cover
Contact Name
Paulus Parnyoto
Contact Email
realpaul@ugm.ac.id
Phone
+628994796772
Journal Mail Official
abis-maksi.feb@ugm.ac.id
Editorial Address
Jl. Sosio Humaniora No. 1 Bulaksumur Yogyakarta 55281 » Tel / fax : 0274-513109 / 0274-548516
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal
ISSN : 23021500     EISSN : 23021500     DOI : 10.22146/abis
Core Subject : Economy,
ABIS : Accounting and Bussiness Information Systems Journal, terbitan ini berisi artikel bidang ilmu Akuntansi dan Sistem Informasi yang diterbitkan secara berkala satu tahun 4 kali yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2015): May" : 5 Documents clear
STUDI ATAS PELAKSANAAN REVIU DOKUMEN RENCANA PEMBANGUNAN DAN ANGGARAN TAHUNAN OLEH INSPEKTORAT KABUPATEN BATANG Raditya Pramana
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 3, No 2 (2015): May
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.605 KB) | DOI: 10.22146/abis.v3i2.59284

Abstract

Banyaknya permasalahan dalam perencanaan dan penganggaran di pemerintah daerah mendorong Kementerian Dalam Negeri untuk menerbitkan kebijakan yang mewajibkan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di daerah untuk melakukan quality assurance terhadap perencanaan dan penganggaran di pemerintah daerah mulai tahun 2015. Hal tersebut merupakan peran baru yang harus dijalankan oleh APIP. Sebelumnya, dalam pengelolaan keuangan daerah APIP hanya berperan di sisi pelaksanaan dan pelaporan. Peran baru tersebut diwujudkan dalam pelaksanaan reviu dokumen rencana pembangunan dan anggaran tahunan. Salah satu pemerintah daerah yang melaksanakan reviu tersebut adalah Kabupaten Batang.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pelaksanaan reviu dokumen rencana pembangunan dan anggaran tahunan oleh Inspektorat Kabupaten Batang sehingga diperoleh pemahaman yang lebih mendalam. Selain itu, penelitian ini juga dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan pelaksanaan reviu dokumen rencana pembangunan dan anggaran tahunan di Kabupaten Batang belum optimal. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif khususnya studi kasus. Data primer dan data sekunder diperoleh melalui wawancara dan pengumpulan dokumen. Selanjutnya, data tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis data tekstual.Hasil penelitian menunjukkan bahwa reviu dokumen rencana pembangunan dan anggaran tahunan di Kabupaten Batang baru pertama kali dilakukan pada tahun 2016. Reviu dokumen rencana pembangunan dan anggaran tahunan daerah yang harus dilaksanakan oleh APIP di daerah terdiri atas reviu RKPD/Perubahan RKPD, reviu Renja-SKPD/Perubahan Renja-SKPD, reviu KUA-PPAS/KUA-PPAS Perubahan dan reviu RKA-SKPD/RKA-SKPD Perubahan oleh APIP Provinsi/Kabupaten/Kota, namun Inspektorat Kabupaten Batang hanya melaksanakan reviu RKA-SKPD/RKA-SKPD Perubahan. Secara garis besar, proses pelaksanaan reviu RKA-SKPD yang dilaksanakan oleh Inspektorat Kabupaten Batang terdiri dari tiga tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan. Adapun pelaksanaan reviu tersebut dirasakan masih kurang optimal. Kendala dan permasalahan yang menyebabkan pelaksanaan reviu tersebut belum optimal yaitu aparat pengawas yang terbatas, pengetahuan/pemahaman atas reviu yang belum memadai, waktu reviu yang terbatas, penyampaian data/dokumen oleh petugas dari SKPD yang sering kali terlambat, data/dokumen yang disampaikan kurang lengkap/belum final dan kesulitan untuk bertemu dengan petugas terkait.
ANALISIS PENDANAAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DAERAH DENGAN OBLIGASI DAERAH DAN AVAILABILITY PAYMENT (Studi pada Perluasan Bangunan dan Fasilitas RSUD Wates Kabupaten Kulon Progo) Roby Aditiya
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 3, No 2 (2015): May
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1115.426 KB) | DOI: 10.22146/abis.v3i2.59286

Abstract

Pembangunan infrastruktur daerah menjadi kebutuhan dalam meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. Nyatanya, tidak semua pemerintah daerah memiliki anggaran untuk memenuhi dana pembangunan infrastruktur. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian alternatif sumber pendanaan pembangunan infrastruktur daerah. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis sumber pendanaan optimal untuk pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates Kabupaten Kulon Progo dari alternatif obligasi daerah dan availability payment. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan menganalisis peluang dan tantangan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Kulon Progo jika ingin menggunakan alternatif pendanaan tersebut. Jenis penelitian ini ialah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara alternatif pendanaan obligasi daerah dan availability payment, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo sebaiknya memilih pendanaan dengan skema obligasi daerah karena dapat memberikan efisiensi dana sebesar Rp501.710.622.361 dibanding ketika menggunakan sumber dari penerimaan umum APBD dan dapat memberikan efisiensi dana sebesar Rp71.019.098.453 dibanding ketika menggunakan alternatif pendanaan availability payment. Terdapat beberapa peluang dan tantangan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Kulon Progo jika ingin menggunakan alternatif pendanaan tersebut. Peluang tersebut antara lain pengelolaan keuangan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo yang sudah baik, adanya peluang pasar yang besar, banyaknya badan usaha yang berpengalaman, serta adanya lembaga-lembaga pendukung. Sedangkan tantangan yang dihadapi antara lain ketergantungan terhadap transfer dari pusat dan provinsi, masih rendahnya kompetensi sumber daya manusia, masih rendahnya pemahaman serta kepercayaan masyarakat dan badan usaha, komitmen dari pimpinan eksekutif dan legislatif, membutuhkan usaha yang ekstra, dan terakhir ialah perlunya perubahan mindset sumber daya manusia.
ALISIS HUBUNGAN ANTARA SKEMA KOMPENSASI DAN RETENSI KARYAWAN PADA PT GALANG MEDIA UTAMA YOGYAKARTA DAN UGM PRESS YOGYAKARTA Zakiah Zakiah
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 3, No 2 (2015): May
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.564 KB) | DOI: 10.22146/abis.v3i2.59290

Abstract

Perubahan lingkungan bisnis yang radikal, cepat, konstan, pervasif dan simultan mengharuskan sebuah perusahaan melakukan kegiatan bisnisnya secara efektif dengan cara membuat karyawannya yang berharga tetap bertahan (retensi karyawan) di perusahaan (Hosain, 2016). Lebih lanjut, Hosain (2016) mengatakan bahwa retensi karyawan dipengaruhi oleh kepuasan kerja. Kompensasi yang diterima karyawan merupakan salah satu hal yang akan memberikan kepuasan bagi karyawan. Karyawan yang puas akan memberikan kualitas lebih baik dalam bekerja dan hasil akhirnya memberikan laba lebih besar bagi perusahaan.PT Galang Media Utama (GMU) dan UGM Press merupakan perusahaan penerbit di Yogyakarta yang memiliki tingkat retensi karyawan sebesar 66,67% dan 79% atau turnover karyawan sebesar 33,33% dan 21%. Tingginya tingkat turnover karyawan pada GMU dan UGM Press harus dianalisis oleh pihak manajemen karena hal tersebut memberikan potensi kerugian finansial, nonfinansial, serta masalah reputasi bagi perusahaan. Penyebab tingginya turnover karyawan dianalisis keterkaitannya dengan skema kompensasi kedua perusahaan. Kemudian skema kompensasi kedua perusahaan dinilai efektivitasnya dalam meretensi karyawan. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Statistik korelasi ditambahkan untuk menunjukkan lebih jelas adanya hubungan antara skema kompensasi dan retensi karyawan.Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif dan moderate antara skema kompensasi dan retensi karyawan pada PT Galang Media Utama (GMU) dan UGM Press dilihat dari nilai pearson correlation-nya. Dari hasil analisis proporsi, karyawan GMU lebih banyak yang memiliki niat untuk keluar dari perusahaan karena faktor kompensasi perusahaan dibandingkan karyawan UGM Press. Kepuasan karyawan atas kompensasi perusahaan juga ditunjukkan lebih tinggi oleh karyawan UGM Press dibandingkan karyawan GMU. Skema kompensasi UGM Press juga menunjukkan lebih efektif dalam meretensi karyawannya dibandingkan dengan GMU.
Pengaruh Komite Audit terhadap Persistensi Laba Florentina Widita Sari
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 3, No 2 (2015): May
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.322 KB) | DOI: 10.22146/abis.v3i2.59311

Abstract

Peraturan 55/POJK/2015 berlaku untuk memperbaiki tugas dan fungsi komite audit sebagai dewan pengawas perusahaan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menguji keterkaitan antara komite audit dengan kualitas laba yang diproksikan dengan persistensi laba. Sampel penelitian ini ialah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2013-2014. Komite audit diukur dengan lama menjabat sebagai anggota komite audit di perusahaan amatan. Selanjutnya, penelitian ini menambahkan variabel kontrol berupa ukuran perusahaan, leverage, lama perusahaan terdaftar di BEI, sebaran tahun menjabat, dan kategori masa jabatan. Dari 234 sampel, komite audit berpengaruh positif terhadap persistensi laba dapat dibuktikan. Komite audit ternyata tidak hanya memegang fungsi pengawasan sekaligus penasihat di perusahaan. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk menilai efektivitas fungsi penasihat komite audit.
Evaluasi Pengembangan Indikator Kinerja Studi pada Badan Pusat Statistik (BPS) Husaini Husaini
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 3, No 2 (2015): May
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.145 KB) | DOI: 10.22146/abis.v3i2.59314

Abstract

This study aims to evaluate the performance indicator development process in BPS; analyze whether BPS’s performance indicators have described its performance; and identify the factors that play a role in the development of BPS’s performance indicators. This study uses a qualitative approach with a case study method, in which the views or opinions of participants are the key to address the existing problems. The results show that the performance indicator development at BPS hasn’t been done well because there are still discrepancies of information, both among the BPS planning documents and with the target performance. BPS’s performance indicators are considered as not describing the designated performance because it is still oriented to the effort, and not the result. The factors that play a role in BPS’s performance indicator development include: management support, technical competence, regulatory demands, statistics development in other countries; whereas the impeding factors are availability of performance data, lack of internal commitment, conflict of interest, and stakeholder’s divergent understanding of official statistics.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2015 2015