cover
Contact Name
Dwi Wahyuni
Contact Email
dwiwahyuniunej@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
saintifika.fkipunejnew@gmail.com
Editorial Address
https://saintifika.or.id/index.php/saintifika/editorial-board
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
SAINTIFIKA
Published by Universitas Jember
SAINTIFIKA: Jurnal Ilmu Pendidikan MIPA dan MIPA publishes a scientific paper on the results of the study and review of the literature in the sphere of natural science education in primary education, secondary education and higher education. Additionally, this journal also covers the issues on environmental education. SAINTIFIKA: Jurnal Ilmu Pendidikan MIPA dan MIPA is issued two times annually, i.e. Juny and December. The number of articles is 7 articles per year. Every article that is sent to the Editor, will be reviewed and scrutinized by the editorial board for eligibility or publication without diminishing the substance of the article.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 16 No 1 (2014)" : 5 Documents clear
Perbedaan Daya Hambat Ekstrak Daun Kepuh (Sterculia foetida L.) dan Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) terhadap Pertumbuhan Propionibacterium acne Joko Waluyo
saintifika Vol 16 No 1 (2014)
Publisher : FKIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.28 KB)

Abstract

Acne is a kind of disease caused by Propionibacterium acne bacteria. Acne (Acne vulgaris) is a skin disease with chronicle inflammation of follicles polisebacea which generally occurs in adolescence. Treatment commonly used Medicinal Chemicals with high levels that can be harmful to the body. Alternatives that can be used as a substitute for Medicinal Chemicals is medicinal herbal of plant. Plants that can be used as herbal medicines are Kepuh and Jatropha. Kepuh contain triterpenoid, Jatropha contains alkaloid, tannin, saponin and flavonoid. The compounds have the potential as an antibacterial. This research is an experimental research laboratory that uses the diffusion method. Concentration used is 1%, 3%, 5%, 7% and 9%. Based on the results of statistical tests ANOVA difference of Kepuh leaf extract and Jatropha forPropionibacterium acne showed significant differences among treatments with significance value of 0.001. Minimum Inhibitory Concentration (MIC) Kepuh leaf extract that can inhibit the Propionibacterium acne is 3% of 0.7 mm, while the MIC of Jatropha leaves extracts for Propionibacterium acne is 4% of 0.38 mm.
ISOLASI BAKTERI ASAL SALURAN PENCERNAAN RAYAP PEKERJA (Macrotermes spp.) Nur Antriana
saintifika Vol 16 No 1 (2014)
Publisher : FKIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.04 KB)

Abstract

Rayap merupakan salah satu makroinvertebrata yang paling melimpah dan memainkan peran yang penting dalam ekologi di ekosistem tropis. Rayap mampu mendegradasi selulosa karena pada saluran pencernaannya terdapat mikroorganisme simbion seperti bakteri dan protozoa. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri endofit yang bersimbiosis dengan rayap, kemudian dilakukan karakterisasi morfologi, fisiologi dan biokimia. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif. Rayap yang digunakan dalam penelitian ini merupakan rayap pekerja (Macrotermes spp.) yang diambil dari tanah. Isolasi dilakukan melalui dua cara yaitu tusuk dan gerus. Isolat tunggal yang diperoleh kemudian diinokulasikan pada media agar miring TSA untuk dilakukan uji fisiologis berupa uji indol, MR-VP, simmon sitrat, urease, fermentasi, katalase, oksidase, TSIA. Hasil isolasi diperoleh dua isolat yaitu isolat a dan isolat b. Isolat a berwarna putih dengan bintik hitam di tengah, berbentuk sirkular dengan tepi periferal, tepi luar koloni entire tegas dan nyata dengan elevasi rata sedangkan isolate b berwarna putih dengan bintik hitam di tengah, berbentuk sirkular dengan tepi periferal, tepi luar koloni undulate bergelombang dengan elevasi cembung. Hasil uji biokimia dan fisiologi isolat a uji indol negatif, MR negatif, VP negatif, simmon sitrat positif, urease positif, fermentasi positif, katalase positif, oksidase negatif, TSIA negatif sedangkan untuk isolat b uji indol negatif, MR positif, VP negatif, simmon sitrat negatif, urease positif, fermentasi positif, katalase positif, oksidase negatif, TSIA negatif.
POTENSI BAKTERI INDIGEN DALAM BIODEGRADASI AIR SUNGAI Hasminar Rachman Fidiastuti
saintifika Vol 16 No 1 (2014)
Publisher : FKIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.829 KB)

Abstract

Sungai Badeg merupakan salah satu sungai kecil di kota Malang yang tercemar limbah pabrik kulit. Hasil pengukuran kualitas pada sampel air sungai Badeg menunjukkan kondisi yang tidak memenuhi baku mutu air yaitu TSS sebesar 400 ppm, BOD sebesar 331 mg/L, COD sebesar 544 mg/L, DO sebesar 3,6 mg/L dan kadar lemak sebesar 280 mg/L. Lemak merupakan salah satu bahan organik yang sulit untuk diuraikan secara alamiah. Biodegradasi diharapkan dapat menjadi solusi perbaikan kondisi perairan dengan cara memanfaatkan aktivitas bakteri indigen dengan karakteristik pendegradasi lemak. Kegiatan biodegradasi dilakukan dengan cara mengintroduksi bakteri indigen (yang telah diseleksi dari proses isolasi dan memiliki potensi pendegradasi paling tinggi diantara jenis isolat lain yang ditemukan) kemudian dikultur dan diinokulasikan kembali pada sampel air sehingga proses transformasi akan berlangsung lebih optimal. Biodegradasi dilakukan secara in vitro, dan menunjukkan perubahan yang signifikan terhadap perubahan kadar TSS menjadi 293,3 ppm, BOD sebesar 117,3 mg/L, COD sebesar 165,3 mg/L, DO sebesar 19 mg/L dan kadar lemak sebesar 0,02 mg/L. Biodegradasi dengan memanfaatkan bakteri indigen dapat menjadi alternatif dalam memperbaiki kualitas perairan.
THE IMPLEMENTATION OF ‘GUIDED INQUIRY MODEL’ ON PHYSICS LEARNING IN THE 3RD GRADE STUDENTS OF SCIENCE I SMAN 1 PURWOHARJO 2013/2014 Marsiyah -
saintifika Vol 16 No 1 (2014)
Publisher : FKIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.957 KB)

Abstract

Physics is one of the lessons that the students do not like the most, so it results in students learning activities which then will lead to the low interest of the learning itself. The result of the observation during the learning process in the 3rd grade students of science I showed that there were only six students who actively raised their hands and asked some questions, while 65% of them followed the class regularly. The questionnaires confirmed that only 45% of them who liked physics, so it resulted in the result of their study on physics that was low, and only 45% of them who finished studying physics. Therefore, this research was conducted by applying ‘guided inquiry’ model on physics learning in the 3rd grade students of science I at the first semester of 2013/2014. The indicators used to measure the effectivity of the learning process were students learning activities, students learning goals, and students perception on the learning itself.The result in cycle 1 showed that the average of the students activities reached 65%, the students learning goals reached 65%. It was related to the number of the students who liked physics turned into 65%. Moreover, cycle 2 showed that there was the increasing number of the students learning activities that had reached 75%, the students learning goals had also reached 75%, and those who liked physics had reached 70%. Based on the result noted above, it can be drawn the conclusion that the implementation of ‘guided inquiry’ model can effectively improve the students learning activities and their learning goals as the result of the increasing number of the students who like physics.
ANALYSIS OF STUDENTS’ READINESS IN FACING NATIONAL EXAMINATION 2014 AFTER ADDITIONAL LEARNING GIVEN AT SMAN DARUSSHOLAH SINGOJURUH BANYUWANGI Sunyoto Edy Santoso
saintifika Vol 16 No 1 (2014)
Publisher : FKIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.418 KB)

Abstract

Ujian Nasional adalah sistem penilaian umumnya dianggap sebagai beban bagi siswa, dan begitu juga orang tua dan guru karena mereka merasa begitu khawatir jika mereka tidak bisa lulus ujian atau mendapatkan nilai buruk dalam beberapa kasus. Hasil Ujian Nasional 2013 di SMAN Darussholah Singojuruh menegaskan bahwa sekitar 40% dari siswa yang mendapat skor 5,5 - 6,0. Dengan demikian, komite SMAN Darussholah Singojuruh, sebagai wakil orang tua mereka diminta untuk memiliki belajar tambahan di sekolah dalam bentuk bimbingan belajar yang didukung oleh salah satu Pusat Kursus untuk meningkatkan kualitas kelulusan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesiapan siswa dalam menghadapi Ujian Nasional 2014. Selain itu, penelitian ini dilakukan untuk semua siswa kelas 3 SMAN Darussholah Singojuruh di tahun akademik 2013/2014 dari. Ada 194 siswa yang terdiri dari 3 kelas sains (93 siswa) dan 3 kelas sosial. Belajar atau kursus tambahan pusat telah diberikan setelah sekolah selama sekitar 90 menit dengan menargetkan semacam pelajaran Ujian Nasional. Data dari simulasi ujian nasional digunakan sebagai indikator 'kelulusan mencerminkan siswa siswa kesiapan akademis dalam menghadapi ujian. Hasil pengamatan selama menjalankan simulasi didukung oleh kuesioner untuk menunjukkan kesiapan siswa dalam menghadapi itu secara psikologis. Berdasarkan hasil analisis, data dari skor simulasi menunjukkan bahwa jumlah siswa yang mencapai lebih dari 6,0 dari kedua kelas ilmu pengetahuan dan kelas sosial lebih dari 90%. Selain itu, hasil pengamatan selama simulasi dikonfirmasi tingkat independen sekitar 95%. Hasil analisis kuesioner menunjukkan bahwa siswa SMAN Darussholah Singojuruh secara psikologis siap dalam menghadapi Ujian Nasional 2014. Ini menegaskan bahwa siswa yang secara akademis dan psikologis siap, bahkan lebih, mereka dianggap sangat siap untuk menghadapi ujian.

Page 1 of 1 | Total Record : 5