cover
Contact Name
Asrar Aspia Manurung
Contact Email
asraraspia@umsu.ac.id
Phone
+628116311985
Journal Mail Official
asraraspia@umsu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa teknik
ISSN : 28087720     EISSN : 28087720     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik (JIMT) adalah jurnal Open Access yang dikelola oleh Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Jurnal ini akan menerbitkan hasil karya ilmiah mahasiswa selama kuliah di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara . Jurnal ini fokus kepada bidang yang sesuai dengan Program Studi yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara . Jurnal ini terbit setiap bulan Januari, Maret, Mei,Juli, November. Citasi Analisis: Google Scholar
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 4 (2021)" : 35 Documents clear
Analisis Perbandingan Paving Block Berbahan Limbah Botol Plastik Dan Paving Block Standard SNI Yang Di Gunakan Untuk Jalan Rahman Hendarto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1104.364 KB)

Abstract

Melihat banyaknya masyarakat yang selalu mengkonsumsi produk minuman yang dikemas dalam botol plastik, sampah dari botol plastik juga semakin banyak, bahan dari botol plastik merupakan bahan yang sulit terurai, dibutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun agar plastik dapat terurai sempurna. Daur ulang limbah botol plastik sangat diperlukan guna mengurangi limbah botol plastik agar nantinya limbah botol plastik tersebut tidak mencemari lingkungan. Mendaur ulang limbah botol plastik menjadi paving block merupakan salah satu solusi untuk mengurangi limbah botol plastik. Penelitian ini bertujuan untuk membuat paving block untuk limbah botol plastik dan menganalisis perbandingan kuat tekan paving block berbahan limbah botol plastik dengan paving block yang digunakan untuk jalan raya. Ada 2 variasi paving block limbah botol plastik yaitu limbah botol plastik PET = 70% dan 30% pasir, dan limbah botol plastik PET = 50% dan 50% pasir, kuat tekan paving block akan dibandingkan dengan kuat tekan kekuatan paving block untuk jalan (portland cement paving block). Acuan pengujian ini mengacu pada SNI 03-0691-1996. Paving block diuji dengan menggunakan uji tekan. Hasil pengujian paving block limbah botol plastik diperoleh 43,73 Mpa dari spesimen 1 yang merupakan campuran 70% limbah botol plastik dan 30% pasir, dari hasil tersebut dapat tergolong kategori A dan dapat digunakan untuk jalan dan sepeda motor dan 17,57 Mpa dari spesimen 2 merupakan campuran 50% limbah botol plastik dan 50% pasir, dari hasil tersebut dapat digolongkan kategori B dan dapat digunakan untuk tempat parkir dan 70,30 MPa spesimen paving block semen portland hasilnya adalah diklasifikasikan sebagai kategori A yang digunakan untuk jalan.Kata Kunci: Uji Tekanan, Paving Block, Limbah Botol Plastik PET (Polyethylene Terephthalate) Dan Pasir Sungai.
Analisis Nilai Waktu Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan Hadiguna Winata
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.313 KB)

Abstract

Mahasiswa merupakan individu yang sedang menuntut ilmu di perguruan tinggi di universitas/perguruan tinggi. Keinginan mahasiswa untuk mengenyam pendidikan karena di latar belakangi oleh cita-cita mereka, mahasiswa mampu bersikap lebih independen dan konsisten. Kenyataan sering membuktikan hanya karna diberi handphone, mendapat uang saku tambahan dan tercukupinya beberapa keperluan material lainnya. Akan tetapi untuk meraih cita-cita tersebut bukanlah hal yang mudah.Banyak rintangan dan tantangan yang harus dihadapi, baik dari dalam kampus maupun dari luar kampus, salah satu tantangan adalah nilai waktu. Definisi lain tentang waktu ialah hal yang kita habiskan tergantung suatu keaadan yang kita alami. Defenisi waktu yang berhubungan dengan transportasi adalah biaya real dalam transportasi. Nilai waktu, atau lebih tepat nilai penghematan waktu didefinisikan sebagai jumlah nilai uang yang rela dibayarkan seseorang mahasiswa dalam rangka menghemat satu unit waktu. Penelitain ini bertujuan untuk mengetahui nilai waktu persatuan waktu dari mahasiswa fakultas ekonomi Universitas Negeri Medan selama perjalanan menuju ke kampus. Metodologi dalam penelitian ini ialah untuk menganalisis nilai waktu menggunakan metode stated preference, kemudian untuk menganalisa nilai waktu perjalanan mahasiswa menggunakan model regresi linier berganda. Kata Kunci: Nilai waktu, Waktu Perjalanan, Uang.
Analisis Kuat Tarik Belah Beton Terhadap Penambahan Bahan Serat Bambu Dan Sika Viscocrete 8670 Mn Tondi Mulia Raja N
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.327 KB)

Abstract

Beton merupakan bahan yang bersifat getas dengan kuat tarik yang rendah. Kekuatan tarik belah digunakan dalam mendesain elemen struktur beton untuk mengevaluasi ketahanan geser beton dan menentukan panjang penyaluran dari tulangan. Banyak jenis serat yang dapat digunakan pada campuran beton diantaranya serat alami dan serat sintetis, contoh serat alami adalah serat bambu, serat daun pandan, serat ijuk, serat serabut kelapa, dan lain-lain. Serat bambu seperti halnya serat alami dari bambu memilliki kerapatan rendah,harga relative murah dan konsumsi energy rendah, serta dapat menetralkan CO2 dan memproduksi O2 tiga kali lebih banyak dari tanaman lainnya. Sika Viscocrete-8670 MN adalah bahan campuran zat additive yang berfungsi untuk mengurangi kadar air dan untuk mempercepat pengerasan beton dan kelecekannya tinggi, campuran semen terkonsentrasi yang dirancang khusus untuk meningkatkan mutu dan kekuatan suatu bangunan. Tujuan dari penelitian mengetahui hasil tinjauan nilai kuat tarik belah beton dengan bahan tambah serat bambu 0,5%, 0,8% dan 1% dan Sika Viscocrete8670 MN sebesar 0,8% dari berat semen. Sampel pengujian beton yang digunakan adalah silinder dengan ukuran 15 x 30 cm3 sebanyak 15 benda uji. Pengujian dilakukan dengan menguji tentang pengaruh penambahan Serat Bambu terhadap nilai kuat tarik belah beton pada umur 28 hari. Nilai rata-rata kuat tarik belah beton yang diperoleh sesuai dengan variasi adalah BN (2,58 Mpa), SBV 0,5% (2,26 Mpa), SBV 0,8% (1,94 MPa), SBV 1% (1,70 MPa). Kata Kunci: Serat Bambu, Sika Viscocrete-8670 MN, Kuat Tarik Belah.
Studi Percobaan Pengaruh Variasi Beban Kerja Terhadap Unjuk Kerja Turbin Pelton Skala Mikro Muhammad Nurhidayat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.86 KB)

Abstract

Turbin Pelton merupakan salah satu jenis turbin air yang memanfaatkan ketinggian jatuh air (head). Itu Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variasi beban kerja terhadap kinerja turbin Pelton skala mikro yang meliputi daya, torsi, putaran dan efisiensi. eksperimental. Beban kerja yang digunakan dalam penelitian ini adalah bola lampu dengan variasi 28 Watt, 36 Watt, dan 42 Watt. Hasil penelitian ini disajikan dalam bentuk grafik dengan variasi beban kerja pada daya, putaran, torsi dan efisiensi turbin Pelton skala mikro, kemudian dibandingkan sehingga akan dilihat pengaruh variasi beban kerja terhadap kinerja turbin Pelton skala mikro. Dari pengujian yang telah dilakukan dan mendapatkan hasil nilai putaran 460,9 rpm pada a beban kerja 28 Watt, 431,7 rpm pada beban kerja 36 Watt, 386,2 rpm pada beban kerja 42 Watt. Nilai torsi adalah 0,596 Nm pada beban 28 Watt, 0,729 Nm pada beban 36 Watt, dan 0,909 Nm pada beban 42 Watt. Daya pada beban kerja 28 Watt adalah 28,88 Watt, daya pada beban kerja 36 Watt adalah 36,75 Watt, pada beban kerja 42 Watt adalah 44,54 Watt. Efisiensi turbin pelton skala mikro dengan daya 28 Watt beban kerja uji 32,73 %, uji beban kerja 36 Watt 41,57 % dan uji beban kerja 42 Watt 50,02%.Kata Kunci: Turbin Pelton, Beban Kerja, Kinerja
Komparasi Variasi Faktor Air Semen Terhadap Kekuatan Beton Serat Sabut Kelapa Dengan Bahan Tambah Abu Sekam Padi Melalui Metode SCC Fahmi Arie Sandy
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.707 KB)

Abstract

Penambahan serat dalam beton biasanya dimaksudkan agar mendapatkan kualitas beton yang lebih baik, sehingga beton yang dihasilkan memiliki mutu terbaik. Tetapi, penambahan serat dalam campuran beton dapat menimbulkan menurunnya workability terhadap beton segar. Maka dari itu, dilakukan pengembangan material dengan menggunakan abu sekam padi (ASP) sebagai bahan tambah yang diberikan 10%, 15%, 20% dari berat semen, dan penambahan serat sabut kelapa (SSK) sebanyak 0,003%, serta digunakan dua faktor air semen yaitu 0,40, dan 0,43 untuk mengetahui hasil yang lebih optimal. Karakteristik kuat tekan beton SCC dengan campuran abu sekam padi dan serat sabut kelapa sebagai bahan tambahan di umur 28 hari mengalami penurunan sebesar 27,43% sampai 33,43% untuk faktor air semen 0,40. Sedangkan penggunaan faktor air semen 0,43 mengalami penurunan sebesar 15,19% sampai 28,8%. Workability dan kuat tekan yang diperoleh dalam pengujian ini menurun. Hal ini disebabkan karena penambahan SSK dan ASP menjadikan beton lenih kental sehingga membuat beton tidak memadat dengan sempurna, yang mengakibatkan kuat tekan yang menurun.Kata Kunci: Beton serat, self compacting concrete, abu sekam padi, serat sabut kelapa.
Peninjauan Struktur Jaringan Drainase Terhadap Bencana Banjir Kawasan Pemukiman Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan Dhea Nabilla Hersy
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.458 KB)

Abstract

Permasalahan yang terjadi pada sistem drainase Kecamatan Medan Labuhan yaitu setiap tahunnya selalu tergenang air, khususnya pada musim penghujan. Pada sejumlah saluran drainase , baik yang ada dalam lingkungan rumah penduduk maupun saluran induk begitu hujan besar terjadi air meluap keluar dan menggenangi pemukiman dan ruas jalan. tinggi genangan 20 cm, dan lamanya genangan 6 jam. Dari hasil survei dilapangan didapat data-data saluran drainase eksisting yaitu, untuk drainase primer adalah lebar 1 meter, tinngi 1,05 meter dan panjang saluran 1187 meter, untuk drainase sekunder memiliki ukuran yang beragam. Pada penelitian ini digunakan metode Ej Gumbel dari hasil analisa didapat nilai debit (Q) rancangan untuk kala ulang 2, 5, dan 10 tahun yaitu Q2 =0.618 m/detik, Q5 =0.723 m/detik, Q10 =0.793 m/detik, dari hasil analisa didapat bahwasannya saluran drainase primer sudah tidak mampu untuk menampung besarnya debit curah hujan. Maka dari itu solusi untuk mengatasi masalah banjir ini perlu dilakukannya upaya pemulihan fungsi dan penambahan ukuran penampang drainase agar mampu menampung debit yang lebih besar lagi sehingga tidak terjadi banjir lagi pada saat musim penghujan. Kata Kunci: Drainase, debit, analisis hidrologi, analisis hidrolika
Analisis Kebutuhan Dan Kinerja Pelayanan Kereta Api Komuter Krd Sri Lelawangsa Medan (Studi Kasus) Depa Samfada
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.037 KB)

Abstract

Kereta api komuter KRD Sri Lelawangsa merupakan salah satu angkutan umum berkapasitas besar yang mampu mendukung kebutuhan pergerakan masyarakat Medan-Binjai. Analisis Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI) dibutuhkan untuk menjaga dan meningkatkan mutu kinerja kereta api komuter KRD Sri Lelawangsa. Hasil dari penelitian ini didapat bahwa karakteristik penumpang kereta api komuter KRD Sri Lelawangsa mayoritas adalah penumpang wanita sebanyak 55%, usia penumpang mayoritas adalah usia produktif yaitu 24-50 tahun sebanyak 40%, pendidikan penumpang mayoritas SMA sebanyak 49%, pekerjaan penumpang mayoritas adalah pelajar/mahasiswa sebanyak 40%, penumpang yang sudah berpenghasilan mayoritas belum punya penghasilan sebanyak 26%, dan maksud perjalanan penumpang mayoritas untuk kunjungan keluarga/teman sebanyak 28%. Secara keseluruhan kinerja kereta api komuter KRD Sri Lelawangsa sudah sangat baik, berdasarkan analisis CSI pelayanan kereta api komuter KRD Sri Lelawangsa telah berhasil memuaskan penumpang sebesar 83,17%. Berdasarkan analisis IPA dapat diketahui bahwa pelayanan yang perlu dipertahankan kinerjanya antara lain fasilitas di stasiun (toilet, kantin, ruang menyusui, musholla, dll, keamanan di dalam stasiun, pelayanan petugas loket di dalam stasiun, harga tiket, petugas keamanan di dalam kereta, serta kenyamanan naik turun kereta.Kata Kunci : Komuter, Customer Satisfaction Index, Importance Performance Analysis.
Peninjauan Kapasitas Dermaga Operasional Dan Pelayanan Pada Pelabuhan Penumpang Dari Ajibata Ke Tomok Rifaldi R
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.653 KB)

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh kondisi pelabuhan di Ajibata, Parapat yang sebelumnya Pelabuhan penumpang Ajibata ke Tomok merupakan salah satu prasarana transportasi saat ini yang membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Sumatera Utara, terutama karena propinsi ini terdapat danau Toba yang memisahkan pulau yaitu pulau samosir, Pelayanan operasional pelabuhan, pada pelabuhan ajibata ke tomok tidak sesuai dengan prosedur yang ditetapkan sesuai dengan keputusan DJPL-11 (Direktorat Jendral Perhubungan Laut (2011), sehingga didapat hasil Waiting Time (WT) 0,46 Jam, Approach Time (AT ) 0,165 Jam, ET/BT 59%, T/G/H 12 Ton, Berth Occupancy Ratio (BOR) 22,53 %, dan Yard Occupancy Ratio (YOR) 20,82%. Produktivitas dapat tercapai dengan upaya penerapan cara kerja yang lebih baik terorganisir, efektif, efisien, sehingga menciptakan sesuatu hal menjadi lebih baik. Kata Kunci : prasarana transportasi, kinerja, pelayanan, produktivitas.
Pengaruh Bahan Tambah Alami Dan Serat Sabut Kelapa Terhadap Kekuatan Lentur Beton Dengan Metode Self Compacting Concrete (SCC) (Studi Penelitian) Kevin Pratama
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.314 KB)

Abstract

Saat ini pengembangan beton lebih memperhatikan kualitas fluiditas yang tinggi, sehingga bantuan vibrator juga tidak diperlukan pada saat pemadatan dinamakan dengan Self Compacting Concrete (SCC).Karakteristik beton yang diuji adalah kuat lentur. Penggunaan bahan tambahan yaitu abu sekam padi dan serat sabut kelapa, dengan metode SCC. Dengan memanfaatkan limbah Abu sekam padi dan memanfaatkan serat sabut kelapa menjadi bahan pembuatan beton dengan metode SCC. Adapun kegunaan penelitian dapat menjadi bahan referensi ataupun pengembangan lanjutan untuk suatu penelitian. Beton memiliki kandungan rongga udara 1%-3% rongga udara, 26-41% pasta semen beserta air, dan 61-76% agregat halus serta kasar. Sesuai dengan standarisasinya, sifat kekuatan tekan beton telah ditetapkan pada saat beton meiliki umur 28 hari Penggunaan abu sekam padi dimanfaatkan menjadi bahan alternatif semen yakni tambahan dalam konstruksi yang bertujuan mendorong nilai tambahan produksi beton yang memiliki karakter yang baik. Penggunaan komponen bahan dalam membentuk SCC yaitu dengan penggunaan semen pada penelitian ini ialah semen padang PPC (Portland Pozzolan Cement) dan penggunaan agregasi halus yaitu pasir yang didapatkan dari daerah Binaji, serta penggunaan agregasi kasar yaitu batu pecah dengan ukuran maksimal 20 mm, Air, Penggunaan superplasticizer dengan jenis viscoflow 3660 LR, Abu sekam padi, Serat sabut kelapa yang berasal dari pedagang kaki lima sekitaran kota Medan Pengujian Kuat Lentur Beton pada penelitian ini menerapkan metode yang disesuaikan pada SNI 03- 2491-2014 ketika beton memiliki umur 28 hari dengan memanfaatkan mesin kuat tarik (tensile strength test). Dari grafik Slump Flow adonan beton SCC dengan FAS 0.45 pada proses pengujian slum flow pada variasi ASP 20% + 00.3% SSK yang memenuhi syarat SCC yaitu dengan nilai 60 cm Semakin bertambah banyak kadar abu sekam padi kedalam campuran beton membuat adonan beton semakin kental hal ini ditunjukan dengan nilai slam flow yang semakin kecil. Kata Kunci: Beton, Self Compacting Concrete, Serat Sabut Kelapa, Abu Sekam Padi.
Analisis Daya Solar Water Heater Dengan Perbedaan Ukuran Hexagonal Honeycomb Sebagai Penghantar Panas Wahyu Pratama Harahap
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik [JIMT] Vol 1, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.313 KB)

Abstract

Pemanas air merupakan salah satu peralatan yang banyak digunakan oleh manusia untuk menghangatkan air yang digunakan untuk mandi. Peralatan pemanas air skala industri dan rumah tangga masih memiliki kelemahan. Pemanas air skala industri membutuhkan investasi dan biaya operasional yang relatif besar. Skala rumah tangga pemanas komersial memiliki harga jual yang relatif tinggi dan masih membutuhkan energi listrik untuk beroperasi. Perpindahan panas/perpindahan panas adalah suatu peristiwa yang terjadi ketika ada perbedaan suhu antara satu sistem dan lainnya, dari suhu tinggi ke suhu rendah dan hanya akan berhenti ketika suhu antara dua medium yang mengalami perpindahan panas adalah sama. Mekanisme dari perpindahan panas yang kita kenal sekarang adalah konduksi, konveksi, dan radiasi. Radiasi adalah panas mekanisme transfer yang tidak memerlukan media perantara karena merupakan elektromagnetik melambai. Ada dua bagian penting dalam sistem pemanas air tenaga surya, yaitu kolektor dan panas tangki penyimpanan air. Kolektor terdiri dari pelat yang disusun dalam bentuk sarang lebah dengan pelat ketebalan. 0,2 mm dengan diameter heksagonal 20 mm dan 30 mm. Penyerapan panas yang baik efektivitas menggunakan sarang lebah 20 mmKata Kunci: Pemanas Air Tenaga Surya, Honeycomb.

Page 2 of 4 | Total Record : 35