cover
Contact Name
Siti Nurul Rofiqo Irwan
Contact Email
rofiqoirwan@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vegetalika.faperta@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Vegetalika
ISSN : 23024054     EISSN : 26227452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Vegetalika ISSN (Cetak): 2302-4054 dan ISSN (Online): 2622-7452 adalah open access jurnal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah berupa gagasan dan hasil penelitian. Topik publikasi berkaitan dengan disiplin ilmu Agronomi mencakup Manajemen dan Produksi Tanaman, Hortikultura, Ekologi Tanaman, Fisiologi Tanaman, Genetika dan Pemuliaan, Teknologi Benih, Bioteknologi Tanaman, dan Biostatistika.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2022): In Publish" : 7 Documents clear
Analisis Genetik Generasi F2 Hasil Persilangan Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Tipe Merambat dengan Tipe Semak Samuel Nanda Lazuardi; Panjisakti Basunanda
Vegetalika Vol 11, No 2 (2022): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.53446

Abstract

Buncis (Phaseolus vulgaris L.) adalah salah satu tanaman legum penting yang ditanam di semua benua dan bernilai ekonomi tinggi. Buncis Kenya adalah kultivar introduksi dari Kenya, Afrika, memiliki tipe tumbuh tegak (bush type), sedangkan buncis lokal diartikan sebagai buncis yang lazim ditanam di Indonesia, memiliki karakter tipe tumbuh merambat (climbing type). Persilangan antara buncis Kenya dan buncis lokal dapat memperluas latar belakang genetik buncis yang ditanam di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan buncis dengan tipe tumbuh tegak dan mengevaluasi keragaman genetik generasi F2 hasil persilangan tanaman buncis lokal Temanggung dan buncis Kenya. Penelitian dilaksanakan di greenhouse, rumah kasa, dan Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada pada bulan November 2018 hingga Juli 2019. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah satu jenis benih buncis lokal Temanggung dan satu jenis buncis Kenya hasil introduksi sebagai tetua, generasi F1 sebagai hasil persilangan kedua tetua, dan generasi F2. Generasi F1 memiliki sifat-sifat kombinasi kedua tetua. Karakter-karakter yang terekspresi pada generasi F1 dan F2 lebih banyak dipengaruhi oleh tetua lokal, sehingga karakter yang terdapat pada tetua Kenya, terutama pada karakter tinggi tanaman dan tipe pertumbuhan belum terlihat pada generasi F2. Nilai heritabilitas arti luas pada karakter kuantitatif tergolong sedang hingga tinggi, namun karakter-karakter tersebut belum dapat dijadikan sebagai acuan di dalam tahap seleksi. Pada karakter kualitatif tipe pertumbuhan, posisi polong, dan warna biji dapat diduga dikendalikan oleh beberapa gen pada dua lokus.
Laju Respirasi Buah Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) yang Dilapisi dengan Kitosan Selama Penyimpanan Dessy Wulandari; Erlina Ambarwati
Vegetalika Vol 11, No 2 (2022): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.53561

Abstract

Kebutuhan buah tomat semakin tinggi setiap tahunnya, sehingga diperlukan teknologi tepat guna edible coating untuk mengurangi masalah penurunan kualitas dan daya simpan buah tomat. Penelitian ini bertujuan untuk menekan laju respirasi buah tomat yang diberi perlakuan pelapisan kitosan udang dan kepiting dengan konsentrasi 2%, 4%, dan 6%. Penelitian dilaksanakan di Sub Laboratorium Hortikultura, Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak kelompok lengkap dengan 4 blok sebagai ulangan. Penelitian ini terdiri dari kitosan kepiting dan kitosan udang masing-masing dengan konsentrasi, 2%, 4%, dan 6%, serta kontrol (tidak diberikan pelapisan kitosan). Variabel yang diamati berupa laju respirasi, visual quality rating, daya simpan, kekerasan buah, padatan terlarut, gula tereduksi, total asam tertitrasi, vitamin C, dan likopen. Data dianalisis varians (ANOVA) dengan α=5%, dilanjutkan dengan uji HSD-Tukey pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan edible coating kitosan udang dan kepiting hingga konsentrasi 6% dapat memperlambat laju respirasi serta masih dapat mempertahankan kualitas tomat sama seperti kontrol (buah tomat tanpa diberi pelapis). Daya simpan buah tomat yang dilapisi kitosan kepiting dan udang sampai dengan konsentrasi 6% dapat diperpanjang 16 hari.
Kajian Senyawa Metabolit Sekunder pada Mentimun (Cucumis sativus L.) Wiwit Yuni Astuti; Dyah Weny Respatie
Vegetalika Vol 11, No 2 (2022): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.60886

Abstract

Senyawa metabolit sekunder merupakan produk yang terbentuk dari proses metabolisme secara insidental dan umumnya tidak terlalu berpengaruh penting terhadap kehidupan organisme. Mentimun mengandung senyawa metabolit sekunder diantaranya alkaloid, glikosida, steroid, saponin, tannin, flavonoid, terpenoid, resin, polifenol, fenol, glikosida sianogenik, dan antosianin. Kandungan senyawa metabolit sekunder pada mentimun dipengaruhi oleh faktor internal (genetik dan fisiologis) dan lingkungan (suhu, salinitas, kekeringan, radiasi sinar UV). Senyawa metabolit sekunder pada mentimun berperan penting bagi kehidupan tanaman atau untuk kesehatan manusia. Senyawa metabolit sekunder pada mentimun berperan sebagai antraktan serta pertahanan tanaman terhadap herbivora, hama, dan patogen. Senyawa metabolit sekunder pada mentimun dalam dunia medis dapat mencegah berbagai macam penyakit seperti peradangan, infeksi bakteri, kanker, demam, diabetes, maupun gangguan pencernaan. Kandungan senyawa metabolit sekunder dapat ditentukan melalui analisis kualitatif (uji warna) dan kuantitatif (kromatografi dan spektrometri). Secara kuantitatif, kandungan senyawa metabolit sekunder harus melalui proses pemisahan melalui kromatografi (paper chromatography, thin layer chromatography, gas liquid chromatography, high performance liquid chromatography) dan diidentifikasi menggunakan detektor (spektrofotometer UV-vis, spektrofotometer IR, NMR spectroscopy, dan mass spectroscopy). Rasa pahit pada mentimun dapat diatasi dengan menggunakan varietas yang menghasilkan buah tidak pahit, menjaga suhu dan kelembaban tanah dengan menentukan periode tanam yang tepat disesuaikan data suhu bulanan, pengairan teratur, serta penggunaan mulsa organik
Pengaruh Pemberian Kalsium Silikat terhadap Pertumbuhan dan Struktur Anatomi Akar Tanaman Padi (Oryza sativa L. ‘IR64’) pada Kondisi Cekaman Salinitas Diah Rachmawati; Aliya Nadira Irsyad; Diah Rachmawati
Vegetalika Vol 11, No 2 (2022): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.66507

Abstract

Salinitas merupakan salah satu cekaman abiotik yang umum terjadi di lahan persawahan. Salinitas dapat menyebabkan produktivitas padi menurun akibat terhambatnya pertumbuhan tanaman padi. Salah satu cara untuk mengurangi dampak negatif cekaman salinitas yaitu dengan aplikasi pupuk silikat.  Pupuk silikat sebagai sumber silikon (Si) dapat meningkatkan pertumbuhan serta toleransi tanaman padi saat berada pada kondisi cekaman biotik maupun abiotic, salah satunya salinitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh kalsium silikat terhadap pertumbuhan, dan struktur anatomi akar tanaman padi ‘IR64’ pada kondisi cekaman salinitas. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor yaitu kalsium silikat dan salinitas. Konsentrasi yang digunakan pada perlakuan kalsium silikat 0, 1, dan 2 mM serta untuk perlakuan salinitas 0, 37.5, dan 50 mM NaCl. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis varian (ANOVA) dan jika terdapat pengaruh maka dilanjutkan dengan menggunakan uji DMRT dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi kalsium silikat meningkatkan pertumbuhan tanaman padi ‘IR64’ pada kondisi cekaman salinitas. Pada kondisi cekaman salinitas, aplikasi kalsium silikat mampu meningkatkan diameter akar, tebal eksodermis, tebal korteks, dan diameter stele tanaman padi ‘IR64’. 
Keragaan Tanaman Tomat Apokarpel (Solanum lycopersicum L.) sebagai Tanaman Hias dalam Pot dengan Pengaplikasian Paklobutrazol Eka Candra Wardani; Rudi Hari Murti; Endang Sulistyaningsih; Rohlan Rogomulyo
Vegetalika Vol 11, No 2 (2022): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.66539

Abstract

Tanaman hias memiliki pasar yang luas diantaranya rumah tangga, perkantoran dan perhotelan, namun tanaman hias yang berasal dari tanaman buah belum banyak dimanfaatkan. Tanaman tomat apokarpel berpeluang untuk dimanfaatkan sebagai tanaman hias karena bentuk buahnya yang unik, namun kelemahannya yaitu berhabitus tinggi. Upaya memperpendek tanaman tersebut yaitu mengaplikasikan zat pengatur tumbuh paklobutrazol. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aplikasi paklobutrazol yang tepat sesuai kriteria tanaman pot. Penelitian dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Wilayah V Pakem, Sleman pada Januari-Juni 2019 menggunakan rancangan petak terbelah dalam rancangan acak kelompok lengkap dengan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari dua faktor yaitu waktu aplikasi (2 Minggu Setelah Semai (MSS) dan 2 Minggu Setelah Pindah Tanam (MSPT) dan konsentrasi paklobutrazol (0 ppm, 75 ppm, 150 ppm, 225 ppm, dan 300 ppm). Data diuji menggunakan analisis anova dan analisis kontras antara perlakuan kontrol dan aplikasi paklobutrazol serta dilanjutkan dengan analisis HSD Tukey α= 5% apabila terdapat beda nyata antara kontrol dengan aplikasi paklobutrazol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi paklobutrazol menghambat tinggi tanaman dengan cara menurunkan jumlah nodus, memperpendek internodus, dan memperpendek sel batang. Selain itu paklobutrazol juga mengurangi jumlah buah per tanaman, diameter buah dan bobot buah melalui mekanisme penutupan stomata. Perlakuan yang paling efisien adalah 75 ppm yang diaplikasikan pada 2 MSS maupun 2 MSPT.
Pengaruh Cekaman Air pada Masa Penanaman terhadap Anatomi dan Fungsi Xilem serta Waktu Pajang Bunga Potong Kenikir (Tagetes erecta L.) Roy Ridwan Kencana; Maryani Maryani
Vegetalika Vol 11, No 2 (2022): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.71370

Abstract

Berbagai penelitian telah dilakukan untuk meningkatkan waktu pajang bunga potong demi meningkatkan nilai jualnya di pasar. Salah satu pendekatan yang digunakan oleh peneliti adalah dengan memicu pembentukan karakter anatomi jaringan xilem bunga potong yang lebih resisten terhadap embolisme, guna meningkatkan kemampuan rehidrasinya dengan memodifikasi kondisi lingkungan pada masa penanaman. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari kondisi air yang berbeda pada masa penanaman terhadap karakter jaringan xilem, konduktivitas hidraulik batang, serta kemampuan rehidrasi dan waktu pajang bunga potong dari tanaman marigold (Tagetes erecta L.). Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dimana bibit tanaman berusia empat minggu ditumbuhkan selama dua bulan dengan tiga volume penyiraman harian yang berbeda, yakni sebanyak 20%, 60%, dan 100% kapasitas lapang (KL). Data hasil penelitian kemudian dianalisis dengan analisis variansi (ANOVA) serta uji lanjut BNT (beda nyata terkecil) dalam taraf signifikansi sebesar 5% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter struktural dan fungsional xilem pada tanaman Tagetes erecta L. hanya dapat terpengaruh oleh kondisi cekaman air berat (20% KL), yang berdampak negatif pada konduktivitas hidraulik batang, luas jaringan xilem, serta diameter lumen unsur pembuluh xilem. Akan tetapi, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan pada karakter jumlah maupun frekuensi unsur pembuluh tersebut. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa meskipun didapati perubahan pada karakter struktural dan fungsional xilem batang, cekaman air yang diberikan pada akhirnya tidak berhasil mempengaruhi kemampuan rehidrasi maupun waktu pajang bunga potong yang dihasilkan.
Keragaman Genetik Genotipe Mutan Cabai (Capsicum annuum L.) Hasil Iradiasi Sinar Gamma Berdasarkan Penanda Mikrosatelit Kristianto Nugroho; Trikoesoemaningtyas Trikoesoemaningtyas; Muhammad Syukur; Puji Lestari
Vegetalika Vol 11, No 2 (2022): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.72861

Abstract

Analisis keragaman genetik mutan perlu dilakukan untuk melihat sejauh mana perubahan genetik yang terjadi dibanding varietas asalnya. Mikrosatelit merupakan penanda molekuler yang dapat dimanfaatkan dalam analisis keragaman genetik mutan karena keberadaannya yang melimpah dalam genom tanaman, reproduksibilitas tinggi polimorfisme tinggi, dan bersifat kodominan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis keragaman genetik genotipe mutan cabai hasil iradiasi sinar gamma menggunakan penanda mikrosatelit serta memperoleh informasi tingkat polimorfisme dari penanda mikrosatelit yang digunakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2020 hingga Februari 2021 di Laboratorium Biologi Molekuler BB Biogen Bogor. Sebanyak sepuluh genotipe mutan cabai hasil iradiasi varietas Lingga generasi M2 yang menunjukkan perubahan pada ukuran buah dianalisis keragaman genetiknya menggunakan 27 penanda mikrosatelit. Kontruksi pohon filogenetik dan matriks kesamaan genetik dibuat menggunakan perangkat lunak NTSYS versi 2.1 sedangkan analisis polimorfisme marka dilakukan mengggunakan PowerMarker 3.25. Analisis filogenetik menunjukkan adanya pemisahan antara varietas Lingga dan genotipe mutan menjadi dua klaster pada koefisien kemiripan genetik 0,57. Dari kesepuluh genotipe mutan yang dianalisis terdapat tiga genotipe mutan dengan kemiripan genetik terendah dari varietas Lingga yaitu L275, L312, dan L352 dan satu genotipe dengan kemiripan genetik paling tinggi dengan varietas Lingga yaitu L106. Analisis tingkat polimorfisme menunjukkan bahwa terdapat enam penanda mikrosatelit dengan tingkat informativitas tinggi (PIC >0,7) yang dapat digunakan untuk menganalisis keragaman genetik mutan maupun sebagai alat bantu seleksi pada generasi selanjutnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 7