cover
Contact Name
Paulus Parnyoto
Contact Email
realpaul@ugm.ac.id
Phone
+628994796772
Journal Mail Official
abis-maksi.feb@ugm.ac.id
Editorial Address
Jl. Sosio Humaniora No. 1 Bulaksumur Yogyakarta 55281 » Tel / fax : 0274-513109 / 0274-548516
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal
ISSN : 23021500     EISSN : 23021500     DOI : 10.22146/abis
Core Subject : Economy,
ABIS : Accounting and Bussiness Information Systems Journal, terbitan ini berisi artikel bidang ilmu Akuntansi dan Sistem Informasi yang diterbitkan secara berkala satu tahun 4 kali yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3 (2016): August" : 5 Documents clear
Pengembangan Indikator Pemantauan dan Evaluasi Penggunaan Dana Desa (Studi pada Desa Sidoarum Kabupaten Sleman) Asti Kartika Wijayanti
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 4, No 3 (2016): August
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v4i3.59325

Abstract

The availability of Village Fund since 2015 further increases the flow of funds to the village. Therefore, this fact must be accompanied with adequate monitoring and evaluation on the utilization of the Village Fund itself. Evaluators require the tools to measure the performance of Village Fund implementation. This study aims to develop the monitoring and evaluation indicators of Village Fund usage in accordance with the economical, efficient, and effective principle (3E) based on the framework of the Friedman’s Four Quadrants. This study uses developmental research with qualitative methods. Sidoarum Village, with its lowland typology is selected as the object of this study in order to obtain valuable input to the indicators. The measurement result on performance indicator shows that Sidoarum Village utilizes two types of indicators on 24 activities namely the percentage of budget realization in effort quality quadrant and the utilization of the activities result in quality quadrant result. The usage of performance indicators should be adjusted to the characteristics of each activity. Thus, this study offers the indicators that have been adapted to the type of prioritized activities for the utilization of the Village Fund, both in the development and community empowerment fields. This study is able to generate the monitoring and evaluation indicators of the Village Fund, consisting of 13 common indicators and 11 specific indicators. The indicators are formulated based on the results of expert practitioner’s validation from the Representative of Development and Finance Supervisory Agency of Special Region of Yogyakarta, Sleman Regency Village Government Affairs, as well as the validation of academic experts. However, these indicators still have some limitations on several aspects which need to be improved through further research.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT TINDAK LANJUT SARAN PERBAIKAN KINERJA ATAS LAPORAN HASIL EVALUASI AKUNTABILITAS KINERJA PADA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN KLATEN Citra Rosa Aprianti Gurning
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 4, No 3 (2016): August
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v4i3.59326

Abstract

Penerapan sistem akuntabilitas kinerja instansi Pemerintah Kabupaten Klaten untuk tahun 2014 dan 2015 masih dengan kategori C (kurang). Berdasarkan Laporan Hasil Evaluasi (LHE) tahun 2014 dan 2015, penerapan sistem akuntabilitas kinerja Pemerintah Kabupaten Klaten mengandung beberapa kelemahan pada komponen perencanaan, pengukuran, dan pelaporan kinerja serta evaluasi internal. Pada LHE akuntabilitas kinerja Pemerintah Kabupaten Klaten juga diberikan saran perbaikan kinerja untuk mengefektifkan penerapan sistem akuntabilitas kinerja. Saran perbaikan kinerja atas penerapan akuntabilitas kinerja telah diberikan setiap tahun tetapi belum terjadi perubahan atas kinerja Pemerintah Kabupaten Klaten. Pemerintah Kabupaten Klaten masih dengan kategori C (kurang) ini mengindikasikan adanya faktor-faktor penghambat yang dihadapi dalam menindaklanjuti saran perbaikan kinerja.Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor penghambat yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Klaten dalam menindaklanjuti saran perbaikan kinerja dan mengidentifikasi upaya-upaya yang sudah dilakukan untuk menindaklanjuti saran perbaikan kinerja tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Metode pengumpulan data dilakukan dengan identifikasi dokumen dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penghambat tersebut diantaranya rencana pembangunan jangka menengah yang disusun tidak terperinci, pelaksana tugas daerah tidak mendapat dukungan langsung dari pimpinan, tidak menerapkan sistem reward dan punishment berdasarkan penilaian kinerja, penerapan sistem akuntabilitas kinerja tidak termasuk prioritas, danterjadi kekurangan jumlah auditor internal. Upaya-upaya yang sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Klaten untuk menindaklanjuti saran perbaikan kinerja diantaranya studi banding, pelatihan, dan penyusunan rencana pembangunan jangka menengah yang baru untuk periode tahun 2016-2021.
EVALUASI PELAKSANAAN AUDIT INTERNAL PADA INSPEKTORAT KABUPATEN SLEMAN Citra Saryani Romarito
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 4, No 3 (2016): August
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v4i3.59327

Abstract

Dalam mencapai efektivitas peran APIP, maka dibutuhkan kapabilitas yang memadai bagi APIP itu sendiri. Berdasarkan laporan hasil pengawasan semester 1 Tahun 2015 BPKP menyatakan bahwa masih ada APIP di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang kapabilitas-nya berada pada level 2 dengan catatan perbaikan dan Inspektorat Kabupaten Sleman terma-suk salah satu didalamnya. Hal tersebut dapat diartikan bahwa proses audit telah dilaksana-kan, tetapi belum selaras dengan standar audit. Salah satu penilaian yang dapat dilakukan un-tuk mengetahui kesesuaian pelaksanaan audit internal dengan standar audit ialah dengan menggunakan pedoman telaah sejawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kese-suaian pelaksanaan audit internal dengan standar audit yang berlaku. Penelitian ini menggu-nakan metode kualitatif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemenuhan terhadap Standar Audit Intern Pe-merintah Indonesia oleh Inspektorat Kabupaten Sleman ialah cukup baik, yaitu 64,145%. Ketidaksesuaian terjadi karena jadwal penugasan yang padat, kemampuan objek pemeriksaan berbeda, kurangnya personil dan kemampuan auditor masih kurang, fasilitas yang belum me-madai, dan kurangnya pengawasan APIP terhadap pelaksanaan audit. Upaya perbaikan yang telah dilakukan, antara lain, melakukan perbaikan perencanaan audit, melakukan pembinaan pada objek pemeriksaan, meningkatkan kompetensi auditor, dan mengupayakan penambahan jumlah auditor. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada para pembuat kebijakan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan sehingga terwujud peran APIP yang efektif.
ANALISIS KONSISTENSI ANTARA DOKUMEN PERENCANAAN DENGAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH (STUDI PADA PEMERINTAH KABUPATEN BELU TAHUN 2009-2014) Daniel Mite Katho
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 4, No 3 (2016): August
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v4i3.59328

Abstract

Selain untuk mengetahui tingkat konsisten antara dokumen perencanaan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan sebab-sebab terjadinya inkonsistensi antara dokumen perencanaan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Jenis data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dokumentasi dan wawancara semi terstruktur serta Focus Group Disccusion (FGD). Metode penentuan partisipan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Partisipan dalam penelitian ini terdiri orang-orang yang terlibat secara langsung dalam proses perencanaan dan penganggaran yaitu Rencana Jangka Panjang Daerah (RPJMD), Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) dan Anggaran Pendapatan dan Belana Daerah (APBD). Teknik analsis data dalam penelitian ini menggunakan interactive model.Analisis dilakukan terhadap dokumen perencanaan dan penganggaran yaitu dengan melakukan integrasi antara dokumen RPJMD, RKPD, PPAS dan APBD untuk mengetahui tingkat konsistensi antara dokumen-dokumen tersebut. Hasil analisis dokumentasi menunjukkan tingkat konsistensi yang sangat rendah dan rendah pada RKPD terhadap RPJMD dan PPAS terhadap RKPD sedangkan APBD terhadap PPAS menunujukkan tingkat konsistensi yang tinggi dan sangat tinggi. Oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa dokumen perencanaan belum dijadikan acuan dalam menyusun APBD. Selanjutnya, analisis dilakukan terhadap hasil wawancara dan FGD yang mengarah pada pembentukan lima tema pokok penyebab inkonsistensi antara dokumen perencanaan dengan APBD yaitu: Pertama, sumber daya manusia yang kurang paham tentang proses perencanaan dan penganggaran. Kedua, komitmen dari pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan. Ketiga, penggunaan aplikasi yang terintegrasi mulai dari proses penyusunan dokumen perencanaan sampai dengan APBD. Keempat, intervensi yang dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Kelima, Kebijakan dari pemerintah pusat.
EVALUASI SISTEM PENGUKURAN KINERJA RUMAH SAKIT (Studi Pada RSUD KARDINAH Tegal) Elisa Purwitasari
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 4, No 3 (2016): August
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v4i3.59329

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan kesesuaian informasi dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) RSUD Kardinah Tegal dan menguji indikator kinerja RSUD Kardinah dengan pendekatan OPM&M menggunakan alat bantu berfikir logis dengan cetak biru kinerja (Performance Blueprint). Analisis ini menggunakan model yang terdiri dari analisis logic model dan four quadrant analysis dalam mengevaluasi implementasi sistem SAKIP RSUD Kardinah Tegal.Analisis logic model dilakukan untuk melihat kesesuaian informasi dokumen perencanaan hingga pelaporan yang terdiri dari RENSTRA, RENJA, Ketetapan Kinerja, dan LAKIP. Four Quadrant Analysis dilakukan dalam menguji indikator kinerja dengan mendesain peta indikator yang akan menunjukkan indikator kinerja RSUD Kardinah Tegal berada dalam katagori upaya (kuantitas/kualitas) atau hasil (kuantitas/kualitas). Metode penelitian dilakukan dengan menganalisis data dan wawancara sebagai alat untuk penambahan informasi. Selanjutnya dari hasil evaluasi, dibuatlah suatu kesimpulan dengan menunjukkan keterbatasan yang ada dan memberikan saran-saran perbaikan kepada pihak RSUD Kardinah Tegal.Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum sepenuhnya menunjukkan kesesuaian informasi antara dokumen SAKIP. Hasil dari four quadrant analysis menunjukkan bahwa indikator kinerja RSUD Kardinah Tegal masih berorientasi pada kualitas dari upaya dalam memberikan pelayanan (service delivery outcomes) dan belum berbasis pada hasil (community outcomes).

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2016 2016