cover
Contact Name
Lilian Batubara
Contact Email
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Phone
+6285811868354
Journal Mail Official
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Editorial Address
Universitas YARSI, Jl. Letjen. Suprapto Cempaka Putih Jakarta Pusat 10510
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Junior Medical Journal
Published by Universitas Yarsi
ISSN : -     EISSN : 29644968     DOI : https://doi.org/10.33476/jmj.v1i4
Junior Medical Journal Merupakan jurnal peer review dan open access yang berfokus pada publikasi hasil dari penelitian terbaru atau baru dari mahasiswa yang berhubungan dengan masalah kedokteran, kesehatan, biomedis dan pendidikan kedokteran. Jurnal ini melibatkan artikel penelitian atau review asli
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2024): September 2024" : 12 Documents clear
Kecenderungan Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kota Jakarta Timur dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Setiani, Shella; Hardjanti, Ambar; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i1.4275

Abstract

Penyakit tropis seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat, terutama di negara-negara tropis seperti di Indonesia. Indonesia memiliki jumlah kasus DBD tertinggi kedua di dunia dan tertinggi di Asia Tenggara. Terdapat 8.716 kasus DBD yang dilaporkan di DKI Jakarta. Penelitian ini bersifat observasional. Penelitian ini merupakan penelitian survei cross-sectional. Analisis regresi adalah metode analisis data. Hasil menunjukkan pola perkembangan kasus DBD cenderung lebih tinggi dan bergeser ke kelompok usia produktif yaitu 6-18 tahun dan 19-59 tahun. Laki-laki lebih banyak mengalami peningkatan kasus DBD dibandingkan perempuan. Terkait dengan kecenderungan penyakit DBD, perspektif Islam menyatakan bahwa kebersihan adalah hak asasi manusia. Lingkugan yang kotor dapat menyebabkan sejumlah penyakit .
Profil Asma pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI farrah fadillah, ara; Aditama, Tjandra Yoga; Gunawan, Andri; Qomqriyah
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i1.4316

Abstract

asma merupakan penyakit paru kronis yang ditandai dengan obstruksi reversible saluran nafas yang menyempit dan adanya sekresi bronkial sehingga menyebabkan sesak nafas. Berbagai macam faktor resiko dan faktor pencetus yang dapat menyebabkan terjadinya asma, faktor tersebut dapat dibagi menjadi 2 yaitu faktor internal (host factor) dan faktor eksternal (environmental factor). Faktor internal yang dapat menyebabkan asma antara lain genetika, jenis kelamin, usia, aktivitas fisik, dan faktor psikologis. Pada faktor eksternal antara lain iritasi karena pekerjaan, infeksi saluran pernafasan, alergi, asap rokok, polusi udara, obat obatan, perubahan suhu yang berhubungan dengan perubahan musim.
Presentase Pinjal dan Kutu Sebagai Vektor Penyakit Ektoparasit pada Kucing di Kayu Putih Pulo Gadung Gadung dan Tinjauannya dalam Pandangan Islam Ayuni, Putri; Damayanti, Ndaru Andri; Ferlianti, Rika; Karimulloh
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i1.4327

Abstract

Pendahuluan : Kucing merupakan salah satu hewan domestik yang berperan sebagai hospes dari ektoparasit kutu dan pinjal. Untuk mengetahui persentase mengenai kutu dan pinjal pada kucing di Pulo Gadung Jakarta Timur dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai pinjal dan kutu pada hewan domestik yang berpotensi menjadi vektor penyakit ektoparasit pada manusia. Dari perspektif islam semua makhluk hidup termasuk kucing memiliki peranan dan nilai dalam ekosistem yang diciptakan oleh Allah. Metodologi : Penelitian ini Bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Subjek pada penelitian ini adalah kucing domestik di wilayah Pulo Gadung Jakarta berjumlah sebanyak 30 ekor kucing ras dan kucing lokal. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Uji bivariat untuk menganalisis karakter kucing dengan angka persentase ektoparasit. Hasil : Hasil penelitian menunjukan kucing ras 53%, lokal 30%, campuran 17% dengan rentang usia kucing dalam penelitian berkisar antara 3 bulan -5 tahun. Persentase kucing betina 87%, pada jantan 13%. Simpulan : Persentase ektoparasit pinjal masih tetap dapat ditemukan pada kelompok kucing ras yang dipelihara didalam kendang. Ektoparasit pinjal dapat menular pada kucing yang hidup berkelompok. Dalam Islam, pandangan terhadap pinjal dan kutu berkaitan erat dengan prinsip kebersihan dan kesehatan yang merupakan bagian penting dari iman. Meskipun tidak ada teks spesifik dalam Al-Qur'an atau Hadits yang secara langsung membahas pinjal dan kutu, Islam menekankan pentingnya kebersihan, termasuk menghindari parasit seperti pinjal dan kutu untuk mencegah penyakit.
Pengaruh Fermentasi Madu Terhadap Viabilitas dan Proliferasi Sel Fibroblast Pasca Diinduksi Cisplatin In Vitro Serta Tinjauan Menurut Islam Anwar, Alifah Fitria; Syamsul Hadi, Restu; Karimulloh
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i1.4329

Abstract

Pendahuluan : Salah satu pengobatan kanker ialah dengan kemoterapi dan salah satu kemoterapi yang terkenal dan telah digunakan untuk berbagai pengobatan kanker ialah Cisplatin. Karena resistensi obat dan berbagai efek samping yang dapat terjadi, terapi kombinasi Cisplatin dengan obat lain harus dipertimbangkan untuk mengatasi resistensi obat dan mengurangi toksisitas. Metodologi : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan data yang akan diambil secara langsung dengan melakukan sebuah eksperimen/percobaan in vitro yang bertujuan mengerahui pengaruh fermentasi madu terhadap viabilitas dan proliferasi sel fibroblast pasca diinduksi cisplatin in vitro. Penelitian ini menngunakan 4 kelompok perlakuan dengan tiga kali pengulangan (triplicate) yang diberikan cisplatin dan fermentasi madu dengan konsentrasi 5% dan 10% dan diamati selama 24 jam. Analisis data yang akan digunakan ialah normalitas, one way ANOVA dan Uji Pos Hoc. Hasil : Fermentasi madu dapat memberikan efek pada viabilitas dan proliferasi sel fibroblast. Simpulan : penggunaan fermentasi madu untuk melihat pengaruhnya pada viabilitas dan proliferasi sel fibroblast pasca diinduksi cisplatin in vitro diperbolehkan karena sesuai dengan menjaga Al-Dharuriyat Al-Kham.
Pengaruh Lama Paparan Handphone Terhadap Keluhan Dry Eye Syndrome Pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2022 Dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Katia Ayu Nabilah; Indriawati, Atiek; Haryono, Tri Agus; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i1.4342

Abstract

Dry Eye Syndrome adalah gangguan pada permukaan mata dan lapisan air mata yang disebabkan oleh berbagai faktor, yang bermanifestasi sebagai iritasi, gangguan penglihatan, dan ketidakstabilan lapisan air mata. Dry Eye Syndrome sering kali disebabkan oleh penggunaan perangkat elektronik yang berlebihan, termasuk komputer dan ponsel, yang lazim terjadi pada pekerja dan pelajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keluhan dan pengaruh lama paparan layar handphone terhadap keluhan Dry Eye Syndrome pada mahasiswa kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2022 dan tinjauannya dalam islam. Hasil menunjukan bahwa pada penelitian durasi lama paparan handphone terhadap OSDI, diperoleh bahwa mayoritas tidak memiliki keluhan Dry Eye Syndrome. Sementara, berdasarkan hasil uji Pearson Chi-Square diperoleh nilai sig. yaitu 0.007 (>0.05), sehingga mengartikan terdapat pengaruh lama paparan handphone terhadap keluhan Dry Eye Syndrome pada Mahasiswa. Dalam pandangan islam, Penggunaan handphone merupakan hal yang umum dan lazim. penggunaan handphone yang tidak bijak dapat menyebabkan kebutaan dan hilangnya nikmat mata hingga buta hati. Oleh karena itu, para ulama telah menetapkan beberapa adab mengenai pemahaman etika dan tata krama saat menggunakan handphone.
Hubungan Jenis Pola Asuh dengan Status Gizi Balita di Wilayah Kelurahan Rawasari Cempaka Putih Jakarta Pusat dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Soraya, Aulia Ramadhani; Donanti, Elita; Arifandi, Firman
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i1.4344

Abstract

Status gizi balita adalah tanggung jawab penting yang harus dipenuhi oleh setiap orang tua. DKI Jakarta pada tahun 2020, terdapat 6.047 balita yang teridentifikasi mengalami kekurangan gizi. Salah satu faktor eksternal terhadap status tingkat gizi anak dapat dipengaruhi oleh pola asuh dan pengetahuan ibu khususnya mengenai gizi, sikap dan perilaku. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui distribusi tipe pola asuh dan status gizi balita di Kelurahan Rawasari, Jakarta Pusat. Penelitian ini dilakukan sebagai survei cross-sectional analitik. Jumlah sampel adalah 30 responden yang dipilih dengan menggunakan teknik quota sampling. Data didapatkan dari kuesioner, pengukuran antropometri, dan informasi dari lingkungan Puskesmas. Hasil menunjukkan bahwa pada pola asuh demokratif diterapkan pada 19 orang (63,3%), pola asuh otoriter diterapkan pada 5 orang tua (16,6%), dan pola asuh permisif diterapkan pada 6 orang (20,0%). Kemudian, status gizi pada balita dengan kategori gizi baik yaitu 24 balita (80,0%). Sedangkan status gizi buruk yaitu 2 balita (6,7%). Terakhir, didapatkan nilai p value (0,417>0,05), sehingga mengartikan tidak terdapat hubungan dengan status gizi pada balita di wilayah Kelurahan Rawasari Cempaka Putih Jakarta Pusat.
Pola Penggunaan Kortikosteroid pada Anak dengan Penyakit Asma Sestia Dia Alifah; Batubara, Lilian; Permana, Dharma
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i1.4352

Abstract

Latar Belakang: Menurut Global Initiative For Asthma (GINA) 2020, Asma adalah penyakit heterogen, yang biasanya ditandai dengan peradangan saluran napas kronis. Pada asma terdapat gangguan pernapasan seperti mengi, sesak napas, nyeri dada, dan batuk (GINA, 2020). Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, di Indonesia angka kejadian asma pada anak usia 0 – 14 tahun adalah 9,2%. Metodologi: Penelitian ini menggunakan 37 data rekam medis pasien asma anak di Salah Satu Rumah Sakit Umum Wilayah Jawa Barat periode Januari-Desember 2023 dengan desain penelitian cross sectional dengan jenis sampel yang diambil menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pengambilan sampel sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan. Lalu, data akan dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil: Berdasarkan analisis univariat hasil yang didapatkan adalah asma anak sebagian besar diderita oleh pasien anak laki-laki dengan usia 1-5 tahun dengan derajat asma yang paling banyak adalah asma persisten sedang. Jenis kortikosteroid yang paling banyak digunakan adalah prednison oral dan budesonid inhalasi. Adapun efek samping yang paling banyak terjadi adalah gangguan distribusi lemak.  Simpulan: Kortikosteroid terutama digunakan pada asma persisten. Jenis kortikosteroid yang digunakan terutama prednison oral dan budesonid inhalasi. Efek samping yang sering muncul pada penggunaan kortikosteroid adalah berupa gangguan distribusi lemak tubuh.
Sunscreen Use among Students of the Faculty of Medicine YARSI University Wisye Rizqia Amalia; Mirfat, Mirfat
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i1.4399

Abstract

Introduction: Exposure to sunlight carries harmful to potentially dangerous effects. Protection against ultraviolet (UV) radiation can be achieved through physical and chemical methods by using sunscreen. Sunscreen is a chemical product that reflects UV radiation, thereby weakening the intensity of UV before it penetrates the skin. The use of broad-spectrum sunscreen with SPF 30 or higher is recommended in any situation. While numerous studies have been conducted worldwide regarding sunscreen usage, only a limited number have been conducted in Indonesia. This research aims to investigate the utilization of sunscreen among students of the Faculty of Medicine, YARSI University. Method: An analytic study utilizing a cross-sectional design was conducted to investigate sunscreen usage among students of the Faculty of Medicine, YARSI University. The random sampling technique was used to determine the sample size and the sample proportion was divided based on the year of enrollment using cluster sampling technique. The measurement instrument used was a questionnaire in the form of a Google form. Result: The total number of respondents in this study is 317 students from the Faculty of Medicine, YARSI University. The use of sunscreen was reported by 292 students. The factor that significantly influenced this result was the female gender (P value 0,000; OR 0,069). 90,9% of the students used methods of sun protection other than sunscreen. 70,3% of the students used broad-spectrum sunscreen, while 56,5% used sunscreen with SPF 31-50. However, 45,1% of the students still applied sunscreen less than 10 minutes before going outside and 41,6% students did not reapply sunscreen. Conclusion: The use of sunscreen among students of the Faculty of Medicine, YARSI University, revealed that nearly all students, 292 in total (92.1%), used sunscreen. However, there were still discrepancies in terms of the body parts applied, dosage, timing of application before going outside, and frequency of reapplication. The factor influencing sunscreen use was gender, specifically female (P value < 0.05).
Hubungan antara Status Gizi dengan Terjadinya Dengue Shock Syndrome pada Anak di RSUD Kabupaten Bekasi Periode 2019-2024 Maghfiro, Tsabitha Putri maghfiro; -, Sri Hastuti Andayani
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i1.4688

Abstract

Anak merupakan kelompok yang rentan mengalami demam berdarah dengue. Dengue shock syndrom merupakan kondisi lanjutan dari demam berdarah dengue yang kemudian mengalami syok. Salah satu faktor yang mungkin dapat mempengaruhi terjadinya dengue shock syndrom adalah status gizi. Penelitian retrospektif cross sectional ini dilakukan di RSUD Kabupaten Bekasi dan bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan terjadinya dengue shock syndrome pada anak. Terdapat 69 sampel data yang memenuhi kriteria inklusi dalam penelitian ini. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-square menggunakan SPSS. Pada penelitian ini didapatkan nilai p-value = 0,250, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara status gizi dengan terjadinya dengue shock syndrome pada anak di RSUD Kabupaten Bekasi.
The Comparative Effects of Almond and Peanut on Adipose Tissue Profile and Blood Sugar Levels in Rats: A Review from an Islamic Perspective prastina sari, Putri Agnia; Mukhtar, Diniwati; Ainur Rahmah, Nunung; Astiwara, Endy Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i1.4690

Abstract

Type 2 diabetes and cardiovascular disease are associated with high blood sugar and poor lipid profiles. Almonds and peanuts have the potential to reduce these risks. This study aims to evaluate the effects of these two nuts on blood sugar levels and lipid profiles, within the Islamic perspective of halal and thayyib foods. An experimental study was conducted with 4 groups: standard feed (K1), high-fat feed (K2), almond feed (K3), and peanut feed (K4) over 4 weeks. Blood sugar measurements were taken using the GOD-PAP method, and histopathological analysis of adipose tissue was performed using Hematoxylin-Eosin (HE) staining. The results showed that both almonds and peanuts significantly (P<0.05) increased blood sugar levels. When compared to the high-fat feed group, the nut groups were more effective in inhibiting this increase. However, changes in blood sugar levels and lipid profiles were not statistically significant (P>0.05). From the study results, it can be concluded that there are differences in blood sugar and lipid profiles after the consumption of almonds and peanuts, although not significant. The consumption of halal and thayyib foods is recommended in Islam.

Page 1 of 2 | Total Record : 12