cover
Contact Name
Asrar Aspia Manurung
Contact Email
asraraspia@umsu.ac.id
Phone
+628116311985
Journal Mail Official
asraraspia@umsu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa teknik
ISSN : 28087720     EISSN : 28087720     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik (JIMT) adalah jurnal Open Access yang dikelola oleh Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Jurnal ini akan menerbitkan hasil karya ilmiah mahasiswa selama kuliah di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara . Jurnal ini fokus kepada bidang yang sesuai dengan Program Studi yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara . Jurnal ini terbit setiap bulan Januari, Maret, Mei,Juli, November. Citasi Analisis: Google Scholar
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2021)" : 30 Documents clear
Perilaku Keruntuhan Struktur Srpm Baja Akibat Perbedaan Pemodelan Panel Zone (Studi Literatur) Muhammad Dewangga Ramadhan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.307 KB)

Abstract

Penggunaan material baja untuk konstruksi bangunan bisa mengurangi risiko bangunan roboh saat diguncang gempa bumi dikarenakan tingkat fleksibilitasnya yang cukup tinggi. Indonesia khususnya Kota Banda Aceh merupakan wilayah yang rentan jika terjadi gempa, sehingga bangunan bertingkat dapat mengalami kehancuran. oleh karena itu perlu dilakukan melalui analisa kinerja keruntuhan untuk mengetahui kapasitas struktur tersebut Pada struktur baja area pertemuan antara balok dan kolom sering terjadi momen lentur dan gaya geser yang disebut dengan panel zone. Pada area ini terjadi pergerakan dan ketidakseimbangan pada penampangnya disebabkan desakan dari gaya-gaya yang bekerja disekitar area panel zone tersebut. Deformasi yang terjadi terus-menerus sampai titik kritisnya akan menyebabkan robek pada area tersebut, sehingga di perlunya melakukan pemodelan panel zone. Di dalam tugas akhir dilakukan pemodelan struktur dengan 3 jenis pemodelan yaitu, pemodelan centerline, pemodelan panel zone scissor, dan pemodelan panel zone paralelogram. spesifikasi material dan dimensi struktur memiliki tinggi 16.5 m (4 lantai). Analisa yang digunakan adalah Respon Spektrum sebagai tahap desain dan Respon Riwayat Waktu Linear dan Nonlinear sebagai tahap evaluasi, dengan alat bantu software analisa struktur dan RUAUMOKO2D versi 04. Pada struktur bangunan akan dikenakan 20 respon gempa. Hasilnya menunjukkan bahwa struktur dengan pemodelan panel zone scissor memiliki kapasitas struktur yang paling besar dan pemodelan panel zone paralelogram hasilnya sangat mendekati dengan pemodelan centerline.
Pengaruh Penambahan Limbah Abu Cangkang Kelapa Sawit Terhadap Kuat Tarik Pada Beton Dengan Bahan Tambahan Superplasticizer (Studi Penelitian) Muhammad Reja Palepy
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.612 KB)

Abstract

Dalam bidang konstruksi, beton merupakan salah satu elemen yang paling mendapat perhatian dan umum digunakan untuk membangun berbagai infrastruktur di kalangan masyarakat. Berdasarkan buku statistik komoditas kelapa sawit terbitan Ditjen Perkebunan, tahun 2014 luas areal kelapa sawit mencapai 10,9 juta Ha dengan produksi 29,3 juta ton CPO. Salah satu limbah pengolahan minyak kelapa sawit dalam jumlah yang cukup besar adalah cangkang kelapa sawit. Cangkang yang di hasilkan mencapai 60% dari produksi minyak. Cangkang kelapa sawit mempunyai komposisi kandungan selulosa (26,27%), hemiselulosa (12,61%), dan ligin (42,96%). Sebelum menjadi campuran beton cangkang kelapa sawit mengalami proses penggilingan dan pembakaran pada suhu 700 – 800̊C. Abu cangkang kelapa sawit di sini digunakan sebagai variasi dari agregat halus untuk campuran beton. Superplasticizer atau high range water reducer admixtures sangat meningkatkan kelecakan campuran. Penilitian ini bertujuan untuk mempelajari nilai kuat tarik belah beton dari penambahan abu cangkang kelapa sawit sebagai subsitusi pasir dan sika viscocrete 3115N. Dengan variasi penambahan abu cangkang kelapa sawit 0%, 10%, 20% dan 30% dari berat pasir dan sika viscocrete 3115N sebesar 0,8% dari berat semen. Sampel pengujian beton yang digunakan adalah silinder dengan ukuran 15 x 30 cm3 sebanyak 12 benda uji. Pengujian kuat tarik belah beton dilakukan pada umur 28 hari. Nilai kuat tarik yang diperoleh mengalami kenaikan pada variasi 10% dengan nilai (4,74 MPa) dari beton normal dengan nilai (4,60MPa) dan mengalami penurunan pada variasi 20% (3,96 MPa) dan variasi 30% (3,54MPa). Nilai kuat tarik optimum terjadi pada variasi abu cangkang kelapa sawit 10%.
Pemanfaatan Serat Ijuk Dan Sikacim Concrete Additive Sebagai Bahan Tambah Pada Campuran Beton Ditinjau Dari Kuat Tarik Belah (Studi Penelitian) Delva Enzelya Adila Lubis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.809 KB)

Abstract

Beton merupakan bahan yang sangat penting digunakan dalam bidang konstruksi. Penelitian ini mencoba menggunakan bahan tambah berupa serat ijuk  yang bertujuan untuk meningkatkan kuat tarik belah beton. Selain itu, dalam usaha untuk menghasilkan mutu beton yang lebih baik digunakan sikacim concrete additive sebagai bahan kimia tambahan campuran beton. Pada penelitian ini menggunakan serat ijuk sebesar 4%, 5%, dan 6% dari berat semen, sedangkan sikacim concrete additive yang digunakan sebesar 0,8% dari berat semen. Dimensi benda uji yang digunakan adalah silinder berukuran 15 x 30 cm pada umur 28 hari, dengan nilai slump 60-180 cm. Rancangan campuran menggunakan metode SNI 03-2834-2000. Setiap variasi dibuat 3 benda uji, sehingga jumlah keseluruhannya 12 buah benda uji. Pengujian yang dilakukan yaitu uji kuat tarik belah beton. Dari hasil penelitian beton normal memperoleh kuat tarik belah sebesar 3,52 MPa, beton dengan campuran serat ijuk 4% dan sikacim concrete additive 0,8% sebesar 3,69 MPa, beton dengan campuran serat ijuk 5% dan sikacim concrete additive 0,8% sebesar 4,09 MPa, beton dengan campuran serat ijuk 6% dan sikacim concrete additive 0,8% sebesar 5 MPa. Hasil kuat tarik belah optimum terjadi pada beton dengan campuran serat ijuk 6% dan sikacim concrete additive 0,8% yaitu sebesar 5 Mpa.
Analisa Simpang Tak Bersinyal Pada Ruas Jalan Meranti Jalan Merbau Di Kota Medan Asi Isniani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.886 KB)

Abstract

Persimpangan adalah bagian dari ruas jalan dimana arus dari berbagai arah atau jurusan bertemu. Itulah sebabnya di persimpangan terjadi antar arus dari jurusan yang berlawanan dan saling memotong sehingga mengakibatkan terjadinya kemacetan di sepanjang lengan simpang. Analisa simpang tak bersinyal itu kemacetannya dapat di kurangi dengan memisalkan pemasangan rambu lalu lintas, pelebaran badan jalan, pembuatan pulau pada persimpangan. Salah satu masalah yang perlu diperhatikan adalah persimpangan. Kinerja jalan harus memperhitungkan tundaan akibat adanya simpang, baik itu simpang bersinyal maupun simpang tak bersinyal. Pengambilan data volume lalulintas dilakukan selama 7 hari (31 Agustus 2020 s/d 06 September 2020). Kemudian untuk mengetahui kinerja simpang tak bersinyal pada persimpangan jalan Meranti dan jalan Merbau maka dilakukan analisa volume lalulintas pada persimpangan tersebut pada jam puncak tertinggi dari semua data dan didapat nilai volume puncak yang telah dikalikan dengan nilai emp yaitu 697 smp/jam. Kemudian setelah di analisis, didapat pula nilai kapasitas yang ada di persimpangan tersebut berjumlah 3532 smp/jam. Selanjutnya analisa nilai derajat kejenuhan (DS) dan didapat hasil DS berjumlah 0,2. Kemudian analisis peluang antrian dan didapat hasil peluang antrian berkisar 2,71% - 9,01%. Dapat disimpulkan bahwa dengan nilai derajat kejenuhan tersebut masih dibawah kapasitas itu sendiri atau bisa dikatakan masih dalam kapasitas normal.
Analisa Perbandingan Perilaku Struktur Antara Dua Model Tower Jenis Piramid Saluran Udara Tegangan Tinggi 150 Kv Terhadap Beban Angin Zefrianto Ilhami
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.367 KB)

Abstract

Energi listrik yang disalurkan lewat saluran transmisi udara pada umumnya menggunakan kawat telanjang sehingga mengandalkan udara sebagai media isolasi antara kawat penghantar tersebut dengan benda sekelilingnya, dan untuk menyanggah/merentang kawat penghantar dengan ketinggian dan jarak yang aman bagi manusia dan lingkungan sekitarnya, kawat-kawat penghantar tersebut dipasang pada suatu konstruksi bangunan yang kokoh, yang biasa disebut menara listrik, yang lebih dikenal dengan Menara Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT). Tower transmisi umumnya dibangun didaerah alam terbuka seperti area hutan dan perbukitan. Masalah pada struktur tower transmisi SUTT sehingga membuat struktur roboh pada umumnya adalah akibat pengaruh dari alam seperti banjir, longsor, gempa dan angin kencang. Berdasarkan permasalahan yang umum terjadi pada tower transmisi pada tugas akhir ini dilakukan analisa dengan menggunakan Software, untuk membandingkan perilaku, perhitungan keamanan dimensi profil dan merencanakan sambungan pada dua model tower jenis piramid kapasitas 150 kV dengan tinggi struktur 30 m dan dua bentuk cross arm yang berbeda terhadap beban angin. Lokasi perencanaan adalah area perbukitan di Daerah Sumatera Utara dengan kecepatan angin maksimal 15m/s. Dari Hasil perhitungan keamanan dipakai profil baja siku dengan kualitas baja BJ-52 dan tujuh dimensi profil yang berbeda pada struktur. Profil terbesar digunakan di bagian kaki paling bawah dengan dimensi 150x150x15. Dari hasil analisa menggunakan software didapatkan nilai perbandingan untuk berat struktur tower bahwa tower T arm lebih ringan 5,2% atau 848,47 kg dibanding tower Y Arm. Hasil analisa software untuk beban angin dan kombinasi menunjukkan reaksi tumpuan tower T arm sebesar 29,181 Ton, dengan jarak perpindahan terbesar 4,722mm. Lebih kecil dibanding tower Y arm dengan reaksi tumpuan sebesar 32,59 Ton dan perpindahan terbesar 7,451mm. Sambungan yang dipakai pada kedua tower adalah sambungan baut tipe A325 diameter M16 sebanyak 6 buah pada masing-masing profil kaki tower.
Pengaruh Kinerja Keruntuhan Srpm Baja Akibat Gempa Pulse Dan Fling (Literatur) Agus Dwi M
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.336 KB)

Abstract

Gempa bumi merupakan fenomena alam yang disebabkan oleh adanya pelepasan energi regangan elastis batuan pada litosfir. Gempa itu sendiri terdiri dari gempa tunggal yang mana terdiri dari gempa regular, pulse,fling. Oleh karena itu diperlukan struktur bangunan yang mampu meminimalisir resiko kerusakan akibat gempa regular, pulse dan fling. Dalam hal tersebut struktur baja sangat direkomendasikan karena struktur baja lebih elastis dibandingkan dengan struktur beton bertulang. Pada tugas akhir ini direncakan sebuah struktur dengan 4 lantai yang dimodelkan terhadap penskalaan rekaman gempa yaitu penskalaan MCE yang disandingkan dengan 20 groundmotion untuk masing masing jenis gempa regular, pulse, fling untuk analisis linier dan analisis non linier. Dari hasil analisis yang didapatkan dari hasil memodelkan struktur baja dengan kondisi tanah lunak terhadap gempa tunggal didapatkan nilai incremental displacement analysis dimana hasil kurva IDA tersebut menunjukkan gempa regular lebih besar daripada gempa pulse dan fling dimana gempa regular lebih dominan untuk mendapatkan kinerja keruntuhan lebih cepatb dibandingkan gempa pulse dan fling. Hasil analisis didapatkan bahwa interstory drift pada gempa regular memiliki nilai drift sebesar 0.539, gempa pulse 0.442, dan gempa fling 0.726 dan analisis kemungkinan keruntuhan di buat dengan kategori 10% collapse, 5% CP (collapse prevention), 2.5% LS (life safety) dan 0.7% IO (immediate occupancy).
Analisis Perilaku Retak Dan Kekakuan Terhadap Dinding Pengisi Bata Dwi Saputri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.772 KB)

Abstract

Analisis ini bertujuan untuk membandingan perilaku retak dan kekakuan terhadap dinding pengisi bata, dimana dinding ini akan dimodelkan dengan tipe susunan setengah bata (model 1) dan tipe susunan satu bata (model 2), dengan variasi jenis bata yang berbeda yaitu bata merah, batako dan bata ringan. Langkah awal pemodelan dibuat model awal gedung dengan 4 lantai untuk melihat keamanan gedung dan untuk melihat balok dan kolom yang akan dianalisis dengan dinding pengisi. Ananlisis ini menghasilkan perbandingan tegangan von misses untuk retak dengan model 1 yaitu sebasar 28,786 MPa dengan beban lateral sebesar 15,627 KN, dan untuk retak dengan model 2 sebesar 17,312 MPa, dengan beban lateralsebesar 15,627 KN. Dimana didapat presentase keretakan yang terjadi pada 3 variasi jenis bata dengan tipe penyusunan berbeda, yaitu pada dinding bata merah = 6%; pada dinding pengisi batako = 15%; dan pada dinding pengisi bata ringan = 0%. Sedangkan perbandingan kekakuan pada dinding pengisi bata, yaitu: model 1 yaitu sebasar 107,34 KN/mm.dengan beban lateral sebesar 15,627 KN, dan kekakuan dinding pengisi bata model 2 sebesar 164,02 KN/mm, dengan beban lateral sebesar 15,627 KN. Dimana didapat presentase kekakuan yang terjadi pada 3 variasi jenis bata dengan tipe penyusunan berbeda, yaitu pada dinding bata merah = 24%; pada dinding pengisi batako = 57%; dan pada dinding pengisi bata ringan = 0%.
Kajian Nilai Waktu Mahasiswa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Harry Rizky Prasetyo
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.322 KB)

Abstract

Dewasa ini perkembangan mobilitas seseorang cenderung membutuhkan waktu yang lebih singkat, dimana waktu adalah komoditi yang tidak dapat dihemat ataupun disimpan sehingga bagi setiap orang waktu merupakan hal yang sangat penting. Nilai waktu perjalanan adalah jumlah uang yang disiapkan seseorang untuk dibelanjakan atau dikeluarkan agar menghemat satu unit waktu perjalanan. Pengurangan waktu perjalanan dapat mengubah porsi keuntungan yang cukup besar. Oleh karena itu, digunakan pendekatan nilai waktu untuk mengkonversi keuntungan tersebut dalam bentuk uang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai waktu persatuan waktu dari mahasiswa fakultas fkip umsu selama perjalanan menuju kekampus. Metedologi dalam penelitian ini ialah untuk menganalisis nilai waktu digunakan metode stated preference, kemudian untuk menganalisa nilai waktu perjanan mahasiswa digunakan model regresi linier berganda, kemudian menganalisa perhitungan nilai waktu dianalisa menggunakan metode sensitivitas.
Kinerja Deformasi Pada Struktur Sistem Rangka Pemikul Momen Baja Terhadap Gempa Berulang Ridho Al Fandi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.738 KB)

Abstract

Gempa bumi merupakan fenomena alam yang disebabkan oleh adanya pelepasan energi regangan elastis batuan pada litosfir. Tidak jarang gempa datang secara berulang (gempa susulan) terkhusus wilayah Indonesia yang merupakan wilayah zona gempa. Oleh karena itu diperlukan struktur bangunan yang mampu meminimalisir resiko kerusakan akibat gempa terkhusus gempa yang datang secara berulang yang memberikan energi lebih besar dibandingkan dengan gempa tunggal. Dalam hal tersebut struktur baja sangat direkomendasikan karena struktur baja lebih elastis dibandingkan dengan struktur beton bertulang. Pada tugas akhir ini direncakan sebuah struktur dengan 4 lantai yang dimodelkan terhadap 4 jenis penskalaan rekaman gempa yaitu penskalaan DBE dan MCE untuk analisis linier dan analisis non linier. Dari hasil analisis yang didapatkan dari hasil memodelkan struktur baja dengan kondisi tanah lunak (R8) terhadap gempa tunggal dan gempa berulang didapatkan nilai interstory drift dimana hasil penskalaan MCE lebih besar dibandingkan dengan nilai penskalaan DBE dan gempa berulang lebih dominan dibandingkan gempa tunggal dari tiap penskalaan. Hasil analisis juga didapatkan nilai simpangan inelastik dimana rasio penskalaan DBE untuk gempa tunggal adalah 2,1226 dan untuk gempa berulang adalah 2,3298. Nilai rasio simpangan inelastik untuk penskalaan MCE untuk gempa tunggal adalah 2,3061 dan untuk gempa berulang adalah 2,2878.
Pemanfaatan Abu Bonggol Jagung Sebagai Substitusi Pasir Pada Campuran Beton Dengan bahan Tambah Superplasticizer Di tinjau dari kekuatan tarik belah Beton (Studi Penelitian) Handrian Wijaya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.304 KB)

Abstract

Pada era globalisasi sekarang, pembangunan di Indonesia sudah sangat berkembang, sehingga mempengaruhi kemajuan bahan bangunan seperti beton. Limbah bonggol jagung memiliki unsur yang bermanfaat untuk peningkatan mutu beton, karena mempunyai kandungan silika yang cukup tinggi yaitu 66,38%. Sika Viscocrete 3115N adalah generasi terbaru dari superplasticizer untuk beton dan mortar yang mampu memberikan pengurangan air dalam jumlah besar, kemudahan mengalir yang sangat baik dalam waktu bersamaan dengan kohesi yang optimal dan sifat beton yang memadat dengan sendirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh dari penambahan abu bonggol jagung sebagai substitusi pasir dan sika viscocrete 3115N terhadap nilai kuat tarik belah beton dan slump flow. Dengan variasi penambahan abu bonggol jagung 0%, 5%, 10%, 15% dari berat pasir dan sika viscocrete 3115N sebesar 0,8% dari berat semen. Sampel pengujian beton yang digunakan adalah silinder dengan ukuran 15 x 30 cm3 sebanyak 12 benda uji. Pengujian dilakukan dengan menguji tentang pengaruh penambahan abu bonggol jagung terhadap nilai slump flow serta menguji kuat tarik belah beton pada umur 28 hari. Nilai slump flow yang diperoleh mengalami penurunan seiring bertambahnya persentase abu bonggol jagung terhadap campuran beton dengan masing-masing variasi memperoleh nilai slump flow sebesar 0% (710 mm), 5% (595 mm), 10% (575 mm), 15% (555 mm). Nilai kuat tarik belah yang diperoleh sesuai dengan variasi adalah 0% (4,60MPa), 5% (5,02 MPa), 10% (3,94 MPa), 15% (2,95 MPa). Nilai kuat tarik belah optimum diperoleh pada variasi abu bonggol jagung 5%.

Page 2 of 3 | Total Record : 30