cover
Contact Name
Asrar Aspia Manurung
Contact Email
asraraspia@umsu.ac.id
Phone
+628116311985
Journal Mail Official
asraraspia@umsu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa teknik
ISSN : 28087720     EISSN : 28087720     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik (JIMT) adalah jurnal Open Access yang dikelola oleh Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Jurnal ini akan menerbitkan hasil karya ilmiah mahasiswa selama kuliah di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara . Jurnal ini fokus kepada bidang yang sesuai dengan Program Studi yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara . Jurnal ini terbit setiap bulan Januari, Maret, Mei,Juli, November. Citasi Analisis: Google Scholar
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2021)" : 30 Documents clear
Pengaruh Abu Batang Pisang Ditambah Sikacim Concrete Additive Terhadap Kuat Tekan Beton (Studi Penelitian) Bobby Nazar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.507 KB)

Abstract

Beton merupakan bahan yang sangat penting digunakan dalam bidang konstruksi. Pada penelitian kali ini beton yang dibuat menggunakan bahan tambah abu batang pisang, yang mana diketahui batang pisang mengandung SiO2 yang tinggi. Selain itu, dalam usaha untuk menghasilkan mutu beton yang lebih baik digunakan sikacim concrete additive sebagai bahan kimia tambahan campuran beton. Sikacim sendiri digunakan untuk membuat kualitas beton lebih baik. Penelitian kali ini menggunakan abu batang pisang sebesar 4%, 5%, dan 6% dari berat semen, dan sikacim concrete additive yang digunakan sebesar 0,6% dari berat semen. Untuk dimensi benda uji yang digunakan adalah silinder berukuran 15 x 30 cm dengan umur beton 28 hari, untuk nilai slump 60-180 cm. Perencanaan campuran beton menggunakan metode SNI 03-2834-2000. Pengujian yang dilakukan yaitu uji kuat tekan beton. Setiap variasi dibuat 3 benda uji, sehingga jumlah keseluruhannya 12 buah benda uji Dari hasil penelitian beton normal memperoleh kuat tekan sebesar 26,74 MPa, beton dengan campuran abu batang pisang 4% dan sikacim concrete additive 0,6% sebesar 27,85 MPa, beton dengan campuran abu batang pisang 5% dan sikacim concrete additive 0,6% sebesar 28,85 MPa, beton dengan campuran abu batang pisang 6% dan sikacim concrete additive 0,6% sebesar 30,74 MPa. Hasil kuat tekan optimum terjadi pada beton dengan campuran abu batang pisang 6% dan sikacim concrete additive 0,8% yaitu sebesar 30,74 Mpa.
Perbandingan Deformasi Struktur Srpm Baja Yang Mengalami Getaran Gempa Mengandung Pulse Dan Fling (Literatur) Ega Riswanda Lubis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.761 KB)

Abstract

Gempa bumi merupakan bencana alam yang disebabkan pergerakan lempeng bumi untuk melepaskan energi. Semakin besar energy yang dikeluarkan semakin besar pula gempa yang terjadi. Pada gempa yang terjadi tidak jarang mengakibatkan perpindahan pada permukaan bumi. Dari efek tersebut maka dapat diklasifikasikan gempa menjadi gempa pulse dan gempa fling. Oleh karena itu diperlukan struktur bangunan yang mampu meminimalisir resiko kerusakan akibat gempa pulse dan gempa fling. Dalam hal tersebut struktur baja sangat direkomendasikan karena struktur baja lebih elastis dibandingkan dengan struktur beton bertulang. Pada tugas akhir ini direncakan sebuah struktur dengan 4 lantai yang dimodelkan terhadap 4 jenis penskalaan rekaman gempa yaitu penskalaan DBE linear, MCE linear, DBE non linear dan MCE non linear. Dari hasil analisis yang didapatkan dari hasil memodelkan struktur baja dengan kondisi tanah lunak terhadap gempa pulse, gempa fling serta gempa biasa (regular) didapatkan nilai interstory drift dimana hasil penskalaan DBE lebih kecil dibandingkan dengan nilai penskalaan MCE. Hasil analisis juga didapatkan nilai simpangan inelastik dimana rasio penskalaan DBE untuk gempa fling adalah 3,0951, untuk gempa pulse adalah 2,6868 dan untuk gempa regular adalah 2.9585. Nilai rasio simpangan inelastik untuk penskalaan MCE untuk gempa fling adalah 2.9065, untuk gempa pulse adalah 2.2112 dan untuk gempa regular adalah 2.4116.
Pemanfaatan Serat Ijuk Pada Campuran Beton Dengan Bahan Tambah Viscocrete 3115n Ditinjau Dari Kekuatan Tarik Belah (Studi Penelitian) Togu Rahman Hasyim Lubis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.373 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menaikkan kuat tarik belah dari beton dengan serat ijuk dan dicampur dengan viscocrete 3115N. Dimana serat ijuk dan viscocrete 3115N digunakan sebagai bahan tambah pada campuran beton. Pemeriksaan menggunakan silinder dengan ukuran 30 x 15 cm pada umur 28 hari, dengan nilai slump 60 - 180 mm. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dengan menggunakan metode dan langkah-langkah berdasarkan praktikum beton dan SNI 03- 2834-2000. Dari hasil penelitian diperoleh nilai kuat tekan beton rencana 26 MPa. Adapun persentase dari serat ijuk dalam campuran yaitu 7 %, 8 % dan 9 %, sedangkan untuk viscocrete 3115N digunakan 0,8 %. Dari hasil penelitian ini didapatlah kuat tarik belah beton dengan nilai tertinggi berada pada komposisi serat ijuk 9 % dan viscocrete 3115N 0,8 % yaitu 5,16 MPa untuk umur 28 hari
Analisis Unjuk Kerja (COP) Mesin Pengkondisian Udara (AC) Dengan Penambahan Alat Penukar Kalor Tipe Helical Coil Bersirip Sebagai Pemanas Air Dana Setiawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.285 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk memperoleh nilai unjuk kerja (COP) mesin pengkondisian udara (AC) dengan menggunakan penambahan alat penukar kalor tipe helical coil bersirip sebagai pemanas air. Pengumpulan data yang bertujuan untuk menghitung unjuk kerja (COP) dari mesin pengkondisian udara (AC) tersebut. Pengujian dilakukan selama 60 menit dengan interval mencatat data setiap 5 menit dengan 3 variasi suhu berbeda yaitu: 16°C, 18°C dan 20°C. Dari hasil pengujian diperoleh nilai unjuk kerja (COP) AC dengan pemanas air pada 3 variasi suhu berbeda yaitu: 1,843, 1,858 dan 2,081. Sedangkan pada AC tanpa pemanas air yaitu: 3,053, 2,964 dan 3,071. Dapat disimpulkan bahwa unjuk kerja (COP) pada AC dengan pemanas air cenderung mengalami penurunan pada menit ke-5 sampai menit ke-25, sedangkan pada menit ke-30 sampai menit ke-60 pada AC dengan pemanas air mulai stabil. Terdapat perbedaan pada AC dengan pemanas air dari AC tanpa pemanas air yaitu, kenaikkan kerja kompresi yang tinggi, penurunan efek refrigerasi, penurunan kalor yang dibuang oleh kondensor dan naiknya daya kompresor. Maka diperoleh rata-rata nilai unjuk kerja (COP) pada AC dengan pemanas air ini sebesar 1,927. Sedangkan nilai unjuk kerja (COP) dari AC tanpa pemanas air sebesar 3,029. Nilai unjuk kerja (COP) tertinggi didapat pada variasi suhu 20°C baik untuk AC dengan pemanas air maupun AC tanpa pemanas air.
Analisa Balok Beton Bertulang Dengan Variasi Sudut Tu-langan Sengkang Miring Terhadap Pengaruh Lendutan Dan Kekuatan Geser Namun Diameter Tulangan Tetap Sama (Studi Literatur) Padli Mardiansyah Tampubolon
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.48 KB)

Abstract

Balok merupakan salah satu bagian elemen struktur yang berfungsi menerima beban yang ada. Karena dibebani, komponen struktur tersebut pasti memiliki reaksi terhadap beban yang bekerja, contohnya saja balok beton bertulang, jika dibebani maka akan mengalami lendutan yang besarnya tergantung dari besarnya beban yang diberikan dan material balok beton bertulang itu sendiri. Tugas akhir ini menyajikan hasil analisa 4 buah perbedaan tulangan sengkang geser yang memiliki dimensi beton yang sama yaitu 300 mm x 470 mm dan memiliki luas tulangan yang sama namun variasi sudut sengkang berbeda yang meliputi sengkang normal, sengkang dengan sudut 45 derajat, 55 derajat dan 65 derajat. Pada jarak sengkang 150 mm pada tumpuan, tegangan geser tertinggi terjadi pada BS45 sebesar 0,26306 MPa atau 0,26% lebih tinggi dibandingkan dengan BN. Deformasi terbesar terjadi pada BN yaitu sebesar 0,033635 mm. Tegangan lentur tertinggi terjadi pada BS45 yaitu sebesar 0,46182 MPa atau 0,10% terhadap BN. Pada jarak sengkang 200 mm pada tumpuan, tegangan geser tertinggi terjadi pada BN sebesar 0,26381 MPa, Deformasi terbesar terjadi pada BN 0,033673 mm dan tegangan lentur tertinggi terjadi pada BS45 0,46221 MPa atau 0,065% lebih tinggi dibandingkan dengan BN
Simulasi Pelat Lantai Beton Dengan Menggunakan Serbuk Kulit Rajungan Sebagai Bahan Pengganti Agregat Halus Muhammad Azmi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.987 KB)

Abstract

Indonesia sebagai salah satu negara berkembang terus melakukan pembangunan disegala bidang. Di dalam perencanaan desain struktur konstruksi bangunan, ditemukan dua bagian utama dari bangunan, yaitu bagian struktur dan nonstruktur. Pelat lantai beton pada bangunan bertingkat merupakan bagian struktur yang terpasang mendatar dan berfungsi sebagai tumpuan / berpijak bagi penghuni di atasnya. Banyak penelitian memanfaatkan material dari berbagai bahan limbah. Salah satunya Serbuk kulit rajungan, pengujian ini memodifikasi pelat lantai beton dengan serbuk kulit rajungan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari model pelat lantai yang menanggung gaya aksial dengan menggunakan pemodelan metode elemen hingga. Kesimpulan yang didapat pada penelitian ini adalah informasi tegangan akibat beban yang bekerja dan deformasi yang terjadi pada pelat lantai, yaitu untuk mengetahui kemungkinan lokasi kerusakan pada pada pelat lantai. Hasil simulasi diketahui bahwa pada beban sebesar 40000 N akan terjadi deformasi sebesar 0,40153 mm dan stress sebesar 2,3604 Mpa, sedangkan kehancuran pada pelat lantai adalah sebesar 2,45 Mpa . Dimana fc’ 15,6 Mpa dari hasil pengujian di laboratorium. Artinya pelat lantai ini belum mengalami kehancuran pada saat beban 40000 N. Pengujian ini dapat menunjukkan bahwa simulasi pelat lantai menggunakan serbuk kulit rajungan dengan pelat lantai mampu menahan gaya aksial.
Pengaruh Pemodelan Panel Zone Terhadap Collapse Margin Ratio SRPM Baja 8 Lantai (Literatur) Muammar Siddiq
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.21 KB)

Abstract

Penggunaan material baja untuk struktur bangunan baja bisa mengurangi risiko bangunan hancur saat diguncang gempa bumi dibanding sturuktur beton bertulang, itu dikarenakan tingkat fleksibilitasnya yang cukup tinggi.Indonesia terdapat banyak daerah yang rawan terhadap gempa khususnya Kota Banda Aceh merupakan wilayah yang rentan jika terjadi gempa, sehingga bangunan bertingkat dapat mengalami kehancuran.oleh karena itu perlu dilakukan melalui analisa kinerja keruntuhan untuk mengetahui kapasitas struktur tersebut Pada struktur baja area pertemuan antara balok dan kolom sering terjadi momen lentur dan gaya geser yang disebut dengan panel zone. Pada area ini terjadi pergerakan dan ketidakseimbangan pada penampangnya disebabkan desakan dari gaya-gaya yang bekerja disekitar area panel zone tersebut.Di dalam tugas akhir dilakukan pemodelan struktur dengan 3 jenis pemodelan yaitu, pemodelan centerline, pemodelan panel zone scissor, dan pemodelan panel zone paralelogram. Struktur yang digunalkan adalah SRPM 8 lantai dengan tinggi 32.5 m. Analisa yang digunakan adalah Respon Spektrum sebagai tahap desain dan Respon Riwayat Waktu Linear dan Nonlinear sebagai tahap evaluasi, dengan alat bantu software SAP2000 versi 20 dan RUAUMOKO2D versi 04. Pada struktur bangunan akan dikenakan 20 respon gempa yang sudah diskalakan dengan spectra desain kota Banda Aceh. Hasilnya menunjukkan bahwa struktur dengan pemodelan panel zone scissor memiliki nilai CMR (collapse margin ratio) yang lebih besar sedangkan panel zone centerline memiliki nilai CMR yang lebih kecil, itu mengakibatkan panel zone centerline lebih cepat mendapatkan keruntuhan dari pada panel zone scissor dan panel zone pararelogram. 
Analisa Lalu Lintas Pesawat Terbang Ditinjau Dari Kebisingan Terhadap Ground Handling Di Bandar Udara Internasional Kualanamu Medan, Deli Serdang Rizky Ananda Siregar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.712 KB)

Abstract

Bandara merupakan suatu tempat yang memiliki fasilitas untuk menampung kedatangan, keberangkatan,dan pergerakan pesawat terbang beserta penumpang dan barang yang diangkutnya. Petugas bandara yang melakukan persiapan keberangkatan dan kedatangan pesawat disebut ground handling,selama persiapan kedatangan dan keberangkatan pesawat para petugas ground handling akan merasakan kebisingan yang cukup tinggi akibat dari suara mesin pesawat. Pengukuran kebisingan mesin pesawat menggunakan alat sound level meter dengan mengukur seberapa besar kebisingan yang terpapar terhadap ground handling.Pengukuran yang didapat dari penelitian sebelumnya pada 3 tahun terakhir yakni 2016,2017,2018 memiliki tingkat kebisingan yang berbeda-beda. Rata-rata kebisingan menunjukkan berada diantara 75 - 80 dB. Bila dijabarakan tingkat kebisingan pada tahun 2016 rata-rata kebisingan 63,97 dB, pada tahun 2017 rata-rata kebisingan 76,99 dB, serta pada tahun 2018 rata-rata kebisingan 90,3 dB.
Perbandingan Pemakaian Air Kapur Serta Pengaruh Penambahan Sika Fume Terhadap Ketahanan Beton mutu tinggi (Studi Penelitian) Irgi Ilham Sani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.733 KB)

Abstract

Penelitian ini mencoba menggunakan bahan tambah berupa sika fume yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan dan kuat tekan beton. Selain itu, dalam usaha untuk menghasilkan mutu beton yang lebih baik digunakan air kapur sebagai air campuran adukan beton. Pada penelitian ini menggunakan sika fume sebesar 10% dari berat semen, sedangkan air kapur yang digunakan berasar dari perendaman kapur tohor yang dilarutkan dengan air. Dimensi benda uji silinder 15 x 30 cm. Rancangan campuran menggunakan metode SNI 03-2834- 2000. Setiap variasi dibuat 2 benda uji, sehingga jumlah keseluruhannya 16 buah benda uji. Perendaman 28 hari air tawar setelah itu direndam dalam air sulfat dengan lama perendaman 28 hari. Pengujian yang dilakukan yaitu uji kuat tekan beton. Hasil kuat tekan optimum pada perendaman air tawar 28 hari terjadi pada beton dengan campuran air tawar + sika fume 10% yaitu sebesar 26,24 Mpa. Setelah direndam air sulfat pada perendaman 28 hari reaksi beton terhadap sulfat sudah berpengaruh terhadap perubahan kuat tekan beton. Reaksi terlihat pada rendaman sulfat 28 hari tetapi perubahan penurunan kuat tekan rata-rata yang terjadi masih relatif stabil sehingga terjadi keseimbangan antara pengembangan kekuatan beton dengan pengurangan luasan pada zona rusak yang rusak oleh asam sulfat. Namun pada beton normal dengan lama perendaman asam sulfat 28 hari menghasilkan niali kuat tekan rata-rata lebih rendah dari pada beton normal dengan lama perendaman air tawar 28 hari. Hal ini menunjukkan bahwa beton normal memiliki ketahanan yang lemah terhadap larutan asam sulfat dibandingkan dengan bahan tambah sika fume. Hasil tersebut menunjukkan bahwa reaksi asam sulfat menyebabkan semen terlarut dan terkikis.
Analis Gaya Tekan Mesin Pembentukan Logam Pada Pembuatan Tutup Mangkuk Dengan Bahan Alumunium Menggunakan Instrumen Load Cell Habibullah Manullang
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.48 KB)

Abstract

Pada proses manufaktur memiliki macam-macam proses diantaranya proses gaya tekan. Gaya tekan adalah gaya yang di berikan oleh bidang pada benda yang arah gaya tekan normal tegak lurus terhadap bidang. Metal forming adalah proses pembentukan logam dengan menggunakan gaya tekan untuk mengubah bentuk dan ukuran dari logam yang di kerjakan agar sesuai dengan benda kerja yang di inginkan (pembentukan logam) di bagi menjadi beberapa jenis, salah satunya deep drawing. Deep Drawing merupakan proses pengerjaan logam yang di gunakan untuk membentuk lembaran atau plat menjadi suatu produk pembentukanya dengan melakukan penekanan terhadap bagian dari bakalan (blank) dengan sebuah penekan (punch) kedalam rongga cetakan (die) sampai terjadi aliran material masuk kedalam cetakan. Adapun penelitian ini bertujuan untuk menganalisa gaya tekan yang terjadi. Adapun cara penelitian ini menggunakan deep drawing, serta menggunakan software arduino dengan sensor load cell sehingga dapat menganalisa karakteristik dari aluminium dengan variasi ketebalan 0,5 mm dan 0,6 mm. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa perubahan pada ketebalan dinding tutup mangkok yang diakibatkan tekanan dan cetakan memiliki celah yang semakin berbeda akibat ketebalan spesimen yang besar. Pada cetakan punch dan die semakin tebal spesimen maka celah cetakan akan mengecil serta tekanan yang di berikan terhadap spesimen  akan semakin besaar dan sebaliknya pula.

Page 1 of 3 | Total Record : 30