cover
Contact Name
Asrar Aspia Manurung
Contact Email
asraraspia@umsu.ac.id
Phone
+628116311985
Journal Mail Official
asraraspia@umsu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa teknik
ISSN : 28087720     EISSN : 28087720     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik (JIMT) adalah jurnal Open Access yang dikelola oleh Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Jurnal ini akan menerbitkan hasil karya ilmiah mahasiswa selama kuliah di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara . Jurnal ini fokus kepada bidang yang sesuai dengan Program Studi yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara . Jurnal ini terbit setiap bulan Januari, Maret, Mei,Juli, November. Citasi Analisis: Google Scholar
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3 (2021)" : 35 Documents clear
Penjadwalan Ulang Proyek Rehab Workshop Induk Dengan Metode Precedence Diagram Method (Pdm) Menjadi Ruang Kelas Bbplk Medan Menggunakan Software Penjadwalan (Microsoft Project) Muhammad Dio Mujahid
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.525 KB)

Abstract

Manajemen proyek merupakan salah satu hal yang sangat fundamental dalam pelaksanaan sebuah proyek kontruksi. Maka dari itu pentingnya menjaga biaya, waktu dan mutu agar sesuai dengan rencana. Dalam manajemen waktu penjadwalan yang baik merupakan kunci sukses terlaksananya sebuah proyek. Sesuai dengan pengamatan yang dilakukan pada proyek rehab workshop induk menjadi ruang kelas BBPLK Medan. Peneliti melakukan penjadwalan ulang dengan menggunakan metode Precedence Diagram Method (PDM) dan dibantu oleh software penjadwalan yakni, Microsoft Project. Perhitungan tenaga kerja dan durasi masing-masing pekerjaan setelah dilakukan work breakdown structure sangat berpengaruh dalam hal ini. Hasil durasi yang didapatkan setelah dilakukan penjadwalan ulang adalah 133 hari dan terdapat 29 pekerjaan yang berada pada lintasan kritis. Dimana jadwal rencana dari proyek ini berdurasi 147 hari dan memiliki 26 pekerjaan pada lintasan kritis. Penjadwalan ulang yang dilakukan sangat memberikan dampak dengan membuat jadwal yang lebih detail dan juga mengaitkan hubungan ketergantungan tiap pekerjaan sehingga menjadi lebih terstruktur dan meminimalisir pekerjaan yang tertinggal.Kata Kunci : Manajemen Proyek, Penjadwalan, Precedence Diagram Method, Microsoft Project, Lintasan Kritis
Kajian Bahan Tambah Serat Polypropylene Dengan Serbuk Cangkang Telur Dan Abu Sekam Padi Terhadap Kuat Tarik Beton Busa Sebagai Pengganti Semen Sebagian (Foam Concrete) Rean Farras Septian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (936.078 KB)

Abstract

Beton busa (Foam Concrete) adalah salah satu bagian dari beton ringan. Beton busa dalam penelitian ini dibuat dengan campuran air, semen, pasir, busa dan penambahan serat polypropylene, serbuk cangkang telur, dan abu sekam padi dengan variasi bahan tambah sebanyak 10%, 15%, dan 20%. Penambahan busa pada campuran akan membentuk pori-pori pada beton sehingga beton tersebut menjadi ringan karena berkurangnya jumlah material yang digunakan. Busa di sini dibentuk dari foaming agent yang dicampur dengan air yang akan menghasilkan busa yang stabil. Penelitian ini dilakukan penambahan serat polypropylene dengan tujuan untuk solusi kelemahan beton ringan terhadap tarik serta membuat beton ringan lebih padat dikarenakan pori-pori beton ringan terisi oleh serat polypropylene sehingga kuat tekan dan kuat tariknya meningkat serta mengurangi resapan airnya. Pengujian kuat tekan dan kuat tarik dilakukan pada umur 28 hari. Hasil pengujian kuat tekan berdasarkan variasi yang direncanakan didapat Normal (0%) = 7,13 Mpa; Variasi I (10%) = 5,65 Mpa; Variasi II (15%) = 2,74 Mpa; Variasi III (20%) = 2,43 Mpa. Sedangkan hasil nilai kuat tarik berdasaran variasi yang direncakanan didapat Normal (0%) = 0,65 Mpa; Variasi I (10%) = 0,72 Mpa; Variasi II (15%) = 0,42 Mpa; Variasi III (20%) = 0,37 Mpa. Dari hasil yang didapat terjadi penurunan pada setiap variasi yang disebabkan karna terlalu banyaknya penggunaan bahan tambah serbuk cangkang telur yang membuat campuran beton tidak saling terjadinya pengikatan, sehingga pada penelitian selanjutnya diperlukan variasi yang lebih spesifik.Kata Kunci: Beton busa, serat polypropylene, abu sekam padi, kuat tekan, kuat tarik.
Analisis Dimensi Saluran Drainase Pada Kawasan Kelurahan Simpang Selayang Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan (Studi Kasus) Ary Haikal Alka Siregar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.196 KB)

Abstract

Permasalahan yang terjadi pada sistem drainase Kecamatan Medan Tuntungan yaitu setiap tahunnya selalu tergenang air, khususnya pada musim penghujan. Pada sejumlah saluran drainase , baik yang ada dalam lingkungan rumah penduduk maupun saluran induk begitu hujan besar terjadi air meluap keluar dan menggenangi pemukiman dan ruas jalan. Luas genangan banjir 2250 m2, tinggi genangan 20 cm, dan lamanya genangan 3 jam. Dari hasil survei dilapangan didapat data-data saluran drainase eksisting yaitu, untuk drainase primer adalah lebar 1,3 meter, tinggi 1,2 meter dan panjang saluran 1138 meter, untuk drainase sekunder memiliki ukuran yang beragam. Pada penelitian ini digunakan metode Log Pearson Type III dari hasil analisa didapat nilai debit (Q) rancangan untuk kala ulang 2, 5, dan 10 tahun yaitu Q2 = 0,862918777 m/detik, Q5 = 0,862918777 m/detik, Q10 = 0,865310308 m/detik, dari hasil analisa didapat bahwasannya saluran drainase primer sudah tidak mampu untuk menampung besarnya debit curah hujan. Maka dari itu solusi untuk mengatasi masalah banjir ini perlu dilakukannya upaya pemulihan fungsi dan penambahan ukuran penampang drainase agar mampu menampung debit yang lebih besar lagi sehingga tidak terjadi banjir lagi pada saat musim penghujan.Kata Kunci: Drainase, debit, analisis hidrologi, analisis hidrolika.
Impak Abu Sekam Padi Sebagai Pengganti Semen Dan Jenis Serat Sabut Kelapa Sebagai Bahan Tambahan Slump Flow Dan Kuat Tekan Beton Self Compacting Concrete Dengan Fas Yang Berbeda Asya Rizky Ila Utami
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.176 KB)

Abstract

Dalam era globalisasi manusia dituntut untuk mampu beradaptasi dengan teknologi yang semakin canggih, termasuk dalam dunia konstruksi. Produksi semen dengan bahan dasar utama klinker yang mampu menghasilkan gas karbondioksida untuk seluruh dunia dan serat sabut kelapa yang tidak mampu diolah dengan baik sehingga menghasilkan produksi sampah yang cukup besar. Perkembangan pembuatan beton cukup pesat salah satunya yaitu pada pembuatan beton serat. Dewasanya hal tersebut diaplikasikan dengan metode SCC (Self Compacting Concrete). Maka dari itu, dilakukan pengembangan material dengan menggunakan abu sekam padi (ASP) sebagai bahan pengganti sebagian semen yang diberikan 10% dari berat semen, dan penambahan variasi serat sabut kelapa (SSK) untuk meninjau karakteristik pengaliran yang dilakukan dengan slump flow test serta nilai kuat tekan dari beton tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan memperhatikan empat variasi campuran yaitu: 0%, 0,003%, 0,005%, dan 0,007% serta digunakan dua faktor air semen yaitu 0,40, dan 0,43 untuk mengetahui hasil yang lebih optimal. Hasil pengujian dari slump flow test menunjukkan penurunan sebesar 3,64% dari variasi II variasi IV yang disebabkan oleh abu sekam padi dan serat sabut kelapa menyerap air cukup tinggi sehingga beton tersbut menjadi mengental. Pengujian kuat tekan beton menghasilkan kuat tekan optimum pada variasi 0% untuk kedua fas. Hal ini terjadi karena variasi I (0%) tidak terdapat campuran abu sekam padi dan serat sabut kelapa yang mampu meningkatkan kuat tekan beton.Kata Kunci: Beton serat, self compacting concrete, abu sekam padi, serat sabut kelapa.
Daya Keruntuhan Terhadap Gempa Berulang Pada Srpm Baja ( Literatur ) Zukri Aulia Aulia Putra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.488 KB)

Abstract

Gempa bumi merupakan fenomena alam yang disebabkan oleh adanya pelepasan energi regangan elastis batuan pada litosfir. Tidak jarang gempa datang secara berulang (gempa susulan) terkhusus wilayah Indonesia yang merupakan wilayah zona gempa. Oleh karena itu diperlukan struktur bangunan yang mampu meminimalisir resiko kerusakan akibat gempa terkhusus gempa yang datang secara berulang yang memberikan energi lebih besar dibandingkan dengan gempa tunggal. Pada tugas akhir ini direncakan sebuah struktur dengan 4 lantai yang dimodelkan terhadap 1 jenis penskalaan rekaman gempa yaitu pensekalaan MCE untuk analisis nonlinier. Dari hasil analisis yang di dapatkan dari hasil memodelkan struktur baja dengan kondisi tanah lunak (R8) terhadap gempa tunggal dan gempa berulang yang didapatkan nilai Incremental Dynamic Analysis nilai IDR dari gempa berulang lebih besar dari pada gempa tunggal, pada gempa tunggal memiliki nilai RSA(T1) = 1 mendapatkan nilai IDR = 0,114 dan pada gempa berulang memiliki nilai RSA(T1) = 1 menapatkan nilai IDR = 0,145. Hasil analisis juga menunjukan nilai probabilitas (CP) = 5%, (LS) = 2,5% dan (IO) = 0.7% yang diperoleh gempa berulang selalu memerlukan nilai RSA(T1) yang lebih besar dari pada gempa tunggal untuk mencapai kondisi mendekati keruntuhan.sedangkan nilai probabilitas 10% memerlukan nilai RSA(T1) yang lebih besar dari pada gempa berulang untuk mencapai kondisi keruntuhan.Kata Kunci : Incremental dynamic analysis, probability of collapse, baja.
Pengaruh Faktor Keberhasilan Konstruksi Pada Desain Pembangunan Rumah Sakit Regina Maris Kota Medan M Aprillia Suhiro
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.719 KB)

Abstract

Definisi keberhasilan proyek atau proyek sukses adalah segala sesuatu yang diharapkan bisa tercapai, mengantisipasi semua persyaratan proyek dan memiliki sumber daya yang cukup untuk memenuhi semua kebutuhan (Tuman, 1986). Penelitian ini berupa analisa fakor utama yang menyebabkan keberhasilan proyek, dengan menggunakan Variabel Biaya (X1), Waktu (X2), Mutu (X3), K3L (X4) dan Variabel Keberhasilan Proyek (Y). Berdasarkan hasil analisis besar pengaruh faktor biaya lebih banyak berada dipihak kontraktor dengan nilai 3.497 dan waktu lebih banyak berada dipihak konsultan suvervisi dengan nilai 1.286. Besar pengaruh faktor mutu lebih banyak berada dipihak konsultan suvervisi dengan nilai 2.214 dan K3L lebih banyak berada dipihak kontraktor dengan nilai 1.120. Maka dari hasil penelitian pihak yang sangat bertanggung jawab terhadap faktor keberhasilan proyek dengan 4 variabel penelitian adalah Pihak Kontraktor : Biaya (X1) dan K3L (X4), Pihak Konsultan Suvervisi : Mutu (X3) dan Waktu (X2) dan Pihak Owner menjadi penyeimbang harus memantau dan memonitoring semua variabel.Kata Kunci: Biaya, Waktu, Mutu, K3L dan Keberhasilan Proyek
Pengaruh Analytical Hierarchy Process (Ahp) Pada Pemilihan Moda Trasportasi Penumpang Antara Mini Bus Dan Bus Trans Metro Deli Di Kota Medan (Studi Kasus) Siryuna S
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.223 KB)

Abstract

Aktivitas pergerakan antara Lapangan Merdeka menuju Tembung merupakan pergerakan yang cukup padat karena merupakan jalur lintas darat yang menghubungkan beberapa kota. Pergerakan antara kedua kota tersebut dapat dilayani oleh beberapa moda transportasi Bus dan Mini Bus. Bus lebih banyak diminati oleh pelaku perjalanan karena faktor keamanan, kenyamanan, waktu tempuh dan pelayanan yang diberikan cukup baik. Mini Bus yang memiliki mobilitas yang mudah dan intensitas keberangkatan yang menyebabkan moda ini juga banyak diminati oleh penumpang. Dengan kondisi ini semua pilihan diserahkan pada pengguna jasa yang mempertimbangkan harga, waktu keberangkatan dan pelayanan. Metode yang digunakan dalam menganalisa adalah metode analytical Hierarchy Process (AHP). Dari hasil analisa uji sensitivitas diketahui bahwa persentase minat masyarakat moda tertentu dengan hasil 61% penumpang akan memilih Bus Trans Metro Deli, dan sebanyak 39% memilih Mini Bus(RMC). Variabel yang paling mempengaruhi probabilitas pemilihan moda adalah keamanan, kenyamanan, harga, dan waktu keberangkatan.Kata Kunci: Pergerakan, transportasi, metode Analytical Hierarchy Process (AHP).
Desain Blower Sentrifugal Berbahan Komposit Bagus Rinaldi Afif
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.232 KB)

Abstract

Bagaimana membuat suatu blower sentrifugal menggunakan bahan komposit. Pembuatan blower sentrifugal menggunakan bahan serat kaca dan resin pada proses pembuatan. Metode pembuatan blower sentrifugal dengan menggunakan bahan komposit pada proses cetakan tertutup (closed mold processes). Bertujuan untuk membuat, menganalisa dan mengetahui efisiensi blower sentrifugal dengan menggunakan bahan komposit. Terciptanya blower berbahan komposit dengan putaran impeller sebesar 1367 Rpm, 2773 Rpm dan 4752 Rpm dengan kecepatan angin yang dihasilkan pada setiap putaran impeller sebesar 13,8 Km/h, 17,0 Km/h dan 19,3 Km/h menghasilkan daya motor sebesar 33,3 Watt, 51,2 Watt dan 60,9 Watt.Kata Kunci : blower, komposit, pendingin udara.
Analisis Diesel, Fotovoltaik, Dan Mikrohidro Di Dusun Bintang Asih Dengan Menggunakan Sistem Penjadwalan Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida Juli Riandra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.524 KB)

Abstract

Peningkatan pemakaian energi dan masalah lingkungan saat ini akan mengharuskan adanya sitem energi baru dengan efisiensi yang lebih besar dan lebih bersahabat dengan lingkungan. Kombinasi dari sumber-sumber energi terbarukan yang ada diwilayah Dusun Bintang Asih Desa Rumah Sumbul Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hulu Kabupaten Deli Serdang diharapkan dapat menyediakan catu daya listrik yang kontinyu dengan efisiensi yang optimal dalam penggunaan pembangkit listrik dari energi terbarukan. Seiring dengan kebutuhan masyarakat akan tenaga listrik yang cukup banyak dan masyarakat hanya menggunakan pembangkit listrik tenaga diesel maka tenaga hibrida fotovoltaik dan mikrohidro dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan listrik dimasyarakat Dusun Bintang Asih menggunakan sistem penjadwalan pembangkit hibrida. Dari penjadwalan yang dilakukan pada pembangkit listrik tenaga hibrida (diesel, fotovoltaik, dan mikrohidro) menghasilkan target capaian produksi energi listrik sebesar 2 MW/tahun. Setelah melakukan penjadwalan pada pembangkit hibrida menggunakan metode simulasi aplikasi HOMER Versi 3.11 menghasilkan produksi energi listrik dari penjadwalan pembangkit hibrida fotovoltaik dengan diesel sebesar: 12,20 MW/tahun dan produksi energi listrik dari penjadwalan pembangkit hibrida mikrohidro dengan diesel sebesar: 35,57 MW/tahun serta hasil analisa ekonomi menggunakan algoritma genetik untuk kinerja pembangkit hibrida fotovoltaik dengan diesel sebesar Rp. 2.885.597.000,- dengan keuntungan sebesar Rp. 607.009.000,- dan kinerja pembangkit listrik tenaga hibrida mikrohidro dan diesel sebesar Rp. 467.545.800,- dengan keutungan sebesar Rp. 601.150.000,- dan pengembalian modal dari kedua pembangkit pada tahun ke 13 selama 25 tahun proyek berlangsung.Kata Kunci: Sistem Penjawalan, Hibrida, HOMER, Algoritma Genetika.
Penetapan Penggunaan Transportasi Umum Bus Paradep Dan Taksi Online Dengan Metode Analytic Hierarchy Process Rute Kualanamu-Binjai Ridho Wanuhsurya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.059 KB)

Abstract

Pemilihan moda transportasi ini bertujuan untuk mendapatkan alasan alasan apa saja yang paling penting yang mempengaruhi penumpang dalam memilih moda transportasi untuk melakukan perjalanan dari Kuala-Namu menuju Binjai antara angkutan umum atau angkutan pribadi dan mendapatkan moda transportasi terbaik yang menjadi pilihan penumpang berdasarkan kriteria yang ditentukan dalam melakukan perjalanannya. Survei dilakukan dengan menyebarkan 50 quisoner pada pengguna jasa angkutan umum di bandara ketibaan Kuala-Namu selama 2 hari mulai dari pukul 09.00 Wib s/d 15.00 Wib. Parameter dari responden untuk mengisi quisoner adalah penumpang yang akanmenggunakan transportasi bus dan taksi online. Hasil survei dianalisis denganAnalytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan urutan faktor pemilihan moda. Hasil analisa menunjukkan faktor utama yang mempengaruhi pemilihan moda untuk perjalanan Kuala Namu-Binjai adalah Faktor Keamanan dengan bobot 27%, diikuti oleh Faktor Kenyamanan 23%, Faktor Kemudahan 21%, Faktor Headway 21%, Waktu Perjalanan 5%, dan terakhir faktor Biaya dengan bobot 3%.Ditinjau dari berbagai faktor, alternatif menggunakanTaksi Online memiliki keunggulan yaitu 50,3% dan Bus Paradep49,97%Kata Kunci : Pemilihan Moda, angkutan umum, Taksi Online, dan Analytic Hierarchy Process

Page 1 of 4 | Total Record : 35