at Lambung Mangkurat University. In conclusion, skinfold thickness showed no significant correlation with the FVC value of medical students at Lambung mangkurat University Keywords: fat mass, skinfold thickness, FVC value, spirometry Abstrak: Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengukur massa lemak tubuh, salah satu caranya adalah dengan mengukur tebal lipatan kulit dan diukur pada area spesifik sesuai standar. Massa lemak yang berlebihan dalam tubuh erat dihubungkan dengan penurunan fungsi paru. Pemeriksaan spirometri merupakan metode screening yang sangat penting dilakukan untuk menilai kesehatan pernapasan secara umum dengan cara melihat nilai volume udara inspirasi dan ekspirasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara tebal lemak bawah kulit dengan nilai FVC pada mahasiswa PSKPS FK ULM. Metode penelitian bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik simple random sampling sebanyak 32 partisipan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil analisis data penelitian ini yaitu tidak terdapat korelasi bermakna (p=0,472, r=-0,132). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tebal lemak bawah kulit tidak memiliki korelasi bermakna dengan nilai FVC pada mahasiswa PSKPS FK ULM. Kata-kata kunci: lemak tubuh, tebal lemak bawah kulit, nilai FVC, spirometri
HUBUNGAN ANTARA LAMA SIKLUS MENSTRUASI DAN KADAR TRIGLISERIDA PADA MAHASISWA PSKPS ULM Hanifah, Medina; Huldani, Huldani; Biworo, Agung
Homeostasis Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i1.12381

Abstract

Abstract: Triglyceride levels influenced by several things, one of which is the menstrual cycle, the length of the menstrual cycle is varied. The length of the menstrual cycle is influenced by the follicular phase, in the end follicular phase, the hormone estrogen increases compared to the hormone progesterone. Estrogen hormone can suppress lipoprotein lipase (LPL). This study aims to explain the relationship between the length of the menstrual cycle and triglyceride levels in ULM PSKPS students class of 2020-2022. This research was done with an analytical observational method with a cross sectional approach, using purposive sampling technique. Research subjects were asked to fill out a research question and answer sheet via google form. There were 32 PSKPS ULM students who met the inclusion and exclusion criteria and measured triglyceride levels. Data analysis used the Spearman correlation statistical test. The results of data analysis found that there was no significant relationship between the length of the menstrual cycle and triglyceride levels in ULM PSKPS students. (r = 0.035, p = 0.851) Keywords: length of menstrual cycle, triglyceride, Medical student of PSKPS ULM. Abstrak: Kadar trigliserida dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya adalah siklus menstruasi, lamanya siklus menstruasi bervariasi. Lamanya siklus menstruasi dipengaruhi oleh fase folikuler, pada fase folikuler akhir, hormon estrogen meningkat dibandingkan hormon progesteron. Hormon estrogen dapat menekan lipoprotein lipase (LPL). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan lama siklus menstruasi dengan kadar trigliserida pada mahasiswi PSKPS ULM angkatan 2020-2022. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, menggunakan teknik purposive sampling. Subjek penelitian diminta untuk mengisi kuesioner dan lembar jawaban penelitian melalui google form. Terdapat 32 mahasiswa PSKPS ULM yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dan dilakukan pengukuran kadar trigliserida. Analisis data menggunakan uji statistik korelasi Spearman. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lama siklus menstruasi dengan kadar trigliserida pada mahasiswi PSKPS ULM. (r = 0.035, p = 0.851) Kata-kata kunci: lama siklus menstruasi, trigliserida, mahasiswa PSKPS ULM
KORELASI INDEKS OBESITAS SENTRAL DENGAN NILAI FVC PADA MAHASISWA PSKPS FK ULM Effiyana, Arika; Kaidah, Siti; Marisa, Dona; Asnawati, Asnawati; Haryati, Haryati
Homeostasis Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i1.12360

Abstract

Abstract: Central obesity is a condition where excessive fat is concentrated in the abdominal area. The index of central obesity can be measured with waist hip ratio (WHR). WHR is considered more accurate in assessing abdominal fat distribution than BMI. Students are included in the category of young adults who are vulnerable to central obesity. This research aims to analyze th correlation between the index of central obesity and FVC value in PSKPS FK ULM students. This research is an analytical observational with a cross-sectional design. The research population was PSKPS FK ULM students of 2020-2022 who met the inclusion criteria. Research subjects were selected using a simple random sampling technique according to the sample size of 32 students. Data analyzed with the Pearson correlation test showed that there was no correlation between WHR dan FVC values (p = 0.404, r = -0.153). Keywords: waist hip ratio, index of central obesity, FVC, spirometer Abstrak: Obesitas sentral adalah kondisi terdapat lemak yang berlebihan terlokalisasi secara khusus di daerah perut. Indeks obesitas sentral dapat dilakukan pengukuran melalui metode rasio lingkar pinggang dan pinggul  (RLPP). RLPP dianggap lebih akurat dalam menilai sebaran lemak perut dibandingkan pengukuran IMT. Mahasiswa termasuk dalam kategori remaja-dewasa muda yang rentan mengalami obesitas sentral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi indeks obesitas sentral dengan nilai FVC pada mahasiswa PSKPS FK ULM. Penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan desain penelitian cross-sectional. Subjek penelitian yaitu mahasiswa PSKPS FK ULM angkatan 2020-2022 yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling dengan besar sampel yaitu 32 mahasiswa. Analisi data menggunakan uji korelasi Pearson menunjukkan tidak terdapat korelasi antara RLPP dan nilai FVC (p = 0.404, r = -0.153). Kata-kata kunci: rasio lingkar pinggang dan pinggul, indeks obesitas sentral, FVC, spirometer
PERBEDAAN JUMLAH TROMBOSIT DAN PLR PADA PREEKLAMPSIA DAN PREEKLAMPSIA BERAT Dharagita, Putu Galuh; Yuseran, Hariadi; Hendriyono, Fransiskus Xaverius; Abimanyu, Bambang; Rosida, Azma
Homeostasis Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i1.12403

Abstract

Abstract: Preeclampsia is hypertension in pregnancy >20 weeks with ≥140/90 mmHg and proteinuria. Preeclampsia when trophoblast invasion fails, causing ischemia, damage to placental endothelium that triggers platelet aggregation. Excessive platelet activity reduces systemic platelet counts. The PLR describes platelet to lymphocyte ratio. Placental ischemia causing chronic inflammation. The general objective determined the difference platelet count and PLR in preeclampsia and severe preeclampsia at RSUD Ulin Banjarmasin. This research is observational analytical, cross sectional, non-probability sampling techniques. The results is 70 subjects with preeclampsia and severe preeclampsia according the inclusion criteria. It was found the mean platelet in preeclampsia 294.82 ± 97.65 thousand/µL and severe preeclampsia 231.80 ± 75.99 thousand/µL. The mean PLR in preeclampsia 176.76 ± 79. The median PLR for severe pre-eclampsia is 74.92, the minimum value 23.16, the maximum value 195.56. Conclusion: There were significant differences in platelet count and PLR in preeclampsia and severe preeclampsia (p=0.004; p=0.000). Keywords: Preeclampsia, severe Preeclampsia, Trombosit, PLR, Pregnant woman.  Abstrak: Preeklampsia adalah hipertensi dalam kehamilan (>20 minggu) dengan tekanan darah ≥140/90 mmHg dan disertai proteinuria. Preeklampsia ketika invasi trofoblas ke plasenta gagal, menyebabkan iskemia dan kerusakan endotel plasenta yang memicu agregasi trombosit. Aktivitas trombosit berlebihan menurunkan jumlah trombosit di sistemik. Jumlah PLR menjelaskan rasio trombosit dan limfosit absolut. Iskemia plasenta menghasilakan ketidakseimbangan fungsi kekebalan menyebabkan peradangan kronis. Tujuan umum mengetahui perbedaan jumlah trombosit dan PLR pada preeklampsia dan preeklampsia berat di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini observasional analitik dengan cross sectional menggunakan teknik non-probability sampling. Hasil penelitian didapatkan 70 subjek dengan preeklampsia dan preeklampsia berat sesuai kriteria inklusi dan ekslusi. Didapatkan rerata jumlah trombosit pada preeklampsia 294,82±97,65 ribu/µL dan preeklampsia berat 231,80±75,99 ribu/µL. Rerata jumlah PLR pada preeklampsia 176,76±79. PLR preeklampsia berat median 74,92, nilai minimum 23,16 dan nilai maksimum 195,56. Kesimpulan: Didapatkan perbedaan bermakna jumlah trombosit dan PLR pada preeklampsia dan preeklampsia berat (p=0,004;p=0,000). Kata-kata kunci: Preeklampsia, Preeklampsia berat, Trombosit, PLR, Ibu hamil.
HUBUNGAN GAYA BELAJAR TERHADAP INDEKS PRESTASI KUMULATIF (IPK) MAHASISWA PSKPS FKIK ULM Dawenan, Febrina Rannu; Nurikhwan, Pandji Winata; Husin, Gt. Muhammad Irhamna
Homeostasis Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i1.12377

Abstract

Abstract: Learning style has an important role in the learning process. Student learning achievement can be seen in the Grade Point Average (GPA). The main objective of this study is to determine whether there is a relationship between learning style and GPA. This study used an analytic observational method with a cross-sectional research design. To determine student learning styles carried out by filling The VARK Questionnaire. The results are divided into 2 categories. Categorized as unimodal if one of the four learning styles is dominant, either visual, auditory, reading/writing, or kinesthetic and categorized as multimodal if having more than one learning styles. Student GPA data was obtained from the medical education unit of PSKPS FKIK ULM. The number of samples in this study was 215. The distribution of this research sample is unimodal learning style (49.3%) and multimodal learning style (50.7%) then for student GPA for < 2.75 (18.1%) and ≥ 2.75 (81.9%). Based on the chi-square test, obtained p = 0.011. It can be concluded that there is a significant relationship between learning styles and student GPA. Keywords: learning style, VARK, Grade Point Average, learning achievement, the VARK questionnaire. Abstrak : Gaya belajar mempunyai peranan yang penting dalam proses pembelajaran. Prestasi belajar mahasiswa dilihat dalam Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara gaya belajar dengan IPK. Menggunakan metode observasional analitik dengan desain penelitian potong lintang (cross-sectional). Penentuan gaya belajar mahasiswa dilakukan dengan mengisi The VARK Questionnaire. Hasil pengisian terbagi menjadi 2 kategori. Dikategorikan sebagai gaya belajar unimodal jika salah satu dari keempat gaya belajar yang dominan yaitu visual, auditori, reading/writing, atau kinestetik dan multimodal jika memiliki lebih dari satu gaya belajar. Data IPK mahasiswa didapatkan dari medical education unit PSKPS FKIK ULM. Jumlah sampel penelitian ini adalah 215. Sebaran sampel penelitian ini adalah gaya belajar unimodal (49,3%) dan gaya belajar multimodal (50,7%) kemudian untuk IPK mahasiswa adalah IPK < 2,75 (18,1%) dan IPK ≥ 2,75 (81,9%). Berdasarkan uji chi-square, didapatkan p = 0,011. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan yang signifikan antara gaya belajar dengan IPK mahasiswa. Kata-kata kunci: gaya belajar, VARK, Indeks Prestasi Kumulatif, prestasi belajar, kuesioner gaya belajar VARK.
INSIDENSI SINDROM PASCA KOLESISTEKTOMI PADA PASIEN KOLELITIASIS Ridhana, Achmad; Wibowo, Agung Ary; Yuliana, Ida; Rosida, Lena; Poerwosusanta, Hery
Homeostasis Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i1.12356

Abstract

Abstract: Post-cholecystectomy syndrome can reduce the recovery of patients with cholelithiasis. This study aims to analyze the incidence of post-cholecystectomy syndrome in patients with cholelithiasis. This study was descriptive longitudinal co-hort prospective with follow up patients 2 and 7 days post cholecystectomy using guided interviews. The incidence of post-cholecystectomy syndrome based on clinical symptoms of 54 subjects 2 and 7 days postoperatively was 38.9% and 14.8%. Of the 54 subjects there were clinical symptoms of biliary colic pain 2 and 7 days after cholecystectomy, many felt moderate and mild pain, percentages of 50% and 88.9%. Fever 2 and 7 days after cholecystectomy many did not feel it percentage of 70.4% and 100%. Jaundice 2 and 7 days after cholecystectomy was mostly not felt by 90.7% and 98.1%. Jaundice 2 and 7 days after cholecystectomy was mostly not felt by 90.7% and 98.1%. Vomiting 2 and 7 days after cholecystectomy was not experienced by 74.1% and 88.9%, respectively. Dyspepsia 2 and 7 days after cholecystectomy was mostly not felt by 74.1% and 83.3%. Diarrhea 2 and 7 days after cholecystectomy was not experienced by 100% and 87%, respectively. Abdominal cramps 2 days after cholecystectomy were mostly felt by 87%, 7 days after cholecystectomy were mostly not felt by 92.6%. Most subjects 2 and 7 days post cholecystectomy did not experience post-cholecystectomy syndrome. Keywords: incidence, post cholecystectomy syndrome, cholelithiasis Abstrak: Sindrom pasca kolesistektomi dapat menurunkan kesembuhan pasien kolelitiasis. Penelitian bertujuan menganalisis insidensi sindrom pasca kolesistektomi pada pasien kolelitiasis. Penelitian ini deskriptif longitudinal  co-hort prospektif dengan  follow up pasien 2 dan 7 hari pasca kolesistektomi menggunakan wawancara terpimpin. Insidensi sindrom pasca kolesistektomi berdasarkan gejala klinis dari 54 subjek 2 dan 7 hari pasca operasi sebesar 38,9% dan 14,8%. Dari 54 subjek terdapat gejala klinis nyeri kolik bilier 2 dan 7 hari pasca kolesistektomi banyak merasakan nyeri sedang  dan ringan persentase 50% dan 88,9%. Demam 2 dan 7 hari pasca kolesistektomi banyak tidak merasakannya persentase 70,4% dan 100%. Ikterus 2 dan 7 hari pasca kolesistektomi banyak  tidak merasakannya persentase 90,7% dan 98,1%. Ikterus 2 dan 7 hari pasca kolesistektomi banyak tidak merasakannya persentase 90,7% dan 98,1%. Muntah 2 dan 7 hari pasca kolesistektomi banyak tidak merasakannya persentase 74,1% dan 88,9%. Dispepsia 2 dan 7 hari pasca kolesistektomi banyak tidak merasakannya persentase 74,1% dan 83,3%. Diare 2 dan 7 hari pasca kolesistektomi  banyak tidak merasakannya persentase 100% dan 87%. Kram perut 2 hari pasca kolesistektomi banyak merasakannya persentase 87%, 7 hari pasca kolesistektomi banyak tidak merasakannya persentase 92,6%. Sebagian besar subjek 2 dan 7 hari pasca kolesistektomi tidak mengalami sindrom pasca kolesistektomi. Kata-kata kunci: insidensi, sindrom pasca kolesistetomi, kolelitiasis.
HUBUNGAN GAYA BELAJAR TERHADAP NILAI UJIAN BLOK MAHASISWA PSKPS FKIK ULM ANGKATAN 2020 Aroya, Yovanka; Nurikhwan, Pandji Winata; Illiandri, Oski
Homeostasis Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i1.12416

Abstract

Abstract: Block exams are held at the end of each block with the aim of evaluating learning outcomes. Learning style is one of the factors that influences a person's learning outcomes. This research aims to determine the correlation between learning styles and the block exam scores of PSKPS FKIK ULM students class of 2020. This research uses observational analysis methods and a cross-sectional design. Subjects in the study were selected using a total sampling technique according to the research exclusion and inclusion criteria. Primary data was taken using the VARK questionnaire and secondary data was obtained from students' block exam scores. The data analysis used was the chi-square test. The results of the study showed that the block value for complaints related to the musculoskeletal system was 27%, for the block for complaints related to the hemopoietic and lymphoreticular systems it was 48%, and for the block complaints related to the urogenital system was 35.5%. The majority of students study using a multimodal learning style as much as 69.7%, while 30.3% use a unimodal learning style. From the results of the bivariate analysis, it was found that the p-value was > 0.05, so it was concluded that there was no correlation between learning style and the block exam scores of PSKPS FKIK students at Lambung Mangkurat University class of 2020. Keywords: learning style, VARK, block exam. Abstrak: Ujian blok diadakan di setiap akhir dari sebuah blok dengan tujuan evaluasi hasil belajar. Gaya belajar merupakan salah satu faktor yang berpengaruh pada hasil belajar seseorang. Pada penelitian ini memiliki tujuan mengetahui hubungan gaya belajar dengan nilai ujian blok mahasiswa PSKPS FKIK ULM angkatan 2020. Penelitian ini menggunakan metode analisis observasi dan desain cross-sectional. Subjek pada penelitian dipilih melalui teknik total sampling sesuai kriteria eksklusi dan inklusi penelitian. Data primer diambil menggunakan kuesioner the VARK dan data sekunder didapat dari nilai ujian blok mahasiswa. Analisis data yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan hasil nilai Blok Keluhan Berkaitan dengan Sistem Muskuloskeletal adalah 27%, pada Blok Keluhan Berkaitan dengan Sistem Hemopoetik dan Limforetikuler adalah 48%, dan Blok Keluhan Berkaitan dengan Sistem Urogenital adalah 35,5%. Mahasiswa belajar mayoritas menggunakan gaya belajar multimodal sebanyak 69,7%, sementara gaya belajar unimodal sebanyak 30,3%. Dari hasil analisis bivariat didapatkan p-value > 0,05, sehingga disimpulkan tidak ada hubungan antara gaya belajar terhadap nilai ujian blok mahasiswa PSKPS FKIK Universitas Lambung Mangkurat angkatan 2020. Kata-kata kunci: gaya belajar, VARK, ujian blok
HUBUNGAN KETERATURAN POLA MAKAN DENGAN SINDROM DISPEPSIA PADA MAHASISWA PSKPS FKIK ULM Noor, Mudrikah Khilda; Muthmainah, Noor; Heriyani, Farida; Asnawati, Asnawati; Nursantari, Widya
Homeostasis Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i1.12392

Abstract

Abstract: Dyspepsia syndrome can be affected by various factors, one of which is regularity in the diet. Irregular dietary patterns such as poor eating habits, hasty eating, irregular schedules, extended mealtimes would affect the work of the stomach. The aim of this study was to analyze the relation between dietary regularity with dyspepsia syndrome in PSKPS FKIK ULM students. The method used in this research was analytical observational with a cross-sectional research design. Sampling used the proportional stratified random sampling method and the instrument dyspepsia syndrome questionnaire based on Rome IV criteria and the dietary questionnaire. The results of the study showed that from 46 people (54,8%) with poor dietary regularity, the majority were positive for dyspepsia syndrome, namely 29 people (63%). Data analysis using the Chi-Square test obtained p value = 0,030 (p<0,05). It can be concluded that there was a significant relationship between dietary regularity with dyspepsia syndrome in PSKPS FKIK ULM Students. Keywords: dyspepsia syndrome, diet regularity, medical student Abstrak: Sindrom dispepsia dapat dipengaruhi oleh berbagai hal, salah satunya adalah keteraturan pola makan. Ketidakteraturan makan seperti kebiasaan makan buruk, makan tergesa - gesa, jadwal yang tidak teratur, jeda waktu makan yang lama akan memengaruhi proses kerja lambung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan keteraturan pola makan dengan sindrom dispepsia pada mahasiswa PSKPS FKIK ULM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasional analitik dengan desain penelitian cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode proportional stratified random sampling dan instrumen berupa kuesioner sindrom dispepsia berdasarkan kriteria Roma IV serta kuesioner keteraturan pola makan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 46 orang (54,8%) dengan keteraturan pola makan kurang baik sebagian besar positif sindrom dispepsia yaitu 29 orang (63%). Analisis data menggunakan uji Chi-Square diperoleh p value = 0,030 (p<0,05), dapat disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara keteraturan pola makan dengan sindrom dispepsia pada mahasiswa PSKPS FKIK ULM. Kata-kata kunci: sindrom dispepsia, keteraturan pola makan, mahasiswa kedokteran
HUBUNGAN GAYA BELAJAR TERHADAP NILAI TUTORIAL (Problem Based Learning) MAHASISWA PSKPS FKIK ULM ANGKATAN 2020 Lucky, Army Gustina Rena; Nurikhwan, Pandji Winata; Husin, Gt. Muhammad Irhamna
Homeostasis Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i1.12361

Abstract

Abstract: Learning style is a combination of various ways a person learns to obtain, organize and process the knowledge and information they obtain. Students must know the right learning style so that the learning process can be optimal and get the best results. The aim of the research is to analyze the correlation of learning styles with students' tutorial grades. This research uses analytical observation methods and a cross sectional design. The sample was selected using a total sampling technique. Data collection techniques include filling out The VARK Questionnaire and PBL’s score Complaints Block Relating to the Musculoskeletal System. The results showed that of the 152 samples, learning styles were unimodal (30.3%) and multimodal (69.7%). The average value of unimodal tutorials was 81.67 ± 1.19, while multimodal was 81.42 ± 1.30. The highest value is 83.88, while the lowest value is 77. Based on the Mann-Whitney test, the p-value results are 0.383>0.05, so it can be concluded that there is no difference in learning style and PBL. Keywords: learning style, VARK, Problem Based Learning Abstrak: Gaya belajar merupakan gabungan dari berbagai cara belajar seseorang untuk mendapatkan, mengatur, dan memproses pengetahuan dan informasi yang didapatkannya. Gaya belajar yang tepat harus diketahui oleh mahasiswa agar proses belajar dapat optimal dan mendapat hasil terbaik. Tujuan penelitian adalah menganalisis korelasi gaya belajar terhadap nilai tutorial mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode analitik obervasi dan desain cross sectional. Sampel dipilih melalui teknik total sampling. Teknik pengumpulan data melalui pengisian The VARK Questionnaire dan data nilai tutorial (PBL) Blok Keluhan Berkaitan dengan Sistem Muskuloskeletal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 152 sampel, gaya belajar unimodal (30,3%) dan multimodal (69,7%). Rata-rata nilai tutorial unimodal 81,67±1,19, sedangkan multimodal 81,42±1,30. Nilai tertinggi adalah 83,88, sementara nilai terendah 77. Berdasarkan uji Mann-Whitney menunjukkan hasil p-value 0,383>0,05, sehingga disimpulkan tidak ada perbedaan gaya belajar terhadap nilai tutorial (Problem Based Learning). Kata-kata kunci: gaya belajar, VARK, Problem Based Learning, tutorial

Page 2 of 3 | Total Record : 25