cover
Contact Name
Nur Arifin
Contact Email
nurarifin@uindatokarama.ac.id
Phone
+6282188122910
Journal Mail Official
nurarifin@uindatokarama.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.23, Lere, Kec. Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94221
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Inkunabula: Journal of Library Science and Islamic Information
ISSN : 28299507     EISSN : 28299531     DOI : https://doi.org/10.24239/ikn.v1i1
Core Subject : Science,
Inkunabula: Journal of Library Science and Islamic Information adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, Universitas Islam Negeri Datokarama Palu pada tahun 2022. Jurnal ini diperuntukkan bagi dosen, pustakawan, ilmuwan informasi, spesialis informasi, pengelola informasi, peneliti, dan mahasiswa dalam mempublikasikan hasil penelitiannya, baik dalam bahasa indonesia maupun bahasa inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret dan September. Artikel-artikel yang dimuat di Inkunabula: Journal of Library Science and Islamic Information akan diseleksi secara ketat berdasarkan relevansi dan signifikansi di bidangnya. Jurnal ini menfokuskan pada kajian: ✔ Perpustakaan Digital ✔ Bibliometrik ✔ Media dan Literasi Informasi ✔ Digital Literasi ✔ Organisasi Informasi ✔ ICT di Perpustakaan ✔ Sistem Temu Balik Informasi ✔ Pelestarian Informasi ✔ Manajemen Pengetahuan ✔ Manajemen Perpustakaan Islam ✔ dan topik yang berkaitan dengan ilmu perpustakaan dan informasi islam
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2026): March" : 2 Documents clear
Mapping Digital Archives Research Trends: A Bibliometric Study Using the Dimensions Database (2020–2024) Sukarman, Sukarman; Harianto, Harianto; Amalia, Nur
Inkunabula: Journal of Library Science and Islamic Information Vol. 5 No. 1 (2026): March
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Universitas Islam Negerin Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/inkunabula.v5i1.4339

Abstract

This study aims to analyze research topic trends related to digital archives using a bibliometric approach. The method employed is bibliometric analysis, with data sourced from the Dimensions database using the keyword "digital archives" for the period 2020–2024, resulting in a total of 428 documents. These documents were analyzed by combining the use of VOSviewer and RStudio software. The analysis results show that research on digital archives has experienced dynamic growth, marked by thematic diversification that includes digitalization, cultural preservation, and connections with social media. Temporally, there is a noticeable shift in research focus from conventional issues to more participatory and technology-based approaches. Scientific literature is also concentrated in a small number of core journals, while author contributions are predominantly limited to single publications. These findings underscore the importance of strengthening scholarly collaboration and developing publication strategies to support the maturation of digital archives as an emerging academic discipline. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren topik penelitian terkait arsip digital melalui pendekatan bibliometrik. Metode yang digunakan adalah analisis bibliometrik dengan sumber data berasal dari database Dimensions, menggunakan kata kunci “arsip digital” untuk periode 2020–2024, dan menghasilkan sebanyak 428 dokumen. Dokumen tersebut dianalisis dengan mengombinasikan perangkat lunak VOSviewer dan RStudio. Hasil analisis menunjukkan bahwa penelitian mengenai arsip digital mengalami pertumbuhan yang dinamis, ditandai oleh diversifikasi tema yang mencakup digitalisasi, pelestarian budaya, serta keterkaitan dengan media sosial. Dari sisi temporal, terlihat pergeseran fokus riset dari isu-isu konvensional ke pendekatan partisipatif dan berbasis teknologi. Literatur ilmiah juga terkonsentrasi pada sejumlah kecil jurnal inti, sedangkan kontribusi penulis didominasi oleh publikasi tunggal. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi ilmiah dan pengembangan strategi publikasi untuk mendukung kematangan bidang arsip digital sebagai disiplin yang berkembang.
A Local Wisdom Based Literacy Program at the TBM Rumah Peradaban SNC Fannaz in Supporting the Sustainable Development Goals (SDGs) Hachi, M. Nawafil; Batubara, Abdul Karim
Inkunabula: Journal of Library Science and Islamic Information Vol. 5 No. 1 (2026): March
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Universitas Islam Negerin Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/inkunabula.v4i2.5007

Abstract

This study aims to analyze the implementation of a local wisdom–based literacy program at the Community Reading Center (Taman Bacaan Masyarakat/TBM) Rumah Peradaban SNC Fannaz and its contribution to achieving the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 4 (Quality Education), SDG 10 (Reduced Inequalities), and SDG 11 (Sustainable Cities and Communities). This research employed a qualitative approach using a case study design. Data were collected through in-depth interviews with program managers, volunteers, and beneficiaries, participatory observation of literacy activities, and documentation of TBM programs. Data analysis was conducted interactively through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing, with data validity ensured through triangulation and member checking. The findings indicate that the literacy program at TBM Rumah Peradaban SNC Fannaz integrates Mandailing and Malay Deli local wisdom through reading and storytelling of folk narratives, intergenerational literacy activities, the use of local languages, and the involvement of young volunteers as facilitators of cultural literacy. This approach has been shown to increase reading interest, strengthen participants’ cultural identity, expand access to inclusive nonformal education, and promote community social cohesion. However, the study also identified several challenges, including the limited availability of local cultural collections, the lack of systematically documented managerial capacity, funding constraints, and the suboptimal integration of digital literacy based on local content. Overall, this study confirms that local wisdom–based literacy programs in community reading centers have the potential to serve as contextual, inclusive, and sustainable models of nonformal education, while also making a tangible contribution to the achievement of the SDGs at the community level. These findings are expected to serve as a reference for community reading center managers, local governments, and policymakers in developing culturally grounded literacy programs oriented toward sustainable development. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program literasi berbasis kearifan lokal di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah Peradaban SNC Fannaz serta kontribusinya terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 10 (Pengurangan Ketimpangan), dan SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengelola, relawan, dan penerima manfaat, observasi partisipatif terhadap kegiatan literasi, serta studi dokumentasi program TBM. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan menjamin keabsahan data melalui triangulasi dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program literasi di TBM Rumah Peradaban SNC Fannaz mengintegrasikan kearifan lokal Mandailing dan Melayu Deli melalui kegiatan membaca dan mendongeng cerita rakyat, literasi lintas generasi, penggunaan bahasa daerah, serta pelibatan relawan muda sebagai fasilitator literasi budaya. Pendekatan ini terbukti meningkatkan minat baca, memperkuat identitas budaya peserta, memperluas akses pendidikan nonformal yang inklusif, serta mendorong kohesi sosial komunitas. Namun demikian, penelitian juga menemukan sejumlah tantangan, seperti keterbatasan koleksi budaya lokal, kapasitas manajerial yang belum terdokumentasi secara sistematis, keterbatasan pendanaan, serta belum optimalnya integrasi literasi digital berbasis konten lokal. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa literasi berbasis kearifan lokal di TBM berpotensi menjadi model pendidikan nonformal yang kontekstual, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs di tingkat komunitas. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengelola TBM, pemerintah daerah, dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan program literasi berbasis budaya lokal yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan

Page 1 of 1 | Total Record : 2