cover
Contact Name
Siti Nurul Rofiqo Irwan
Contact Email
rofiqoirwan@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vegetalika.faperta@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Vegetalika
ISSN : 23024054     EISSN : 26227452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Vegetalika ISSN (Cetak): 2302-4054 dan ISSN (Online): 2622-7452 adalah open access jurnal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah berupa gagasan dan hasil penelitian. Topik publikasi berkaitan dengan disiplin ilmu Agronomi mencakup Manajemen dan Produksi Tanaman, Hortikultura, Ekologi Tanaman, Fisiologi Tanaman, Genetika dan Pemuliaan, Teknologi Benih, Bioteknologi Tanaman, dan Biostatistika.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3 (2012)" : 15 Documents clear
Studi Aspek Fisiologis dan Biokimia Perkecambahan Benih Jagung (Zea mays L.) pada Umur Penyimpanan Benih yang Berbeda Tatag Chariesma Andhi.W.A, Aziz Purwantoro, dan Prapto Yudono
Vegetalika Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1362

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari aspek fisiologis dan biokimia perkecambahan benih jagung (Zea mays) pada umur penyimpanan yang berbeda. Umur penyimpanan benih mempengaruhi kecepatan pertumbuhan serta produksi tanaman. Benih baru pada umumnya memiliki pertumbuhan yang lebih pesat dibandingkan dengan benih-lama. Penelitian ini disusun menggunakan 2 perlakuan berdasarkan umur penyimpanan benih. Perlakuan pertama adalah benih jagung baru dengan umur simpan 2 minggu, perlakuan kedua adalah benih jagung lama dengan umur simpan 10 bulan. Masing-masing perlakuan memiliki empat ulangan dengan setiap ulangan memiliki sampel 540 butir benih jagung. Masing-masing perlakuan dikecambahkan selama 7 hari dan dilakukan pengamatan terhadap gaya berkecambah, indeks vigor, pertumbuhan tunas, pertumbuhan panjang akar, berat kering kecambah normal, laju respirasi dan kadar pati. Perlakuan umur penyimpanan benih 2 minggu dan 10 bulan memberikan hasil yang berbeda nyata untuk variabel laju respirasi, kadar pati, pertumbuhan tunas, pertumbuhan akar, berat kering kecambah, daya berkecambah dan indeks vigor. Pada perlakuan umur penyimpanan benih 2 minggu, hubungan antara pertumbuhan tunas, pertumbuhan akar dan berat kering kecambah normal memiliki korelasi positif dengan laju respirasi benih, serta korelasi negatif dengan kadar pati benih. Pada perlakuan umur penyimpanan benih 2 minggu, hubungan antara daya berkecambah dan indeks vigor memiliki korelasi positif dengan laju respirasi benih, serta korelasi negatif dengan kadar pati benih.
Keragaan Sorgum Manis (Sorghum bicolor L.Moench ) pada Kondisi Tercekam Kekeringan Tika Rahma Yunita, Taryono, Nasrullah
Vegetalika Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1363

Abstract

Saat ini dunia mulai mengalami kelangkaan sumber energi dari bahan bakar fosil, karena peningkatan jumlah kendaraan bermotor yang tidak diimbangi dengan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). Oleh karena itu diperlukan bahan bakar alternatif yang salah satunya adalah bioethanol, yang berbahan baku tanaman mengandung pati dan gula, seperti sorgum manis. Salah satu keunggulan sorgum manis adalah dapat ditanam di daerah kering, tetapi ketahanan masing-masing kultivar berbeda terhadap cekaman kekeringan, tergantung fase pertumbuhannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji keragaan sorgum manis pada kondisi tercekam kekeringan. Cekaman kekeringan diberikan kepada 12 kultivar sorgum manis, berdasarkan fase pertumbuhannya yaitu tanpa cekaman kekeringan, cekaman kekeringan saat berdaun bendera, dan cekaman kekeringan saat berdaun delapan. Tidak terdapat pengaruh nyata cekaman kekeringan terhadap 12 kultivar sorgum manis pada sifat jumlah daun, panjang dan jumlah akar, panjang dan jumlah malai, berat 100 biji dan hasil biji, umur berbunga, umur panen, dan padatan terlarut, tetapi terdapat pengaruh nyata pada sifat tinggi tanaman, diameter batang, jumlah batang, berat berangkasan segar, dan berat berangkasan kering. Kultvar Sorgama 3 dan Sorgama 5 menunjukkan pengurangan tinggi tanaman. Kultivar Sorgama 4 menunjukkan diameter yang menurun, sedangkan UGM SS1 dan Sorgama 5 mengurangi jumlah batang. Kultivar UGM SS1, Kotabun, Sorgama 3, dan Sorgama 5 pada kondisi cekaman kekeringan lama mengurangi berat berangkasan segar. Sama seperti berat berangkasan segar, pada berat berangkasan kering kultivar Sorgama 3, dan Sorgama 5 menunjukkan pengurangan beratnya saat tercekam berdaun delapan. Kultivar Sorgama 5 dapat digunakan sebagai tanaman penghasil bioethanol, karena memiliki nilai padatan terlarut tinggi, dan tahan cekaman kekeringan.
Tanggapan Jagung (Zea mays L.) Terhadap Sistem Parit Berbahan Organik dan Dosis Kalium di Lahan Kering pada Tanah Bersifat Vertic Taufan Alam, Tohari, dan Dja’far Shiddieq
Vegetalika Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1364

Abstract

Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tanggapan jagung terhadap sistem parit berbahan organik dan dosis kalium di lahan kering pada tanah vertic. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang dilaksanakan di lahan petani, Dusun Sidowayah, Kelurahan Wareng, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mulai bulan Februari sampai Juni 2011.Rancangan Percobaan yang digunakan adalah rancangan petak terbagi (split plot). Faktor pertama adalah sistem parit terdiri 3 taraf yaitu tanpa parit + tanpa bahan organik, parit + tanpa bahan organic, dan parit + bahan organic. Faktor kedua adalah dosis KCL terdiri atas 3 taraf yaitu tanpa KCl, 50 % dari rekomendasi Dinas Pertanian (37,5 kg/ha), dan 100 % dari rekomendasi Dinas Pertanian (75 kg/ha). Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam α = 5 %, apabila terdapat beda nyata antar perlakuan maka dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) α = 5 %.Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antar perlakuan parit dengan dosis kalium berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 6–12 minggu setelah tanam (mst), luas daun umur 12 mst, bobot kering umur 12 mst, indeks luas daun umur 12 mst, laju asimilasi bersih umur 12–6 mst, panjang tongkol, bobot biji per plot percobaan, bobot biji per hektar, dan serapan K. Parit berbahan organik meningkatkan hasil biji per hektar sebesar 40,34 % dibandingkan perlakuan tanpa parit + tanpa bahan organik. Pemupukan kalium 100 % dari rekomendasi Dinas Pertanian (75 kg/ha) meningkatkan hasil biji per hektar sebesar 43,68% dibandingkan perlakuan tanpa pupuk kalium.
Pengaruh Pengurangan Daun Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Paprika (Capsicum annum var.Grossum) Hidroponik Putri Hapsari Murdianingtyas, Didik Indradewa, dan Nikardi Gunadi
Vegetalika Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1365

Abstract

Paprika merupakan salah satu sayuran yang memiliki prospek yang bagus, namun produksi dalam negeri masih terbatas. Upaya untuk menanggulangi kendala tersebut dengan hidroponik dan pengurangan daun. Penelitian ini menggunakan dua varietas paprika yaitu varietas Inspiration dan Chang. Tujuan mengurangi daun dengan menyisakan daun per ruas per tanaman agar pertumbuhan dan hasil tanaman paprika dapat optimal.Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 3 ulangan. Petak utama terdiri dari dua varietas, yaitu V1 = Varietas Inspiration, V2 = Varietas Chang, dan sebagai anak petak, yaitu P1 = pengurangan daun dengan sisa dua daun per ruas, P2 = pengurangan daun dengan sisa tiga daun per ruas, dan P3 = pengurangan daun dengan sisa satu, tiga, lima daun per ruas per tanaman. Pengamatan yang dilakukan adalah penyekapan cahaya, tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, jumlah buah, dan hasil panen buah. Hasil penelitian menunjukkan, varietas Chang memiliki hasil panen yang lebih tinggi daripada varietas Inspiration, namun pertumbuhan tanamannya tidak berbeda. Pengurangan daun dengan sisa dua daun menghasilkan tanaman yang lebih tinggi, namun ukuran daun dan hasil panen buahnya tidak berbeda dibandingkan dengan pengurangan daun sisa tiga daun dan sisa satu sampai lima daun.
Pengaruh Macam dan Kadar Kitosan Terhadap Umur Simpan dan Mutu Buah Stroberi (Fragraria x ananassa Duch.) Ar Roufi Karina, Sri Trisnowati, Didik Indradewa
Vegetalika Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1366

Abstract

Stroberi merupakan produk hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dikonsumsi dalam bentuk segar maupun dalam bentuk olahan. Selain rasanya yang enak, buah stroberi banyak mengandung vitamin dan anti oksidan yang berguna bagi kesehatan tubuh. Akan tetapi, buah stroberi mudah rusak dan memiliki umur simpan yang singkat. Agar penurunan mutu dan masa jual buah dapat diperpanjang, diperlukan upaya yang dapat menghambat kerusakannya. Penelitian ini bertujuan untuk memperpanjang umur simpan buah stroberi dengan cara pelapisan buah menggunakan kitosan. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap dengan dua faktor. Faktor pertama adalah macam kitosan yang terdiri atas kitosan kepiting dan kitosan udang, sedangkan faktor kedua adalah kadar kitosan yang terdiri atas kadar 1%, 1,5%, 2%, 2,5%, dan 3%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah stroberi yang dilapisi kitosan memiliki umur simpan yang lebih panjang dan mutu yang lebih baik daripada buah stroberi tanpa pelapisan kitosan. Masa simpan terpanjang dan mutu buah terbaik dicapai oleh pelapisan kitosan kepiting 3%. Buah stroberi yang dilapisi kitosan kepiting 3% tersebut dapat bertahan sampai dengan hari ke-6 dengan nilai susut berat yang paling rendah, nilai kekerasan paling tinggi dan nilai VQR paling tinggi yang menunjukkan buah masih terlihat cukup segar dengan kerusakan sedang. Selain itu buah dengan pelapisan kitosan kepiting 3% memiliki warna paling cerah dengan kandungan antosianin paling rendah, nilai padatan terlarut total (PTT) 7,99oBrix dan kandungan asam 13,81%, menunjukkan buah sudah terasa manis meskipun masih ada rasa asam, sesuai dengan penilaian konsumen. Konsumen juga menilai buah stroberi yang dilapisi kitosan kepiting 3% memiliki penampilan yang cukup menarik dan persentase serangan jamur yang hanya 17,16%, sehingga cukup diterima oleh konsumen.

Page 2 of 2 | Total Record : 15