cover
Contact Name
Angga Endre Restianto
Contact Email
jmrk.ub@gmail.com
Phone
+6285645521879
Journal Mail Official
jmrk.ub@gmail.com
Editorial Address
Gedung D, Lantai 1, Ruang Badan Penerbitan Jurnal, Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia. Ketawanggede, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur.
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Management Risiko dan Keuangan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 29640695     EISSN : 29640695     DOI : -
Core Subject : Science,
Publish all forms of quantitative and qualitative research articles and other scientific studies related to the field of Risk Management and Finance.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 3 (2024)" : 8 Documents clear
Prediksi Financial Distress Dengan Model Altman Z”-Score, Zmijewski X-Score, Springate S-Score, Dan Grover G-Score Hadityo, Farras Shaesardy; Indrawati, Nur Khusniyah
Jurnal Management Risiko dan Keuangan Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jmrk.2024.03.3.08

Abstract

Financial distress is a critical phase preceding bankruptcy, often stemming from a range of external and internal factors. This study aims to forecast financial distress within the sub-sector of department store companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the period of 2019 to 2021. Four prediction models, namely Altman Z-Score, Zmijewski X-Score, Springate S-Score, and Grover G-Score, were employed for this purpose. This research adopts a descriptive approach with a quantitative methodology. Secondary data extracted from the financial reports of the companies serves as the primary data source. The findings of this study underscore the efficacy of each employed model in predicting financial distress, revealing divergent outcomes in the forecasted instances of financial distress across the models. The Altman model identifies one company undergoing financial distress, Zmijewski model highlights two such companies, Springate model anticipates distress in three companies, and Grover model signals distress in two companies. This research underscores that each model yields distinct outcomes in predicting financial distress among department store sub-sector companies in Indonesia, due to disparities in the weighting of prediction model coefficients.   Abstrak Financial distress merupakan salah satu tahap sebelum terjadinya kebangkrutan. Financial distress dapat disebabkan oleh berbagai faktor eksternal maupun internal. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi financial distress pada perusahaan sub-sektor department store yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019 - 2021. Empat model prediksi digunakan, yaitu Altman Z-Score, Zmijewski X-Score, Springate S-Score, dan Grover G-Score. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan menjadi sumber data dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap model yang digunakan mampu memprediksi financial distress dengan adanya perbedaan dalam prediksi financial distress perusahaan antar model. Model Altman menunjukkan satu perusahaan yang mengalami financial distress, Zmijewski menunjukkan dua perusahaan, Springate menunjukkan tiga perusahaan, dan Grover menunjukkan dua perusahaan yang mengalami financial distress. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa setiap model memiliki hasil yang berbeda dalam memprediksi financial distress pada perusahaan sub-sektor department store di Indonesia akibat perbedaan penitikberatan koefisien model prediksi.
Analisis Financial Distress Dengan Altman Z-Score Lubis, Haikal Yasin; Aisjah, Siti
Jurnal Management Risiko dan Keuangan Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jmrk.2024.03.3.04

Abstract

The objective of this quantitative descriptive study is to analyze the indication of financial distress in cigarette manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2019-2022 period. The indication was based on the increments in cigarette excise tax. Altman Z-Score was used since the samples are public manufacturing companies. The results of the analysis indicate that PT Gudang Garam Tbk and PT HM Sampoerna Tbk was never under financial distress during the research period. However, their Z-Scores were fluctuating, which suggest them to improve and enhance several financial ratios. Further, PT Wismilak Inti Makmur Tbk also never had any financial distress during the period. In fact, its Z-Scores were stable and tended to increase, requiring the company to maintain and even increase its financial performance. PT Bentoel Internasional Investama Tbk and PT Indonesian Tobacco Tbk were once in grey area and experienced financial distress for two consecutive years during the research period.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indikasi financial distress pada perusahaan manufaktur sub sektor rokok yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019-2022 yang didasarkan atas fenomena peningkatan tarif cukai rokok. Penelitian ini termasuk penelitan deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Alat analisis yang digunakan adalah Altman Z-Score (1968) karena dibuat dengan menggunakan perusahaan manufaktur go public sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Gudang Garam Tbk dan PT HM Sampoerna Tbk tidak mengalami financial distress pada periode 2019-2022 tetapi memiliki Z-Score yang mengalami penurunan sehingga perlu memperbaiki dan meningkatkan beberapa rasio keuangan. PT Wismilak Inti Makmur Tbk juga tidak mengalami financial distress pada periode 2019-2022 tetapi memiliki Z-Score yang relatif stabil dan meningkat sehingga harus mempertahankan maupun meningkatkan kinerja keuangannya. Di sisi lain, PT Bentoel Internasional Investama Tbk dan PT Indonesian Tobacco Tbk pernah berada di grey area dan mengalami financial distress selama 2 tahun berturut-turut pada periode 2019-2022.
Financial Flexibility Analysis on Energy Sector Publicly Listed Firms Tambunan, Mikael Gabe Pahala; Wijayanti, Risna
Jurnal Management Risiko dan Keuangan Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jmrk.2024.03.3.07

Abstract

The purpose of this research is to analysis the financial flexibility in companies within the energy sector during the period from 2017 to 2022. This research adopts a descriptive research design. The sampling method employed is purposive sampling, resulting in a sample of 25 companies in the energy sector listed on the Indonesia Stock Exchange before 2014 and classified as mainboard trading. Financial flexibility is measured using the Altman Z-Score first edition (1968), involving ratios such as WCTA, RETA, EBITTA, MVETL, and STA. In the analysis, Altman's cut-off points from 1968 is used to categorize companies as financially flexible or less flexible. A company is considered to have financial flexibility if its Z-Score is above 1.81, while it is considered less flexible if it is below this threshold. The analysis results on the sample companies indicate that the energy sector is experiencing the impact of unexpected conditions, especially for companies listed as mainboard. The findings indicate that companies with financial flexibility demonstrate a better ability to navigate unexpected conditions.   Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis fleksibilitas keuangan dalam perusahaan di sektor energi selama periode 2017 hingga 2022. Penelitian ini mengadopsi desain penelitian deskriptif. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, menghasilkan sampel dari 25 perusahaan di sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebelum tahun 2014 dan diklasifikasikan sebagai perdagangan pada papan utama. Fleksibilitas keuangan diukur menggunakan Altman Z-Score edisi pertama (1968), melibatkan rasio seperti WCTA, RETA, EBITTA, MVETL, dan STA. Dalam analisis, cut-off point Altman dari tahun 1968 digunakan untuk mengelompokkan perusahaan sebagai fleksibel atau kurang fleksibel secara keuangan. Sebuah perusahaan dianggap memiliki fleksibilitas keuangan jika nilai Z-Score-nya di atas 1,81, sementara dianggap kurang fleksibel jika di bawah angka 1,81. Hasil analisis pada sampel perusahaan menunjukkan bahwa sektor energi sedang mengalami dampak dari kondisi yang tidak terduga, terutama untuk perusahaan yang terdaftar di papan utama. Temuan menunjukkan bahwa perusahaan dengan fleksibilitas keuangan menunjukkan kemampuan yang lebih baik untuk mengatasi keadaan yang tidak terduga.
Reaksi Pasar Modal Indonesia Terhadap Perdagangan Perdana Bursa Karbon Indonesia Najubah, Zian; Djazuli, Atim
Jurnal Management Risiko dan Keuangan Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jmrk.2024.03.3.03

Abstract

The objective of this research is to assess and analyze the reaction of the capital market to the initial trading of carbon exchange, which is measured using abnormal return, cumulative abnormal return, dan trading volume activity, before and after the event. This event study assesses the impact of an event on stock prices. The research period is fifteen working days, i.e. seven days before, one day during, and seven days after the initial carbon trading. Using purposive sampling, six companies consisting of forestry industry, paper, and renewable energy firms listed on the Indonesia Stock Exchange were selected as the sample. The incorporated methods are Wilcoxon signed-rank test and paired sample t-test before and after the event. This study finds that the average abnormal returns before and after the initial carbon trading are not different, that the cumulative average abnormal returns before and after the event are different, and that the average trading volumes before and after the carbon trading are not different.   Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan untuk menguji dan menganalisis reaksi pasar modal terhadap perdagangan perdana bursa karbon yang diukur melalui variabel indikator abnormal return, cumulative abnormal return, dan trading volume activity pada sebelum dan sesudah peristiwa. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi peristiwa untuk menilai dampak dari suatu peristiwa terhadap harga saham. Periode penelitian yang digunakan adalah 15 hari kerja Bursa Efek Indonesia yang terdiri dari 7 hari sebelum, 1 hari event date, dan 7 hari sesudah perdagangan perdana bursa karbon. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling sehingga didapatkan 6 sampel perusahaan industri perhutanan, kertas, dan energi terbarukan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah uji beda wilcoxon signed rank test dan paired sample t-test pada sebelum dan sesudah peristiwa. Hasil dari penelitian ini adalah variabel average abnormal return pada sebelum dan sesudah perdagangan perdana bursa karbon tidak memiliki perbedaan. Sedangkan, variabel cumulative average abnormal return pada sebelum dan sesudah perdagangan perdana bursa karbon memiliki perbedaan. Kemudian, variabel average trading volume activity tidak memiliki perbedaan pada sebelum dan sesudah perdagangan perdana bursa karbon.
Pengaruh Financial Technology Payment, Financial Knowledge Dan Financial Attitude Terhadap Financial Management Behavior Mulya, Avyana Trista; Juwita, Himmiyatul Amanah Jiwa
Jurnal Management Risiko dan Keuangan Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jmrk.2024.03.3.06

Abstract

The objective of this research is to identify and analyze the effects of financial technology payment, financial knowledge, and financial attitude on financial management behavior. The objects are students of Faculty of Economics and Business of Universitas Brawijaya. this explanatory research elucidates the causal relationship between its dependent and independent variables using quantitative approach. Using purposive sampling technique, 100 student of Faculty of Economics and Business of Universitas Brawijaya batches of 2020, 2021, and 2022 who have passed financial management course and use financial technology payment service application were selected as the respondents. The data of this study was harvested from 5-point Likert-scaled closed questionnaires and analyzed using multiple linear regression in IBM SPSS Statistics version 25. This study finds that financial technology payment, financial knowledge, and financial attitude significantly influence financial management behavior.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh financial technology payment, financial knowledge, dan financial attitude terhadap financial management behavior. Objek penelitian yang digunakan adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya. Penelitian ini merupakan explanatory research yang menjelaskan hubungan kausal antar variabel dependen dan independen dengan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner tertutup menggunakan skala pengukuran likert lima poin. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 100 responden dengan kriteria yaitu mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya angkatan 2020-2022, telah menempuh mata kuliah manajemen keuangan dan menggunakan aplikasi layanan financial technology payment. Data diolah menggunakan metode analisis regresi linear berganda dengan bantuan software SPSS IBM Statistic versi 25. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa financial technology payment, financial knowledge, dan financial attitude berpengaruh secara signifikan terhadap kep financial management behavior.
Prediksi Kesulitan Keuangan Dengan Menggunakan Model Altman Modifikasi Z-Score Wahyuni, Sri
Jurnal Management Risiko dan Keuangan Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jmrk.2024.03.3.02

Abstract

Textile industry is contracted due to the Covid-19 pandemic, reduction of export, increase of import, and the spread of thrifting trend. This unfavorable condition has put losses to the issuers of textile industry. Here financial distress prediction analysis is crucial since the earlier the financial distress is detected, the more useful information received by internal parties. Such information is used by the stakeholders as a consideration in their decision-making. The objective of this research is to identify and analyze the prediction of financial distress obtained from the use of the modified Altman Z”-Score. Using purposive sampling technique, twelve companies were selected as the sample of this quantitative descriptive study. The financial distress was measured using the modified Altman Z”-Score, which incorporates four financial ratios. This study finds that seven companies (58%) are predicted to have financial distress for three years, that two companies (17%) have fluctuating financial conditions, that two companies (17%) improves their financial performance and tat one company (8%) has good financial condition for three years. The results of this research are useful for investors as a signal for the consideration of investment decision-making and for companies as an early warning and early cues for evaluation to prevent bankruptcy.   Abstrak Industri tekstil terkontraksi akibat pandemi Covid-19, penurunan ekspor tekstil, peningkatan impor produk tekstil serta maraknya trend thrifting yang  mengakibatkan  emiten tekstil mengalami kerugian. Analisis prediksi kesulitan keuangan penting karena semakin dini tanda kesulitan keuangan terdeteksi, maka akan semakin baik bagi pihak internal serta dapat memberikan informasi yang berguna sebagai sinyal bagi pemangku kepentingan untuk bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis prediksi kesulitan keuangan dengan menggunakan model Altman Modifikasi Z”-Score. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling sehingga didapatkan sampel berjumlah 12 perusahaan. Kesulitan keuangan diukur dengan menggunakan model Altman Modifikasi Z"-Score yang memanfaatkan empat rasio keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 58% atau 7 perusahaan diprediksi mengalami kesulitan keuangan selama tiga tahun, 17% atau 2 perusahaan kondisi keuangannya berfluktuasi, dan 17% atau 2 perusahaan mengalami peningkatan kinerja keuangan dan 8% atau 1 perusahaan  memiliki keuangan yang sehat selama 3 tahun. Hasil penelitian ini berguna bagi investor sebagai sinyal untuk bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi serta bagi perusahaan sebagai tanda peringatan dini dan evaluasi untuk mencegah terjadinya kebangkrutan.
Pengaruh Faktor Internal Dan Eksternal Terhadap Harga Saham Sondakh, Michael Krisnaputra; Sumiati, Sumiati
Jurnal Management Risiko dan Keuangan Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jmrk.2024.03.3.05

Abstract

The purpose of this study is to analyze the effects of internal factors consisting of Return on Assets (ROA) and Price-to-Earnings Ratio (PER) and external factors consisting of global coal price and global gas and oil price on the stock price movement of coal mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2018-2022 period. This quantitative research examines eight coal mining companies listed on the IDX in the 2018- 2022 period, which were selected using simple random sampling technique with several criteria. The results of the data analysis performed in SPSS 22 indicate that Return on Asse (ROA) and Price-to-Earnings Ratio (PER) have positive and significant effects on the stock price movement of the coal mining companies. Further, global coal price has no significant effect, while global oil and gas price has positive and significant effect on the said price movement.   Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh faktor internal yaitu Return On Asset (ROA) serta Price to Earning Ratio (PER) dan faktor eksternal yaitu Harga batubara global serta harga minyak bumi dan gas global terhadap pergerakan harga saham perusahaan pertambangan batubara yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2018-2022. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menguji 8 perusahaan pertambangan batubara dalam BEI periode 2018-2022. Sampel diambil sesuai dengan kriteria yang digunakan dengan metode Simple Random Sampling lalu dianalisis dengan metode analisis regresi berganda menggunakan SPSS 22. Hasil dari penelitian menunjukkan Return On Asset (ROA) serta Price to Earning Ratio (PER) berpengaruh positif dan signifikan, Harga batubara global tidak berpengaruh signifikan serta harga minyak bumi dan gas global berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pergerakan saham perusahaan pertambangan batubara.
Pengaruh Leverage, Board of Directors, Dan Operating Capacity Terhadap Financial Distress Di Masa Pandemi Covid-19 Bani, Amira Yusyah; Hariadi, Bambang
Jurnal Management Risiko dan Keuangan Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jmrk.2024.03.3.01

Abstract

The pandemic has changed the world, including Indonesia that suffers from economic contraction through the government new policies in coping to reduce the pandemic outbreak. As such, this study aims to determine the effect of leverage, board of directors and operating capacity on financial distress during the covid-19 pandemic. The samples include 30 transportation and logistics companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period of 2020-2022, and the data are analyzed by structural equation modeling (SEM) utilizing the partial least square (PLS). This study finds that leverage and board of directors are able to affect the potential for financial distress in a company. However, operating capacity in this study has no effect on the potential for financial distress in a company. This study supports agency theory, and applies earnings per share in measuring financial distress proxies.   Abstrak Pandemi mampu mengubah dunia. Dengan adanya pandemi, pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan baru sebagai upaya dalam menaggulangi dan mengurangi wabah pandemi. Imbas dari kebijakan tersebut hal ini memberikan kontraksi pertumbuhan terhadap ekonomi Indonesia.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu pengaruh leverage, board of directors dan operating capacity terhadap financial distress di masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan structural equation modelling (SEM) dengan mengunakan jenis partial least square (PLS). Adapun sampel penelitian adalah 30 perusahaan sektor transportasi dan logistik di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022. Penelitian ini menemukan bahwa leverage dan board of directors mampu mempengaruhi potensi terjadinya financial distress pada suatu perusahaan. Namun, operating capacity dalam penelitian ini tidak berdampak atau tidak berpengaruh pada potensi munculnya financial distress pada suatu perusahaan. Penelitian ini mendukung teori keagenan. Penelitian ini menggunakan earning per share pada pengukuran proksi financial distress.

Page 1 of 1 | Total Record : 8