cover
Contact Name
Paulus Parnyoto
Contact Email
realpaul@ugm.ac.id
Phone
+628994796772
Journal Mail Official
abis-maksi.feb@ugm.ac.id
Editorial Address
Jl. Sosio Humaniora No. 1 Bulaksumur Yogyakarta 55281 » Tel / fax : 0274-513109 / 0274-548516
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal
ISSN : 23021500     EISSN : 23021500     DOI : 10.22146/abis
Core Subject : Economy,
ABIS : Accounting and Bussiness Information Systems Journal, terbitan ini berisi artikel bidang ilmu Akuntansi dan Sistem Informasi yang diterbitkan secara berkala satu tahun 4 kali yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2020): May" : 9 Documents clear
ANALISIS DAMPAK ADOPSI E-GOVERNMENT OLEH PEMERINTAH PADA PENERAPAN TEKNIK AUDIT BERBANTUAN KOMPUTER (STUDI PADA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERWAKILAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA) Fajar Kholillulloh
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 8, No 2 (2020): May
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v8i2.58889

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak adopsi sistem e-government oleh pemerintah pada  penerapan Teknik Audit Berbantuan Komputer (TABK) yang digunakan auditor BPK perwakilan Yogyakarta. Untuk dapat menjawab pertanyaan penelitian, peneliti melakukan wawancara yang didasarkan pada elemen wawancara yang dirumuskan oleh Kotb dan Roberts (2011). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Setelah menerapkan sistem e-government, instansi pemerintah mulai mengalami perubahan pada cara mereka melakukan proses operasionalnya, cara mereka melakukan transaksi, cara mereka melakukan pelayanan, dan cara mereka berinteraksi dengan seluruh stakeholdersnya ; (2) Penerapan sistem e-government memberikan dampak perubahan pada teknik pengauditan yang seharusnya dilakukan. Sistem e-government telah memberikan dampak perubahan pada jenis dan sumber bukti audit yang dihasilkan, dan risiko bisnis baru yang muncul, situasi ini mengharuskan penyesuaian pada teknik pengujian pengendalian internal yang harus dilakukan pada sistem e-government tersebut. Selain itu, perubahan teknik yang sebelumnya menggunakan teknik manual juga perlu dirubah dengan menggunakan teknik audit berbantuan komputer (TABK) ; (3) Secara umum, prosedur-prosedur pengauditan yang dilakukan tidak mengalami perubahan. Namun, terdapat tambahan prosedur yang disiapkan untuk melakukan pemeriksan pada software dan aplikasi yang gunakan oleh instansi pemerintah untuk mendukung penerapan sistem e-government ; (4) Salah satu keterbatasan BPK dalam mengembangkan BPK Sinergi yang dasarnya ialah pemanfaatan teknik audit berbantuan komputer antara lain masih minimnya auditor BPK yang memiliki pemahaman baik tentang teknologi informasi dan bagaimana mengaplikasikan software dan aplikasi pengauditan yang digunakan untuk mendukung teknik audit berbantuan komputer. Penelitian ini menunjukkan bahwa memang terdapat dampak perubahan yang diakibatkan atas penerapan sistem e-government oleh instansi pemerintah kepada penerapan TABK yang digunakan para auditor BPK dalam melakukan proses pengauditan, BPK juga telah menerapkan program BPK Sinergi untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan sistem tesebut.
EVALUASI PERFORMANCE BASED PAY UNTUK MEWUJUDKAN PENINGKATAN KINERJA DOSEN BERKELANJUTAN (Studi pada Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) Kholifah Fil Ardhi
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 8, No 2 (2020): May
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v8i2.58891

Abstract

INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk megevaluasi implementasi performance based pay pada aspek distribusi pekerjaan, motivasi insentif, dan alur pelaksanaan performance based pay di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Desain penelitian ini yaitu kualitatif dengan metode studi kasus Data yang digunakan terdiri atas data primer yang berasal dari kegiatan wawancara dengan dosen dan reviewer sebagai participants serta data sekunder yang berasal dari dokumentasi Universitas meliputi data kinerja dosen, surat keputusan rektor tentang satuan penilaian kinerja dan buku pemodan ketenagakerjaan.Berdasarkan hasil penelitiain menunjukkan bahwa implementasi performance based pay UMY sudah berjalan baik namun dengan beberapa permasalahan. Dari ketiga aspek yang digali bahwa aspek distribusi pekerjaan dan motivas insentif telah berjalan dengan baik. Namun, aspek alur pelaksanaan performance based pay yaitu pada proses pencatatan kinerja masih menimbulkan permasalahan. Permasalahan tersebut yaitu pada kerumitan aktivitas pencatatan kinerja yang dilakukan individu oleh dosen pada situs kepegawaian UMY. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk mengadakan pelatihan kepada dosen yang masih tidak tercapai kinerja dan mengadakan tenaga enumerator dalam membantu dosen mencatat kinerja mereka. 
EVALUASI ANGGARAN SEBAGAI ALAT PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN MANAJEMEN (STUDI KASUS DI PRIMER KOPERASI KARTIKA C.14 SALATIGA) Yogka Arief Pratama
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 8, No 2 (2020): May
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v8i2.58892

Abstract

ABSTRAKTujuan – Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap penggunaan anggaran sebagai alat perencanaan dan pengendalian manajemen di Primer Koperasi Kartika C.14 Salatiga. Selain itu, tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor penyebab penggunaan anggaran sebagai alat perencanaan dan pengendalian manajemen di Primer Koperasi Kartika C.14 Salatiga belum optimal.Desain/Metodologi/Pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan membandingkan laporan rencana dan laporan realisasi pendapatan dan belanja Primer Koperasi Kartika C.14 Salatiga. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Data dikumpulkan melalui proses wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Data tersebut berkaitan dengan proses penyusunan anggaran, perencanaan, dan pengendalian di Primer Koperasi Kartika C.14 Salatiga.Temuan – Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengurus Primer Koperasi Kartika C.14 Salatiga tidak memiliki aturan atau pedoman baku penyusunan anggaran sehingga anggaran dibuat berdasarkan anggaran tahun lalu, laporan kinerja bulanan, dan hasil evaluasi yang disampaikan anggota pada saat RAT. Hal ini berakibat pada anggaran yang disusun tidak sesuai dengan kondisi koperasi yang sebenarnya dan fungsi anggaran sebagai alat perencanaan dan pengendalian tidak dapat berjalan dengan optimal. Penyebab utama pengurus belum mampu menggunakan anggaran sebagai alat perencanaan dan pengendalian manajemen adalah kurangnya kemampuan dan pengalaman pengurus dalam memanfaatkan anggaran sebagai alat perencanaan dan pengendalian manajemen.Batasan/Implikasi – Keterbatasan dari penelitian ini adalah peneliti tidak memperoleh pedoman baku terkait proses penyusunan anggaran dan buku besar koperasi. Meskipun demikian, keterbatasan tersebut tidak mempengaruhi hasil penelitian ini. Implikasi dari penelitian ini adalah penggunaan anggaran sebagai alat perencanaan dan pengendalian manajemen berdampak positif pada pencapaian tujuan koperasi.Originalitas/Nilai – Anggaran merupakan salah satu alat perencanaan dan pengendalian manajemen yang powerfull untuk mencapai tujuan koperasi dan memenangkan persaingan pasar.
KOMBINASI ANALISIS FUNDAMENTAL DENGAN ANALISIS TEKNIKAL DALAM MENGHASILKAN RETURN SAHAM Damar Jatikumoro Sulistio
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 8, No 2 (2020): May
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v8i2.58893

Abstract

ABSTRAK Tujuan - Untuk menganalisis alternatif strategi dengan mengombinasikan metode analisis teknikal pada analisis fundamental dalam menghasilkan return yang lebih baik pada perusahaan sektor barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.Desain/Metodologi/Pendekatan – Penelitian kuantitatif ini dilakukan dengan studi kasus. Perusahaan yang bergerak di sektor barang konsumsi dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2017 menjadi objek pada penelitian ini. Pada analisis data dibagi menjadi tiga bagian yaitu analisis fundamental, analisis kombinasi fundamental dan teknikal, serta uji statistik.Temuan – Hasil pengujian analisis fundamental menunjukkan bahwa dari seluruh perusahaan di sektor barang konsumsi yang menjadi sampel tidak semua perusahaan memiliki nilai intrinsik lebih rendah dari harga pasarnya. Pada pengujian return analisis fundamental memberikan informasi bahwa dalam periode satu tahun penggunaan metode fundamental  memiliki kemungkinan untuk memberikan return yang negatif. Setelah dilakukan kombinasi dengan analisis teknikal, return yang dihasilkan menjadi lebih baik yang ditunjukkan dengan tidak terdapatnya return yang negatif dan cenderung lebih tinggi. Hal ini membuktikan bahwa menggunakan kombinasi analisis terbukti dapat menjadi alternatif dalam mempercepat perolehan return. Hasil tersebut juga mengindikasikan bahwa adanya tambahan informasi dari analisis teknikal dapat meningkatkan informasi dari analisis fundamental. 
ANALISIS KELEMAHAN PENGENDALIAN INTERNAL PT. APLIKASI KARYA ANAK BANGSA STUDI KASUS JUAL–BELI AKUN GOJEK Ni'immas Ni'immas
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 8, No 2 (2020): May
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v8i2.58896

Abstract

AbstrakTujuan – Penelitian ini menganalisis sistematika jual-beli akun Gojek, motivasi pelaku jual-beli akun Gojek dan alasan yang mendasari pelaku merasa aman melakukan jual-beli akun.Metode Penelitian – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitiatif-studi kasus. Pengumpulan data dilaksanakan melalui wawancara mendalam dengan jenis wawancara semiterstruktur, observasi dan studi dokumen. Partisipan wawancara terdiri dari 7 orang yang terlibat dalam jual-beli akun.Temuan – Kegiatan Kegiatan jual beli akun oleh mitra pengemudi saat ini dilakukan secara terbuka dengan memanfaatkan jejaring sosial facebook. Banyak celah dari kelemahan pengendalian maupun sistem aplikasi Gojek yang dapat dimanfaatkan oleh mitra pengemudi untuk mencapai tujuan pribadi melalui tindakan tersembunyi. Pelaku jual beli akun pengemudi termotivasi untuk melakukan tindakan jual beli akun karena berada pada kondisi merugi. Hal ini membuat mitra gojek pelaku jual beli akun cenderung melakukan hal berisiko untuk mencapai kemungkinan prospek keuntungan di masa mendatang. Lemahnya pengendalian internal PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa terutama pada mitigasi risiko dan tindak lanjut informasi dari lingkungan menyebabkan asimetri informasi.Orisinalitas – Jual-beli beli akun pengemudi Gokar dikhawatirkan memberikan risiko bagi perusahaan baik dari keamanan penumpang maupun nilai perusahaan. Sedangkan pengendalian internal yang baik seharusnya memberikan perlindungan terhadap nilai perusahaan berbasis risiko yang menyertai perusahaan dalam mencapai tujuannya. Oleh karena itu, manajemen harus memahami secara mendalam sistematika, motivasi, serta alasan yang mendasari pelaku jual beli akun pengemudi sehingga pengemudi tersebut merasa aman menyerahkan akun pengemudi kepada orang lain. Hal ini penting karena dengan pemahaman yang mendalam, manajemen perusahaan dapat mengurangi fenomena tersebut hingga level yang dapat diterima.
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS WEB UNTUK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (STUDI KASUS PADA DATA HISTORIS KANTOR PUSAT DAN CABANG PT XYZ) Rudi Prasetya Timur
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 8, No 2 (2020): May
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v8i2.58897

Abstract

ABSTRAKDisintegrasi sistem informasi yang dialami PT XYZ menyebabkan proses penyusunan laporan keuangan konsolidasi cukup memakan waktu. Dampaknya, ketepatan waktu informasi yang dihasilkan PT XYZ menjadi berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan sistem informasi akuntansi (general ledger system) dan menilai kesesuaian output sistem tersebut atas informasi laporan keuangan konsolidasi PT XYZ.Desain penelitian kualitatif dengan pendekatan Research and Development (R&D) dipilih untuk melakukan penelitian. Metode pengembangan sistem Nunamaker, Chen, dan Purdin (1991) diadopsi pada penelitian ini melalui lima tahapannya. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi, dan observasi digunakan pada penelitian ini. Pengkodean digunakan untuk reduksi data hasil umpan balik pengguna sistem di lingkungan PT XYZ.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi yang dikembangkan memiliki kesesuaian informasi terhadap laporan keuangan konsolidasi PT XYZ. Enam kriteria informasi berguna mampu dipenuhi oleh sistem informasi yang dikembangkan. Enam kriteria tersebut adalah ketepatan waktu, relevansi, reliabilitas, ketersediaan, dapat dipahami, dan dapat diverifikasi. 
ANALISIS IMPLEMENTASI KARTU KREDIT PEMERINTAH (STUDI PADA SATUAN KERJA KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA DI WILAYAH KERJA KPPN MAGELANG) Tera Novitasari
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 8, No 2 (2020): May
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v8i2.58898

Abstract

Abstrak Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai perkembangan proses implementasi KKP pada satuan kerja K/L di wilayah kerja KPPN Magelang dan mengidentifikasi penyebab implementasi KKP tersebut belum dapat berjalan penuh. Metode Penelitian – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian studi kasus. Penelitian dilakukan pada dua satuan kerja di wilayah kerja KPPN Magelang. yaitu Satuan Kerja A dan Satuan Kerja B. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan wawancara. Partisipan yang terlibat terdiri atas Kuasa Pengguna Anggaran, Pejabat Pembuat Komitmen, Bendahara Pengeluaran, pemegang KKP, dan administrator KKP. Temuan – Satuan Kerja A telah menyelesaikan proses permintaan UP KKP, perjanjian kerjasama satuan kerja, serta penunjukkan pemegang KKP dan administrator KKP. Satuan kerja masih berproses untuk memenuhi kelengkapan dokumen persyaratan pengajuan KKP ke bank. Sementara itu, Satuan Kerja B telah menyelesaikan proses permintaan UP KKP, perjanjian kerjasama satuan kerja, penunjukkan pemegang KKP dan administrator KKP, pengajuan KKP, penerbitan KKP, serta penyerahan KKP. Akan tetapi, KKP tersebut belum dapat digunakan sebagai alat pembayaran belanja. Kendala yang menyebabkan implementasi KKP pada Satuan Kerja A belum berjalan penuh yaitu komunikasi yang kurang jelas, kurangnya pemahaman pelaksana tentang tata cara implementasi KKP, belum dilakukannya evaluasi implementasi KKP, belum adanya pendelegasian wewenang secara resmi kepada pelaksana KKP, keengganan dari pelaksana untuk mengimplementasikan KKP, belum adanya reward dan punishment, belum adanya SOP tentang implementasi KKP, dan kurangnya koordinasi internal di dalam satuan kerja. Kendala implementasi KKP pada Satuan Kerja B yaitu komunikasi yang kurang jelas dan tidak konsisten, terbatasnya EDC merchant, keengganan dari pelaksana dan rekanan untuk mengimplementasikan KKP, serta belum adanya peraturan yang mengatur ketentuan perpajakan atas belanja yang menggunakan KKP. Orisinalitas - Penelitian ini dilakukan pada masa awal implementasi KKP di Indonesia. Penelitian ini menggunakan teori implementasi kebijakan publik yang dikembangkan oleh Edwards (1980) dalam mengidentifikasi penyebab implementasi KKP pada satuan kerja K/L di wilayah kerja KPPN Magelang belum berjalan dengan penuh.
ANALISIS IMPLEMENTASI TRANSAKSI NONTUNAI PADA PEMERINTAH DAERAH (STUDI PADA KABUPATEN AGAM DAN KOTA PADANG PANJANG) Vira Maulina
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 8, No 2 (2020): May
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v8i2.58899

Abstract

Abstrak Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan transaksi nontunai pada Kabupaten Agam dan Kota Padang Panjang dengan menggunakan empat dimensi model implementasi kebijakan publik karya Edwards (1980), yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi faktor penyebab rendahnya penerapan transaksi nontunai pada Kabupaten Agam jika dibandingkan dengan Kota Padang Panjang berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan.Metode Penelitian – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilaksanakan melalui wawancara mendalam dan pengumpulan dokumen yang berkaitan dengan penerapan transaksi nontunai. Narasumber dalam penelitian ini melibatkan 8 orang partisipan yang terdiri dari empat partisipan pada Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kabupaten Agam dan empat partisipan pada Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kota Padang Panjang. Partisipan tersebut merupakan pihak pembuat kebijakan dan pihak pelaksana teknis dalam penerapan transaksi nontunai pada kedua objek penelitian.Temuan – Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi transaksi nontunai pada Kabupaten Agam masih rendah jika dibandingkan dengan Kota Padang Panjang. Beberapa kendala yang terjadi di Kabupaten Agam ialah kurangnya sosialisasi ke masyarakat, keterbatasan sarana dan prasarana, kurangnya fungsi kontrol dalam transaksi, lemahnya komitmen pimpinan, serta tidak adanya mekanisme reward dan punishment dalam pelaksanaan transaksi nontunai. Selain itu, kendala terkait regulasi yang belum memiliki kekuatan hukum serta sistem dan prosedur yang tidak update juga terjadi pada kedua objek penelitian.Orisinalitas – Pelaksanaan transaksi nontunai menjadi kebutuhan bagi pemda karena mendatangkan banyak manfaat dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Pemerintah telah menetapkan Surat Edaran Mendagri No. 910/1866/SJ dan 910/1867/SJ tentang Implementasi Transaksi Non Tunai pada Pemerintah Daerah. Namun, pelaksanaan transaksi nontunai pada Pemkab Agam disinyalir masih rendah jika dibandingkan dengan Pemko Padang Panjang karena realisasi belanja yang dilakukan secara nontunai hanya sebesar 35%. Penelitian ini berusaha untuk menganalisis penerapan transaksi nontunai dan mengidentifikasi penyebab rendahnya penerapan transaksi nontunai tersebut.
KUALITAS PENGUNGKAPAN LAPORAN DISKUSI DAN ANALISIS MANAJEMEN BERDASARKAN IFRS PRACTICE STATEMENT MANAGEMENT COMMENTARY Yoga Sujoko
ABIS: Accounting and Business Information Systems Journal Vol 8, No 2 (2020): May
Publisher : Master in Accounting Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/abis.v8i2.58900

Abstract

Intisari Tujuan – Penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis kualitas pengungkapan wajib dan sukarela laporan Diskusi dan Analisis Manajemen (DAM) berdasarkan pedoman praktik terbaik internasional, yaitu IFRS Practice Statement Management Commentary yang diterbitkan oleh International Accounting Standards Board (IASB).Metode Penelitian – Penelitian ini menggunakan metode analisis konten. Sampel penelitian berjumlah delapan puluh laporan DAM yang diterbitkan oleh perusahaan terbuka nonkeuangan di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2018. Data dianalisis dengan metode coding dan pemberian skala.Temuan – Hasil penelitiaN INI menunjukkan bahwa kualitas pengungkapan wajib laporan DAM berada dalam kategori cukup dengan nilai 58,13%. Hal ini mengindikasikan pengungkapan yang dilakukan hanya untuk menggugurkan kewajiban semata. elemen tujuan dan strategi merupakan elemen yang paling jarang diungkapkan dengan nilai 45%. Di sisi lain, sifat bisnis dan hasil dan prospek merupakan elemen dengan kualitas pengungkapan tinggi, masing-masing sebesar 62,19% dan 67,88%. Sementara itu, kualitas pengungkapan sukarela laporan DAM berada dalam kategori sangat rendah dengan nilai 19,4%. Elemen tujuan dan strategi memperoleh kualitas pengungkapan terendah dengan nilai 6,5%, sedangkan elemen indikator kinerja utama memperoleh skor tertinggi dengan nilai 28,8%. Secara keseluruhan, kualitas pengungkapan laporan DAM perusahaan sampel berada dalam kategori rendah dengan nilai 38,7%.Orisinalitas – Analisis kualitas pengungkapan laporan DAM dengan menggunakan pedoman IFRS Practice Statement Management Commentary masih terbatas dilakukan di Indonesia. Penelitian ini secara bersamaan menganalisis kualitas pengungkapan wajib dan sukarela dengan indikator IFRS Practice Statement Management Commentary yang telah direkonsiliasi dengan regulasi wajib di Indonesia, yaitu SEOJK-30/SEOJK.04/2016.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2020 2020