cover
Contact Name
Oris Krianto Sulaiman
Contact Email
oris.ks@ft.uisu.ac.id
Phone
+6281262500400
Journal Mail Official
jimrestri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Imam Bonjol No. 9 Forum 9th Floor, Kota Medan, Sumatera Utara 20112
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri
Published by Ilmu Bersama Center
ISSN : -     EISSN : 2961953X     DOI : https://doi.org/10.56211/factory
Core Subject : Engineering,
actory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri merupakan jurnal yang membahas ilmu dibidang Teknik Industri, jurnal ini sebagai wadah untuk menuangkan hasil penelitian baik secara konseptual maupun teknis yang berkaitan dengan Teknik Industri. Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri terbit 3 kali dalam setahun yaitu pada bulan Agustus, Desember dan April. Terbitan pertama adalah bulan Agustus 2022. Naskah yang masuk akan diterima oleh editor untuk kemudian kan dilakukan pemeriksaan kemiripan naskah dengan aplikasi Plagiarism Checker. Proses review dilakukan dengan menggunakan peer review. Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri menerima naskah dengan topik Production Planning and Inventory Control, Design Product and Control Quality, Model Simulasi and Optimasi System, Ergonomic and Work Study, Design Manufacturing Facility, Multi Criteria Decision Making dan Productivity.
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Desember" : 17 Documents clear
Implementasi Lean Manufacturing dengan Pendekatan Value Stream Mapping untuk Mengurangi pemborosan Produksi Bakso Erniyani, Erniyani; Ramdhani, Irin; Raodah, Raodah; Fuadah, Nur; Jayanegara, Sudarmanto
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i2.1234

Abstract

Persaingan industri manufaktur menuntut setiap perusahaan untuk mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses produksinya. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan adalah Lean Manufacturing, yang fokus pada upaya mengurangi pemborosan (limbah) dan meningkatkan nilai tambah bagi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aliran proses produksi bakso pada UMKM FA Frozen dengan menggunakan metode Value Stream Mapping (VSM) sebagai alat utama untuk mengidentifikasi aktivitas bernilai tambah (Value Added/VA), aktivitas yang tidak bernilai tambah (Non Value Added/NVA), serta aktivitas yang perlu tetapi tidak menambah nilai (Necessary but NonValue Added/NBVA). Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dan pengukuran waktu siklus pada setiap tahapan produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar aktivitas berklasifikasi VA dengan total waktu 10.620 detik, namun masih terdapat aktivitas NVA sebesar 2.220 detik yang berpotensi menimbulkan pemborosan, seperti penggilingan berlebih, waktu tunggu, dan produk cacat. Selain itu, aktivitas NBVA tercatat sebesar 6.000 detik yang berlangsung, menyerap waktu yang cukup besar dalam proses produksi. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan Lean Manufacturing berbasis VSM mampu mengidentifikasi titik pemborosan sekaligus memberikan peluang perbaikan untuk meningkatkan efisiensi, menekan biaya operasional, serta menghasilkan produk yang lebih konsisten dan kompetitif di pasar.
Peramalan Permintaan Produk Bakso Frozen FA Menggunakan Metode Time Series Ramdhani, Irin; Raodah, Raodah; Erniyani, Erniyani
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i2.1248

Abstract

Peramalan permintaan menjadi aspek penting dalam mendukung keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya pada sektor pangan beku. Fluktuasi permintaan yang tidak menentu seringkali menimbulkan permasalahan dalam perencanaan produksi, baik berupa kelebihan stok yang meningkatkan biaya penyimpanan maupun kekurangan stok yang mengakibatkan hilangnya peluang penjualan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan metode deret waktu, yaitu Moving Average, Weighted Moving Average, dan Single Exponential Smoothing, untuk meramalkan permintaan produk Bakso Frozen Fatimah Asri. Data yang digunakan berupa catatan penjualan bulanan tahun 2024. Evaluasi akurasi model dilakukan menggunakan tiga ukuran kesalahan, yaitu Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Squared Error (MSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil analisis menunjukkan bahwa metode Single Exponential Smoothing menghasilkan nilai MAD dan MAPE terendah, masing-masing sebesar 46,129 dan 11,216%, sehingga memberikan hasil peramalan yang lebih mendekati data aktual. Sementara itu, metode Weighted Moving Average memiliki nilai MSE terendah sebesar 6636,046, sehingga dapat mengurangi dampak kesalahan besar. Dengan demikian, Single Exponential Smoothing dipandang sebagai metode terbaik untuk digunakan dalam peramalan permintaan jangka pendek produk Bakso Frozen FA. Penerapan metode ini diharapkan mampu membantu UMKM dalam meningkatkan akurasi perencanaan produksi, mengoptimalkan persediaan, serta mendukung pengambilan keputusan strategis yang berorientasi pada kepuasan konsumen dan efisiensi biaya operasional.
Penerapan Metode CPM dan Crashing pada Proyek Fabrikasi Jembatan B-60 di PT XYZ Umam, Khotibul; Syaugi, Ahmad; Syarif, Muhamad Rasyid; Izzati, Billa; Prastyo, Yudi
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i2.846

Abstract

Perencanaan dan pengendalian waktu serta biaya adalah faktor penting dalam menentukan keberhasilan proyek, termasuk proyek fabrikasi jembatan B-60 yang dikerjakan oleh PT XYZ. Penelitian ini bertujuan untuk menerapan metode Critical Path Metode (CPM) untuk menentukan jalur kritis dan membandingkan efektivitas strategi crashing dalam mempercepat pekerjaan proyek, dengan dua alternatif strategi crashing yaitu penambahan tenaga kerja dan penambahan jam kerja (lembur) selama 4 jam. Analisis ini dilakukan melalui pementaan kegiatan proyek, estimasi biaya dan waktu pada saat pengerjaan normal. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa jalur kritis proyek terdiri dari delapan kegiatan utama yang memiliki kontribusi signifikan terhadap total durasi. Penambahan tenaga kerja menghasilkan durasi pengerjaan proyek selama 86 hari kerja dengan total biaya proyek sebesar Rp. 156.217.011 Sementara itu, penambahan jam lembur selama 4 jam menghasilkan durasi pengerjaan proyek selama 90 hari kerja dengan total biaya proyek sebesar Rp. 172.013.879. Berdasarkan perbandingan efektivitas waktu dan biaya, alternatif penambahan tenaga kerja dinilai lebih efisien dan dipilih sebagai strategi crashing paling optimal dalam proyek ini
Analisis Produktivitas pada Departemen Produksi dengan Menggunakan Metode OMAX (Objective Matrix) dan AHP (Analytical Hierarchy Process): Studi Kasus: PT XYZ Setiawan, Ageng Deny; Isharyani, Muriani Emelda; Asdi, Ridzky Zul
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i2.928

Abstract

Produktivitas dari sebuah sistem industri merupakan kunci dari segalanya. Melalui pengukuran produktivitas, sebuah perusahaan akan memiliki standar yang akan digunakan untuk melakukan perbaikan- perbaikan sistem. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas pada departemen produksi PT XYZ menggunakan metode Objective Matrix (OMAX) dan Analytical Hierarchy Process (AHP), serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas dengan Fishbone Diagram. Latar belakang penelitian didasarkan pada ketidaktercapaian target produksi gas oksigen di beberapa bulan tahun 2024, yang menunjukkan perlunya evaluasi dan perbaikan sistem produksi.  Metode penelitian meliputi pengumpulan data primer dan sekunder, penentuan kriteria produktivitas melalui wawancara, pembobotan indikator dengan AHP, serta perhitungan indeks produktivitas menggunakan OMAX. Hasil penelitian menunjukkan fluktuasi produktivitas dengan indeks tertinggi pada Januari (182,67%) dan terendah pada Mei (-86,33%). Faktor utama yang memengaruhi penurunan produktivitas meliputi ketidakefisienan penggunaan bahan baku, ketidakhadiran karyawan, kerusakan mesin, dan loses yang tinggi.  Berdasarkan analisis Fishbone Diagram, usulan perbaikan yang diberikan mencakup peningkatan perawatan mesin, penerapan sistem reward dan punishment untuk meningkatkan disiplin karyawan, serta pelatihan kerja yang terstruktur. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi perusahaan dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas departemen produksi.   
Penerapan Metode Statistical Quality Control (SQC) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) sebagai Upaya Pengendalian Kualitas pada Produk Amplang: Studi Kasus UD XYZ Diani, Fitria; Gunawan , Suwardi; Asdi, Ridzky Zul
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i2.939

Abstract

Pengendalian kualitas merupakan faktor penting dalam menjaga mutu produk dan meningkatkan daya saing industri makanan ringan, termasuk produk amplang. UD Taufik Jaya Makmur menghadapi permasalahan tingginya tingkat produk cacat antara lain cacat remuk, tidak mengembang, dan gosong. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan penyebab cacat, menentukan tingkat risiko tertinggi, serta merumuskan usulan perbaikan guna meminimalkan kecacatan. Metode yang digunakan adalah Statistical Quality Control (SQC) untuk menganalisis jenis dan penyebab cacat melalui lembar pemeriksaan, histogram, peta kendali P, dan diagram sebab-akibat. Analisis lanjutan dilakukan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk memperoleh nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total cacat sebesar 27.937 gram dari total produksi 700.000 gram dalam periode Maret 2025 hingga Mei 2025. Terdapat 18 penyebab cacat dengan 3 risiko prioritas kritis, yaitu cacat remuk disebabkan oleh penanganan kasar saat pemindahan produk dari prnggorengan hingga pengemasan (RPN 240), cacat tidak mengembang disebabkan komposisi bahan baku tidak sesuai standar resep (RPN 216), dan cacat gosong disebabkan pekerja lalai memantau suhu dan waktu pada saat penggorengan (RPN 144) yang disebabkan oleh faktor manusia dan faktor material, yang kemudian dilanjutkan dengan pembuatan rekomendasi usulan perbaikan dengan pendekatan 5W+1H. Usulan perbaikan meliputi penyusunan SOP penanganan produk dan penimbangan bahan baku, pelatihan berkala bagi pekerja, pengawasan rutin, serta penggunaan alat bantu seperti timer dan termometer otomatis untuk memastikan suhu dan waktu penggorengan sesuai standar, guna menjaga kualitas dan konsistensi produk.
Analisis Efektivitas Mesin Palletizer D dalam Upaya Meminimalisasi Downtime Area Dispatch pada Perusahaan Produsen Semen di Indonesia Zevana, Nazhira Alya; Apriliani, Fany
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i2.1103

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada salah satu perusahaan yang memproduksi semen tersebar di Indonesia dan Asia Tenggara. Pada area Dispatch, terdapat 4 mesin palletizer yang beroperasi selama 24 jam tanpa henti dan berperan penting dalam proses pengemasan akhir. Berdasarkan data historis, mesin palletizer D tercatat memiliki durasi downtime tertinggi, sehingga menjadi fokus penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalkan downtime mesin dengan menggunakan perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Six Big Losses. Berdasarkan hasil penelitian pada mesin palletizer D menghasilkan nilai rata-rata Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada periode Juni hingga Oktober 2024 sebesar 74%. Analisis Six Big Losses, ditemukan bahwa kategori kerugian yang paling dominan adalah breakdown losses dengan persentase sebesar 15%. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa permasalahan utama yang terjadi disebabkan oleh kerusakan pada komponen motor, sehingga diperlukan penggantian komponen dengan unit yang baru untuk mengurangi potensi terjadinya kerugian serupa di masa mendatang.
Perbaikan Tata Letak Industri Mikro Kecil dan Menengah Tenun Wan Atiqah Kota Dumai Menggunakan Metode Systematic Layout Planning dan Grafik Rihas, Sabila Nur; Fitra, Fitra; Sari, Lidya; Sari, Evita
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i2.1192

Abstract

IMKM Tenun Wan Atiqah merupakan salah satu industri kecil menengah yang bergerak di bidang kerajinan tekstil di Kota Dumai. Permasalahan awal yang dihadapi adalah jarak antar stasiun kerja yang terlalu jauh, alur perpindahan material yang tidak teratur, serta penempatan mesin yang kurang strategis sehingga menghambat kelancaran proses produksi. Oleh karena itu, dibutuhkan perbaikan tata letak yang lebih sistematis dan efisien agar proses produksi dapat berjalan lebih efektif dan mendukung peningkatan produktivitas. Berdasarkan dari permasalahan tersebut, Penulis melakukan penelitian perbaikan tata letak pada IMKM Tenun Wan Atiqah dengan pendekatan SLP dan metode grafik sebagai metode analisis untuk menghasilkan alternatif tata letak yang lebih efisien. Penggunaan metode ini digunakan untuk membandingkan alternatif tata letak yang dapat meminimalkan jarak perpindahan material. Dengan tata letak yang lebih eifisien, diharapkan mampu meminimalkan luas area yang terbuang sia-sia, alur produksi menjadi lebih tertata, dan kapasitas produksi lebih tinggi. Berdasarkan hasil evaluasi, alternatif layout yang terpilih adalah layout dengan jarak perpindahan terkecil yaitu layout dengan pendekatan SLP sebesar 407,5 meter. Sementara itu, layout dengan metode grafik menghasilkan jarak total sebesar 516,2 meter. Hasil ini menunjukkan bahwa metode SLP lebih efektif dalam meminimalkan perpindahan material dan menciptakan alur produksi yang lebih efisien.
Perbaikan Tata Letak IMKM Bengkel Las Jaya di Kota Dumai Menggunakan Metode Systematic Layout Planning (SLP) dan Grafik Rahmawanti, Gustina; Fitra, Fitra; Mellisa, Fitri; Putri, Yuniati
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i2.1215

Abstract

IMKM Bengkel Las Jaya merupakan usaha reparasi body mobil yang menghadapi permasalahan dalam tata letak fasilitasnya. Penempatan area kerja yang tidak terorganisir menyebabkan aliran proses menjadi tidak efisien, meningkatkan waktu tunggu, serta berisiko terhadap keselamatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang tata letak fasilitas menggunakan metode Systematic Layout Planning (SLP) dan metode grafik guna meningkatkan efisiensi proses kerja. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Layout Planning (SLP) dan metode berbasis grafik untuk menganalisis dan merancang ulang tata letak fasilitas. Tahapan yang dilakukan mencakup pengumpulan data lapangan, penyusunan operation process chart, from-to chart, activity relationship chart, dan pembuatan relationship diagram. Selanjutnya dilakukan perhitungan kebutuhan ruang dan perancangan alternatif layout berdasarkan kedekatan aktivitas serta evaluasi jarak perpindahan antar stasiun kerja menggunakan metode grafik. Layout terbaik dipilih berdasarkan efisiensi jarak dan alur produksi yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layout usulan mampu memperpendek jarak perpindahan antar stasiun kerja, memperbaiki alur kerja, serta memanfaatkan ruang secara lebih optimal. Dengan penerapan metode SLP dan grafik, layout usulan yang terpilih adalah layout dengan jarak perpindahan terkecil dengan hasil metode SLP yaitu sebesar 320,2 dan metode grafik 373,1. Hasil layout usulan IMKM Bengkel Las Jaya adalah layout usulan dengan pendekatan metode SLP yang memiliki jarak perpindahan terkecil yaitu sebesar 320,2. Berdasarkan perbandingan jarak perpindahan antar layout, didapat perpindahan menggunakan SLP memiliki total penghematan jarak sebesar 59% lebih rendah daripada menggunakan metode Grafik dengan total penghematan jarak sebesar 69,1%.
Analisis Structural Equation Modeling Kualitas Pelayanan dan Keandalan Pasokan terhadap Kepuasan Pelaku Usaha (UMKM) dengan Citra Lembaga Pengelolaan Air Bersih sebagai Serial Mediasi Berbasis SmartPLS Sabilah, Ade Irpan; Supratman, Jasan
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i2.1298

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat, termasuk sektor UMKM yang sangat bergantung pada pasokan air dalam menjalankan aktivitas usaha. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan keandalan pasokan air terhadap kepuasan UMKM dengan citra lembaga pengelola air bersih sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 50 pelaku UMKM di Kota Bekasi dan dianalisis melalui Structural Equation Modeling berbasis SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model memiliki daya jelaskan yang tinggi dengan nilai R² sebesar 0,784 untuk citra lembaga dan 0,730 untuk kepuasan UMKM. Temuan menarik dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh negatif terhadap citra lembaga. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan aspek teknis pelayanan air bersih tidak secara otomatis memperbaiki persepsi UMKM terhadap lembaga penyedia, terutama ketika ekspektasi pelaku UMKM terhadap konsistensi layanan, komunikasi, dan respons kelembagaan belum terpenuhi. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya perbaikan kinerja pasokan dan pelayanan yang konsisten serta pengelolaan ekspektasi pelanggan melalui komunikasi yang transparan guna menjaga kepuasan dan memperkuat kepercayaan pelaku usaha. Oleh karena itu, pengelola layanan air bersih disarankan untuk tidak hanya berfokus pada peningkatan aspek teknis distribusi air tetapi juga memperkuat strategi komunikasi, transparansi informasi serta mekanisme penanganan keluhan UMKM.
Analisis Optimalisasi Biaya Persediaan Multi-Item Single Supplier dengan Kendala Kapasitas Gudang Terbatas Isrofi, Nisa; Utami, Ni Made Cyntia
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i2.1317

Abstract

Pengendalian persediaan sangat krusial untuk menjaga kelancaran operasional perusahaan, kepuasan pelanggan dan efisiensi biaya. Banyak perusahaan menghadapi tantangan dalam mengelola banyak item yang bersumber dari satu pemasok, khususnya ketika terbatasnya kapasitas penyimpanan. Hampir semua perusahaan mengelola lebih dari satu jenis item dari satu pemasok saja agar memperoleh efisiensi pesanan terpusat. Namun, hal ini menimbulkan tantangan dalam menentukan kuantitas pemesanan optimal dan menjaga tingkat layanan tanpa melebihi batas Gudang. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sistem persediaan multiitem single supplier dengan kendala keterbatasan luas gudang, sehingga diperoleh kebijakan optimal karena metode tersebut dapat menurunkan total biaya persediaan lebih dari 30%. Penelitian ini menggunakan pendekatan komparatif dengan 4 skenario (EOQ; EOQ kendala luas Gudang; Model Inventory Multi Item; Model EOQ dengan Metode Multi Item Single Supplier dan luas kebutuhan yang dibutuhkan) dengan tujuan menganalisis dan membandingkan beberapa model pengelolaan persediaan dengan mempertimbangkan kendala-kendala nyata seperti luas gudang dan kebijakan pemesanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap pendekatan memiliki keunggulan dan keterbatasannya masing-masing. Skenario 1 menunjukkan efisiensi biaya tertinggi namun tidak dapat diterapkan karena kebutuhan ruang yang melebihi kapasitas gudang. Skenario 2 berhasil menekan kebutuhan ruang hingga di bawah batas maksimum, tetapi menyebabkan lonjakan biaya yang signifikan. Skenario 3 menawarkan efisiensi biaya yang lebih baik dibanding skenario 2, namun masih belum feasible karena kebutuhan ruang yang besar. Sementara itu, Skenario 4 yang mengintegrasikan pendekatan multi-item single supplier dengan kendala ruang terbukti menjadi solusi paling seimbang, karena mampu memenuhi batasan fisik gudang sekaligus mempertahankan efisiensi logistik. Skenario 4 direkomendasikan sebagai model yang paling realistis dan aplikatif untuk diterapkan dalam pengelolaan persediaan di Gudang Material 2.

Page 1 of 2 | Total Record : 17