cover
Contact Name
Asrar Aspia Manurung
Contact Email
asraraspia@umsu.ac.id
Phone
+628116311985
Journal Mail Official
asraraspia@umsu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa teknik
ISSN : 28087720     EISSN : 28087720     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik (JIMT) adalah jurnal Open Access yang dikelola oleh Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Jurnal ini akan menerbitkan hasil karya ilmiah mahasiswa selama kuliah di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara . Jurnal ini fokus kepada bidang yang sesuai dengan Program Studi yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara . Jurnal ini terbit setiap bulan Januari, Maret, Mei,Juli, November. Citasi Analisis: Google Scholar
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2021)" : 7 Documents clear
Pengaruh Penambahan Abu Bonggol Jagung Dan Silica Fume Terhadap Penguatan Lentur Beton Muhammad Azizi Surbakti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.851 KB)

Abstract

Pesatnya kegiatan pembangunan pada bidang konstruksi sangat mempengaruhi perkembangan dunia teknologi bahan bangunan. Terutama di bidang konstruksi, pemakaian beton yang cukup besar memerlukan usaha-usaha untuk menciptakan beton berkarakteristik dengan bahan baku yang berlimpah, mudah didapat, dan biaya yang murah. Indonesia dalam beberapa periode sedang giat-giatnya membangun berbagai infrastuktur, mulai dari gedung sebagai fasilitas publik hingga jalan raya sebagai penghubung antar daerah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu bonggol jagung dan Silica fume terhadap kuat lentur beton. Beton direncanakan dengan fc 27 dengan perbandingan limbah abu bonggol jagung sebanyak 3%, 5%, dan 7% dari berat agregat halus dan Silica fume sebanyak 3% dari berat semen. Pengujian sampel pada umur 28 hari, untuk mengetahui kuat lentur dengan mengkonversi dari hasil kuat tarik belah beton. Berdasarkan dari hasil penelitian didapat kuat tarik belah yang optimum yaitu pada komposisi campuran 7% abu bonggol dan 3% Silica fume ialah sebesar 3,91 Mpa. Sehingga pada campuran tersebut didapatkan kuat lentur dari konversi kuat tarik belah ialah sebesar 5,36 Mpa.
Analisis Perbandingan Shear Connector Pada Balok Komposit Serly Dwi Afrina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.751 KB)

Abstract

Struktur baja dalam suatu bangunan masih memerlukan komponen beton dalam pembangunan gedung bertingkat contohnya pelat lantai. Pelat lantai yang dihubungkan dengan balok baja menggunakan penghubung geser (shear connector) menghasilkan struktur komposit. Pada struktur komposit terdapat gaya geser horisontal yang timbul selama pembebanan. Gaya geser yang terjadi antara pelat beton dan balok baja akan dipikul oleh sejumlah penghubung geser (shear connector) sehingga tidak terjadi slip pada saat masa layan. Untuk mendapatkan penampang yang sepenuhnya komposit penghubung geser harus cukup kaku sehingga dapat menahan gaya geser yang terjadi. Adanya penghubung geser menyebabkan balok baja dan beton diatasnya bekerja secara integral. Fungsi utama dari elemen-elemen penghubung untuk membantu meneruskan gaya-gaya yang ada di titik hubung dari suatu elemen struktur ke elemen strukturlainnya sehingga timbul gaya geser padabaut. Analisis yang digunakan didasarkan pada Tata Cara Perencanaan Struktur Baja UntukBangunanGedungmenurutSNI03-1729-2019,PerencanaanStrukturBajadengan Metode LRFD.Tahapan analisis data yaitu berupa perencanaan dimensi baja pada balok struktur baja menggunakan perangkat lunak (ANSYS). Penghubung geser (shear connector)memberikanpengaruhterhadapelemenbalokbaja,dalammenahangayageser yang terjadi antara balok baja dan pelat beton. Balok Baja dan pelat beton yang tidak dihubungkan dengan penghubung geser memiliki tegangan yang lebih besar karena elemen profil dan plat belum menyatu sehingga tegangan yang dihasilkan masih bersifat sendiri- sendiri. Dari setiap variasi diambil nilai tengah dari hasil output tegangan sehingga didapat diameter 19x100 sebagai stud yang ekonomis untuk variasi diameter dengan jarak 360 mm. Dek baja (steel deck) berfungsi sebagai bekisting permanen untuk pengecoran beton, sekaligus menjadi tulangan positif pelat beton itu sendiri yang berperilakusebagaipelatsatuarah.Darisetiapvariasidek yangdiambiladaberapabagian deck yang di gunakan yaitu sky deck 3 dan sky deck4.
Pengaruh Pemodelan Panel Zone Terhadap Collapse Margin Ratio Srpm Baja 8 lantai (literatur) Muammar Siddik
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.779 KB)

Abstract

Penggunaan material baja untuk struktur bangunan baja bisa mengurangi risiko bangunan hancur saat diguncang gempa bumi dibanding sturuktur beton bertulang, itu dikarenakan tingkat fleksibilitasnya yang cukup tinggi.Indonesia terdapat banyak daerah yang rawan terhadap gempa khususnya Kota Banda Aceh merupakan wilayah yang rentan jika terjadi gempa, sehingga bangunan bertingkat dapat mengalami kehancuran.oleh karena itu perlu dilakukan melalui analisa kinerja keruntuhan untuk mengetahui kapasitas struktur tersebut Pada struktur baja area pertemuan antara balok dan kolom sering terjadi momen lentur dan gaya geser yang disebut dengan panel zone. Pada area ini terjadi pergerakan dan ketidakseimbangan pada penampangnya disebabkan desakan dari gaya-gaya yang bekerja disekitar area panel zone tersebut.Di dalam tugas akhir dilakukan pemodelan struktur dengan 3 jenis pemodelan yaitu, pemodelan centerline, pemodelan panel zone scissor, dan pemodelan panel zone paralelogram. Struktur yang digunalkan adalah SRPM 8 lantai dengan tinggi 32.5 m. Analisa yang digunakan adalah Respon Spektrum sebagai tahap desain dan Respon Riwayat Waktu Linear dan Nonlinear sebagai tahap evaluasi, dengan alat bantu software SAP2000 versi 20 dan RUAUMOKO2D versi 04. Pada struktur bangunan akan dikenakan 20 respon gempa yang sudah diskalakan dengan spectra desain kota Banda Aceh. Hasilnya menunjukkan bahwa struktur dengan pemodelan panel zone scissor memiliki nilai CMR (collapse margin ratio) yang lebih besar sedangkan panel zone centerline memiliki nilai CMR yang lebih kecil, itu mengakibatkan panel zone centerline lebih cepat mendapatkan keruntuhan dari pada panel zone scissor dan panel zone pararelogram.
Pengaruh Penambahan Limbah Serbuk Kayu Sebagai Subsitusi Parsial Agregat Halus Dengan Bahan Tambah am 78 concrete additive terhadap Kuat tekan Beton Rizki Surya Fani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.42 KB)

Abstract

Beton merupakan suatu benda padat yang terbentuk dengan cara mencampur agregat kasar, agregat halus, dan bahan tambah (admixture atau additivie) dengan suatu pasta yang terbuat dari semen dan air. Penelitian ini mencoba menggunakan bahan tambah berupa serbuk kayu dan am 78 yang bertujuan untuk meningkatkan initial setting time beton, sehingga beton tidak cepat beku dalam perjalanan. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah limbah serbuk kayu dengan bahan tambah am 78 concrete additive dapat meningkatkan kuat tekan pada beton. Pada penelitian ini menggunakan serbuk kayu dengan variasi 5%, 7%, dan 10% dari berat agregat halus dan am 78 sebesar 0,8% dari berat semen. Dimensi benda uji kubus 15 x 15 x 15 cm. Rancangan campuran menggunakan metode SNI 03-2834-2000. Setiap variasi dibuat 3 benda uji, sehingga jumlah keseluruhannya 12 buah benda uji. Pengujian yang dilakukan yaitu uji kuat tekan beton. Hasil kuat tekan optimum pada 28 hari terjadi pada beton dengan campuran serbuk kayu + am 78 concrete additive 0,8% yaitu sebesar 271,11 Mpa. Hal ini menunjukkan bahwa beton yang dihasilkan dengan bahan tambah serbuk kayu dan am 78 concrete additive 0,8% memiliki kekuatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan beton normal, maka beton campuran serbuk kayu dan am 78 concrete additive 0,8% ini dapat diaplikasikan untuk struktur bangunan.
Pengaruh Abu Batang Pisang Ditambah Sikacim Concrete Additive Terhadap Kuat Tekanbeton (Studi Penelitian) Bobby Nazar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.027 KB)

Abstract

Beton merupakan bahan yang sangat penting digunakan dalam bidang konstruksi.Pada penelitian kali ini beton yang dibuat menggunakan bahan tambah abu batang pisang, yang mana diketahui batang pisang mengandung SiO2 yang tinggi. Selain itu,dalamusahauntukmenghasilkanmutubetonyanglebihbaikdigunakansikacim concrete additive sebagai bahan kimia tambahan campuran beton. Sikacim sendiri digunakan untuk membuat kualitas beton lebih baik. Penelitian kali ini menggunakan abu batang pisang sebesar 4%, 5%, dan 6% dari berat semen, dan sikacim concrete additive yang digunakan sebesar 0,6% dari berat semen. Untuk dimensi benda uji yang digunakan adalah silinder berukuran 15 x 30 cm dengan umur beton 28 hari, untuk nilai slump 60-180 cm. Perencanaan campuran beton menggunakan metode SNI 03-2834-2000.Pengujian yang dilakukan yaitu uji kuat tekan beton.Setiap variasi dibuat 3 benda uji, sehingga jumlah keseluruhannya 12 buah benda uji Dari hasil penelitian beton normal memperoleh kuat tekan sebesar 26,74 MPa, beton dengan campuran abu batang pisang 4% dan sikacim concrete additive 0,6% sebesar 27,85 MPa, beton dengan campuran abu batang pisang 5% dan sikacim concrete additive 0,6% sebesar 28,85 MPa, beton dengan campuran abubatangpisang6%dansikacimconcreteadditive0,6%sebesar30,74MPa.Hasil kuattekanoptimumterjadipadabetondengancampuranabubatangpisang6%dan sikacim concrete additive 0,8% yaitu sebesar 30,74Mpa.
Analisis Model Tarikan Perjalanan Ke Suzuya Marelan Plaza Di Kecamatan Medan Marelan Alvin Dwi Rizki
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.772 KB)

Abstract

Tarikan perjalanan adalah jumlah pergerakan perjalanan yang terjadi menuju ke lokasi tertentu setiap satuan waktu. Tarikan perjalanan ini berhubungan dengan penentuan jumlah perjalanan keseluruhan yang dibangkitkan oleh sebuah kawasan. Trip generation terbagi atas dua bagian yaitu trip production (produksi perjalanan) dan trip attraction (tarikan perjalanan). Production adalah perjalanan yang berakhir di rumah pada perjalanan yang berasal dari rumah (home-base trip) atau berakhir di tempat asal (origin) pada perjalanan yang tidak berasal dari rumah (non-home-based trip). Attraction adalah perjalanan yang berakhir tidak di rumah pada perjalanan yang berasal dari rumah atau berakhir di tempat tujuan (Levinson, 1976). Dari semua variabel X (independent), Bahan Pokok (X1), Tempat Pakaian (X2), Tempat Bermain (X3), Tempat Makan (X4) di dapat jumlah Model Tarikan perjalanan paling besar di hari minggu dengan Model tarikan perjalanan sebesar 1828,62 atau 1829 orang/hari. model Tarikan Pergerakan dengan jumlah terbesar pada hari minggu dengan menggunakan aplikasi SPSS Y = 708,293 + (-0,553 (931) + 0,338 (792) + 0,896 (923) + 0,627 (862) = 1828,62 atau 1829 orang /perhari.
Pengaruh Serbuk Kaca Pada Kuat Tekan Sebagai Subtitusi Parsial Semen Dengan Bahan Tambah Sikacim Concrate Additive Rahmad Hidayat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.392 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bahan tambah Sikacim Concrete Additive terhadap kuat tekan beton serta untuk membandingkan antara kuat tekan beton normal dan beton filler seruk kaca dan sikacum concrete additive yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan dan kuat tekan beton. Pada penelitian ini menggunakan sikacim sebesar 1% dari berat semen, dan Persentase serbuk kaca yang digunakan sebesar 4%,8% dan 12% sebagai substitusi parsial semen dengan umur 28 hari.Dimensi benda uji silinder 15 x 30 cm, Rancangan campuran menggunakan metode SNI 03-2834-2000.Setiap variasi dibuat 3 benda uji, sehingga jumlah keseluruhannya 12 buah benda uji. Pengujian yang dilakukan yaitu uji kuat tekan beton, Nilai kuat tekan beton rata-rata umur 28 hari dengan bahan tambah kombinasi antara serbuk kaca 4%, 8%, 12% dengan sikacim concrete additive 1% pada campuran beton, terjadi peningkatan sebesar 1,04%, 3,02%, 0,37% dari kuat tekan beton tanpa bahan tambah. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa peningkatan penambahan serbuk kaca dengan sikacim concrete additive dalam jumlah tetap dalam campuran beton, maka kuat tekan beton yang dihasilkan semakin tinggi.

Page 1 of 1 | Total Record : 7