cover
Contact Name
Ratnayani
Contact Email
ratnayani1105@binawan.ac.id
Phone
+6281299660046
Journal Mail Official
jakagi@binawan.ac.id
Editorial Address
Program Studi Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan dan Teknologi, Universitas Binawan Jl. Kalibata Raya - Dewi Sartika Jakarta Timur - 13630
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pangan Kesehatan dan Gizi (JAKAGI)
Published by Universitas Binawan
ISSN : -     EISSN : 2775085X     DOI : -
Jurnal Pangan Kesehatan dan Gizi (JAKAGI) merupakan media ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan dan Teknologi, Universitas Binawan. Jurnal ini menerbitkan artikel-artikel pada lingkup ilmu gizi, pangan, dan kesehatan dengan aspek diantaranya gizi klinik, gizi masyarakat, manajemen penyelenggaraan makanan, pangan fungsional, aplikasi sistem informasi bidang pangan, gizi dan kesehatan. Tim editor akan menjalankan proses peer-review terhadap seluruh naskah yang masuk, dan jurnal yang diterima akan di publikasikan secara berkala dua kali setahun (Juni dan Desember).
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2021): Desember 2021" : 7 Documents clear
PERILAKU MAKAN, KEBIASAAN SARAPAN, PENGETAHUAN GIZI DAN STATUS GIZI PADA REMAJA SMA DI JAKARTA: Relationship of Eating Behavior, Breakfast Habits, Nutrition Knowledge with Nutritional Status of Students SMA in Jakarta Christine Novi Arista; Nazhif Gifari; Rachmanida Nuzrina; Laras Sitoayu; Lintang Purwara
Jurnal Pangan Kesehatan dan Gizi Universitas Binawan Vol. 2 No. 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.294 KB)

Abstract

Remaja termasuk kelompok yang rentan mengalami berbagai masalah gizi seperti gizi kurang maupun gizi lebih. Remaja cenderung mengalami perubahan dan akan timbul berbagai permasalahan dan perilaku di dalam kehidupan remaja baik dari perilaku makan, kebiasaan sarapan dan juga perubahan kebiasaan tersebut salah satunya diakibatkan oleh pengetahuan gizi yang berdampak pada perubahan status gizi yang tidak normal. Mengetahui ada hubungan antara perilaku makan, kebiasaan sarapan, pengetahuan gizi dengan status gizi pada remaja SMA di Jakarta. Desain penelitian ini cross sectional. Jumlah sampel penelitian sebesar 212 orang. Cara pengambilan data tersebut menggunakan kuesioner perilaku makan, kebiasaan sarapan, pengetahuan gizi sedangkan status gizi diperoleh berdasarkan IMT/U. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian, sebagian besar responden yang memiliki status gizi normal sebanyak 119 orang (56,1%). Remaja dengan perilaku makan baik sebanyak 137 orang (64,6%). Remaja dengan kebiasaan sarapan baik sebanyak 158 orang (74,5%). Remaja dengan pengetahuan gizi kurang sebanyak 118 orang (55,7%). Terdapat hubungan antara perilaku makan (p = 0,001, nilai OR = 0,351), kebiasaan sarapan (p = 0,030, nilai OR = 2,087), pengetahuan gizi (p = 0,043, nilai OR = 0,546) dengan status gizi remaja SMA di Jakarta. Perilaku makan, kebiasaan sarapan dan pengetahuan gizi merupakan faktor yang mempengaruhi status gizi.
ANALISIS KELOMPOK MAKANAN DIETARY DIVERSITY SCORE (DDS) PADA REMAJA USIA 10-19 TAHUN (STUDI LITERATUR): Analysis of Dietary Diversity Score (DDS) Food Groups in Adolescents 10-19 Years Old (Literature Study) Hana Rachmayanti; Debby Endayani Safitri; Nursyifa Rahma Maulida
Jurnal Pangan Kesehatan dan Gizi Universitas Binawan Vol. 2 No. 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.757 KB)

Abstract

Keanekaragaman makanan menjadi elemen kunci diet berkualitas tinggi dan dapat dinilai menggunakan alat sederhana seperti Dietary Diversity Score (DDS). Skor keragaman diet (DDS) didefinisikan sebagai jumlah kelompok makanan individu dikonsumsi selama periode waktu tertentu. Mencerminkan kualitas makanan di rumah tangga atau tingkat individu. Tujuan utama penelitian ini adalah analisi kelompok makanan Dietary Diversity Score (DDS) pada reamaja usia 10-19 tahun di Indonesia. Jenis penelitian ini studi literature. Penelitian ini memutuskan untuk menggunakan 9 kelompok makanan. Cut-off skor keragaman pangan dalam menentukan status minimal yang memenuhi keragaman pangan remaja dan cut-off yang digunakan adalah 0-3 kelompok (Rendah), 4-6 kelompok (Sedang), dan 7-9 kelompok (Tinggi). Dengan skor DDS yang tinggi dikaitkan dengan lebih banyak konsumsi makanan dengan kepadatan Gizi yang lebih tinggi dan sehat yang akan membantu pertumbuhan pada remaja.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERSEPSI DENGAN KEBIASAAN KONSUMSI MAKANAN BERLEMAK PADA MAHASISWA STIKES BAITURRAHIM JAMBI: The Relationship between Knowledge and Perception with Consumption Habits of Fatty Foods on STIKES Baiturrahim Students, Jambi Merita Merita; Dini Junita
Jurnal Pangan Kesehatan dan Gizi Universitas Binawan Vol. 2 No. 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.753 KB)

Abstract

Masalah yang menyebabkan gizi salah adalah tidak cukupnya pengetahuan gizi dan kurangnya pengertian tentang kebiasaan makan yang baik. Pengetahuan gizi akan mempengaruhi pemilihan makanan pada remaja dan dewasa, hal ini dapat dilihat dari perbedaan perilaku makan seperti tingginya prevalensi obesitas, kurangnya aktivitas fisik, dan tingginya angka konsumsi makanan berlemak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan persepsi tentang makanan berlemak dengan kebiasan konsumsi makanan berlemak. Penelitian dilaksanakan pada Februari sampai Maret tahun 2021 secara online. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dengan jumlah subjek yaitu 272 orang mahasiswa STIKes Baiturrahim Jambi yang diambil secara teknik pusposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan google form yang dibagikan kepada subjek. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (correlation test). Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar subjek memiliki pengetahuan tentang makanan berlemak tergolong kurang baik (90,1%), persepsi negatif tentang makanan berlemak (50,7%), namun memiliki kebiasan makanan berlemak yang baik (52,2%). Hasil analisis chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang makanan berlemak dengan kebiasaan makanan berlemak (p-value=0.005); terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi tentang makanan berlemak dengan kebiasaan makanan berlemak (p-value=0.008). Oleh karena itu, perlunya dilakukan edukasi gizi kepada mahasiswa terkait pengetahuan tentang lemak (jenis dan jumlah lemak yang dibutuhkan) serta efek konsumsi bagi kesehatan sebagai bahan pengetahuan untuk membentuk persepsi yang tepat mengenai makanan berlemak.
Pengaruh PENGARUH PENAMBAHAN JERUK MANIS (Citrus Sinensis) TERHADAP JUMLAH TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA DADIH KERBAU: The Effect of Addition of Sweet Orange (Citrus Sinensis) on the Total Number of Lactic Acid Bacteria and Antioxidant Activity in Buffalo Curd Wilda Laila; Tika Dwita Adfar; Ayu Permata Sari Jufri Ayu
Jurnal Pangan Kesehatan dan Gizi Universitas Binawan Vol. 2 No. 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.82 KB)

Abstract

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan sistem imun yaitu dengan mengonsumsi dadih. Penambahan berbagai flavoring agent seperti buah-buahan merupakan upaya pengembangan produk dadih, salah satunya jeruk manis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penambahan jeruk Manis (Citrus Sinensis) terhadap jumlah total bakteri asam laktat dan aktivitas antioksidan pada dadih kerbau sebagai alternatif peningkatan sistem imun. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu 1 kontrol dan 3 perlakuan dengan 2 kali ulangan menggunakan susu kerbau 100 ml dengan penambahan jeruk manis 1%, 3%, 5%. Penelitian dilakukan bulan Mei 2020 sampai Desember 2020, uji dilakukan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Eka Sakti dan Mikrobiologi Teknologi Hasil Pertanian Universtias Andalas. Hasil analisis menunjukkan bahawa jumlah total BAL tertinggi pada perlakuan C yaitu 2,9 x 109 cfu/g penambahan 3% jeruk manis dan terendah pada perlakuan B yaitu 2,3 x 108 cfu/g penambahan 1% jeruk manis. Nilai kekuatan aktivitas berkisar antara 1177,59 ppm sampai dengan 711,83ppm menunjukkan bahwasanya ada terjadi perubahan nilai kekuatan antioksidan setelah ditambahkan jeruk manis.
HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA: The Relationship Of Macro Nutritional Intake And Physical Activity With Nutritional Status In Adolescents Dania Khoerunisa; Isti Istianah
Jurnal Pangan Kesehatan dan Gizi Universitas Binawan Vol. 2 No. 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.307 KB)

Abstract

Remaja merupakan suatu kelompok yang rawan mengalami masalah gizi, seperti gizi lebih dan gizi kurang. Masalah gizi yang terjadi dipengaruhi oleh ketidakseimbangan antara aktivitas fisik dan asupan zat gizi makro pada remaja. Penelitian ini untuk menganalisis hubungan asupan zat gizi makro dan aktivitas fisik dengan status gizi pada remaja. Jenis penelitian ini Obervasional Analitik dengan menggunakan design Cross Sectional. Teknik pengambilan menggunakan simple random sampling dengan jumlah responden 130 siswa kelas VIII dan IX di SMP PGRI 12 Kota Bogor. Pengumpulan data asupan zat gizi makro dengan wawancara menggunakan form food recall 2x24 jam, aktivitas fisik menggunakan kuesioner APARQ, dan status gizi menggunakan pengukuran berat badan dan tinggi badan dihitung dengan IMT/U. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square. Terdapat 70,8% responden memiliki status gizi baik. Dari hasil bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi (p = 0,001), karbohidrat (p = 0,002), protein (p = 0,001), lemak (p =0,003), aktivitas fisik (p = 0,001) dengan status gizi pada remaja. Dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara asupan zat gizi makro yaitu energi, karbohidrat, protein, lemak dan aktivitas fisik dengan status gizi pada remaja.
PENGARUH PEMBERIAN KOPI DENGAN KOMBINASI GULA AREN DAN MADU TERHADAP ENDURANCE DAN POWER: The Effect of Coffee with the Combination of Palm Sugar and Honey on the Endurance and Power Selvia Febriani; Arya Kemal Pradana; Saskiyanto Manggabarani
Jurnal Pangan Kesehatan dan Gizi Universitas Binawan Vol. 2 No. 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.278 KB)

Abstract

Latihan fisik berpotensi meningkatkan denyut nadi karena semakin tinggi aktivitas fisik maka semakin meningkatkan aliran darah untuk menyuplai oksigen, dan nutrisi ke seluruh jaringan otot. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh dan perbedaan antara pemberian kopi berkombinasi gula aren dan madu terhadap endurance dan power pemain futsal putra. Sampel dalam penelitian ini adalah pemain futsal putra SMK Makarya berjumlah 18 subjek, diambil dengan teknik purposive sampling, terbagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok pemberian kopi dan gula aren, kopi dan madu dan pemberian air mineral sebagai kontrol. Metode penelitian ini adalah Experimental dengan Nonequivalent Control Group Design. Hasil penelitian terdapat pengaruh sebelum dan sesudah perlakuan power pada pemberian kopi dan gula aren p-value 0,014, kopi dan madu p-value 0,016, dan air mineral p-value 0,002, sedangkan pada endurance ada pengaruh sebelum dan sesudah melakukan endurance pada pemberian air mineral dengan nilai p-value 0,009. Power dan endurance tidak ada perbedaan pada pemberian kopi dan gula aren, kopi dan madu, dengan nilai p-value 0,442, dan 0,188. Adanya peningkatan power dan endurance lebih tinggi pada kelompok pemberian kopi dan gula aren dibandingkan dengan kopi dan madu, dan air mineral. Kesimpulan adalah kelompok yang mengkonsumsi kopi dan gula aren lebih efektif meningkatkan power dan enduranceberdasarkan nilai rata-rata. Sebaiknya dilakukan optimalisasi formula minuman kopi kombinasi sebelum diterapkan pada atlet.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN ASUPAN NATRIUM DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI: Relationship Between Stress Level and Sodium Intake with Blood Pressure in Hypertensive Patients Tri Ardianti Khasanah
Jurnal Pangan Kesehatan dan Gizi Universitas Binawan Vol. 2 No. 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.21 KB)

Abstract

Hipertensi merupakan masalah yang besar dan serius di dunia. Selain prevalensinya yang tinggi dan cenderung meningkat, juga karena tingkat keseriusan penyakit ini yang menyebabkan timbulnya penyakit lain seperti jantung, stroke, gagal ginjal, bahkan kematian mendadak. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat morbiditas dan mortalitas penderita hipertensi adalah tingkat stres dan asupan natrium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan asupan natrium terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi rawat jalan RSUD Dr. Moewardi di Surakarta.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan subyek menggunakan consecutive sampling dengan jumlah subyek penelitian sebanyak 32 subyek. Tingkat stres diperoleh dengan kuesioner Holmes Rating Scale, sedangkan asupan natrium diperoleh dengan metode Recall 3x24 jam yang tidak berturut - turut. Uji korelasi yang digunakan adalah uji Pearson Product Moment. Pasien hipertensi rawat jalan RSUD Dr. Moewardi di Surakarta yang mengalami stres ringan 50%, stres sedang 40,6%, dan stres berat 9,4%. Seluruh pasien hipertensi rawat jalan RSUD Dr. Moewardi di Surakarta memiliki asupan natrium cukup. Sebesar 71,9% pasien hipertensi yang memiliki tekanan darah sistolik tak terkendali dan sebesar 81,2% pasien hipertensi yang memiliki tekanan darah diastolik tak terkendali. Tidak ada hubungan tingkat stres dan asupan natrium dengan tekanan darah pada pasien hipertensi rawat jalan RSUD Dr. Moewardi di Surakarta.

Page 1 of 1 | Total Record : 7