Jurnal Tafsere
Tafsere is a peer-reviewed journal dedicated to publishing the scholarly study of the Quran from many different perspectives. Particular attention is paid to the works dealing with Quranic Studies, Qur’anic sciences, Living Quran, Quranic Studies across different areas in the world, Methodology of the Quran, and Tafsir studies. Tafsere was published by the Department of Quranic and Tafsir Studies, Faculty of Ushuluddin and Philosophy, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia.
Articles
8 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4 No 1 (2016)"
:
8 Documents
clear
AN ISLAMIC PERSPECTIVE ON HALAL FOOD AND PHARMACEUTICAL PRODUCTS
Muhammad Galib Mattoala
Jurnal Tafsere Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1231.718 KB)
Islam memberikan perhatian yang sangat besar bagi kesehatan jasmani dan rohani. Oleh karena itu, Islam memberikan penekanan agar umatnya mengkonsumsi makanan yang baik, bersih dan halalb aik dari aspek fisiknya maupun aspek spiritualnya, dan menghindari makanan yang kotor, mengandung najis dan haram.Islam juga memerintahkan kepada umatnya agar berobat jika ditimpa penyakit, tetapi obat yang boleh digunakan hanyalah obat yang bersumber dari bahan yang halal, kecuali kalau dalam kondisi yang darurat.
KONSEP AL-ISHLAH DALAM AL-QUR-AN
Abdul Wahid Haddade
Jurnal Tafsere Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1524.233 KB)
Secara garis besar term atau lafadz iṣlāḥ dalam al-quran memiliki pengertian perdamaian dengan berbagai variannya sesuai konteks pembicaraan atau permasalahan yang dibicarakan masing-masing ayat terkait dengan iṣlāḥ.Kata aṣliḥū terambil dari kata aṣlaḥa yang asalnya adalah ṣaluḥa sebagai antonim dari kata fasada (rusak).Dengan demikian kata ṣaluḥa berarti tiadanya atau terhentinya kerusakan atau diraihnya manfaat, sedangkan iṣlāḥ adalah upaya menghentikan kerusakan atau meningkatnya kualitas sesuatu sehingga manfaatnya lebih banyak.Iṣlāḥ dimaknai perdamaian dalam konteks konflik yakni, perintah mendamaikan dua orang yang berkonflik harus dengan cara yang adil dan tidak memihak salah satu pihak yang berkonflik.Iṣlāḥ juga digunakan al-quran dalam kaitannya untuk mendamaikan rumah tangga sehingga terhindar dari konflik keluarga.Iṣlāḥ dimaknai upaya menciptakan perdamaian dengan mencegah terjadinya konflik sehingga kedua belah pihak tidak terlibat perselisihan, termasuk di dalamnya mengupayakan mencari solusi yang bisa menguntungkan kedua pihak yang hendak berkonflik, serta mempererat ukhuwah islamiyah.
INDAHNYA KEBERSAMAAN DENGAN SHALAT BERJAMAAH
Andi Darussalam
Jurnal Tafsere Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (786.04 KB)
Salah satu kegiatan ibadah yang mengandung unsur kebersamaan dan sekaligus ketaatan adalah shalat berjamaah. Di dalam shalat berjamaah tidak ada perbedaam ras, status sosial, usia dan suku. Semuanya sama, semuanya memiliki hak yang sama untuk berada di shaf (barisan) terdepan. Pada masa ini, banyak kaum muslimin mengabaikan shalat berjamaah, bahkan perhatian terhadap shalat lima waktu yang merupakan tiang agama juga tidak mendapatkan perhatian yang semestinya. Tulisan ini berusaha menjelaskan tentang pentingnya shalat dan Indahnya Kebersamaan dengan melaksanakan shalat berjamaaah di mesjid dengan mengemukakan dalil-dalil yang berkaitan dengan shalat terutama shalat berjamaah disertai pendapat para ulama seputar pelaksanaan shalat berjamaah di mesjid.
YASINAN DAN IMPLIKASINYA: MOTIVASI DAN PEMAHAMAN ANGGOTA MAJELIS TAKLIM TERHADAP SURAH YASIN DI KOTA MAKASSAR
aisyah Arsyad
Jurnal Tafsere Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1014.98 KB)
Surah Yasin telah lama menjadi salah satu surah yang paling banyak dibaca oleh masyarakat muslim di di Indonesia sehingga muncullah yang namanya Yasinan. Yasinan merupakan gejala sosial yang merupakan hasil dari dialog kreatif agama sebagaimana dipikirkan pemeluknya dengan realitas obyektif sesuai pemikiran dan pemahaman masyarakat. Namun demikian lemahnya dalil agama yang menunjukkan tentang membaca Surah Yasin pada hari dan kegiatan tertentu menjadikannya berada pada posisi antara syariat dan tradisi. Olehsebab itu tulisan ini menyoroti dua hal yaitu motivasi yang mendorong masyarakat untuk senantiasa mengamalkan surah Yasin dan persepsi masyarakat itu sendiri tentang surah Yasin.
REKONSTRUKSI SEJARAH KENABIAN DALAM TAFSIR NUZULI (Studi Kitab Fahm al-Qur’ān al-Ḥakīm: at-Tafsīr al-Wāḍiḥ ḥasb Tartīb an-Nuzūl Karya al-Jabiri)
Yuliana Jamaluddin
Jurnal Tafsere Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (991.299 KB)
Sejarah dan tafsir adalah dua disiplin ilmu keislaman yang berdiri sendiri.Namun demikian, sejarah dan tafsir kemudian berupaya diintegrasikan melalui model tafsir nuzuli, yaitu tafsir yang disusun berdasarkan kronologi turunnya wahyu, dan bukan berdasarkan urutan mushaf. Al-Jabiri adalah salah seorang intelektual muslim yang menyusun tafsir dengan model nuzuli, dengan keyakinan bahwa al-Qur’an yang diturunkan secara berangsur-angsur secara langsung merefleksikan perjalanan sejarah kenabian Muhammad saw. al-Qur’an adalah dokumen paling akurat yang dimiliki oleh umat Islam yang berasal dari masa awal perkembangan Islam, sebab upaya pemeliharaannya tidak pernah berhenti dilakukan. Meskipun al-Qur’an tidak menyebutkan tempat dan waktu terjadinya sebuah peristiwa sejarah secara eksplisit, namun substansi dan alur sejarah kenabian tergambar dalam tahapan-tahapan penurunan wahyu.
REKONSTRUKSI SEJARAH KENABIAN DALAM TAFSIR NUZULI (Studi Kitab Fahm al-Qur’ān al-Ḥakīm: at-Tafsīr al-Wāḍiḥ ḥasb Tartīb an-Nuzūl Karya al-Jabiri)
Yuliana Jamaluddin
Jurnal Tafsere Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sejarah dan tafsir adalah dua disiplin ilmu keislaman yang berdiri sendiri.Namun demikian, sejarah dan tafsir kemudian berupaya diintegrasikan melalui model tafsir nuzuli, yaitu tafsir yang disusun berdasarkan kronologi turunnya wahyu, dan bukan berdasarkan urutan mushaf. Al-Jabiri adalah salah seorang intelektual muslim yang menyusun tafsir dengan model nuzuli, dengan keyakinan bahwa al-Qur’an yang diturunkan secara berangsur-angsur secara langsung merefleksikan perjalanan sejarah kenabian Muhammad saw. al-Qur’an adalah dokumen paling akurat yang dimiliki oleh umat Islam yang berasal dari masa awal perkembangan Islam, sebab upaya pemeliharaannya tidak pernah berhenti dilakukan. Meskipun al-Qur’an tidak menyebutkan tempat dan waktu terjadinya sebuah peristiwa sejarah secara eksplisit, namun substansi dan alur sejarah kenabian tergambar dalam tahapan-tahapan penurunan wahyu
KONSEP AL-ISHLAH DALAM AL-QUR-AN
Abdul Wahid Haddade
Jurnal Tafsere Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1524.233 KB)
Secara garis besar term atau lafadz iṣlāḥ dalam al-quran memiliki pengertian perdamaian dengan berbagai variannya sesuai konteks pembicaraan atau permasalahan yang dibicarakan masing-masing ayat terkait dengan iṣlāḥ.Kata aṣliḥū terambil dari kata aṣlaḥa yang asalnya adalah ṣaluḥa sebagai antonim dari kata fasada (rusak).Dengan demikian kata ṣaluḥa berarti tiadanya atau terhentinya kerusakan atau diraihnya manfaat, sedangkan iṣlāḥ adalah upaya menghentikan kerusakan atau meningkatnya kualitas sesuatu sehingga manfaatnya lebih banyak.Iṣlāḥ dimaknai perdamaian dalam konteks konflik yakni, perintah mendamaikan dua orang yang berkonflik harus dengan cara yang adil dan tidak memihak salah satu pihak yang berkonflik.Iṣlāḥ juga digunakan al-quran dalam kaitannya untuk mendamaikan rumah tangga sehingga terhindar dari konflik keluarga.Iṣlāḥ dimaknai upaya menciptakan perdamaian dengan mencegah terjadinya konflik sehingga kedua belah pihak tidak terlibat perselisihan, termasuk di dalamnya mengupayakan mencari solusi yang bisa menguntungkan kedua pihak yang hendak berkonflik, serta mempererat ukhuwah islamiyah.
INDAHNYA KEBERSAMAAN DENGAN SHALAT BERJAMAAH
Andi Darussalam
Jurnal Tafsere Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (786.04 KB)
Salah satu kegiatan ibadah yang mengandung unsur kebersamaan dan sekaligus ketaatan adalah shalat berjamaah. Di dalam shalat berjamaah tidak ada perbedaam ras, status sosial, usia dan suku. Semuanya sama, semuanya memiliki hak yang sama untuk berada di shaf (barisan) terdepan. Pada masa ini, banyak kaum muslimin mengabaikan shalat berjamaah, bahkan perhatian terhadap shalat lima waktu yang merupakan tiang agama juga tidak mendapatkan perhatian yang semestinya. Tulisan ini berusaha menjelaskan tentang pentingnya shalat dan Indahnya Kebersamaan dengan melaksanakan shalat berjamaaah di mesjid dengan mengemukakan dalil-dalil yang berkaitan dengan shalat terutama shalat berjamaah disertai pendapat para ulama seputar pelaksanaan shalat berjamaah di mesjid.